
Pelan-pelan keadaan Maira mulai membaik. Walau masih merasakan mual dan muntah. Dokter mengizin kan Maira untuk pulang.
"Mas kalau siang aku istirahat di kamar bawah aja ya?".
"Ya sayang".
Tak lama anak-anak Maira pun masuk memeluk mami nya. Selama dua hari mereka tidak melihat mami nya.
"Mami udah sembuh?". Zidan
"Udah sayang".
"Mami sakit kalena ada dedek bayi ya?". Zeyra.
"Bukan karena karena dedek nya, tapi memang mami lagi gak kuat aja".
"Mi apa dedek baik-baik aja?". Zidan meletak kan telinga nya di perut Maira.
"Ya dong sayang, ihh abang Zidan nanti kalau dedek udah keluar jagain ya". Suara Maira mengecil meniru kan suara anak kecil.
Kedua anak nya pun tertawa.
"kalian berdua selama di rumah ayah nakal enggak?".
"Enggak kok mi, kita berdua kemaren makan malam sama ayah, terus ayah ajak teman mami tante Tiwi makan bareng".
"Oh ya, tante Tiwi?". Maira mengerut kan kening sambil melihat Adam. Adam hanya mengangkat alis nya.
"Tiwi? Mas Nugroho kenal sama Tiwi sejak kapan? Hmmmm". Batin Maira penasaran.
............
"Sayang lagi mikirin apa?". Adam naik ke tempat tidur, mereka berdua sudah bersiap untuk tidur.
"Aku lagi mikirin yang Zidan bilang tadi mas, kalau mas Nugroho ngajak Tiwi makan bareng anak-anak".
"Ya bagus la sayang, mungkin karena anak-anak kan udah kenal Tiwi".
"Ya sih mas, tapi kapan mereka kenal? setau aku Tiwi udah Tunangan".
"Mmm, aku juga gak tau sayang, udah la ngapan kita mikirin itu urusan mereka, kenapa kamu cemburu?".
"Iss apa sih mas, aku cuma heran aja".
"Ya semoga aja mereka berjodoh paling enggak kamu kenal siapa yang lagi dekat dengan ayah anak-anak".
"Ya mas. Mas aku boleh nanya sesuatu?".
"Ya apa sayang?".
"Apa Lusia masih ada di apartemen?".
"Tidak sayang, dia udah pergi".
__ADS_1
"Pergi? Kemana?".
"Aku tidak tau Jaffa yang urus, sudah la sayang jangan di bahas, aku tidak mau ada salah paham lagi".
"Jaffa tidak buat yang aneh-aneh kan mas".
"Hahaha... Ya enggak la sayang kamu kira Jaffa apa? Begal? Sudah ayo la kita istirahat".
Adam pun menarik tubuh Maira dalam dekapan nya. Maira hanya tersenyum mendapat pelukan erat dari Adam.
"Mas apa kita jadi ke pantai?".
"Hemm, jadi, yang penting kamu kuat dulu sayang biar anak kita juga kuat di dalam sana".
............
Pagi ini di kantor Liya yang baru saja tiba di loby berpasan dengan kedatangan Tiwi.
"Cieee kayak kenal nih yang nganterin buk bos?". Liya langsung merangkul lengan Tiwi, Tiwi hanya senyum kaku di goda Liya.
"Jadi mbak sejak kapan kalian dekat kok aku gak tau, tau-tau udah di antar jemput aja nih".
"Kepo deh aaahh".
"Yeea nama nya juga penasaran kan ini berita bahagia".
Tiwi masih tidak menjawab dia terus saja berjalan menuju ruangan nya. Sedang kan Liya mengekor dari belakang.
"Liya bisa nanti aja kita bahas oke, ini jam kerja". Liya memanyun kan mulut nya.
Jam pun beranjak menuju jam makan siang. Liya dan Tiwi benar-benar sibuk. Mereka harus meeting dengan klien menemani petinggi A Land group siapa lagi kalau CEO Rey.
Dan di sini lah mereka di restoran seberang kantor. Dengan antusias Liya memesan makan sebenar nya bukan makan nya yang penting bagi Liya tapi cerita Tiwi yang sedang dekat dengan Nugroho mantan suami Mantan atasan mereka Maira.
"Li kamu udah jenguk mbak Maira?".
"Belum kemaren datang ke RS tapi gak ketemu dia nya lagi istirahat".
"Kapan kita jenguk yuk ke rumah nya".
"Okee siapa. Jadi mbak, jadi mbak! ceritain dong kayak mana cerita nya bisa dekat sama pak Nugroho".
"Hemmm... Ampun deh Li, sengaja banget ngajak makan ke sini".
"Yee kan biar aman cerita nya".
"Awal nya juga gak sengaja Li ketemu dia lagi makan sama anak-anak nya ya udah gitu lah. Terjadi gitu aja".
"Mmmm... So sweet jadi udah pendekatan aja bareng anak-anak nya".
"Eeh tapi Li, gak usah mikir aneh-aneh dulu aku sebenar nya gak enak kalau kak Maira tau".
"Yee kenapa emang nya lagian juga kalian berdua single, gak apa-apa lah".
__ADS_1
"Gak enak aja deket ama mantan suami temen sendiri, jatuh nya kayak judul sinetron".
"Duh lagian kak Maira udah punya kehidupan sendiri, gak ada lagi hubungan sama mantan suami nya, jodoh siapa yang tau mbak".
Tiwi hanya mengangkat bahu nya. Dia pun teringat kembali saat malam tanpa sengaja bertemu Nugroho di restoran.
FLASHBACK ON
Dua malam yang lalu.
Saat akan masuk ke restoran Tiwi yanga baru datang tidak dapat meja karena restoran tersebut penuh. Di saat bersamaan Nugroho masuk bersama anak-anak yang sudah memesan meja terlebih dahulu.
"Eeh kamu Tiwi kan? Mau makan di sinj juga?".
"Iya mas tapi udah penuh gak kebagian meja".
"Oh, sama siapa?".
"Kebetulan sendiri".
"Ya udah bareng aja, aku sama anak-anak".
Tiwi pun berfikir sejenak. Ada rasa tidak enak tapi dia udah lapar dan kepingin makan di restoran favorite nya.
"Ya udah, terima kasih ya mas".
Dan untuk pertama kali nya setelah bercerai Nugroho bersama wanita lain saat sedang bersama anak-anak nya.
Selama ini bukan tidak ada yang dia dekatin tapi pernah di tolak oleh anak-anaknya karena mereka tidak nyaman.
Tapi Tiwi anak-anaknya bisa dengan mudah akrab mungkin karena mereka sudah kenal Tiwi dan mereka tau nya Tiwi adalah temen mami mereka.
Sepanjang makan pun Tiwi tidak kaku bergaul dengan Zidan dan Zeyra. Melihat itu Nugroho pun membuka hati untuk mengenal Tiwi lebih jauh. Tapi bukan untuk main-main ya Nugroho sudah berubah guys.
Selesai makan Nugroho sempat meminta nomor ponsel Tiwi nah dari sana lah komunikasi berlanjut.
Dan untuk pertama kali nya tadi pagi Tiwi mau di antar kerja oleh Nugroho.
Sebenar nya Tiwi punya tunangan tapi kandas karena sesuatu hal yang membuat dia harus berpisah.
FLASHBACK OFF.
🍁🍁🍁🍁
Jangan lupa mampir, vote, like dan comment.
Witha.
Haiii guyss terima kasih kesetian kalian pada terjebak cinta ke dua.
Maaf kalau author telad up karena dunia nyata ku lagi riweh.
Mohon dukungan kalian ya guys untuk TERJEBAK CINTA KE DUA.
__ADS_1
Kasi like kalian comen kalian dan kasi juga dong vote nya, give nya.
Love u all.