
Seporsi bakso habis tak tersisa, Adam benar-benar mewujud kan keinginan Maira makan bakso sekalian duduk di tepi pantai.
Tapi bukan sekedar duduk Adam menyewa sebuah cottage mewah yang langsung berhadapan dengan pantai.
"Mas jadi kita nginap di sini?".
"Ya sayang mumpung anak-anak lagi di rumah ayah nya".
Adam merangkul pundak Maira dan mereka berjalan masuk ke dalam cottage. Sebelum berangkat Adam sengaja menyiap kan sendiri pakaian ia dan Maira.
Adam menuntun Maira naik ke atas tempat tidur. Maira duduk dan bersender. Adam menyelimuti kaki istri nya.
Kini adam pun ikut naik ke atas tempat tidur dan ikut masuk ke dalam selimut.
"Kamu kok tau mas tempat ini?".
"Daddy salah satu pemilik saham cottage ini?".
"Benar kah, wah banyak banget saham daddy ada di mana-mana? Apa daddy juga punya saham hotel di Eropa?".
"Kenapa kamu mau ke sana?".
"Tidak mas hanya bertanya saja".
"Sayang apa anak kita sudah tidur, kenapa tidak bergerak?".
"Seperti nya ya, mungkin dia kekeyangan makan bakso".
Adam mengelus lembut perut Maira yang sudah membuncit. Dan mencium nya berkali-kali.
__ADS_1
"Mas kamu udah siapin nama untuk anak kita?".
"Belum sayang, apa kamu punya ide untuk nama nya?".
"Sama aku juga belum kepikiran, kamu aja mas yang kasi".
"Ya sudah nanti aku cari-cari dulu, apa besok mau belanja keperluan baby?".
"Jangan sekarang mas, pamali entar aja habis syukuran tujuh bulanan".
"Pamali?".
"Hemmm.... Kata nya di usia kandungan yang belum masuk trimester ke tiga belum kuat banyak kemungkinan bisa terjadi. Jadi tunggu tujuh bulan baru boleh belanja keperluan bayi. Tapi semoga semua bisa berjalan baik-baik aja. Jadi ikuti aja baik nya".
"Ya sudah aku ikut saja sayang".
"Mas, maafin aku ya selama hamil banyak ngidam nya, aku heran kenapa hamil kali ini banyak mau nya, belum lagi suka tiba-tiba sedih, kesel bawaan nya curiga aja".
"Enggak cuma rewel masalah makan aja, tapi hari-hari nya aku enjoy kerja, apa mungkin karena aku gak ada kesibukan kali ya".
"Gak juga sayang yang pernah aku baca hormon kehamilan itu berbeda-beda, jadi wajar, mungkin dia tau daddy nya memanjakan mami nya maka nya dia juga ingin di perhatiin".
"Kamu cari tau, hmmm? Pasti kamu cari tau karena aku suka tiba-tiba nangis ngambek marah-marah ya kan?".
Adam terkekeh melihat ekpresi penasaran Maira. " aku hanya belajar sayang ini kan pertama kali nya aku ngadapin istri lagi ngidam wajar la kalau aku cari tau, tanya sana sini".
"Kamu kalau aku lagi rewel gitu pasti suka diam-diam kesal kan?".
"Ckk... Mana mungkin sayang aku kesal di dalam sana ada anak aku, hasil perbuatan ku gimana aku bisa kesal".
__ADS_1
"Yakin kamu nyantai aja ngadapin nya?".
"Ada la sedikit kalau lagi ada permintaan yang susah di cari".
"Ckkk".
"Hemmm... Sayang apa pun itu aku bahagia sekarang, aku tidak perduli bagaimana susah nya ngadapin ngidam kamu, yang penting kamu dan bayi kita sehat dan bahagia".
"Makasi ya mas, I love you".
"Love you to".
"Mas aku ngantuk ayo kita tidur, mas apa boleh habis lahiran aku stay di sini, sampai habis masa nifas?".
"What?". Adam hanya terperangah mendengar nya bukan karena dia tidak sanggup membayar nya tapi ini jauh dari mansion dan juga kantor nya.
"Kenapa mas gak boleh ya?".
"Bukan sayang tapi kenapa harus di sini?".
"Biar setiap pagi aku bisa ajak anak kita jemuran di pantai, bangun pagi pasti udara nya seger".
"Hemm ya baik la nanti kita fikir kan, ayo kita tidur". Adam pun memeluk dan mengelus punggung istri nya. Biasa nya kalau sudah di elus Maira akan langsung tidur.
Dan benar Maira pun akhir nya terlelap. Adam memandang wajah Maira dengan penuh cinta. Selama enam bulan pernikahan ini hidup nya terasa berwarna.
Biasa nya kehidupan nya hanya seputaran kerja dan kerja sekarang dia bisa membagi nya untuk hal-hal yang berharga dan paling yang membuat Adam bahagia adalah dia akan menjadi seorang ayah.
Sudah banyak rencana yang ingin dia lakukan sebagai seorang ayah kelak. Walau sekarang dia juga sudah menjadi seorang ayah untuk anak-anak Maira.
__ADS_1
............