
"Mas aku gak antar kamu ke depan gak apa ya?".
"Ya sayang, kamu istirahat aja kalau ada sesuatu yang pengen kamu makan kasi tau aja sama mereka".
"Ya mas".
Setelah menemani suami dan anak-anak nya sarapan Maira pun kembali muntah. Badan nya terasa lemas.
Ika dan Wina dua pelayan yang ada di rumah mereka pun siap berdiri di belakang sofa tempat Maira rebahan.
"Aku berangkat kerja dulu ya?".
"Ya mas, hati-hati, entar pulang nya cepat ya".
"Iya sayang". Adam pun mengecup kening dan bibir Maira singkat. Dan mencium perut Maira dengan lembut.
"Anak daddy jangan buat mami sakit ya, baik-baik lah di dalam sana jangan rewel". Maira hanya tersenyum mendengar Adma bicara dengan perut nya.
"Iya Daddy kami pasti merindu kan daddy". Adam kembali mencium kening Maira dan berlalu.
Maira memandang punggung suami nya berjalan keluar dari mansion.
Tiba di kantor Adam sudah di sambut Weli karena beberapa hari kemaren dia tidak masuk kantor jadi banyak berkas yang harus di periksa.
"Pagi pak".
"Ya ada meeting hari ini?".
"Ada pak tapi tadi sudah di ambil alih oleh pak Jaffa. Ini ada beberapa berkas yang harus di periksa pak dan ini juga ada berkas kerja sama dari perusaan A Land group".
"A Land group?".
"Ya pak".
"Adam menerima berkas tersebut sambil mengerut kan kening nya. Perusahaan yang dia kenal ya perusahaan Rey.
"Siapa yang mengantar ini?".
"Langsung CEO nya pak waktu itu baik pak Adam dan pak Jaffa tidak ada di tempat waktu pak Rey datang ke kantor".
"Baik lah biar saya yang akan menghubungi nya".
Adam membaca berkas kerja sama yang di ajukan oleh Rey. Pembangunan Apartemen mewah. Adam pun tertarik. Adam kembali teringat Apartemen milik nya.
"Aaaa Wel, ini kunci Apartemen saya tolong suruh orang mengeluar kan barang pribadi milik saya dan jual apartemen nya".
"Di jual pak? Kenapa di jual pak?".
Adam melihat Weli dengan tatapan datar seolah berkata jangan banyak tanya kerja kan saja.
"Mmm baik pak di jual dan di beres kan, kalau begitu saya permisi".
"Hemmm". Adam kembali fokus melihat berkas kerja sama dari Rey.
__ADS_1
Cukup lama Adam berkutat dengan beberapa laporan perusahaan nya. Hari ini semua meeting dengan klien sudah di wakil kan oleh Jaffa.
Tak lama sebuah pesan singkat masuk ke ponsel Adam.
"Mas jam berapa pulang?".
"Ada apa sayang? Apa muntah lagi? Kamu mau makan apa? Apa bayi kita berulah?".
"Tidak mas, hanya kangen".
"Tunggu sebentar lagi ya sayang, sedikit lagi selesai, ada beberapa dokumen yang harus aku periksa".
"Oke mas".
Adam melonggar kan dasi nya dan mengehela nafas nya. Tak lama pintu nya pun di ketuk terlihat tubuh jangkung Jaffa menyembul dari balik pintu.
"Apa kau sibuk Dude?".
"Hemm.. Lumayan, kau sudah selesai meeting?".
"Sudah ini laporan saham kita".
Jaffa meletak kan sebuah map di hadapan Adam. Adam pun mengambil nya dan membaca dengan teliti. Sebuah senyum terpancar dari wajah nya. Tidak salah dia mengandal kan Jaffa, saham perusahaan meningkat pesat.
"Oh ya Jaff ini dokumen perusahaan Rey mereka mengaju kan kerja sama dengan kita untuk pembangunan Apartemen".
"Oh ya, kapan dia datang?".
"Menarik, aku juga dengar kalau perusahaan mereka tidak pernah gagal dalam pengembangan properti".
"Ya, aku akan menanam saham ku di sana aku mau menghadiah kan apartemen untuk Maira sebagai kado kehamilan nya".
"Lalu apartemen mu yang lama?".
"Sudah aku suruh Weli menjual nya, kau tau sendiri kan".
"Hemm bagus la. Apa Maira menanya kan Lusia?".
"Iya, makanya aku jual biar dia tidak memikir kan masalah Lusia lagi".
Hening.
"Aku sudah mengirim Lusia jauh dari sini". Jaffa berujar datar tanpa melirik Adam. Adam hanya menjeling sebentar lalu menunduk kan wajah nya kembali fokus ke dokumen perusahaan nya.
"Aku tidak perduli, gara-gara kehadiran nya aku hampir kehilangan anak ku".
"Sudah aku peringat kan Dude, kau harus berhati-hati, jangan terlalu murah hati akhir nya kebaikan mu jadi di salah arti kan".
Adam hanya diam sambil menggosok bibir nya memandang Jaffa.
"Thanks Jaff, kau selalu ada di saat seperti ini".
Mendapat ucapan lembut dari Adam seketika Jaffa tertawa keras.
__ADS_1
"Sudah lah aku merinding mendengar nya, kalau aku perempuan mungkin aku tersentuh dan langsung memeluk mu, tapi seketika tubuh ku merinding, ckkk tanda tangani berkas itu. Aku pergi dulu".
"Ciihhh... Dasar kau pria kaku".
Jaffa hanya tertawa sambil berlalu pergi.
............
Di mansion.
Maira kedatangan Liya dan Tiwi. Setelah membaca pesan dari Adam tadi Maira langsung merebah kan kembali tubuh nya. Tapi baru beberapa saat pintu kamar nya di ketuk Ika, dan terlihat dari belakang ada Tiwi dan Liya.
"Kalian? masuk la". Dengan wajah tak percaya melihat kedatangan dua mantan rekan kerjanya. Maira mempersilakan Liya dan Tiwi masuk.
"Aaaa rindu nya?". Maira memeluk kedua nya.
"Duuhh wajah bumil makin glowing".
"Apaan glowing ni juga gak dandan Wi".
"Maaf ya mbak baru sempat jengukin".
"Iya Wi gak apa-apa, makasi ya udah datang, oh ya Li maaf ya kemaren kamu datang ke RS aku tidur, kenapa gak ngebangunin?".
"Hemm pules gitu gak enak mau bangunin".
"Hmm... Ya udah gimana kalau kita ngobrol nya di taman belakang aja kayak nya anak-anak juga lagi main di sana?".
Mereka bertiga pun keluar menuju taman. Tiba di sana terlihat kedua anak Maira sedang bermain.
Dan tak di sangka kedua nya berlari ketika melihat Tiwi mereka datang menghampiri Tiwi dan bergantian memeluk nya. Dan kedua nya juga menyalami Liya.
Maira tersenyum melihat keakraban kedua anak nya dengan Tiwi.
Setelah puas menyapa anak-anak Maira Tiwi pun datang dan duduk bergabung dengan Maira dan Liya.
"Kemaren Zidan cerita mereka makan malam sama ayah nya bareng kamu".
Tiwi langsung terkejut dan tergagap untuk menjawab nya. Maira yang melihat kegugupan Tiwi pun langsung meraih tangan Tiwi.
"Santai aja Wi, anak-anak kayak nya suka banget sama kamu, mereka selama ini tidak terlalu mudah dekat dengan teman ayah mereka".
"Tapi mbak aku sama mas Nugroho hanya berteman biasa,tidak lebih dari itu".
"Aku berharap lebih dari itu, aku juga berharap ayah mereka dapat jodoh yang baik yang bisa terima mereka dan sayang sama mereka, tenang mas Nugroho baik kok".
Maira tersenyum dan begitu juga dengan Tiwi. Tiwi tak bisa menjawab karena hubungan nya dengan Nugroho masih sebatas perkenalan belum lebih dari itu.
🍁🍁🍁🍁
Jangan lupa mampir, vote, like dan comment.
Witha.
__ADS_1