
Masih perkara buka kado. Ruangan depan kamar hotel sudah berantakan dengan kotak dan kertas kado yang sudah tak berbentuk.
Yang paling antusias dan bersemangat Liya dan Haris.
"Wah kak ini baju apaan?". Liya dengan gamblang membuka lebar baju dengan bahan tipis dan menerawang berwarna hitam.
"Dengan cepat di raih Maira. "siapa yang ngasi kado baju haram gini?".
"Di sini gak ada nama maupun kartu ucapan nya?".
"Hahhahaa". Jaffa tertawa.
"Wah dude kau harus pergi bulan secepat nya kalau seperti ini kado nya". Lagi-lagi Jaffa membuka kado yang isi nya sama hanya berbeda warna kali ini baju haram itu berwarna kuing tua.
Haris hanya tersenyum dan Maira sudah kesal sendiri melihat isi kado baju haram itu, sementara Adam melirik ke arah mereka. Dan terpikir sejenak " ya seharus nya aku memang pergi berbulan madu yang jauh biar tidak di ganggu kalian". Gumam nya.
"Kak gak mau pergi bulan madu?". Tanya Haris.
"Gak tau tuh Adam, kakak ikut aja".
"Ke paris aja romantis". Jawab Jaffa.
"Oh ya, pengen banget belum pernah ke sana".
"Memang nya kakak cuti berapa lama?".
"Seminggu. Senin nanti aku masuk Li, tapi mungkin hanya 3 hari habis itu kk resign".
"Haa serius kak? Yach... Gak ada teman lagi dong aku di kantor?". Cemberut Liya.
"Kan masih ada Tiwi".
"Waaahh jam couple, ini merk nya mahal pake banget ini mah?". Liya melongo melihat kotak hitam berlogo emas dengan merk ternama.
"Sayang liat ini kado nya bagus-bagus, ngapain sih kamu di situ". Adam pun melangkah duduk di meja yang sudah penuh dengan isi kado.
Dari berbagai bentuk dan fungsi. Yang paling menarik perhatian Adam adalah baju haram yang tadi di perlihat kan oleh Liya dan Jaffa.
Dia pun menyeringai devil. Membayang kan bulan madu nanti istri nya memakai itu.
"Terus kado sebanyak ini mau di letak dimana kak?".
"Ambil la kalau ada yang kalian mau?". Adam memberi izin ketiga manusia menyebal kan itu menurut nya.
"Haa pak Adam serius, kado isi nya mahaal semua masak di kasi ke kita?".
"Waah ini bagus untuk hiasan meja kantor?". Jaffa mengangkat sebuah pajangan unta.
"Aku ambil yang ini".
"Ihh mas Jaffa gak boleh ambil ini kan hadian pernikahan mereka". Liya memukul tangan Jaffa saat hendak mengambil hiasan unta gold itu.
"Lah kan Adam sendiri yang ngasi".
Lagian juga pak Adam aneh, hadia pernikahan kok mau di kasi ke orang lagi, bagus tu di simpen, entar di pajang di rumah". Oceh Liya.
Adam hanya menggaruk pelipis nya.
__ADS_1
"Entar aja kita minta oleh-oleh nya kalau kalian berdua pulang dari bulan madu". Hihihi Liya kembali nyengir.
Buat orang yang ada di sana terperangah melihat nya. Tadi aja mereka berfikir Liya tulus gak pengen sesuatu tapi malah kepikiran oleh-oleh.
Hampir dua jam mereka mengganggu Adam dan Maira.
Kini kedua nya sudah berada di tempat tidur.
"Sayang kamu mau bulan maduk ke Paris?".
"Emang kamu mau ngajak aku ke sana?".
"Ya udah lusa kita berangkat, besok kita pulang ke rumah kamu dulu kasian Zeyra dan Zidan mami nya gak pulang, nanti pulang dari honeymoon kita ajak mereka liburan".
"Iya sayang makasi ya?". Maira mencium singkat bibir suami nya.
"Duh udah bisa nyosor nyonya Adam". Sambil menggelitik pinggang Maira.
"Adaahh aaa geli.. Emang kamu aja yang bisa nyosor?".
"Dulu aja kamu marah kalau aku nyosor".
"Ya kan kita belum nikah, gak enak aja gak puas". Hahaha..
"Oh jadi sekarang bisa puasa-puasain nih hah?".
Adam sudah beralih mengkungkung istri nya.
"Siap-siap malam ini kamu gak boleh tidur?".
"Lah kenapa emang nya?".
"Kita akan olah raga malam, Hukuman kamu gak ngusir makhluk tiga orang tadi".
Maira sudah tak di beri izin lagi untuk bicara. Malam ini kamar mereka terasa panas. Pergulatan antara suami istri ini tercipta dengan indah di tambah suara erangan dari bibir indah Maira.. Huhh panas.
..........
Jaffa dan Liya sedang mojok berdua di warung jualan ayam penyet tempat pertama kali mereka makan.
"Sayang kamu gak usah ngekos lagi ya".
"Terus aku mau tinggal di mana mas?".
"Di apartemen aku".
"Gak ahhh.. Kita ini belum nikah jangan aneh-aneh lah".
"Ya kan kita gak ngapa-ngapain,kamu gak percaya sama aku?".
"Sama kita berdua tepat nya".
"Hahahaa... Berarti tadi pagi itu kamu suka dong".
"Hahaha.. Lucu". Sambil mendengus.
"Kapan kamu pulang ke rumah orang tua kamu?".
"Pengen sih rindu sama ayah ibu, tapi di kantor masih banyak kerjaan".
__ADS_1
"Cekk,, apa tidak bisa ambil cuti?".
"Gak bisa mas Jaffa, aku tu baru kerja di sana, gak enak mau ambil cuti".
Ehh.. Tunggu memang nya kenapa kamu tiba-tiba nanya orang tua ku?".
"Ya mau ketemu la minta izin ngajak anak nya tinggal bareng".
"Haa.. Iss sembarangan banget sih". Sambil nyubit pinggang Jaffa.
"Auu au sakit sayang, ya ampun tangan kamu". Jaffa sedikit berteriak mendapat cubitan dari Liya, sehingga mengundang mamang yang jualan menoleh ke arah mereka.
Liya dan Jaffa hanya nyengir kuda.
"Tuh gara-gara kamu nyubit aku orang pada liatin kita".
"Siapa suruh ngesilin".
"Ya kan bener, salah nya di mana?".
"Orang dimana-mana minta izin nikah bukan tinggal bareng".
"Ya kan sama aja habis nikah tinggal bareng".
Liya hanya melongos mendengar ucapan Jaffa. Dia geleng-geleng kepala entah kenapa dia bisa terjebak dengan pria ini.
"Kamu serius mas mau nikah sama aku".
"Emang kamu fikir ucapan aku main-main?".
"Ya bukan gitu, kan kita baru dekat".
"Sekarang aku tanya kamu mau gak aku nikahin?, jawaban nya gak boleh ada penolakan".
"Dih nanya tapi gak boleh ada pilihan itu pemaksaan tuan Jaffa".
Jaffa hanya terkekeh melihat muka Liya yang udah cemberut.
Mereka mengakhiri perdebatan yang membuat Liya kesal dan kedua nya sibuk dengan makanan masing-masing.
Selesai makan Jaffa pun mengantar Liya pulang ke kosan.
"Sayang ayo la nginap di apartemen aku ya?".
"Enggak, gak usah maksa".
"Terus besok pagi aku sarapan apa? Kamu gak kasian sama aku". Jaffa masih terus merayu Liya.
"Besok pagi-pagi aku kesana pake taxi okee"
"Aakhh gak asik".
Ya udah aku turun, kamu pulang nya hati-hati ya, dach". Keluar dari mobil dna berlalu masuk ke kosan nya.
Jaffa hanya merengut melihat Liya yang sudah masuk ke dalam kosan nya. Setelah tak melihat lagi Liya. Jaffa pun melaju kan mobil nya pulang ke apartemenya. Malam ini usaha nya gagal buat bujuk Liya tidur di apartemen nya
Nikahin dulu bang anak orang baru di ajak tinggal barengπ
ππππ
__ADS_1
Jangan lupa mampir, vote, like, and comment.
Witha.