
Pagi ini Maira bangun setelah merasakan mual yang hebat. Maira memuntah semua isi perut nya. Adam dengan setia memijit tengkuk istri nya.
"Mas mandi la, aku tidak apa-apa, berikan minyak angin nya pada ku".
"Yakin sayang tidak apa-apa?".
"Iya mas". Maira pun langsung berbaring sambil mencium botol minyak angin untuk mengilang kan rasa mual nya.
Saat Adam sedang mandi tiba-tiba saja ponsel nya berdering di ruang kerja nya. Awalnya Maira mengabai kan bunyi nya. Tapi lama kelamaan mengganggu dia penasaran siapa yang menghubungi suami nya sepagi ini tidak mungkin orang kantor.
Dengan tertatih Maira bangun dan pergi ke ruang kerja suami nya.
Saat Maira ingin mengangkat nya ponsel Adam berhenti berbunyi tak lama terdengar pesan masuk. Maira pun meraih kembali ponsel Adam. Dengan penasaran dia membuka ponsel suami nya.
Sebenar nya dia tak ingin lancang tapi rasa penasaran nya lebih besar. Dia yakin bukan Lani atau Weli mana berani mereka menghubungi Adam sepagi ini kalau tidak ada yang urgent, kalau pun urgent mereka akan menghubungi Jaffa terlebih dahulu.
Saat layar ponsel aktif terlihat begitu banyak panggilan tertulis di sana LUSIA.
"Lusia? Siapa Lusia?". Jari Maira kembali membuka aplikasi pesan masuk.
Terlihat nama Lusia mengirim pesan betap terkejut nya Maira saat sebuah foto terkirim terlihat Adam muda tengah memeluk mesra seorang wanita cantik berwajah bule.
"Siapa dia? Setau ku mantan istri Adam tidak bule? Tapi ini".
Maira mencoba mengingat nya. "apa ini mantan serumah nya dulu saat masih kuliah?".
Maira kembali membuka semua pesan terkirim dari Lusia. Betapa terkejut nya Maira mengetahui kalau Lusia mantan suami nya ada di Indonesia dan sekarang ada di apartemen pribadi milik Adam.
"Jadi kemaren mas Adam pergi ke apartemen untuk menemui wanita ini?".
Kaki Maira terasa lemas, tubuh ny terhuyung kesisi meja. Kejadian ini seperti dejavu bagi Maira dia mengingat bagai mana dulu juga dia menangkap basah ayah anak-anak nya. Dan sekarang seperti terulang.
Adam sedang berada di ruang walk in closet berukang kali dia memanggil Maira tapi tak ada jawaban.
Adam pun keluar mencari Maira saat dia menemukan keberadaan Maira, Adam terkejut dengan kondisi Maira yang panik dan menangis seketika mata Adam menangkap ponsel nya di tangan Maira.
"Sayang ada apa? ".
"Apa ini mas haa?".
Maira menunjuk kan pesan gambar yang terkirim di ponsel suami nya yang menunjuk kan Adam berfoto mesra dengan Lusia. Adam pun terkejut melihat keberanian dari Lusia.
__ADS_1
"Aaakkh sial apa tujuan Lusia mengirim foto itu?".
"Sayang dengar kan dulu penjelasan dari ku, tenang lah". Adam mencoba meraih tubuh Maira tapi di tepis oleh Maira.
"Tidak mas kamu jelas berbohong, beberapa hari lalu kamu pulang telad bukan ke pabrik kan? Dan kemaren kamu ke apartemen bukan mengecek tapi menemui nya kan? Dan semua ini apa mas?".
"Sayang maaf kan aku, sungguh aku tidak ingin membohongi mu, aku sudah ingin memberitahu mu tapi kondisi nya saat itu aku lagi bahagia mendengar kehamilan kamu".
"Tidak mas setelah itu kamu pergi menemui nya secara diam-diam, dan jelas kamu bohong".
"Aakkkhh...". Maira mengerang kesakitan sambil memegang perut nya. Tiba-tiba saja perut nya terasa keram dan melilit. Maira pun ambruk ke lantai.
"Sayang, sayang sadar lah Maira ya Tuhan".
Adam menepuk pelan wajah istri nya yang sudah tak sadar kan diri. Dengan sigap dia menggendong tubuh Maira ala bridal dan membawa turun.
Tiba di bawah Ibu Dini melihat menantu nya menggendong Maira pun ikut panik.
"Adam kenapa dengan Maira? ".
"Buk tolong jaga anak-anak, jangan beritahu mereka kondisi mami nya, saya akan bawa Maira ke rumah sakit".
"Baik lah hati-hati Adam, jangan lupa kabari ibuk segera ya? '.
Begitu sampai Adam pun dengan cepat membawa Maira masuk ke ruang darurat.
" Dok tolong istri saya dia hamil Dok".
"Baik pak, silakan bapak tunggu di luar".
Adam pun menunggu di depan pintu unit darurat. Dengan rasa khawatir dan bersalah Adam menggigit tangan nya.
Lalu dia teringat dengan ponsel nya dan melihat apa yang dikirm oleh Lusia. Adam benar-benar terkejut.
"Bagaimana bisa dia selancang ini dan apa tujuan nya dia mengirim foto ini pada ku, akh sial". Lirih nya.
Adam pun menelfon Jaffa.
"Jaffa kau di mana? ".
"Masih di rumah, ada apa?".
__ADS_1
"Jaff Maira tau tentang Lusia dan sekarang dia ada di rumah sakit".
"Apa? tenang lah Dam".
Aku harus menjauhi Lusia dari kehidupan ku Jaff. Apa kau sudah mendapat kan info nya?.
"Belum kau tenaga lah urus saja dulu Maira biar Lusia aku yang mengurus nya".
"Baik lah tolong kau cancel dulu meeting kita hari ini".
"Ya ya sudah tidak usah mikir perusahaan aku kan mengurus nya. Hari ini Haris pulang biar dia yang menghndle perusahaan. Lusia biar jadi urusan ku".
Tut
Sambungan telfon terputus. Adam masih gelisah menunggu pintu darurat terbuka menunggu kabar kondisi Maira dan kandungan nya.
Tak lama dokter pun keluar dan memanggil kelurga pasien.
"Ya dok say suami dari pasien Maira".
"Bapak kondisi istri bapak sudah membaik dan kandungan juga baik-baik saja. Tadi tekanan darah nya meningkat, tolong jaga emosional pasien agar tetap stabil karena akan berbahaya bagi kandungan nya. Janin masih sangat lemah".
"Jadi istri saya di rawat dok?".
Iya pak untuk sementara pasien harus di rawat inap takut nya kondisi istri bapak belum sepenuh nya stabil masih harus di pantau, saya permisi".
Maira pun di pindah kan ke kamar inap. Setelah mengurus administrasi rawat inap Adam menyusul ke kamar tempat Maira di rawat.
Suster memasang alat bantu oksigen ke Maira karena Maira juga mengalami sesak.
"Pak ini obat bu Maira tolong di berikan ketika dia bangun dan setelah makan, kalu ada apa-apa bapak tinggal memencet bel ini maka suster nanti akan datang, saya permisi".
Setelah perawat keluar Adam pun duduk di sisi tempat tidur khusus pasien. Maira masih memejam kan mata nya. Adam sungguh menyesal mengingat betapa bodoh nya dia tak memberi tahu Maira yang sebenar nya.
Niat nya membantu malah membuat istri nya yang celaka. Dia teringat akan peringatan dari Jaffa.
"Maaf kan aku sayang, aku mohon bertahan lah demi anak kita". Lirih nya sambil menggenggam tangan istri nya.
🍁🍁🍁🍁
Jangan lupa mampir, vote, like dan comment.
__ADS_1
Witha.