
Malam pun tiba. Maira yang telah bersiap untuk menemui Adam turun ke bawah.
"Buk buk ?"
Yang di panggil tak ada jawaban. Maira pun mencari ibu nya tapi tetap aja ibu nya tak ada.
"Buk nyari nyonya?" suara mbak Anum mengejutkan Maira.
"Ya di mana ibuk mbak?"
"Nyonya sama bapak ada di kamar tadi bapak katanya masuk angin minta di kerokin nyonya"
"Ohh pantesan, ya dah mbak Anum saya mau keluar kalau ibu tanya, saya keluar ketemuan sama Adam. Oke"
"Ya buk hati-hati "
Malik pun sudah sampai di depan rumah Maira.
Maira pun segera masuk dan mobil yang di tumpangi Maira sudah melesat di jalan.
Tak butuh waktu lama kini mereka sudah sampai di basement parkiran apartemen Adam.
"Silakan mbak?" Malik mempersilakan Maira masuk ke dalam lift.
Sebelum nya Maira pernah mengantar Adam tapi hanya sebatas halaman apartemen. Ini pertama kali nya Maira datang berkunjung.
Lift pun berhenti di lantai 10 apartemen.
Kini mereka telah sampai di depan pintu apartemen Adam. Malik segera menekan kode intercom pintu apartemen.
"Ayo mbak masuk silakan, seperti nya tuan Adam masih di kamar, sebentar saya panggil "
Maira hanya mengangguk. Maira benar di buta takjub dengan desain interior apartemen adam. Mewah dan elegant. Maira yang berada di ruang tv tengah mengamati setiap pajangan yang ada di sana. Berbagai macam koleksi film dan lagu terususun rapi.
"Cek cek cek... Banyak nya apa dia punya waktu buat nonton semua film di sini?" gumam Maira.
Maira yang tengah memperhatikan koleksi film Adam dikejutkan dengan tiupan di telinga nya.
Siapa lagi kalau bukan tuan yang punya koleksi. Maira pun menoleh kebelakang, Adam sudah berdiri di belakang nya sambil melipat kedua tangan nya. Dan tersenyum manis.
Maira pun terperangah seketika entah kenapa hari ini tiba-tiba saja Adam terlihat begitu tampan. Padahal hanya mengenakan sweater dan celana panjang bahan. Tapi pesona nya tidak bisa di elak kan. Jangan lupa badan berbidang nya.
Maira pun membelas dengan senyuman. Adam pun mendekati Maira. Tapi seketika pandangan Maira tertuju pada Malik yang juga ada di situ. Maira hanya takut Adam tiba-tiba nyosor meluk dia atau apapun itu. Maira tidak mau malu di hadapan Malik.
Hkem... Maira pun berdehem. Adam yang menyadari pandangan Maira tak tertuju padanya ikut berpaling melihat ke arah Malik.
"Oh god" desis Adam.
__ADS_1
Malik kenapa kau masih berdiri di situ?
Ee anu tuan apa ada lagi yang mau tuan suruh? Jawab Malik sambil nyengir.
Adam pu mengusap tengkuk nya. Dan menarik nafas panjang.
"Tidak sekarang kau boleh pulang, bawa saja mobil kantor"
"Baik tuan, kalau gitu saya permisi tuan mbak Maira" pamit malik.
"Hati-hati maksi ya malik udah jemput saya tadi" ujar Maira.
Adam hanya mengangguk.
"Ckk kamu itu kasian ih sama malik jangan suka di marahin kasian dia udah baik "
Adam hanya membola melihat Maira membela supir yang kadang suka enggak peka dengan situasi tuan nya. Menurut Adam ya. 😂. Padahal Malik la yang tau betapa tuan nya itu yang garang dan cuek bisa berubah jadi kucing anggora ketika di depan Maira.
Maira hanya tersenyum melihat ekspresi Adam. Dan perlahan Maira melangkah mendekati Adam. Kini Maira yang nyosor. Tanpa aba-aba Maira pun memeluk adam. Tangan nya telah melingkar di pinggang Adam dan kepala nya sudah terbenam di dada Adam yang berbidang. Harum parfum Adam yang maskulin berhasil menghipnotis Maira semakin mendekap.
Adam yang mendapat serangan hanya terdiam sejenak dan belum ingin membalas pelukan dari Maira, tangan nya masih tersimpan dalam saku celana. Sungguh Adam senang bukan main. Biasa nya kan hanya dia yang malakukan itu.
"Apa sekarang kamu sudah pandai menggoda ku sayang?"
"Hemm...apaan sih gak boleh? emang cuma kamu aja yang boleh main peluk gini, cih padahal senang kan?" rengek Maira.
Setelah puas berpelukan kini kedua nya pun merenggangkan walaupun tangan mereka masih belum terlepas.
"Oh ya dam sebentar?" Maira mencari benda yang sedari tadi dia ingin perlihat lan ke Adam dari dalam Tas nya.
Adam yang hanya memperhatikan Maira dengan mengerut kan kening nya.
"Tadaaaa... "
"Kalung? "
Maira mengangguk tersenyum.
"Ya ini kan kalung yang kamu hadiahin untuk aku, nah sekarang kami pakein tuh ke aku"
"Ya Tuhan sayang kenapa tidak di pakai saja"
"Enggak mau aku mau nya kmau yang pakein biar lebih berasa aja"
Haa maksud nya?"
"Iss ya maksud biar kek di film-film roamantis gitu, yaudah mau pakein apa enggak ini, kalau enggak aku suruh Malik ni yang pakein" rajuk nya.
__ADS_1
"What.. Jangan bawa-bawa orang lain kalau kita lagi seperti ini, apa-apaan Malik di bawa-bawa" Adam bersungut.
Adam pun memakai kan kalung itu ke leher Maira.
"Apa kamu senang?"
Maira pun tersenyum bahagia.
"Cantik kalung itu ada di leher kamu sayang".
"Terimakasih ya dam, aku suka"
Sayang ?"
Hemm!"
Belum sempat Maira mengangkat kepalanya Adam sudah menarik kepala Maira dan membawa kehadapan nya. Kali ini Maira tidak kaget mendapat serangan dari Adam.
Begitu cepat bibir Adam menangkap bibir Maira dari tadi sudah sangat menggoda nya
Adam pun mencium dan menghisap bibir Maira dengan sangat lembut, Maira hanya diam tidak ada perlawanan maupun balasan. Dirinya hanya memejam kan mata menikmati ciuman dari Adam.
Perlahan Maira menggantung kan ke dua tangan nya di leher Adam dan kini badan nya menempel pada tubuh pria tampan itu. Adam pun semakin bergairah dan mendalam kan ciuman nya dan menggigit bibir bawah Maira alhasil mulut Maira terbuka, kini lidah nya sudah masuk ke dalam mulut Maira mengabsen di dalam sana.
Pelan-pelan Adam berjalan mundur dan membawa badan Maira tanpa melepas ciuman mereka. Sesampai di sofa Adam pun duduk dan dalam sekejap kini Maira sudah ada di pangkuan nya.
Maira yang larut dalam permainan hangat dari Adam tiba-tiba saja gairah nya menyeruak. Maira pun perlahan mulai merespon ciuman sang kekasih.
Ia ******* bibir Adam hingga permainan cukup panas dan menuntut. Entah sudah berapa lama kedua nya masih bertukar saliva saling membelit dan sesekali bergerak memutar kepala mereka. Adam menarik dalam bibir Maira dan sebaliknya.
Siapa yang tak ter cabik iman nya kalau di hadapin seperti ini. Maira tau Adam lebih menyukai tindakan dari pada gombalan dalam hubungan.
Tangan Adam pun tak tinggal diam dia meraba pinggang Maira secara lembut. Dan membuat yang punya tubuh tersentak merinding. Maira pun melepas kan ciuman mereka.
"Cukup" ucap nya.
Sambil terengah-engah kini kedua nya berlomba menghirup oksigen, di ruangan yang di beri AC pun terasa panas.
Adam mencoba menahan yang hampir saja bergejolak di bawah sana. Tak mau Maira kaget. Ia pun memindah kan tubuh Maira untuk duduk di samping nya. Meraih kepala Maira dan membenam kan di dada nya.
Hampir saja dia hilang kendali.
🍁🍁🍁🍁
Jangan lupa mampir, vote, like dan comment.
Witha.
__ADS_1