Terjebak Cinta Ke Dua

Terjebak Cinta Ke Dua
Kata cinta Jaffa dan Liya


__ADS_3

Di jalan lain.


"Kita ke mana ini? Kok jalan nya beda ke arah kosan aku?".


"Ke apartemen ku?".


"Haa.. Mau ngapain?".


"Minta di temanin".


"Maksud nya apa ini? Mas Jaffa jangan aneh-aneh ya? Aku teriak ni".


"Ya udah teriak aja aku mau dengar teriakan kamu merdu gak?".


"Mas Jaffaaaaaa".


"Auuuhh.. Auh.. Ya ampun kenapa jari mu itu jadi kayak kepiting, tadi aja aku pegang dingin".


Pinggang Jaffa sudah jadi sasaran cubitan Iliyana.


Sampai di parkiran apartemen. Mereka keluar dari mobil. Jaffa memperhatikan parkiran sepeda motor Haris tapi kosong. Dia hanya nyengir berarti Haris sudah pindah ke hotel.


Jaffa dan Haris 1 gedung apartemen tapi beda lantai.


Tiba di lantai apartemen nya Jaffa pun memencet nomor interkom pintu apartemen nya.


"Ayo masuk".


"Apa ini tidak apa-apa?".


Iliyana jelas ragu untuk masuk. Tapi detik berikut nya tangan nya sudah di tarik Jaffa.


"Mas Jaffa apa kita hanya berdua saja?".


"Lalu? Mau menyuruh Maira dan Adam ke sini? Aku pastikan mereka tidak akan mau".


Iliyana pun melangkah masuk. Terlihat apartemen Jaffa sangat rapi dengan interior mahal. Iliyana berdiri mematung tiba di ruang tengah.


"Jaffa yang melihat pun mendekat.


"Kenapa hanya berdiri di situ?".


"Aa... Kenapa? Memang nya mau ngapain?".


Jaffa tersenyum melihat sikap kaku Iliyana dengan memasang wajah bingung.


"Kamu mau nya kita ngapain?".


"Mas Jaffa jangan becanda ya?".


Jaffa terus mendekat kan badan nya ke hadapan Iliyana yang kini memundur kan badan nya. Dan sampai la badan nya tersandar meja makan.


Dengan sigap Jaffa mengunci badan Iliyana dengan kedua tangan nya di meja makan. Badan Iliyana sudah terkunci.


Badan kedua hampir saja bersentuhan. Lagi-lagi dengan jelas Iliyana bisa melihat wajah Jaffa begitu dekat. Bahkan dia bisa merasakan hembusan nafas Jaffa dan juga aroma parfum Jaffa.


"Mas Jaffa tolong dong munduran badan nya". Sambil menahan badan Jaffa dengan kedua tangan nya.


Jaffa terkekeh geli melihat wajah takut Iliyana. Semakin besar niat mengganggu Iliyana. Jaffa pun terus memajukan wajah nya ke hadapan Iliyana, gadis itu terus memundur kan kepala nya dan memejam kan mata nya.


Malam ini Jaffa benar-benar terhibur melihat wajah Iliyana yang takut tapi justru sangat menggemas kan.


"Platak.... " sentilan lumayan keras mendarat di kening Iliyana.


"Auu sakit.. ". Sambil menggosok jidat nya yang sakit.


"Sudah la, aku lapar, gara-gara kekacauan di pub tadi jadi gagal makan malam".


"Ya sudah kalau kita keluar aja cari makan?".


"Tidak usah, masak saja. Kamu bisa masak bukan?".


"Iya tapi masak apa?".


"Cari saja apa yang ada di dapur dan masak saja apa pun itu, aku akan memakan nya".


"Baik la".

__ADS_1


"Kalau gitu aku akan ke ruang kerja ku ada yang harus aku kerja kan, panggil aku kalau makanan sudah jadi".


Jaffa pun berlalu menuju ruang kerja nya. Iliyana mulai membuka kulkas yang hanya ada telur dan sayuran. Dia membuka laci dapur terlihat ada mie instan.


"Hemmm... Hanya ada telur dan sayuran tidak daging atau pun ikan, apa setiap hari dia hanya makan telur dengan mie instan? Ya sudah la tadi dia bilang tidak masalah ".


Gadis itu mengikat rambut nya dan mulai menghidup kan kompor untuk memasak air rebusan mie dan mulai memotong sayuran.


Mie instan rebus ala Iliyana pun jadi. Tak butuh waktu lama dia memasak nya. Telur yang di ceplok nya pun sudah mendarat dengan cantik dalam mangkok mie.


"Oke siap".


Iliyana melangkah menuju ruang kerja Jaffa. Dia mendengar Jaffa sedang berbicara dengan seseorang melalui ponsel nya.


Perlahan dia membuka knop pintu. Dan menyembul kan kepala nya saja.


"Oke baik la urus semua nya besok lapor kan pada ku, aku tutup dulu".


Jaffa yang sudah tahu kedatangan Iliyana dia melihat bayangan Iliyana dari kaca.


"Kenapa di situ masuk la".


Iliyana pun melangkah masuk ke ruang kerja Jaffa. Jaffa masih sibuk di balik meja nya dia masih mengotak atik ponsel nya.


"Ayo kita makan, makanan nya sudah siap".


"Oke sebentar lagi, aku harus mengirim email".


Iliyana pun terus memandang Jaffa. Jaffa menyadari nya dari ekor mata nya. Dia membiar kan nya.


"Sudah selesai memandang wajah ku?".


"Ya? Siapa?".


"Memang nya siapa lagi yang memandang ku?".


"Haa... Mana ada aku begitu?".


Iliyana sudah gugup dan mengalih kan pandangan nya. Jaffa pun tersenyum, mudah sekali mengerjai gadis ini.


"Ya sudah aku mau keluar kasian mie nya keburu dingin".


Tiba di meja makan Iliyana pun meraih gelas dan menuangkan air untuk diri nya dan Jaffa.


"Waahh seperti nya enak".


"Pasti la nama nya juga mie instan mau di masak seperti apa pasti enak?".


"Tapi aku jarang makan mie instan".


"Oh ya kenapa banyak sekali mie instan di laci?".


"Aku hanya membeli nya saja".


Kedua nya pun senyap menikmati mie instan buatan Iliyana. Hati Jaffa sangat bahagia karena untuk pertama kali nya dia makan di meja makan nya ada yang menemani.


Sesi makan pun usai. Iliyana memberes kan mangkok bekas makanan nya dan juga Jaffa. Jaffa membantu nya membawa gelas ke tempat cuci piring.


"Udah mas biar aku saja yang beresin".


Jaffa pun berdiri di sisi Iliyana sambil nyender di kitchen set. Dia terus memperhati kan Iliyana yang sedang mencuci piring.


Iliyana hanya fokus mencuci dia sama sekali tak menggubris keberadaan Jaffa di samping nya yang berdiri sambil melipat kedua tangan nya di dada.


"Liya? Mari kita jadi sepasag kekasih?".


Bhukk...gelas yang tengah di cuci Iliyana pun terlepas dia benar-benar terkejut mendengar ucapan Jaffa. Dia menolah ke Jaffa lalu fokus lagi mencuci gelas yang jatuh tadi.


"Ya tuhan apa-apaan ini, apa aku tidak salah dengar? Kalau iya kenapa harus di tempat cuci piring sih" batin nya.


"Liya?".


"Hemm".


"Apa kau tidak mendengar ku?".


"Iya aku dengar".

__ADS_1


"Lalu jawaban mu?".


"Jawaban apa?".


"Kau mau tidak jadi kekasih ku?".


"Kalau aku tidak mau?".


"Berarti mau?".


"Sudah ku duga". Iliyana memercik kan air yang ada di jari nya ke wajah Jaffa dan berlalu ke ruang tengah.


"Oke berarti mulai malam kita jadi sepasang kekasih".


Tiba di ruang tengah Iliyana pun membalik kan tubuh nya menghadap Jaffa.


"Terus kalau aku jadi kekasih mas Jaffa, aku dapat apa?".


"Apa yang kau mau? Mobil, apartemen ini, card unlimited hemm rumah mewah?".


"Itu saja?".


"Apa lagi? Hati ku cinta ku perhatian ku sudah pasti, ohh 1 lagi tubuh ku itu yang paling penting".


Plak plak... Iliyana memukul badan Jaffa.


"Ya ampun ampun liya sudah sakit".


"Memang nya cuma itu saja yang ada di pikiran mas Jaffa?".


"Terus apa lagi aku tidak suka menggombal, tidak ada dalam kamus tu seperti itu, kalau kau ingin minta keseriusan ku akan aku tunjuk kan dengan perbuatan bukan perkataan".


Dia pun menghempas kan tubuh nya di sofa. Iliyana pun melakukan hal yang sama di sisi Jaffa meski agak jauh.


"Kayak mana aku tau kalau mas Jaffa itu serius".


"Tinggal bilang iya lalu kita nikmati hari-hari berdua maka kau akan tau di mana keseriysan ku".


"Beri aku waktu".


"Tidak mau aku mau nya sekarang juga".


"Ya ampun itu nama nya pemaksaan".


"Aku tidak memaksa, kalau kau mau tinggal bilang iya kalau tidak mau tinggal bilang tidak apa susah nya, aku tidak suka membuang waktu berfikir. Itu akan mempersulit kita. Justru itu lah letak pemaksaan nya, kalau kau di beri waktu pasti aku akan mendesak mu meminta jawaban, kau pasti akan tersiksa setia hari memikir kan nya, benar bukan?".


"Baik la aku akan memberi ruang agar kau berfikir sejenak, aku mau ganti baju dulu".


Jaffa pun melangkah pergi masuk ke kamar nya meninggal kan Iliyana di ruang tv.


Iliyana menarik nafa nya dan mengehempas tubuh nya di sandaran kursi. Dan dia menoleh sebentar ke arah belakang.


Sambil menggigit bibir bawah nya. Dia berfikir.


Terima apa tidak?,"


Apa dia benar serius?".


Ya ampun Liya, terima saja kan jadi kekasih dulu bukan menikah besok?".


Apa kau mau selamanya jomblo? Sudah ada yang mau juga? Ganteng, mapan, dewasa apa kau tidak dengar tadi dia sudah menawarkan segala nya untuk mu? Aku yakin kau tidak akan salah orang? Ayo la...


Segala macam suara ada di pikiran nya.


"Akhhhh.... Kenapa aku jadi frustasi begini. Dia pun meraup muka nya. Dan memejam kan mata nya. Entah detik keberapa Iliyana justru hilang kesadaran dia malah masuk dalam tidur nya.


Jaffa yang baru selesai mandi dan berpakaian, pun keluar menghampiri Iliyana. Dia menggeleng kepala nya melihat gadis cantik itu malah tertidur pulas.


Perlahan Jaffa mengangkat tubuh Iliyana memindah kan nya ke dalam kamar nya. Dan meletak kan pelan-pelan di kasur empuk nya.


Jaffa juga menyelimuti tubuh Iliyana. Sambil berjongkok di sisi tempat tidur Jaffa menyingkir kan anak rambut Iliyana ke sisi kuping.


"Aku menyuruh mu berfikir tapi kenapa kau malah tidur? Kau memang berbeda pantas saja aku tidak berhenti memikir kan nya, terima lah aku, aku pastikan akan memberikan semua kebahagian yang ada di dunia ini untuk mu".


Jaffa pun mengecup kening Iliyana dengan penuh kelembutan. Iliyana hanya menggeliat sebentar. Lalu tertidur lagi. Jaffa pergi meninggal kan Iliyana yang sedang pulas ke ruang kerja nya.


🍁🍁🍁🍁

__ADS_1


Jangan lupa mampir, vote, like dna comment.


Witha.


__ADS_2