Terjebak Cinta Ke Dua

Terjebak Cinta Ke Dua
Masih drama makan malam


__ADS_3

Back to Jaffa dan Iliyana.


Setelah mengahabis kan makan nya. Iliyana pun mengajak Jaffa untuk kembali.


"Eehh gak udah, biar aku aja yang bayar"


"Tapi enggak bisa gitu liya... Aku.. "


"M m m m"... Sambil menggeleng kepala dan telunjuk nya.


"Ni mang uang nya"


"Oke neng terima kasih ini kembalian nya dan silakan datang kembali"


Iliyana pun memberi kode oke dari jari nya.


"Udah biasa aja, lagian gantian kenapa dari tadi mas jaffa mulu yang bayarin".


"Heemm baik la"


Mereka berdua pun kembali duduk di atas motor dan perlahan meninggal kan warung pecel ayam.


Belum ada separuh jalan Iliyana merasakan kantuk luar biasa. Kebiasaan kayak kebo habis makan bawaan nya ngantuk.


Ia pun menyenderkan kepala nya di dada belakang Jaffa. Jaffa merasakan badan nya berat karena di tempel kepala Iliyana.


"Liya kamu kenapa? Hei jangan tidur?"


"Enggak aku cuma senderan aja"


Sudut bibir nya pun menukik sebelah tersenyum. Ia merasakan sesuatu yang berbeda saja. Belum pernah merasa tenang seperti saat ini. Sejenak dia melupakan dokumen-dokumen kantor yang menumpuk belum lagi harus memikir kan strategi dalam berinvestasi. Dan harus mengeluarkan energi saat berhadapan dengan bawahan yang tidak becus bekerja. Benar kata Adam ada saat nya kita butuh tempat untuk pulang dan ada sesorang yang nyaman untuk bersandar.


Dan sampai lah di depan kosan Iliyana.


"Eemm... Makasi ya untuk makan malam nya. Aku pamit pulang dulu"


"Iya... Sama aku juga terimakasih udah di tolongin, hati-hati ya"


Jaffa pun mengangguk dan berlalu. Saat baru berapa meter berlalu. Ponsel nya berbunyi


ADAM

__ADS_1


"Ya hallo"


"Di mana jaff"


"Aku lagi di jalan, ada apa?"


"Aku dan Haris sedang di restoran xx di jalan xx, datang la sekarang?"


"Hemm baik la aku segera kesana"


Jaffa pun melaju kan mobil nya ke restoran yang di sebut Adam tadi.


Sesampai di restoran Jaffa langsung bergabung dengan Adam dan Haris.


"Kau belum pulang dari kerja tadi?"


"Belum sempat pulang, tadi ada yang aku kerjakan"


Adam hanya nyengir liat teman masa kecil nya itu.


"Ngomong-ngomong ada apa sampai kita berkumpul gini?"


Haris hanya mengangkat bahu nya. Dan menjeling ke Adam yang sedang fokus ke buku menu.


Jaffa yang mendengar langsung mengangkat kedua alis nya. Haris hanya tersenyum seringai.


"Sejak kapan kau jadi romantis gini?"


"Sudah la lebih baik kita mulai pesan makan, aku sudah lapar" yang muda bersuara Haris.


Kalian saja yang pesan aku sudah makan"


Kini gantian Adam dan Haris yang bengong dan saling pandang. Mereka berdua yang tengah membaca menu langsung terhenti sejenak.


Jaffa pun bedehem sambil menggaruk leher nya.


Setelah menunggu beberapa saat makanan pun datang. Adam dan Haris pun menyantap makanan mereka. Tak butuh waktu lama mereka menikmati makan malam nya. Kini mereka sedang berbincang.


"Aku sudah lama tidak mendengar kabar nyonya Sarah, bagaimana kondisi nya?"


"Belum ada perkembangan yang berarti"

__ADS_1


"Semoga nyonya Sarah kembali pulih"


"Oh ya ris nanti ibu ku akan datang di hari peresmian hotel tolong kau jemput dia di bandara penerbangan nya pagi"


"Oke siap, apa nyonya akan menginap di hotel?"


"Iya lebih baik dia di hotel"


"Tuan Zain tidak datang?" Jaffa.


Adam pun menggeleng kepala nya. " Dia sedang ada Di Dubai"


"Bos apa kekasih mu datang?" Haris.


"Kenapa kau sangat penasaran dia akan datang"


"Aku hanya bertanya"


"Kenapa harus bertanya Ris, dia sudah mengundang nya jauh-jauh hari"


Jaffa pun tertawa.


"Aahh aku iri pada mu bos, bagaimana bisa kau dapat wanita secantik itu?"


"Apa dia cantik? Aku rasa biasa saja" Jaffa menggoda Adam.


"Tutup mulut mu, kau sudah melihat nya tadi"


"Oh ya?" Haris membulat kan bibir nya.


"Kau tahu Ris, pria bodoh ini sedang terjebak dengan gadis polos, ciih sampai mengekori nya, dengan alasan menolong"


"Oh come on dude aku sudah bilang aku hanya membantu nya"


"Membantu? Sejak kapan seorang Jaffa mau membatu wanita?" Terdengar tawa Haris.


Makan malam berakhir dengan obrolan tidak berfaedah dan saling mengejek. Begitu la mereka yang terkadang berubah sikap seperti anak-anak, tapi mereka akan berubah profesional begitu berbicara tentang pekerjaan.


🍁🍁🍁🍁


Jangan lupa mampir, vote, like dan comment.

__ADS_1


Witha.


__ADS_2