
Jaffa dan Liya sedang berada di ruang kerja suami nya. Jaffa sibuk mengerjakan beberapa dokumen dengan laptop nya. Sedang kan Liya sibuk dengan ponsel nya. Dia sibuk menggangu Tiwi teringat kisah di mall saat Tiwi terkesan melihat mantan suami Maira.
"Udah mbak hajar aja".
"Sembarangan kamu Li, eeh kamu jangan sampai kelepasan ngomong sama kak Maira aku gak enak nanti walau kayak mana pun dia tetap senior ku di kantor".
"Iya iya tenang aja kan udah jarang ketemu kak Maira, eh besok makan siang traktir aku ya kan naik pangkat, hehe".
"Semprul, enak aja! naik pangkat belum nerima gaji nya enak aja udah minta traktiran, lagian situ kan istri direktur, mau dong di traktirin pake uang direktur, hahahaha".
"Gak masalah bilang aja mau di restoran mana? Bintang 5 bintang 7 gak berbintang pun bisa, hahahaha".
"Uhh sombong loe ah maemunah, dah aah chat mulu, sana kelonan sama bojo, duh enak udah punya bojo".
"Ya bentar lagi, lagi lembur dia. Maka nya mbak cepatan dekatin tu duda, biar bisa kelonan juga, hikhikhik".
"Krik krik, met malam bye". Tiwi pun mengakhiri chat nya dengan Liya, Liya semakin di ladenin semakin menjadi.
Liya puas memanasi Tiwi. Dia pun tertawa keras sambil menutup ponsel nya.
"Kenapa sayang, ada yang lucu? Ketawa nya sampe gede gitu".
"Gak mas aku habis chating sama mbak Tiwi, mas udah selesai belum, ngantuk nih".
"Ya bentar lagi, ya udah duluan aja ke tidur nya, entar aku susul".
Liya berjalan menuju ke arah Jaffa yang sibuk dengan laptop nya. Sambil. Memeluk suami nya dari belakang, dengan sengaja dia melingkar kan tangan nya di dada suami nya. Dan dagu nya menopang di pundak Jaffa.
"Sayang please jangan mancing, dikit lagi ini".
Liya semakin suka melihat suami nya menggeliat, dia sengaja mengendus leher suami nya. Jelas membuat Jaffa bereaksi. Seketika hasrat nya mendadak keluar.
"Sayang dengar kan aku ini peringatan! jangan samapi besok kamu gak bisa pergi kerja".
"Hahahaha.ya ya ampun, ya udah aku ke kamar dulu jangan lama-lama ". Liya melepas kan pelukan nya dan mecium singkat pipi Jaffa.
Jaffa tersenyum melihat sikap mesra istri nya itu. Gara-gara keusilan Liya tadi Jaffa benar-benar tidak bisa konsentrasi lagi. Hasrat nya langsung membuncah mengingat sentuhan dair istri nya.
__ADS_1
"Aakhh sial kenapa jadi malah bangun sih, dasar istri gak ada akhlak nya bisa-bisanya dia memancing tunggu la, awas aja malam ini dia merintih kesakitan". Jaffa ngomel sendiri sambil memberes kan laptop nya.
Tak menunggu lama dia pun masuk ke kamar dan mengunci pintu. Liya sudah masuk dalam selimut dan terpejam. Liya hanya memejam kan mata nya dia tau suami nya pasti datang karena perbuatan nya tadi. Dia hanya tersenyum dalam hati. Ini yang dia tunggu.
Jaffa sudah melepas kan semua pakaian nya hanya tersisa boxer dengan gerak cepat dia menyibak selimut dan menarik tubuh istri nya dalam kungkungan nya.
"Aakhhh mas, apaan sih main tarik aja".
"Siapa yang menggangu ketenangan nya tadi hah, rasa kan ini". Jaffa sudah menyerang bibir istri nya denagn penuh hasrat begitu juga Liya dia menyambut nya tak kalah bergairah.
"Hmmpp mammmssshh".
Pergumulan panas sudah pasti terjadi. Jaffa terus memanjakan tubuh istri nya dengan sentuhan cinta nya. Berhasil memporak porandakan kasur mahal itu. Baju berserakan sprai sudah bergelombang dari sudut nya.
Hujaman demi hujaman di berika Jaffa berhasil membuat Liya merintih nikmat dengan ******* dan jeritan yang membuat adrenalin pendakian Jaffa semangat liar. Liya sudah berkali-kali pelepasan tapi tidak dengan Jaffa.
Berbagai macam gaya hanya mereka saja yang tau. Setelah berhasil menghujam tiba la detik-detik pendakiaan selesai dengan semangat Jaffa menghentak dengan keras dan berhasil memuntah kan lahar panas dalam rahim istri nya.
"Akhh sayang". Jerit Jaffa dan mereka terkulai tak berdaya, dengan nafas masih satu-satu Jaffa mengelap keringat yang di dahi Liya dan mengecup nya.
Sambil duduk bersender di tempat tidur, Jaffa membelai rambut istri nya.
"Bagai mana bisa aku menemukan jodoh ku di sini? Dengan cara sesederhana ini". Lirih nya sambil tersenyum bahagia melihat perempuan dengan pesona nya tersendiri.
Puas memandang wajah istri nya Jaffa pun ikut terlelap sambil memeluk tubuh Liya.
Ke esokan hari nya.
Liya sudah bangun pagi sekali. Setelah membersih ka diri denga segala ritual nya. Dia melangkah keluar jam menunjuk kan pukul 6 lewat. Jam segini yang bersih-bersih apartemen sudah datang.
Perempuan setengah baya datang membersih kan apartemen. Sekarang tugas bertambah dengan menenteng belanjaan titipan dari Liya.
Mbok nah.
"Mbak ini pesanan nya sudah mbok masukin ke kulkas".
"Iya mbok makasi ya". Liya pun langsung sibuk membuat sarapan kesukaan suami nya. Jaffa memang menyukai masakan Liya. Apa pun yang di masaka kan selalu habis di santap Jaffa.
__ADS_1
Jaffa punya program ingin membucit kan perut nya aneh kan. Di mana-mana orang ingin sixpack dia malah udah bosan punya bidang kotak-kotak.
Liya pun semangat memasak semua ilmu memasak pun dia curah kan di dapur minimalis apartemen milik suami nya yang kini menjadi milik nya.
Sementara di kamar Jaffa terbangun karena sinar matahari menyilau kan mata nya selain iti aroma masakan dari tangan Liya sudah tercium masuk dari celah pintu kamar nya.
Dengan hanya memakai boxer dan wajah khas bangun tidur Jaffa keluar menuju dapur. Dan langsumv memeluk istri nay dari belakang dan memebenam kan wajah nya di leher Liya.
"Mas ya ampun, malu ih sama mbok nah, mandi dulu kek, telanjang gitu".
"Aku pake boxer sayang".
"Iya tau tapi kan tetap aja gak sopan".
Mbok nah yang lagi nyuci di kamar mandi dan kamar mandi ada di dapur tak jauh dari Liya memasak jelas bisa terlihat perlakuan majikan nya itu. Mbok bah hanya tersenyum melihat pasangan muda itu.
Jaffa masih betah memeluk istri nya sambil mencium aroma tubuh Liya.
"Mas tolong jangan mesum di sini gak enak sama mbok nah, lagian susah nih aku masak nya entar gak selesai telad lagi ke kantor, udah sana mandi".
Tetap tak bergeming.
"Mas". Nada pelan.
"Maas". Nada sedang mulai kesal.
"Maaaaasss". Delapan oktaf sambil menggoyang kan bahu nya.
Jaffa bukan nya kesal malah tertawa sekencang nya melihat kekesalan Liya dan ocehan layak nya seorang istri.
Akhir nya Jaffa pun berlalu setelah mendapat omelan dari Liya. Dan dia segera mandi dan bersiap.
🍁🍁🍁🍁
Jangan lupa mampir, vote, like dan comment.
Witha
__ADS_1