Terjebak Cinta Ke Dua

Terjebak Cinta Ke Dua
Adam dan Maira menikah


__ADS_3

Hari yang di tunggu pun tiba.


Maira benar-benar hanya 2 jam terlelap dalam tidur, dia tidak tenang sepanjang malam karena suhu tubuh Zeyra naik turun. Walau pun Anum ikut membantu tapi bagaimana pun juga dia ibu nya. Belum lagi Zeyra merengak minta di peluk.


Tepat pukul 4 alarm Maira berbunyi dan membangun kan calon pengantin. Badan dan lengan nya terasa pegal karena harus tidur memeluk anak nya. Perlahan dia melepas kan lengan nya dari tindihan Zeyra. Setelah berhasil melepas kan tangan nya, perlahan Maira beringsut dari kasur nya.


Kini dia sudah mandi. Rasa kantuk nya pun masih sesekali dia rasakan. Selesai dengan ritual mandi nya suara Azan pun berkumandang. Dia melaksana kan sholat subuh. Batin nya hari ini benar-benar sedang di uji. Kebahagian menikah dan kecemasan karena anak nya sakit.


"Ra?". Terdengar suara buk Dini masuk.


"Ya buk".


"Gimana Zeyra?".


"Suhu tubuh nya gak stabil buk, Maira khawatir kalau hari ini dia rewel".


"Udah gak usah di fikirin, ada ibu sama Anum, nanti Rafif biar jagain Zidan, udah siap-siap makan dulu isi perut kamu, nanti kalau udah di dandan kamu pasti gak bisa makan"


"Ya buk".


Walau pun mulut nya berkata iya tapi tetap aja hati nya bimbang mikirin anak nya. Terdengar suara ponsel nya berdering. Maira pun meraih ponsel nya.


"Ya Dam?".


"sayang kamu udah bangun?".


"Udah".


"Kenapa suara kamu? Zeyra gimana apa masih demam?".


"Iya sepanjang malam dia rewel, suhu tubuh nya juga gak stabil".


"Ya udah kamu gak usah khawatir, biar kan saja dia istirahat jangan di paksa untuk ikut acara, nanti aku suruh pelayan kamar menyiap kan kamar di ballroom khusus untuk Zeyra istirahat, jadi bisa di awasi dari dekat".


Adam juga khawatir dengan keadaan anak tiri nya bagaimana pun juga pasti Maira akan kepikiran ke anak nya. Dia takut Maira kepikiran dan tidak fokus saat acara pernikahan mereka beberapa jam lagi.


Jam pun sudah menunjuk kan pukul 6 pagi lantai 20 hotel memang di khusus kan untuk keluarga kedua mempelai, benar-benar hiruk piku lalu lalang orang-orang WO dan pelayan hotel.


Maira tengah di dandanin. Terlihat Iliyana sudah datang pagi-pagi sekali dan sekarang berada di kamar Maira. Dia sedang mengeloni Zeyra yang sudah bangun dan sedang menyusu sambil nonton. Dari sekian banyak orang yang mau mengelon nya hanya Iliyana lah dia tidak menolak entah ada jiwa keibuan kali ya Iliyana, sampai Zeyra tak menolak di jaga Iliyana. Karena Mbak Anum lagi sibuk ngurusin Zidan. Setelah tadi dia bersiap.


Maira pun memperhatikan kedekatan Iliyana dan anak nya dari kaca rias. Zeyra benar-benar nempel di pelukan Iliyana.

__ADS_1


"Liya kayak nya Zeyra nempel sama kamu, dari tadi banyak yang pujukin dia tapi gak ada yang berhasil".


"Tau nih nemplok aja kayak cicak anteng malahan, panas nya juga udah mendingan gak kayak tadi".


"Syukur la".


"Iya mbak Liya kayak nya udah cocok deh jadi mommy muda". Kata MUA yang sedang merias Maira.


"Ya tenang aja habis ini dia yang nyusul, siap-siap dapat callingan dari dia". Goda Maira.


Bukan nya kesal Iliyana digoda dengan enteng menjawab nya dengan lantang" amiiiiiiinnn".


Semua yang ada di ruangan pun tertawa. Yakin la bang Jaffa bakal lamar dia.


"Duh kok aku deg deg kan li".


"Emang dulu waktu yang pertama gini juga?".


"Gak tau udah lupa... Hahaha".


"Dasar, udah woles aja kak, jangan kebanyakan mikir, sayang tu makeup bayar mahal entar retak-retak".


"Iss kamu itu, eeh Li nanti kalau Zeyra udah pindah ke ruangn di belakang Ballroom tolong kamu jengukin sesekali ya, takut dia rewel".


Kini mereka sudah turun ke ballrom. Adam dan rombongan keluarga juga sudah berada di ballrom. Tinggal menunggu penghulu nya aja yang belum datang. Maira duduk di ruangan yang sudah di siap kan untuk menunggu. Di dampingi para bridesmaids. Ada Iliyana, Tiwi, Lani dan Farasya. Sementara groomsmen nya sudah duluan masuk bersama Adam. Ada Jaffa, Rey, Kevin dan Haris.


Sementara Weli sedang mengawasi jalan nya acara. Semua kelangsungan acara ada di bawah pengawasan nya. Termasuk menunggu kedatangan pak penghulu.


Setelah menunggu beberapa saat pak penghulu pun tiba dengan selamat.


Tepat pukul 9. Bapak Rasyd selaku wali sah dari Maira pun menikah kan putri kesayangan nya. Di hadapan penghulu, saksi dan keluarga pak Rasyd pun dengan lantang dan tegas mengucapa kan:


Saya nikah kan engakau ADAM ZEIN DEMIR BIN ZEIN DEMIR dengan anak ku AMAIRA SLAVINA berbinti kan aku sendiri dengan mas kawin berupa logam mulia seberat 100gr di bayar tunai".


"Aku terima nikah nya AMAIRA SLAVINA BINTI RASYD IRAWAN dengan mas kawin berupa logam mulia seberat 100gr di bayar tunai".


Sah sah.... Sah... Sah.... Saaaahh... Alhamdulillah. Terdengar penuh keyakinan Adam mengucap janji pernikahan di depan orang mereka, dan juga di hadapan penghulu saksi dan semua yang ada di ballroom.


Maira yang mendengar kan nya pun mengucap syukur. Terulang lagi untuk kedua kali nya di ijab kabul kan dengan lelaki yang berbeda.


Misteri hidup siapa yang tau kini gelar baru telah di sandang nya. Tak pernah terlintas di benak nya menikah sampai dua kali. Manusia berencana tapi yang punya hidup lah yang menentukan nya. Ini baru awal perjalanan rumah tangga nya bersama Adam. Doa nya hanya berharap ini adalah yang terakhir. Dia hanya ingin menjalani rumah tangga nya dengan bahagia walau pun masalah pasti datang tapi dia minta dengan sangat kepada Allah jangan lagi ada perceraian di dalam hidup nya.

__ADS_1


Setelah di minta untuk masuk ke tempat pernikahan berlangsung. Maira pun berjalan perlahan. Masuk ke dalam ballroom, Maira berjalan dengan anggun mengenakan kebaya putih adat sunda. Mengambil adat ibu dan mama Adam. Maira sangat manglini, dengan riasan yang soft tidak teralalu mencolok. Siger tertata rapi di kepala nya lengkap dengan juntaian melati. Melati yang di pakai pun melati segar menambah kerserian Maira sebagai pengantin.


Adam sudah berdiri menyambut kedatangan istri tercinta. Mata nya hampir tak berkedip melihat anggun nya sang istri dalam balutan baju adat sunda sungguh berbeda.


Tidak hanya Maira para braidsmaid yang berjalan di belakang nya pun begitu anggun menggunakan kebaya modern brokat berwarna cream. Menambah meriah nya acara pernikahan.


Prosesi demi prosesi berlangsung. Sempat tadi ballroom sedikit sendu karena acara sungkeman. Kini sedang berlangsung acara adat sunda. Dulu pernikahan pertama Maira memakai adat jawa asal sang suami.


Tapi kini keinginan buk Dini terwujud. Maira mengabul kan acara adat di pernikahan nya. Tadi Maira hanya ingin serba modern tapi dia mengahargai ke inginan orang tua nya dan juga Adam biar sakral nya dapat.


Tapi siang pas resepsi Maira benar-benar ingin mengenakan gaun modern impian dia selama ini.




Selsai acara ijab kabul Maira dan Adam sudah berada di kamar atas untuk berganti pakaian.


Tepat pukul 13.00 WIB kedua mempelai pun turun.


Di iringi para braidsmaid dan groomsmen serta musik yang klasik Adam dan Maira masuk ke tempat acara. Senyum mereka berdua pun terukir.


Sambil berjalan Adam setengah berbisik " "cantik nya istri ku".


"Thanks you". Balas Maira sambil terenyum.


Semua tamu yang hadir benar-bnear terkesima melihat pengantin laki-laki yang tampan. Sepadan dengan Maira yang terlihat cantik nya menjadi-jadi.


Hari ini hari yang paling bermakna untuk Adam. Hari di mana dia ingin mengubah kekosongan hati nya dengan menggandeng seorang wanita yang dia cintai. Wanita dengan senyum paling cantik. Wanita yang selalu hadir samar-samar dalam mimpi nya. Wanita itu sudah di dapat kan nya dengan secara sah. Tak perlu bermimpi untuk melihat senyum nya. Kini ada di hadapan nya.


Dia sudah berjanji untuk tidak egois dalam menjalan kan pernikahan tidak ingin mendahului keinginan nya. Bersepakat dan bertolak angsur dalam berkomunikasi adalah yang terpenting. Dia bukan lah pria romantis dengan penuh lirik kata. Tapi dia pria dengan sejuta pesona yang akan selalu menepat kan kejujuran dan kesetian paling utama.


Ini adalah permulaan. Semoga awal ini akan menjadi perjalanan hidup yang paling indah bersama wanita yang menjadi pelabuhan hati nya terakhir walau bukan pertama.


"Terus la genggam tangan ku, terus la berada di samping ku,terus la bersandar di pundak ku, terus la tersenyum di hadapan ku. Buat dunia kita seindah yang kita mau. Menua la bersama".


Itu la kata-kata yang dia tulis dalam kotak perhiasan yang dia berikan waktu lamaran kemaren.


🍁🍁🍁🍁


Jangan lupa mampir, vote, like dan comment.

__ADS_1


Witha.


__ADS_2