Terjebak Cinta Ke Dua

Terjebak Cinta Ke Dua
Izin


__ADS_3

Jaffa berlalu menuju ruang Adam setelah mendapat pesan kalau bos nya ada di ruangan nya.


"Hei Dude. Apa tidak jadi ke Paris?".


"Tidak aku membatal kan nya".


"Ni berkas resort yang di Bali".


"Apa tidak ada masalah".


"Tidak. Kapan kau akan kesana?".


"Entah la aku belum tau, apa ada masalah lain?".


"Tidak, karena kau sudah kembali masalah ku berkurang".


"Apa maksud mu".


"Aku becanda. Jadi bagai mana kabar nyonya Sarah?".


"Siang nanti aku kesana melihat mama ku".


"Oh ya Dude... Emmmm".


Hening.


"Ada apa Jaff? Kenapa kau diam?". Adam melirik muka Jaffa yang ragu-ragu bicara dia pun menghentikan kegiatan nya.


"Apa kau akan menyusul ku?".


"Haaa?".


"Sudah la Jaff, muka mu itu".


"Cekkk kau selalu saja mempermasalah kan muka ku, memang nya ada dengan muka ku?".


"Aku akan mengizinkan kan mu, pergi la melamar gadis itu".


Seketika senyum di wajah Jaffa mengembang.


"Dude kau memang yang terbaik". Jaffa berdiri dan mencubit pipi Adam.


"Lepas lepaskan Jaffa tangan mu". Sambil menepuk tangan Jaffa dan mengusap pipi nya yang terasa perih di cubit Jaffa.


Jaffa yang sedang bahagia tidak memperdulikan kemarahan Adam dan berlalu keluar.


"Dasar pria brengsek, apa dia kira ini adonan?". Lirih sambil kesal.

__ADS_1


Jaffa yang masih senyum-senyum keluar melewati Weli dan Lani. Mereka berdua hanya menatap heran melihat tingkah Jaffa.


Jaffa yang sudah duduk di kursi nya pun masih bahagia dengan riang dia mengerjakan semua kerjaan nya tanpa beban.


Mengingat dia di kasi izin untuk pergi menemui orang tua Iliyana untuk meminang gadis itu. "Tinggal sedikit lagi, sabar Jaff dia akan jadi milik mu seutuh nya". Gumam nya sambil bersiul.


...........


Maira hari ini menjemput anak nya pulang sekolah. Dalam perjalanan pulang Maira bertanya tentang sekolah anak nya.


Tiba di rumah Maira mengantar Zidan masuk ke kamar dan membantu anak nya membereskan buku-buku sekolah nya.


Tiba-tiba saja Zidan duduk dan menatap lekat ke arah mami nya.


"Ada apa sayang, kok ngeliat mami gitu?".


"Mi apa mami dan daddy tidak jadi berangkat?".


"Tidak sayang, kenapa?"


"Tidak mi, Zidan hanya senang aja mami dan daddy tidak jadi berangkat".


"Memang nya Zidan gak suka ya mami pergi?".


"Enggak mi rumah sepi, lagi pula kenapa harus berangkat jauh-jauh sih mi".


Maira tersenyum dan mengajak rambut anak nya. Hati Maira sedikit tercubit mendengar pengakuan anak nya.


Ternyata ada berkah tidak jadi ke Paris. Maira tidak tahu kalau anak nya sedih kalau mami nya berangkat.


"Sayang tapi kalau mami pergi kerja Zidan gak marah?".


"Kan beda mi, mami malam nya pulang bertemu sama Zidan dan Zeyra. Tapi kalau mami berangkat malam nya mami gak ada, Zidan mau nya sebelun tidur peluk mami dulu".


"Ya ampun nak kamu udah besar banget udah bisa protes sama mami, Zidan janji ya sama mami kalau ada yang ingin Zidan bilang ke mami, Zidan harus ngomong langsung ke mami ya".


"Iya mi, mi apa daddy akan ajak mami pindah dari rumah oma?, terus Zidan sama Zeyra ikut mami apa tinggal di rumah oma?".


Ya ampun pertanyaan anak nya berhasil membuat hati Maira pedih seketika. Bagaimana bisa anak-anaknya berfikir dia akan meninggal kan mereka kalau pindah nanti.


Maira menarik nafas panjang. " sayang mami enggak akan pernah tinggalin Zidan dan Zeyra, kemana pun mami pergi kalian akan ikut sayang".


Entah kenapa air mata nya lolos seketika menatap anak nya yang polos dan mengharap kan mami nya tidak meninggal kan mereka ketika memiliki kehidupan baru.


"Mami kok nangis? Zidan ada salah ya mi?".


"Enggak sayang, ya udah ganti baju terus Zidan makan siang udah itu istirahat oke".

__ADS_1


"Ya mi". Zidan pun mengecup pipi mami nya.


Setelah mengurus anak-anak nya, Maira mengajak anak-anaknya baring di kamar mereka.


"Sayang bobok ya?".


"Mami mau pergi ya?".


"Iya sayang mami mau ke rumah sakit mau liat oma sarah".


"Oma salah itu ciapa mi?".


"Oh oma Sarah itu, mama nya daddy".


"Memang nya cakit ya mi?".


"Iya sayang oma Sarah lagi sakit. Nanti kalau oma Sarah udah sembuh Zidan sama Zeyra mau gak kenalan?".


"Mau dong mi".


"Eya uga mi mau".


"Oke sayang terimakasih ya, ya udah bobok siang dulu ya".


Hampir setengah jam Maira mengeloni anak-anaknya. Dan mereka pun tertidur.


Setelah bersiap Maira turun ke bawah.


"Mbak Anum, ibuk kemana?".


"Nyonya sama bapak pergi ke swalayan buk, belanja".


"Ya sudah titip anak-anak ya mbak, saya mau ke rumah sakit".


"Iya buk".


Maira pun berlalu setelah di jemput Malik.


"Buk kita ke kantor tuan dulu ya?".


"Oh iya". Jawab nya singkat.


Sepanjang jalan Maira hanya diam masih memikir kan percakapan anaknya tadi".


🍁🍁🍁🍁


Hi.. Readers terimakasih selalu memberikan dukungan kalian. Jangan lupa buat vote like, comment dan kasi hadiah dong buat terjebak cinta ke dua.

__ADS_1


__ADS_2