
Setelah makan siang dengan kedua orang tua nya Adam dan Maira lanjut menjenguk mama nya yang masih belum juga ingin bangun dari tidurnya. Cukup lama mereka di rumah sakit berbincang dengan dokter.
Adam sedikit merasa bersalah mendengar penuturan dari dokter karena jarang mengajak mama nya berkomunikasi sekedar memberi semangat. Belakangan ini Adam memang benar-benar sibuk.
Maira yang merasa suami nya berubah diam setelah tadi bertemu dokter tak berani buka suara. Ia tak tahu apa yang di katakan dokter ke Adam, karena dia tidak ikut masuk. Kini mereka sedang menuju bandara untuk mengantar daddy dan ibu nya pulang ke singapur.
Adam lagi-lagi diam saat mereka dalam perjalanan pulang. Maira melirik ke suami nya yang konsen menyetir dengan raut wajah datar.
"Kamu lelah yank?. Maira memberani kan diri bertanya sambil ngusap lengan suami nya.
"Hmmm.. Sedikit".
Adam hanya menjawab singkat. Mereka memutus kan kembali ke hotel.
Sampai di hotel Adam segera membersih kan diri. Maira hanya menatap aneh melihat suami nya yang mendadak diam. Maira manarik nafas pelan. Dia segera menyiap kan baju yang akan di pakai suami nya di tempat tidur.
Dia beralalu ke ruang tamu, kamar nya. Maira tertegun melihat banyak kado yang bertumpuk belum sempat di buka.
Maira dengan iseng memoto tumpukan kado dan memasang status di salah satu sosial media nya. Dengan caption " siapa yang bersedia".
Dia pun tersenyum melihat balasaan cepat dari Liya. " kak mauuuu biar aku yang buka".
"Silakan". Begitu la di membalas. Dia mendengar Adam keluar dari kamar mandi. Dan kembali masuk ke ruang tidur.
"Yank mau di buat kan teh?".
"Iya boleh".
Maira pun berlalu membuat kan suami nya secangkir teh. Setelah meletak kan cangkir teh di meja depan tempat tidur. Maira pun berlalu mandi.
Cukup lama dia di dalam kamar mandi. Setelah terasa segar. Dia pun beralalu keluar dan pas Azan magrib mengumandang.
"Yank sholat yuk?".
Adam pun mengangguk tanpa bersuara. Maira masih melihat heran ke suami nya.
__ADS_1
"kenapa sih sampe jadi orang bisu gitu apa masalah nya?". Batin Maira
Selesai sholat Maira memberes kan mukena serta sejadah mereka. Tiba-tiba saja pinggang nya di peluk oleh suami nya. Karena Maira memakai piyama set jadi tangan suami nya sudah masuk ke dalam dan meraba perut nya.
"Aaaa yank geli ahh.. ".
"Aku pengen". Masih sambil ngedusel leher istri nya.
"Udah bersuara?".
Adam berhenti dari kegiatan nya. " maksud nya?".
"Ya sedari tadi pulang dari rumah sakit kamu diam terus dan murung, memang nya ada apa?".
Adam pun membalik kan tubuh istri nya. Dan memeluk erat.
"Masalah mama, dokter minta aku sering-sering jenguk mama buat kasi semangat ke mama, cuma kan belakangan ini aku terlalu sibuk,aku hanya kesal pada diri ku sendiri".
"Sudah la jangan merasa bersalah gitu. Setelah ini aku temanin kamu buat jengukin mama".
"Eehh satu lagi?".
"Apa sayang?".
"Kalau ada apa-apa tu jangan suka diam gitu aku bingung ngeliat. Aku fikir kamu marah sama aku yank". Prores Maira sambil manyun.
"Hahaha ya ya maaf aku gak ulangi. Maafin aku oke". Maira pun mengangguk.
Dengan cepat Adam me ***** bibir istri nya. Maira pun menerima dan membalasa permintaan suaminya. Tangan Adam sudah menjelajah di dalam sana.
Saat sedang menikmati pagutan bel kamar berbunyi. Adam dan Maira kompak melepas kan ciuman mereka.
"Siapa yang datang? Apa kamu memesan layanan kamar sayang?".
"Tidak". Maira dengan cepat menggeleng.
__ADS_1
"Lalu siapa?". Setau Adam yang boleh memencet bel kamar hanya pelayan hotel kalau memang ada perintah. Mereka tidak akan berani datang tanpa perintah kecuali.....
"Ya udah biar aku liat dulu". Ucap Maira sambil membenahi piyama nya yang sedikit berantakan.
Begitu dia buka pintu kamar, nongol lah tiga mahkluk asing.
"Haiii... Kami datang". Sapa Jaffa berdiri oaking depan di belakang nya ada Haris dan Iliyana.
Ketiga nya menyapa Maira dang nyelonong masuk tanpa dosa.
"Kalian?".
"Whaaatt". Adam benar-benar speechless. Dugaan ny benar Jaffa dan Haris. Tapi kini nambah satu lagi Iliyana. Ingin rasa nya Adam tendang tiga orang ini ke planet pluto.
Sementara ketiga orang itu, langsung menuruni kado-kado dan meletak kan di meja makan.
"Siapa yang menyuruh kalian datang?". Adam menatap tajam ke arah ketiga nya yang kini sibuk memilih kado yang ingin di buka.
"Tidak ada". Jawab Haris santai.
"Lalu?".
"Kami hanya kasian liat kado-kado ini belum di buka dude, heei ayo lah jangan tegang gitu, lebih baik gabung dengan kami untuk membuka kado ini". Jaffa meraih salah satu kado berukuran kecil sambil mengguncang nya.
Maira hanya tersenyum melihat kelakuan mereka bertiga.
"Sudah la sayang biar kan saja, lagian juga aku penasaran dengan isi kado nya". Maira mencoba menenang kan suami nya. Dia tau Adam sedang kesal karena keinginan nya terhenti.
Adam berlalu dan mengehempas tubuh nya di sofa tamu, dengan melipat kedua tangan nya terus melihat ke arah tiga orang tidak empat orang sekarang Maira sudah bergabung. Adam makin kesal melihat istri nya yang dengan senang hati tidak mengusir ke tiga orang itu.
"Liat saja sayang kau tidak akan aku biar kan tidur malam ini" batin nya masih kesal".
🍁🍁🍁🍁
Jangan lupa mampir, vote, like dan comment.
__ADS_1
Witha.