Terjebak Cinta Ke Dua

Terjebak Cinta Ke Dua
Flashbck 1


__ADS_3

Flashback On.


Masih sangat jelas bagaimana dulu awal dia bertemu dengan Farasya di mansion Tuan Zein saat pertama kali masuk bekerja menjadi asisten pribadi Adam.


Saat itu dia baru saja selesai kuliah dan di panggil untuk bekerja di perusahaan tuan Zein dan di beri jabatan sebagain asisten Adam.


Hari itu saat mengantar berkas ke ruangan kerja Adam, tanpa sengaja dia bertemu dengan Farasya yang sedang duduk di halaman belakang sambil menangis. Sesaat setelah keluar ruang kerja Adam yang berada di lantai atas. Saat Haris menuruni anak tangga dan keluar melalui pintu samping mansion tanpa sengaja mendengar suara isak tangis dari arah taman karena penasaran Haris pun mencari nya.


Langkah kaki nya terhenti saat melihat sosok Farasya yang sedang duduk di bangku taman sambil menangis. Kala itu Farasya yang baru berumur 18 tahun. Dengan memberanikan diri Haris pun menyapa Farasya.


"Ambil lah ini" Haris menyodor kan sapu tangan ke arah wajah Farasya yang sedang menunduk.


"Siapa kau kenapa kau ada di sini?" gadis itu melonjak terkejut.


"Tenang la aku bukan orang jahat, mana mungkin mansion ini di masuki sembarang orang kalau bukan perintah Tuan yang ada di dalam mansion ini"


Sesaat gadis itu mencerna apa yang dikatakan Haris. Dia membenarkan apa yang di ucap kan pria tampan itu. Ya tidak seorang pun bisa masuk ke mansion ini tanpa izin Tuan atau nyonya mansion ini.


Dengan perlahan gadis itu menerima sapu tangan dari Haris dan menyeka air mata nya yang sudah tumpah sejak setengah jam lalu.


"Boleh aku duduk di sini?" tawar nya.


Gadis cantik dengan mata indah itu pun mengangguk.


Haris melirik Farasya dengan sejuta tanya. Tapi dia tidak ingin menyinggung perasaan gadis tersebut. Sebenar nya dia tahu apa yang terjadi dengan gadis itu. Saat di atas tadi dia mendengar pertengkaran antara gadis itu dengan bos nya Adam. Karena bukan urusan nya dia tidak berani ikut campur dia memilih untuk diam saat di atas tadi.


"Hentikan Farasya, aku bilang hentikan. Kau itu adik ku bagai mana bisa kau punya perasaan seperti itu. Buang la semua fikiran mu itu kalau kau tidak ingin aku adukan ke daddy ku. Keluar"


"Tapi kak, aku tulus dengan perasaan ku, beri aku kesempatan untuk mencintai kakak"


"Keluar kata ku farasya" Adam mulai frustasi mengahadapi ini dan dengan sekuat tenaga dia memukul meja dan berteriak.


Farasya pun mengahmbur berlari kekuar.


Di ruang kerja Adam. Farasya mencoba memberanikan diri untuk mengungkap kan perasaan nya. Namun membuat Adam murka dan membentak nya.


Haris menyaksi kan dari sudut ruang kerja Adam. Tapi keberadaan nya di ruang kerja Adam tidak di ketahui gadis itu.


🌻


Haris pun tertawa renyah. Farasya yang mendengar Haris tertawa menoleh.


"Kenapa kau tertawa? Apa kau mengejek ku?"


"Oh maaf kan aku, tidak maksud untuk mengejek mu"


"Lalu?"

__ADS_1


Haris membuka camera ponsel nya. " lihat la wajah mu?"


Betapa terkejut nya wajah Farasya mendapati mata nya hitam karena maskara nya luntur terkena air mata ny.


"Sini aku bantu bersihin"


"Tidak usah"


Tapi Haris sudah meraih wajah dan sapu tangan milik nya tadi. Dengan lembut Haris mengelap bercak hitam yang ada di sekitar mata Farasya.


Dengan malu-malu gadis itu menatap wajah Haris.


"Apa aku terlihat sangan jelek?"


Haris menaik kan sudut bibir nya sambil tersenyum.


"Apa kau mau aku jujur?"


Gadis itu pun mengangguk.


"Sangat, kau terlihat sangat jelek"


Gadis itu pun mengkerucut kan mulut nya.


"Bukan kah kau terlihat cantik kalau tidak menangis?"


"Apa aku boleh tau siapa nama mu?"


"Farasya"


"Aku Haris, asisten tuan Adam"


"Apa kau datang ke sini untuk membantu kak Adam menyiap kan pernikahan nya?"


"Heemm tidak juga aku datang ke sini karena ada pekerjaan"


"Apa aku boleh menebak kenapa kau menangis?"


Deg...jantung Farasya langsung berdegup.


"Apa karena nyonya Defne tidak mengizin kan mu menemui pacar mu?"


"Ceekkk... Aku tidak punya pacar" ia pun memaling kan wajah nya dari hadapan Haris.


"Hahahahaha... Hei santai la jangan marah?"


"Hei gadis cengeng.. Kau pernah pergi ke pasar lampion?"

__ADS_1


"Tidak" jawab nya sambil menggeleng.


"Apa mau kesana?"


"Apa itu boleh?"


"Aku akan minta izin ke nyonya Defne "


"Benar kah?"


Tiba-tiba saja wajah sedih itu berbinar.


"Pergi lah bersiap aku akan menemui nyonya"


Gadis itu pun berlari masuk menuju kamar nya. Haris pun tersenyum melihat nya.


Sejak hari itu. Haris selalu menemani gadis itu kemana pun ia mau setelah selesai bekerja. Ya Farasya selalu saja ceria apa pun selalu dia cerita kan ke Haris terutama perasaan nya ke Adam, walau ada perasaan sakit mendengar nya Haris tetap menjadi pendengar Farasya.


Haris sudah menaruh hati kepada gadis cantik itu. Tapi perasaan nya tidak terbalas. Haris mencoba membuat Farasya bahagia. Haris adalah tempat Farasya berkeluh kesah. Namun hubungan akrab itu harus punah di mana dua hari sebelum pernikahan Adam di lakukan.


Malam itu saat Haris ingin mengajak nya keluar namun Farasya tidak bisa di hubungi. Haris pun berniat untuk menjemput nya langsung ke mansion tuan Zein.


Baru saja Haris memamggil taxi, hujan pun turun sangat lebat sekali. Jalanan pun seketika macet. Cukup memakan waktu untuk tiba di mansion. Entah lah tiba-tiba saja perasaan nya tidak enak. Pikiran ny tertuju ke Farasya. Dia teringat kata-kata Farasya saat terakhir mereka bertemu.


"Kalau aku tidak bisa memiliki kak Adam secara baik-baik mungkin dengan cara yang sedikit gila".


Seketika Haris terkejut.


"Hahahaha... Aku cuma bercanda, tenang lah aku sudah merelakan perasaan ku".


Namun Haris tidak mempercayai nya begitu saja.


Di mansion Adam.


Adam yang baru saja pulang setelah seharian menemani ibu nya membeli perlengkapan pernikahan nya.


Adam pun masuk ke kamar mandi dan membersih kan diri nya. Saat itu kamar Adam memang sengaja gelap.


Selesai membersih kan diri Adam pun keluar dari kamar mandi. Masih menggunakan jubah mandi nya Adam pun menghidup kan lampu kamar nya. Saat dia berjalan ke arah pintu mata nya menangkap segelas air putih tanpa curiga Adam pun meneguk nya. Ya sedari tadi memang kerongkongan nya sangat kering.


Belum ada beberapa saat tiba-tiba rasa kantuk nya pun mendera.


"Kenapa kepala ku pusing dan mata ku".


Adam mencoba menggoyang kan kepala nya. Tapi justru badan nya limbung dan tatapan nya jadi buram. Saat itu juga dia melihat bayangan seseorang masuk ke kamar nya.


Dia ingin membuka mulut nya tapi mata nya seketika hitam dan gelap. Dan detik itu juga dia tidak sadar kan diri.

__ADS_1


🍁🍁🍁🍁


__ADS_2