
Hari pun berlalu dengan cepat. Baik Adam dengan company holding nya, berjalan dengan baik walau pun ada saja masalah namun dapat di atasi dengan baik. Di bantu dengan kedua orang kepercayaan yang handal siapa lagi kalau bukan Jaffa dan Haris walau terkadang mereka terlibat perdebatan tapi selalu ada solusi.
Selain fokus dengan produksi produk di pabrik Adam juga fokus ke perkembangan hotel nya.
Sekarang dia tengah menjalin berbagai kerja sama di berbagai investasi di hotel nya.
Di sisi lain ada Maira dan team nya yang sedang mempersiap kan peluncuran produk terbaru di Kantor yang dipimpin oleh sahabat nya yaitu Reynald. Ini adalah mega proyek Rey setelah dia resmi menjadi pewaris A Land group.
Dengan di bantu oleh oom nya Rey terus berinovasi di berbagai produk property. Baik di Jakarta, Jawa maupun di luar Jawa. Sama seperti Adam Rey pun menjalin kerja sama dengan klien baik dari negara sendiri maupun negara luar.
Seharian sibuk di tempat kerja masing-masing tiba lah makan malam yang di janjikan.
Hari ini Maira sengaja tidak pergi kerja bareng dengan Adam. Dia mmeilih menyetir mobil nya sendiri karena pagi tadi harus buru-buru menyiap kan rapat di kantor.
Sampai di rumah Maira pun di sambut anak-anak nya.
"Mamiii... " kedua anak nya teriak begitu Maira tiba di ruang keluarga.
"Duh duh... Udah pada wangi anak-anak mami"
Maira pun memeluk kedua ank nya dan mencium nya satu-satu.
Anak-anak nya pun saling rebutan bercerita dan melaporkan kegiatan mereka hari ini. Maira dengan bahagia memperhati kan ocehan anak-anak nya. Terkadang terdengar tawa dari mereka.
__ADS_1
Setelah puas mendengar ocehan anak-anak nya Maira pun berlalu menuju dapur. Hidung nya sedari tadi mencium aroma masakan dan aroma kue dari dapur. Dia sudah tau semua ini pasti ulah ibu nya yang semangat karena Adam akan makan malam di rumah nya.
Saat sedang berjalan menuju dapur Maira pun di kejut kan dengan tepukan di pundak ny dari adik nya Rafif dari arah samping.
"oii kak.... "
"Ihh gak bisa enggak teriak apa?"
Rafifi pun menggeleng dan tertawa jail.
Kedua nya pun masuk ke dapur.
"Wow buk banyak nya makanan" Maira pun membulat kan mulut nya dan menatap satu persatu lauk yang ada di meja makan.
"Wah wah buk ini udah kayak mau pesta tunangan buk, apa gak sekalian aja kakak langsung lamaran?".
"Iya kan kita mau kedatangan tamu istimewa, eh kamu fif jangan kemana-mana. Makan di rumah malam ini"
"Ya buk, kak makanan sebanyak ini yang datang cuma 1 orang?"
"Lah terus gak mungkin kan kakak ngundang tetangga nya Adam"
"Emang pacar kakak, beneran bukan orang indonesia?"
__ADS_1
"Yuhuuu... "
"Ohhh. Seru tu kak"
"Apa nya yang seru?"
"Ya entar kalau berjodoh ya kan, jauh dong mudik nya kalau lebaran? Hahhaha, enggak kayak ibu mudik cuma 2 jam jakarta bandung tapi heboh nya kayak antar negara"
"Eh kamu ya fif jangan sembarangan, walau cuma jakarta bandung tapi kita tetap ngerasain nama nya mudik, Kamu mau kalau lebaran kita di Jakarta aja gak punya sodara yang mau di kunjungi, sepi" protes buk Dini.
"Lagian bapak juga kenapa gak pernah mau pulang ke kampung halaman nya sering-sering, padahal seru liburan di sana menjelajah hutan"
"Ya bapak mu aja yang gak mau kan udah pada tau alasan nya, jadi kamu gak usah protes"
"Gak ini kenapa ibuk sama kamu jadi bahas mudik sih? Dah sana kamu temanin Zidan sma Zeyra main, kakak mau mandi dulu"
"Siap bos"
Kedua anak buk Dini pun berlalu dari dapur, tinggal la buk Dini dan mbak Anum yang sedang sibuk membuat cake.
Maira pun segera mandi dan segera membantu ibu nya.
🍁🍁🍁🍁
__ADS_1
Jangan lupa mampir, vote, like dan comment.
Witha.