Terjebak Cinta Ke Dua

Terjebak Cinta Ke Dua
Pertolongan


__ADS_3

Sedang asik menyetir Maira terkejut mendengar ponsel nya berbunyi. Karena belum masuk kejalan raya, Maira pun menepi kan mobil nya.


"Hallo ya dam"


"kamu masih di rumah sayang?"


"Enggak, aku udah di jalan mau ke kantor"


"Maaf tadi aku mau jemput biar pergi bareng, tapi aku kesiangan"


"Enggak apa-apa dam ini juga aku di jalan"


"Ya udah gimana kalau kamu ke apartemen aku aja dulu, habis itu kita pergi bareng"


"Emang kamu gak pergi sama Malik"


"Enggak dia sudah aku suruh ke kantor"


"Emmm... " Maira masih berpikir sejenak.


"Ya oke la aku kesana tapi kamu udah di parkiran ya"


"Oke oke sayang, ya udah hati-hati"


Maira pun melaju kan mobil nya ke arah Apartemen Adam. Lumayan memakan waktu karena Apartemem Adam beda arah dengan kantor nya.


Adam yang sudah menunggu Maira di parkiran lobby.Terlihat mobil Maira masuk ke perkarangan apartemen. Maira pun keluar dari mobil nya.


Mobil kamu parkir di sini aja ya? Enggak apa kan?"


Kenapa gak pake mobil aku aja?"


"Udah ayo" Adam pun meraih kunci mobil Maira dan memencet tombol kunci. Dan membawa Maira masuk ke dalam mobil nya.


Kini mereka sudah di jalan ke arah kantor Maira.


"sayang?"


"Hemm" menoleh ke arah Adam.


" 4 hari lagi peresmian hotel aku, kamu datang ya?"


"Peresmian hotel? acara nya siang?"


"Enggak acara nya malam"


"oh, oke Rey di undang?"


"Iya, kamu nanti datang ny bareng Rey sama kevin aja ya? Gak usah nyetir malam-malam"


Maira membalas dengan senyum.


"Aku sudah menyuruh staff kantor untuk antar undangan ke kantor Rey, nanti sampai di kantor aku telfon mereka"


"Oke, mmm Dam"


Iya"


"Ibuk minta aku ngajak kamu makan di rumah, ya kalau kamu enggak sibuk"


"Oh ya, kalau begitu malam besok aku datang makan malam di rumah kamu"


"Serius?"


"Iya sayang"


"makasi ya, ibuk pasti seneng dengar nya"


Maira pun tersenyum melihat Adam yang membelai rambut nya. Dan Adam kembali fokus menyetir.


............


Di jalanan berbeda.


Jaffa yang sedang menyetir mobil nya menuju kantor tiba-tiba pandangan nya teralih kan ke seseorang yang sedang berada di bahu jalan.

__ADS_1


"Bukan nya itu gadis yang di mini market kemaren, ada apa dengan nya" Jaffa berbicara sendiri.


Ia pun menepikan mobil nya, dan turun menemui gadis itu.


"Heii nona? Ada yang bisa ku bantu?"


"Ya" gadis itu pun melonjak kaget mendengar suara Jaffa. Lalu dia pun menoleh ke kiri ke kanan.


"Aku bertanya ke kamu, kenapa harus melihat kesana kemari?" Jaffa tak habis fikir dengan gadis cantik ini tapi terlihat sedikit bodoh menurut nya.


"Aaa.... tuan bicara kepada saya?" ucap nya santai lalu kembali sibuk dengan sepeda motor nya yang mogok.


"Lalu memang nya ada orang lain di sini?" Jaffa pun hanya melihat gadis itu sambil melipat kedua tangan nya di dada.


"Duh kenapa juga lagi aku ketemu dengan ini orang dan kau motor kenapa pagi ini sangat menjengkel kan" gadis itu membatin dan merutuk.


Jaffa pun berjongkok dan melihat sepeda motor yang sudah mogok dari beberapa menit lalu.


"Aku rasa kamu harus memanggil orang bengkel untuk menjemput sepeda motor nya, ini tidak akan hidup "


Sebenar nya sang empu nya sudah menyerah, dari tadi dia coba untuk menghidup kan tapi seperti nya usaha nya sia-sia.


Sama sekali dia tidak merespon ucapan Jaffa.


"apa kau akan mendorong sampai ke tempat kerja mu?"


Gadis itu pun menarik nafas nya dan menoleh ke Jaffa.


"Begini saja naik la ke mobil ku dan aku akan menelfon derek untuk menjemput sepeda motor mu ke bengkel?"


"Tidak usah tuan, itu akan merepot kan tuan, saya akan mendorong nya ke arah sana mungkin di sana ada bengkel... permisi" seloroh sambil mendengus dan mendorong sepeda motor nya.


"Oh baik la, setau ku di sekitar sini tidak ada bengkel, kios atau apa pun itu selain semak lalang" Jaffa pun menaik kan sudut bibir nya melihat punggung gadis itu.


"Kenapa dia keras kepala sekali" lirih nya.


"Heii nona kau yakin tidak ingin menumpang, ini penawaran terakhir ku?"


Masih tak bergeming masih tetap mendorong sepeda motor nya.


"Ceeh keras kepala sekali dia" lirih Jaffa pelan


sambil sedikit berteriak. Karena gadis yang keras kepala itu sudah berlalu cukup jauh.


"Apa iya yang dia bilang? kalau di sini tidak ada bengkel terdekat, duh kenapa juga aku harus lewat jalan ini, ayo lah kau harus buat keputusan jangan sampai terlambat ke kantor , hidup mu sungguh tragis pagi ini"


Karena tidak ada respon dari gadis itu Jaffa pun berlalu dan masuk ke dalam mobil nya.


Sementara gadis itu mendengar bunyi mesin mobil Jaffa, mulai panik dan sedikit goyah.


Sambil memejam kan mata nya.


"Baik la... Lagi pula dia tidak terlihat jahat"


Akhir nya dia pun berhenti mendorong sepeda motor nya dan membalik kan badan nya perlahan berjalan menuju mobil Jaffa.


Jaffa yang melihat pergerakan dari gadis itu pun tersenyum seringai.


"Dasar gadis bodoh" lirih nya sambil geleng kepala.


Jaffa pun membuka kaca pintu sebelah kiri nya. Karena gadis keras kepala itu sudah berdiri sambil memanyun kan mulut nya.


"Apa kamu berubah pikiran nona?"


Masih tidak ada jawaban. Dia hanya mematung di samping pintu mobil Jaffa.


"Ya Tuhan kenapa aku harus bertemu dengan gadis cukup keras kepala ini" batin nya.


"Baik la nona apa kau akan berdiri di situ? Kalau kau tidak ingin terlambat kerja lebih baik ma... "


Belum selesia ucapan Jaffa gadis itu pun dengan gerakan cepat masuk dan duduk di samping Jaffa dan menutup pintu mobil.


Jaffa yang melihat itu hanya menggeleng kan kepala. Cukup unik. Biasa nya dia yang sering buat orang kesal dengan tingkah nya kini justru dia di buat kesal dengan gadis yang entah dari mana asal nya.


"Lalu di mana alamat kantor mu?"

__ADS_1


Gadis itu tidak menjawab justru dia mengeluar kan ponsel nya dan mengetik sesuatu. Jaffa pun kembali heran dan mengernyit kan kening nya.


Tiba-tiba di luar nalar Jaffa, gadis itu justru menghidup kan GPS dan menempel kan di dashboard mobilnya.


Jelas mata Jaffa membola, dia tidak habis pikir dengan gadis itu. Ide dari mana ini.


"Tuan bisa mengikuti arahan dari mbak GPS"


"Haa kau pikir aku supir grab?"


"Aku tidak bilang begitu"


"Lalu ini apa?"


"Ini hanya memudah kan tuan dalam menyetir"


"What, memang nya kau tidak tahu jalan menuju kantor mu?"


"Mana mungkin saya tidak tahu, kalau saya yang menunjuk kan arah jalan nya jelas ada 2 kemungkinan 1. Kalau ternyata jalan biasa yang saya lewati justru tidak bisa di lewati mobil bagai mana? Anda dan saya akan terlambat. 2 kalau saya arah kan ke jalan lain justru saya tidak tahu ada kemacetan apa tidak. Nah kalau GPS pasti dia akan memberi tahu jalan pintas dan jalan yang tidak macet bukan?"


Jaffa benar-benar merasa kacau pikiran nya pagi ini bagaimana tidak, dia harus menghadapi gadis menyebal kan ini. Niat nya tadi ingin membantu berubah menjadi penyesalan.


Sementara di sebalah gadis itu pun duduk dengan manis nya.


"Tuan ?"


"Apa?"


"Tadi tuan menawarkan ku untuk menelfon derek sepeda motor ku apa tuan lupa?"


"Ya"


"Biar kan saja di situ, untuk apa di perbaiki lebih baik di kirim ke tempat besi bekas" Jaffa pun kesal, entah kenapa kata-kata itu mengalir begitu saja.


"Berhentiiii" gadis itu pun menjerit jelas Jaffa terperanjat bukan main. Hampir saja dia mengerem mendadak di tengah jalan raya.


"Heii apa kau sudah gila berteriak seperi itu?"


"Tuan yang keterlaluan, mungkin sepeda motor ku sudah jelek usang tapi dia la penyelamat hidup ku selama aku merantau di kota ini, aku membeli nya hasil dari tabungan ku"


"Mungkin bagi tuan yang memiliki duit banyak sepeda motor sepert itu tidak akan ada artinya, tapi bagi saya itu sangat berarti dari apa pun"


Kini mata gadis itu pun berkaca-kaca.


"Lagi pula tadi tian yang menawarkan nya bukan aku yang meminta pertolongan".


"Hei hei, baik baik la aku cuma becanda, aku tidak bermaksud apa-apa, tolong jangan salah paham dan apa itu tolong jangan menangis"


Jaffa pun meraih ponsel nya dan menelfon salah satu kenalan nya di bengkel langganan nya.


"Sudah, apa kau dengar tadi? Aku sudah menelfon bengkel untuk mengambil sepeda motor mu"


Gadis itu pun menyeka air mata nya yang sudah meleleh di pipi cantik nya.


"Cekk... Kenapa aku harus berakhir demgan gadis ini" batin nya.


"Terimakasih" ucap gadis itu pelan.


Jaffa pun melirik gadis itu, seketika dia terenyuh melihat wajah sendu gadis itu. Entah la apa ini pertemuan yang baik atau sebalik nya. Gadis itu tidak terlalu buruk menurut nya cukup cantik.


Wajah indonesia asli, wajah yang memiliki rahang mungil, hidung nya bangir, kelopak mata ganda, rambut panjang hitam, kulit kuning langsat dan mungil.


"Heii ada apa dengan ku kenapa tiba-tiba aku tertarik memperhati kan gadis ini, jelas dia tidak sexy tapi dia cukup unik dan eemm... Entah la cukup menarik" batin nya dia pun tertawa kecil dalam hati.


Selama perjalanan menuju kantor gadis itu tidak ada 1 pun suara dari mereka berdua.


.


.


.


Siapa kah gadis yang berhasil mengaduk emosi Jaffa? 😍


🍁🍁🍁🍁

__ADS_1


Jangan lupa mampir, vote, like dan comment.


Witha.


__ADS_2