Terjebak Cinta Ke Dua

Terjebak Cinta Ke Dua
Kamar bersama


__ADS_3

Sesi dinner mewah pun usai kini mereka sepakat kembali ke hotel.


Sesampai di hotel tiba - tiba saja. Iliyana merasakan sesuatu yang ngalir panas dari bawah sana. Dia pun menyadari kalau bakal kedatangan tamu bulanan.


Dengan sigap dia narik tangan maira sambil berbisik.


"kak temanin cari pembalut kayak nya aku rembes"


"Haa... Ya dah kita ke mini market di dalam aja tadi ada kok aku liat"


Maira pun meminta Adam dan Rey menunggu mereka di lobby.


Iliyana dengan cepat kilat menarik tangan maira berlalu menuju mini market hotel lalu ke toilet.


" ada apa dengan mereka berdua?" tanya Adam heran.


"hemm entah la urusan wanita kali" jawab Rey sambil mengangkat bahu nya.


Keduanya pun memilih duduk di mini bar hotel yang tersedia di lobby.


Rey memperhatikan Adam yang terus melihat kepergian maira.


" Dam loe serius dengan maira?"


" emmm, tapi sampai saat ini maira masih meminta waktu tuk yakinin diri dia atas keseriusan aku"


" ya maklumin aja maira itu gak seperti kebanyakan perempuan yang ngelewati masa muda nya dengan ngejejerin para mantan, dia agak kaku kalau urusan beginian, maklum dulu dia di jodohon sama bapak nya, jangan kan pacaran berteman aja dia di batasi. Untung aja nyokap gue temanan sama bapak maira. Jadi maira di izinin berteman dengan gue".


"Memang nya maira gak da teman lain misal nya sahabat cewek"

__ADS_1


"dulu waktu SMA ada. Tapi udah pindah ke Australia. Sebenar nya ada tapi karena malas urusan sama bapak nya dia juga membatasi diri nya untuk welcome berteman akrab. Paling ya sebatas di kampus atau di tempat kerja selebih nya gak da, tapi semenjak menikah bapak nya dah gak posesif di tambah lagi maira bercerai. Bapak nya dah enggak berani ikut campur urusan pribadi nya, dia masih merasa bersalah ke maira "


Adam hanya mengangguk mendengar cerita rey sungguh tragis masa muda maira fikir Rey.


"Dah tenang nikmati aja dulu bro santai aku percaya maira tu gak bakal kemana mana dia bukan tipe rambang mata" lanjut sambil tertawa.


Terus kevin"?


"kevin? Maira kenal dari kerjaan juga kevin sering mampir ke kantor buat beli properti tuk mulai usaha nya sendiri, waktu maira selesai berdiam diri pasca cerai, aku sering ngajak dia keluar biar enggak stres kadang kita sering duduk di restoran kevin. Ya dari situ kita bertiga akrab. Tenang gak da saingan, kita bertiga murni bersahabat"


Adam pun mengangguk sambil tersenyum.


Obrolan mereka pun terhenti. Maira datang.


"Loh kok kamu sendiri mana liya nya" tanya Adam.


"Dia langsung ke kamar, perut nya sakit"


" kita di sini aja dulu, kamu mau naik?" maira.


"Iya capek banget aku, ya dah aku duluan ya ra dam"


Rey pun berlalu.


Kini tinggal mereka berdua. Maira masih berdiri.


" Kamu masih mau di sini" tanya maira.


" kenapa kamu juga mau naik ke atas, ya dah yuk" Adam berdiri sambil meraih tangan maira.

__ADS_1


" lah terus kamu mau ikut juga?"


" iya la sayang, kan kamar kamu kamar aku juga"


"dih gimana ceritanya, enggak aku mau pesan kamar lain aja, entar kamu aneh2 lagi"


"memang nya aku mau ngapain?"


"ya mana aku tau, kamu kan suka main sosor aj"


Adam menarik nafas panjang dia paling malas yang nama nya debat. Dengan sedikit memaksa dia pun menarik tangan maira dari pada mengundang keributan.


Maira malah menarik diri, tapi tenaga Adam lebih berkuasa. Justru adegan tarik menarik malah mengundang lirikan dari petugas hotel yang berada di lobby.


Seketika adam berhenti dan mendekat kan badan ny di depan maira dan memajukan wajah sedikit ke samping wajah maira.


" kamu aku sosor di sini atau ii... "


Belum selesai adam bicara maira udah jalan terlebih dahulu masuk ke dalam lift.


Adam pun menarik ujung bibir nya merasa bahagia bisa menggoda maira.


Mereka pun masuk ke dalam lift tak da percakapan.


Adam melirik melihat maira yang sudah memasang wajah kesal dengan bibir yang mengkrucut.


Adam hanya mengulum senyum melihat tingkah kekasih nya itu. Sangat menggemas kan.


🍁🍁🍁🍁

__ADS_1


Jangan lupa mampir, vote, like dan comment.


Witha.


__ADS_2