Terjebak Cinta Ke Dua

Terjebak Cinta Ke Dua
Bertemu


__ADS_3

Setelah melalui berbagai drama


Maira dan ibu nya.


Meraka pun sudah berada di jalan menuju rumah sakit JIC.


Sedang kan bapak, rafif dan anak-anak nya juga sudah berangkat menuju mall.


Sambil menyetir mobil maira hanya fokus dengan kemudi nya.


Lain hal orang yang ada di sampingnya.


Ibunya sibuk dengan ponsel nya.


Ya ibu Dini sedang menghubungi paman zakaria. Yang tak lain paman Adam.


Ibu Dini sedang memberi kabar kalau dia akan datang berkunjung untuk menjenguk tante sarah.


Setelah mendapatkan balasan yang menandakan bahwa paman zakaria mempersilakan niat baik tetangga nya itu.


Tak butuh waktu lama akhirnya maira dan ibu nya sampai juga, setalah memarkirkan mobil dengan aman, maira pun bergegas menyusul ibu nya yang sudah duluan jalan menuju pintu rumah sakit.


"cepatan dong ra..."


"ya buk sabar dong.."


"kata pak zakaria jam besuk nya terbatas ra.."


Heemmmm....


Setelah memastikan di resepsionis loby rumah sakit JIC, ruang ICU tempat tante sarah di rawat berada di lantai 1 rumah sakit.


Ibu dan maira menggunakan tangga karena lift antri. Tangga nya pun tidak terlalu jauh.


Saat mata maira mencari tulisan ruang ICU.


Tiba-tiba saja maira menangkap sosok seseorang yang dia kenal.


Deeggg....


"Itu bukan nya Adam"


Ya aku yakin orang yang melintas tadi sambil memegang ponsel di telinga nya menuju lift adalah Adam.


Saat maira lagi asik termangu tiba-tiba saja tersentak karena ibu nya mengejut kan nya.


" ra itu pak zakaria di sana"

__ADS_1


" hee ee iya buk..." jawab ku terbata sambil menelan salivaku.


" kamu ngeliat siapa ra... Kok ngelamun gitu.."


" haa ee.. Enggak buk bukan siapa-siapa"


"teh dini..." sapa paman zakaria


"berdua saja teh.. Kang dosen tidak ikut teh.."


"maaf ya kang suami saya lagi nemanin cucu-cucu nya, dia titip salam" ibu beralasan.


"dik ningsih tidak ikut kesini"


"enggak teh sejak teh sarah masuk ICU, ningsih hanya sesekali kesini karena ruang tunggu untuk jenguk juga terbatas" jelasnya paman zakaria.


"Oh ya tadi di sini sama anak nya teh sarah tapi dia barusan saja pergi buru-buru katanya lagi ada masalah di kerjaan nya" jelas nya lagi.


"Apa anak tante sarah Adam, mana mungkin Adam kan tinggal di singapur."


Batin maira mencoba menerka.


"ohh...sayang sekali padahal saya pengan kenalan, karena baru tau kalau dik sarah ada anak laki-laki..."ucap ibu sambil ngelirik aku.


Maira pura-pura tidak mendengar ibunya.


Tanya maira, Supaya si ibuk dini ini mah enggak keman-mana pikiran nya entar nyeletuk aja itu mulut nya.


" ya gitu neng, teh sarah sudah 6 bulan koma pasca operasi ke dua pengangkatan tumor di kepalanya, menurut dokter sih itu wajar terjadi pada pasien tumor otak, tingkat kesadaran nya menurun, itu menurut penjelasan garis besar dr dokter yang menangani teh sarah"


Jelas paman zakaria lagi.


" Untung saja anak nya teh sarah cepat ambil tindakan bawa mama nya di rawat di sini dengan fasilitas dan dokter2 hebat. "


Sambung nya lagi.


" iya paman yang sabar ya saya doain semoga tante sarah cepat pulih dan bisa melewati masa koma nya"


" oh ya paman apa boleh masuk ke dalam"


" boleh neng hanya 1 orang saja yang di izinin masuk"


"buk maw masuk enggak.."


"ibuk takut ra... Enggak tega, gimana kamu aja ya... Jangan lupa bisikin salam dari ibuk."


"ya dah buk.. Paman aku masuk ya"

__ADS_1


" ya neng silakan..."


Maira pun masuk ke ruang ICU di mana tante sarah terbaring. Sesat hati ku terenyuh melihat kondisi tante sarah.


Sangat berbeda jauh kondisi nya saat dia masih sehat, tubuh ny tinggi badan nya berisi wajah mulus tanpa cela ya maklum tante sarah adalah model dulunya.


Terakhir aku bertemu dengan nya di bandung 1 tahun lalu memang dy sudah terlihat agak kurus, waktu itu juga dy sempat di rawat di rumah sakit karena jatuh di kamar mandinya.


Sempat operasi tapi setau ku waktu itu bukan karena tumor.


"Tante masih ingat sama aku, aku keponakan tante Dini tetangga adik tante di bandung" bisik ku pelan


"Aku datang jenguk tante sama ibuk di luar, ibuk titip salam ke tante, Tante cepat sembuh ya biar bisa main ke rumah ibuk"


Perlahan aku genggam jarinya yang terasa hangat.


" tante aku pamit ya".


Maira pun keluar, enggak tega rasany ngeliat tante sarah tidak berdaya dengan alat-alat yang di pasang di tubuh nya.


" dah buk yuk kita pulang... " ajak maira.


" paman saya sama ibuk pamit ya"


"ya terimaksih banyak ya neng sma teteh dini sudah sudi datang ksini.."


" iya kang... Salam ya buat dik ningsih, saya titip brownies buat dik ningsih.."


Ya brownies tetap gak kelupaan sama ibu yang sedari tadi di gengam erat sama ibuk.


"Terima kasih teh... Salam buat kang dosen"


Sambil nerima kotak brownies dari ibuk.


"oh ya neng terimakasih ya waktu itu sudah ikut membantu mendonorkan darah untuk teh sarah, karena waktu itu neng maira buru-buru pergi saya tidak sempat mengucapkan terimaksih..


" ya paman sama2... Salam buat keluarga paman"


Setelah berpamitan dan menyerahkan brownies secara simbolik, aku dan ibuk meninggalkn Rumah sakit menuju mall di mana bapak dan rafif bawa anak-anam ku main.


.........


🍁🍁🍁🍁


Jagan lupa vote, like dan comment


Witha

__ADS_1


__ADS_2