
Hampir 2 jam akhir nya film yang di tonton Maira pun tamat.
Ia pun melirik jam hampir menunjuk kan jam 23.00. Ia pun melonjak kaget. Adam yang sedari tadi ada di sebelah nya bukan ikut menonton melain kan tidur.
Maira pun menoleh ke samping kepala Adam yang bersandar di bahunya, benar-benar pulas.
"Ya ampun ngeselin banget sih, pake acara tidur huh" sungut Maira
"Dam.. Dam, bangun dong film nya udah tamat nih, ih kamu mah bukan nya nonton malah tidur" sambil merengut.
"Emm, udah selesai film nya? "
"Udah, anterin aku pulang? Udah malem banget ini"
Adam yang masih setengah sadar hanya berdehem ria.
"Adaaam ayoo bangun" Maira pun menarik tangan Adam. Namun yang punya badan seperti nya masih tak bergeming. Maira yang kesal pun akhir nya berdiri.
"Ya udah aku pulang pake taxi online aja"
Adam pun meraih tangan Maira yang hendak berlalu.
Bugh..
Badan Maira jatuh dalam pelukan Adam.
"Sebentar sayang, ya aku anterin kamu pulang tapi bentar ya aku pengen kayak gini dulu sebentar aja"
Badan Maira yang sudah di kungkung Adam pun hanya pasrah. Setelah beberapa saat.
"Dam ?"
"Hemm..."
"Udah ya udah malem? Besok malem lagi ya kita ketemuan nya"
"Kan anak-anak kamu lagi sama ayah nya"
"Ya tapi aku gak enak sama bapak ibuk"
"Oh ya kata nya kamu mau kenalin aku sama seseorang? Siapa?"
Adam pun akhir nya membuka mata nya, sadar kalau hampir saja dia lupa menjenguk mama nya hari, padahal dia sudah berencana mau ngajak Maira.
"Oh ya aku sampai kelupaan, besok sore kamu ada janji?"
__ADS_1
"Ya ada besok sore mau jemput anak-anak sama bapak sama ibuk?"
"Ya sudah lusa aja sepulang kamu kerja aku jemput oke"
"Ya udah sekarang anterin aku pulang ya?"
Bukan nya menjawab Maira Adam justru membungkam mulut Maira dengan bibir nya.
Dan untuk kali ini Adam sedikit rakus melahap bibir Maira yang kenyal dan lembut. Adam seperti kecanduan dengan bibir mungil Maira.
Maira yang awal nya ingin menolak tapi justru menikmati apa yang Adam lakukan. Ya Adam memang berbeda dalam menyentuh Maira. Ada sensasi tersendiri menurut Maira.
Cukup lama mereka bertukar saliva. Di tambah Maira membalas apa yang di lakukan Adam. Adam menggigit bibir Maira. Mulut Maira pun terbuka otomatis tanpa menyia-nyia kan Adam pun membelit lidah Maira dan menyedot hingga hampir semua masuk ke dalam mulut nya.
Seketika sekujur Maira meremang. Tangan nya pun meremas baju Adam menahan rasa nikmat yang luar biasa. Sementara tangan Adam pun perlahan-lahan mulai nakal. Jari-jari nya mengusap telinga Maira dan kini berpindah ke tengkuk Maira.
Maira yang merasa meremang. Tiba-tiba mengeluarkan ******* halus. Adam pun semakin menjadi-jadi kini tangan nya sudah ada di punggung wanita nya. Hampir dan sedikit lagi berpindah ke bagian depan tubuh Maira. Masih asik dengan ciuman panas mereka.
Tiba-tiba.....saja Haris datang tanpa aba-aba. Masuk dan apa lagi dia pun seketika berdiri mematung sambil menelan saliva nya sendiri. Melihat pemandangan yang panas.
"B bos di maa...na.....uffs maaf "
Serempak ke dua insan yang tengah di mabuk cinta itu pun melepas kan pagutan mereka.
"Maaf bos aku pikir kau sudah selesai berburu, makanya aku baru datang sekarang? " Haris mencoba beralasan. Memang iya sih tadi dia mau datang tapi berhubung mendapat info dari Malik kalau bos nya sedang kencan jadi dia berniat datang hampir tengah malam. Dia berfikir kalau jam segini pasti bos nya sudah mengantar buruan nya itu.
Apa berburu? Memang nya aku rusa? Maira yang mendengar ucapan Haris mendengus.
Lagi pula kenapa kau datang jam segini Haris?"
"Bos bukan nya bosa yang menyuruh ku mengantar berkas-berkas ini?"
"Apa otak nya sudah tercuci sampai tidak ingat kalau dia yang punya perintah, dasar bos mesum".
Ya sudah letak kan di ruang kerja ku, setelah itu teman kan aku"
Ya?"
Haris pun berlalu tanpa bantahan. Sesampai di runag kerja Adam ia pun merutuk sendiri.
"Cih pasti aku di suruh jadi supir malam ini, sial sial kenapa juga aku harus datang! Dan sejak kapan dia jadi liar seperti itu, ckckck... "
Haris pun menggeleng-geleng kepala nya menyaksikan kelakuan bos nya.
Maira yang masih duduk membelakangi Haris mencoba mengatur nafas dan meredam rasa malu nya. Rasanya ingin sekali menghilang dalam diam. Adam yang sudah berdiri lebih dulu pun melirik Maira yang sudah merah padam wajah nya.
__ADS_1
Sayang kamu baik-baik aja?"
Maira pun mengangguk.
Setelah membantu Maira berdiri kini Adam dan Maira sudah keluar dari Apartemem Adam. Sedang kan Haris sudah dulu berjalan di depan mereka.
Saat masuk ke lift Haris sempat curi-curi pandang ke wajah Maira. Karena dia mempersilakan bos terkutuk nya itu dan Maira masuk duluan. Malam ini Haris kesal setengah mati dengan bos nya itu.
"Pantesan dia ilang ingatan tentang kerja berganti dengan mesum. Cantik juga buruan nya. Montok depan belakang... Ckckck bos bos wajah mu itu" Haris yang membatin tiba-tiba saja tersenyum sambil geleng-geleng kepala nya.
Adam yang menyadari kelakuan orang kepercayaan kesayangan itu pun memukul pundak nya.
"Berhenti la mengumpat ku, cari sana gadis yang bisa kau ajak berburu"
"What... ? You kidding me?."
"Uh sombong nya... Arrrrggghh". Haris masih kesal.
Kini mereka sudah berada di dalam mobil menuju arah ke rumah Maira. Sepanjang jalan Maira tak banyak suara. Dia masih malu atas apa yang terjadi tadi.
Sementara Adam dia sangat santai tanpa dosa. Adam yang sadar akan diam nya Maira, ia pun meraih pinggang Maira dan menarik tubuh Maira di dekat nya tak da celah di antara mereka berdua.
Dam jangan gini enggak enak sama pegawai kamu?" Maira setengah berbisik.
"Sayang tidak apa-apa, dia bukan orang lain, dia orang kepercayaan ku, untuk apa malu"
"Nama nya Haris panggil saja dia Haris, dia masih muda di bawah mu"
Maira hanya menatap Adam tanpa suara.
Haris yang mendengar percakapan dua orang yang sudah berhasil merusak mood jomblo nya itu pun melirik dari kaca spion depan. Haris bisa melihat wajah Maira jelas.
Sungguh kali ini Haris mengakui wajah cantik Maira memang dominan. Untuk ukuran wanita berumur 30 tahun ya memang sangat menarik. Wajah yang tidak terlalu besar dan sedikit tirus di tambah kulit putih dan rambut panjang bergelombang. Belum lagi body Maira yang masih utuh tak ada kendur sama sekali.
Masih terlihat seperti ABG. Pantesan bos nya rela berburu sampai jauh.
Haris pun kembali konsetrasi menyetir tidak menghirau kan kemesraan dua orang itu di kursi belakang.
Dia tau bos nya sedang jatuh cinta. Sekesal apa pun Haris ke bos nya yang sudah seperti abang baginya dia tetap mendukung pilihan bosnya itu.
🍁🍁🍁🍁
Jangan lupa mampir, vote, like dan comment.
Witha.
__ADS_1