
Tok tok... Pintu ruang kerja Rey di ketuk maira. Setelah mendapat pesan dari sekretaris baru kalau rey memanggil nya.
"masuk ra.." peirintah Rey.
"ya kenpa pak rey" senyum maira.
"ceekkk tidak ada staf lain di sini jangan memanggil ku seperti itu ra" kata rey sambil menandatangani beberapa dokumen.
"baik la bos ada apa?" cibir maira.
"aku mau ke surabaya 2 hari, aku dapat info dari om purnomo ada masalah di lapangan pembangunan apartemen kita, katanya ada beberapa sub kon kita yang bermain harga bahan bangunan, jadi kamu ikut aku ke sana ya? " perintah Adam sambil melirik maira.
Maira jelas kaget bukan main. Dia memang sering ikut rey ke lapangan meninjau proyek kantor nya, tapi tidak pernah keluar kota, biasa nya rey bawa staff lama yang bernama riko.
"harus aku ya rey?" tanya maira pelan, ya walaupun di depan nya itu sahabat nya tapi ini di kantor rey adalah bosnya. Mau tidak mau maira harus mengikuti perintah nya.
Maira berfikir sejenak.
"Kenapa kamu ada acara?" selidik rey.
" ee.. Enggak rey, cuma kan kalau kamu pergi, terus mister purnomo juga pergi siapa dong yang bertanggung jawab di departemen kita petinggi nya pada pergi semua?" maira mencoba menjelas kan alasan yang masuk akal.
Rey pun berhenti dari kegiatan nya dan menarik nafas panjang, maira ada benar nya juga tapi dia butuh maira yang sudah biasa menghadapi masalah lapangan.
" Tapi yang sudah tau setiap proyek kita itu kamu selain riko tapi sejak dia tidak ada, tidak ada yang bisa di andal kan, aku sudah menyuruh indra untuk bertanggung jawab 2 hari selama kita tidak ada! kamu bisa bawa tiwi biar kamu ada teman nya. Aku butuh kamu ra kamu lebih berpengalaman" titah rey, jelas maira tidak bisa membantah ini sudah konsekuensinya bekerja.
"heemm Iliyana saja? Tiwi enggak bisa tu anak suka jedleg berat kalau habis naik pesawat" usul maira, biar Iliyana juga belajar kan dia baru juga!..... " jelas maira.
" Oke baik la beritahu dia untuk besok pagi berangkat, suruh tiwi pesan kan tiket pesawat pagi" perintah Rey.
"oh ya nanti di sana sudah ada staff baru lagi di bawah asuahan kamu seorang arsitek baru lulus, dia akan ganti kan posisi riko nama nya panji" lanjut rey.
"oke siap bos, kalau gitu aku turun ke bawah ya" pamit maira.
__ADS_1
Sambil berlalu. Maira sambil berfikir kenapa banyak sekali pegawai baru yang diterima rey.
"apa dia sedang butuh staf yang fresh-fresh" batin maira.
.............
Di kantor Adam.
Adam pun keluar dari lift dan bejalan menuju ruangan nya. Dan dua orang sekretaris nya sudah menyambut nya.
" Lani buat kan saya kopi jangan terlalu manis"
"siap bos.." jawba lani.
" weli ada jadwal apa saya hari ini?"
"hari ini bos ada meeting nanti siang dengan beberapa suplier untuk produksi pabrik kita bos dan juga ada klien dari bali mengajukan proposal investasi untuk resort degan hotel kita"...jelas weli sambil mengikuti langkah bosnya.
Tiba - tiba Adam berhenti tepat di depan pintu ruangan nya. Untung weli tidak menabrak nya.
"tapi bos, pak haris sudah ke pabrik tadi pagi, Saya akan panggil pak jaffa" jawab weli.
"Hemm baik la" adam berlalu.
Weli pun menarik nafas. Ya weli memang sedikit tegang kalau sudah berada di dekat bosnya itu. Bos nya itu selalu memasang muka sangar dan tatapan tegas. Siapa yang tidak bedebar kalau sudah di beri tatapan mafia pemburu.
(wajahnya Adam kalau lagi di kantor kayak mafia guys biar keliatan bos nya😜)
Jaffa dan Weli pun sudah berada di ruangan Adam. Disusul lani yang sudah membawa kopi.
" duduk lah " perintah Adam.
Mereka pun duduk di sofa. Adam yang sudah duluan duduk sambil membaca berkas yang di beri weli di balik meja kebesaran.
__ADS_1
"jaff kau saja yang bertemu dengan klien dari bali ini, kalau memang menguntung kan kita investasi kan saja uang ku ke mereka, aku tidak terlalu tau kondisi lokasi resort yang akan di bangun ini, kau yang mengerti bali...!" perintah Adam ke jaffa.
" mana berkas profil klien nya wel" tanya jaffa.
" ini pak" weli menyerah kan map.
" okee baik la pembisnis baru ini, mereka seperti nya kurang kuat dalam promot" jelas jaffa sambil membaca profil klien baru. Ya jaffa sangat bisa di andal kan dalam investor dan berinvestasi.
"ya sudah kau atur saja bagaiman baik nya kau ahli nya, haris akan sibuk untuk beberapa hari ini dengan pabrik" Adam menjelaskan.
"oh ya weli akan ikut ke pabrik dan aku akan meeting di sana bersama para suplier siang ini, hubungi Adam. Dan lani kau tetap di kantor kalau ada apa-apa hubungi jaffa dan jangan lupa persiapan peresmian hotel jaff, kau ajak saja lani memantau persiapan di hotel, aku sudah menyuruh paman zakaria melapor kan perkembangan ny kepada mu" perintah nya adam tegas
Jaffa melirik lani, ya sekretasis mereka itu memang cantik. Beberapa kali jaffa sering terpesona melihat kelembutan lani.
"Jaff, apa kau sedang melamun" adam yang melihat jaffa tak fokus kepada nya.
Jaffa pun tergagap seketika lamunan nya di buyarkan oleh bos muda ny itu.
"haa tidak... baik kalau begitu aku kembali ke ruangan ku, apa kau akan ke pabrik sekarang?" tanya jaffa kembali ke Adam.
Adam melihat nya tajam. Jaffa pun langsung meraih berkas dan keluar tanpa bersuara. Dia sudah tau kalau adam tidak suka banyak tanya dia sudah mengeluarkan bayak perintah dan sangat jelas.
" hoho oke bos,, I'm out" kata nya sambil nyengir.
Adam hanya menggeleng kan kepala nya. Ingin rasanya Adam melempar muka jaffa yang suka membuat dia kesal untung saja bisa di andalkan.
(jaffa emang suka buat Adam emosi tapi Adam sayang guys😍)
" kembali ke tempat kalian dan weli hubungi malik jam berapa dia selesai dari bengkel"
"baik bos.." weli dan lani pun keluar.
🍁🍁🍁🍁
__ADS_1
Jangan lupa mampir, vote, like dan comment.
Witha.