Terjebak Cinta Ke Dua

Terjebak Cinta Ke Dua
Batal


__ADS_3

"Hallo". Adam menerima panggilan dari Jaffa.


"Ya sory tadi ponsel ku matikan pas meeting".


"Jaff, aku mau kasi kabar kalau mama ku sudah sadar".


"Benar kah? Syukur la jadi kalian tidak jadi ke Paris besok?".


"Entah la aku belum diskusikan dengan Maira, tapi mama ku sudah lebih baik hanya tinggal penyembuhan".


"Iya baik la, aku turut senang mendengar nya, oh ya besok ada meeting untuk resort terbaru di Bali hadiah pernikahan kalian".


"Oh ya tolong kau atur Jaff, aku percaya padamu, itu hadiah untuk istri ku".


"Hemmm baik lah".


"Ya sudah aku tutup dulu".


"Cckkk... Aku percaya padamu.. Awas saja bulan depan bonus ku tidak nambah". Jaffa melempar ponsel nya di meja.


"Astaga Liya?". Jaffa pun buru-buru meraih ponsek dan jas nya berlalu pergi dari ruangan nya.


"Weliiii. Kau?".


"Iii....iya pak?. Weli terkejut melihat Jaffa sudah berada di depan meja nya.


"Kenapa kau tidak memberi tahu ku kalau sudah sore?".


"Bukan nya tadi saya sudah mengingat kan".


"Aakhh...aku pulang".


"Ada apa dengan nya?". Lani yang duduk di sebelah meja Weli pun ikut terperajat melihat Jaffa berteriak.


"Hemmm... Mana ku tau, sudah la lebih baik kita pulang juga". Weli mengedik kan bahu nya.


Babang Jaffa memang suka gak ada akhlak kalau sudah lelah.


Jaffa pun melajukan mobil nya menuju kantor Ilyana.


Sampai di perkerangan kantor, sudah terlihat Ilyana memasang wajah yang ditekuk. " duh ngambek pasti ini?".


Jaffa pun buru-buru kelura membuka pintu untuk Ilyana masuk. Setelah Iliyana masuk Jaffa kembali berlarj kecil untuk masuk juga ke mobil.


Perlahan dua menjalan kan mobil nya. Sambil melirik sedikit " sayang kok gitu wajah nya?".


"Kenapa?". Masih kesal.


"Ya ya aku minta maaf, di kantor banyak kerjaan, aku mengganti kan Adam karena dia cuti, hari ini saja dua kali aku harus meeting, please jangan marah oke".


"Hemm...ya udah gak apa-apa".


"Kalau gitu senyum dong".


"Hiiiii". Ilyana menarik bibir nya mempraktek kan senyum 3 jari.


"Hahhaha... Lucu jangan mancing aku, aku dah nahan-nahan nya jangan sampai aku gigit kamu".


"Apaan sih?".


"Sayang kapan kamu ajak aku ketemu sama orang tua kamu?".


"Kamu yakin mau ketemu sama mereka?".


"Iya sayang kenapa kamu gak yakin mau di halalin sama aku?".


"Bukan gitu, ayah ku tu galak mas kamu harus siap mental kalau mau ketemu sama dia".


"Memang ayah kamu kenapa?"


"Ayah ku tu suka galak kalau udah urusan nya sama laki-laki yang dekat sama aku. Dan yang udah mereka pada kabur".


"Ckk... Jangan sama kan aku dengan laki-laki bodoh lainnya".


"Dih... Percaya sekali".


"Aku yakin bisa naklukin hati ayah kamu, kamu harus percaya dan dukung aku dong".


"Iya iya... Makasi ya mas udah mau serius sama aku".


"Duh duh... Ni yang beginian ni aku gak bisa balas pake kata-kata romantis, aku gak bisa ngerangkai nya".


"Ihh kamu tu ya... ". Plak


"Auu sakit sayang".


"Ya lagian ngeselin banget sih siapa juga minta di romantisin".


"Ya biasakan wanita bakalan klepek-klepek tu kalau udah di kasi kata-kata romantis".


"Ya iya lah mana ada cewek gak suka di kasi kata-kata cinta, kamu aja yang gak ahli".

__ADS_1


"Eit kamu lupakan satu hal sayang".


"Apa?".


Kalau aku ahli dalam mengumpulkan kekayaan dan menghasil kan uang yang banyak, dan aku jamin kamu gak bakalan hidup sengsara".


Iliyana hanya bedecih dan memutar bola mata nya.


"Aaaaa... Satu lagi sayang keahlian ku". Cucucuuuupppp... Sambil memaju kan bibir nya menirukan orang sedang ingin mencium".


"Ihh apaan sih kamu kalau itu bukan keahlian, dasar otak mesum".


"Tapi kamu suka kan". Hahahaha..


"Mas ini kita kemana mas kok jalan nya berubah arah?".


Aku mau ngajak kamu makan, di tempat romantis".


Ohh.. Baik la".


Sampai di restoran mewah. Jaffa mengajak Iliyana masuk. Mereka memesan meja yang menghadap langsung ke laut.


Waaahhh cantik nyaa".


Kamu suka".


Suka dong, ih kamu mas tau tadi kan kita ganti baju dulu, gak pake baju kerja gini".


Heemmm keburu aku lapar sayang".


Emang tadi di kantor kamu gak makan".


Dikit, ya udah kamu pesan apa?".


Iliyana pun membaca menu " untung menu nya masuk akal". Dasar Iliyana cuma tau warteg ama ayam penyet. Karena ini restoran seafood jadi menu nya bisa di pahami.


Setelah kedua nya memesan makanan masing-masing kedua nya asik melihat pemandangan laut. Karena angin nya lumayan kencang rambut Iliyana pun terbang-terbang. Jaffa memandang wajah Iliyana.


Cantik. Sederhana, pintar dan menarik. Dan yang paling di sukai Jaffa Iliyana tidak membosan kan ada saja hal untuk menggoda nya.


"Mas... Maaaass". Iliyana melambaik kan tangan nya di hadapan Jaffa.


"Hemm.. Ya kenapa?".


"Kamu kenapa kok ngelamun".


"Laper".


"Aku mau makan kamu Liya Liya kenapa menggemas kan". Batin nya.


Kedua nya sedang menikmati dinner romantis walau pun belum malam-malam kali. Masih menjelang senja.


Di rumah sakit Adam dan Maira masih setia di dalam kamar mama Sarah.


"Dam kamu ajak istri kamu pulang istirahat, biar paman sama bibi yang jagain. Gak udah khawatir mama kamu baik-baik saja".


"Tapi paman.. ".


"Dam mama kamu sudah baikan, besok kamu datang lagi".


Akhir mya Adam dan Maira pun berlalu oergi dari rumah sakit. Dalam perjalanan Adam memikir kan keberangkatan bulan madu mereka.


Tapi melihat wajah istri nya kelelahan Adam mengurungkan niat nya.


Sampai di rumah mereka pun segera membersih kan diri. Maira kembali turun melihat anak-anak nya. Di ruang tengah sudah ada anak-anak nya, ibu dan juga bapak nya.


"Ra kamu sama Adam sudah makan?".


"Tadi aja sih buk pas di rumah sakit".


"Gimana Ra kabar mama nya Adam?".


"Alhamdulillah buk tadi sudah siuman, cuma belum pulih benar masih harus bayank istirahat dan terapi".


"Syukur la ibu senang dengar nya".


"Jadi apa kalian besok jadi ke Paris?".


"Beluk tau pak, Maira sama Adam belum ada bahas itu lagi".


"Zidan kamu udah siapin buku buat besok sekolah?".


"Sudah mi, mami besok mau berangkat sama daddy?".


"Belum tau sayang?".


"Zeyra malam ini bobok sama oma yuk?".


"Ndak mau oma, eya mau di kamar cendili aja".


"Waah emang Zeyra dah berani bobok sendiri".

__ADS_1


"Udah dong mi".


"Aahh gak kok mi Zeyra bobok nya sama buk Anum".


"Ndak tapi kamal cendili, bukan kamal oma".


"Iya ya sayang udah udah hahaha".


"Huhh kamar sendiri bukan kamar oma".


Ya udah yuk mami antar ke kamar, ini udah malam, Zidan juga yuk".


Maira pun berlalu menuju kamar anak-anak nya. Adam yang baru selesai bersih-bersih keluar mencari keberadaan istri nya. Tapi dia hanya melihat mertua nya.


"Buk pak"


"Eeh nak Adam".


"Dam".


"Maira lagi di kamar anka-anak nya".


"Oh ya buk". Adam pun duduk di ruang tengah.


"Tadi Maira kasi kabar kalau mama kamu sudah sadar dari koma nya?".


"Ya pak alhamdulillah, tapi mama masih dalam pemulihan belum bisa banyak melakukan aktivitas ".


"Ya semoga mama kamu cepat pulih".


"Makasi pak".


"Nanti kalau Rafif udah pulang ibu jenguk ke sana".


"Ya buk terimakasih".


"Dam kalau kamu mau nyusul Maira tu kamar anak-anak nya ada di sana". Ibu Dini menunjuk kamar yang ada di seberang kamar Maira.


"Oh Ya udah Adam kesana ya buk pak".


Ibu Dini dan pak Rasyd pun mengangguk. Adam segera masuk ke kamar anak-anak sambung nya.


"Daddy... Teriak kedua nya.


"Maaf ya mas aku tiduri anak-anak dulu".


"Iya gak apa-apa sayang". Maira dan Adam pun kompak bermain dengan anak-anak mereka.


Setelah Zeyra duluan tidur, kini giliran Zidan yang sudah terlelap.


Adam dan Maira kembali ke kamar mereka. Kini kedua nya sudah berada di tempat tidur".


"Sayang".


"Ehhmm..


"Kalau besok kita batal ke Paris menurut kamu gimana?".


Maira menatap suami nya. " ya gak apa-apa la mas lagian juga mama baru juga sembuh".


"Hemm tapi kamu gak enak sama kamu".


"Apa sih kamu kan masih ada waktu nanti kita atur lagi buat ke Paris".


"Ya udah, makasi ya sayang".


"Mas kamu gak lapar".


" Tidak sayang aku masih keyang. Ckkk kenapa lagi kamu manggil aku dengan sebutan itu".


"Ya ampun cuma perkara panggilan aja kamu ribet dech aahh. Aku cuma bingung mau manggil. Entar di protes lagi sama readers entar panggil yank entar panggil Dam, gak enak udah jadi suami, itu pamggilan hormat aku ke kami sebagai suami".


"Auh ah ya udah terserah kamu".


"Ya kan cuma panggilan aja mas. Hati aku tetap cinta nya sama kamu Adam Demir Zein".


Sambil mencium pipi suami nya.


"Kamu jangan mancing aku sayang".


"Dih kamu aja yang kepancing, ya udah kalau kepancing ayo sekalian".


"Serius sayang kamu mau?". Maira mengangguk malu-malu, pipi nya sudah merah semu malu di tatap tak percaya oleh suami nya.


"Aaaakkkkhh. Mass". Adam sudah mengungkung istri nya dan siap mejelajah bersama.


🍁🍁🍁🍁


Jangan lupa mampir, vote, like dan comment.


Witha.

__ADS_1


__ADS_2