
Sarapan telah selesai.
Tapi raut wajah Adam masih saja tidak bersahabat. Sedari tadi hanya diam. Maira yang memperhatikan Adam pun heran melihat nya.
Maira melirik jam masih ada 1 jam lagi setelah tadi dia berjanji kepada Iliyana tuk bertemu di lobby hotel.
Adam masih sibuk dengan ponsel nya memeriksa laporan kerja dari asisten nya Haris.
"Adam kamu udah selesai sarapan nya"
Adam hanya mengangguk melihat sebentar ke maira lalu fokus lagi ke ponsel nya.
Maira pun beranjak meninggal kan meja masuk ke walk in closet untuk berganti pakaian kerja.
Setelah selesai berpakaian dan berdandan maira keluar dan menuju meja kerja dan membereskan laptop nya.
Adam masih sibuk dengan ponsel nya.
"Dam sebentar lagi aku turun ke bawah tadi udah janjian ketemu Iliyana di lobby"
Adam pun meletak kan ponsel nya di meja.
Maira kembali duduk di meja tempat mereka sarapan.
"Kamu kenapa tiba-tiba diam, apa aku buat salah?" Maira meraih tangan Adam.
Adam masih saja diam sambil menatap Maira.
Ada perasaan yang mengganjal di hati nya, tapi sulit untuk dia ungkap kan bahkan dia sendiri tidak tahu kenapa. Saat mendengar maira berbicara dengan mantan suami nya, Adam merasa seperti ingin marah tapi tidak tahu marah seperti apa. Tak seharus nya dia seperti itu, dia harus menerima kenyataan bahwa Maira ada anak-anak nya yang masih terhubung dengan mantan suami nya. Adam paham situasi itu.
"Maaf kan aku sayang, entah la aku bukan tipe yang bisa menyembunyikan perasaan ku, tapi jujur tadi ada sedikit rasa kesal mendengar kamu berbicara dengan mantan kamu"
Seketika maira tertawa.
"Ya ampun adam" maira masih tertawa.
"Oke oke dengar ya, Ini lah kenapa aku minta kita untuk mengenal dulu satu sama lain dan membiasakan diri satu sama lain nya. Ini yang aku maksud adam" maira pun menggenggam tangan adam dan mengelus nya.
"Hei dengar kan aku tuan Adam Zein Demir, aku dan mantan suami ku itu tidak lebih dari partner mengurus anak-anak itu saja tidak lebih, lagi pula aku tidak pernah bertemu dan berkomunikasi dengan nya secara langsung, kalau dia ingin bertemu anak-anak nya aku sudah mengutus ibu dan bapak sebagai ganti aku "
__ADS_1
Heii, apa kamu cemburu" Maira masih mencoba menyakin kan Adam kali ini sambil memainkan tangan Adam dan menatap adam sambil menaik kan alis nya.
Adam pun menarik nafas nya dan menatap balik Maira.
"kalau benar aku cemburu, apa kamu keberatan? "
"Tidak, asal masih tahap wajar dan mau saling terbuka dan jujur, ya seperti ini contoh nya, aku senang kita berbicara seperti ini, saling mengungkap perasaan masing-masing".
Adam pun membelai rambut maira.
"Terima kasih"
"Ya sudah sebentar lagi aku mau turun, kamu mau keluar atau di hotel ?"
"Aku di sini saja dulu ada yang harus aku kerjakan memeriksa beberap email masuk"
"Nanti kamu hubungi aku kalau jadi pulang ke jakarta ya"
Maira pun meraih tas kerja dan tas pribadinya.
"Sayang apa boleh aku mengantar mu ?"
"Jangan adam kasian Iliyana aku gak enak, please ?"
"Ya sudah aku berangkat ya"
Adam pun berdiri dan menarik pinggang Maira dan memeluk nya. Dan menenggelam kan wajah nya di ceruk leher Maira.
"Ihh kamu kayak anak kecil aja"
Adam pun mengangkat kepala nya dan sekali lagi tanpa aba-aba dia mendarat kan ciuman nya di bibir maira. Mata maira pun membola.
Tentu saja Maira kaget dapat serangan mendadak. Kini adam sudah mendorong tubuh maira menempel di dinding semua barang di tangan maira telah lepas ke lantai. Entah la apa yang terjadi dengan laptop maira.
Bibir Adam masih bermain di sana maira yang mencoba mendorong badan Adam pun seperti nya tidak akan berhasil. Pada akhir nya Maira larut dalam permainan ciuman Adam.
Setelah puas menyapu bibir dan rongga mulut kekasih nya adam melepaskan nya.
Masih dalam posisi berhadapan kini mata mereka saling menatap dengan nafas yang masih tersengal.
__ADS_1
Maira pun menarik nafas nya dalam-dalam dan membuang nya. Adam dengan lembut mengusap bibir maira yang merah karema perbuatan nya.
"Apa kamu menyukai nya dam?"
" Maaf kalau aku teralalu emosi melakukan nya"
" kalau kamu memang menyukai nya, kamu bisa meminta nya dan lakukan dengan perlahan" maira setengah berbibisik dan menatapa netra Adam.
"Aku hanya tidak ingin kita berdua lepas kontrol dam. Kita dua orang dewasa yang pernah merasakan nikmat nya bercinta, bohong kalau aku tidak menikmati dan tidak mungkin kamu melakukan nya kalau bukan karena *****"
"Aku minta sama kamu please jangan lagi kamu seperti ini, ayo lakukan dengan saling meminta dan menerima tanpa paksaan, itu pasti akan menyenangkan, bukan tersiksa dan terpuaskan sebelah pihak, aku harap kamu mengerti, apa pun kondisi nya kamu harus bisa kontrol, kita belum menikah, mari kita jalanin hubungan kita selayak nya saling menerima dan memberi tanpa paksaan,"
Komunikasi yang baik dalam hubungan itu penting dam"
Adam pun terdiam, Maira benar adam kadang suka tak terkontrol dan ia menyadari itu. Apa sifat nya yang keras itu sifat tidak suka di bantah. Dia hanya tau apa yang dia mau harus di terima.
Adam pun meraih pelan tubuh maira dan memeluk nya dan mengecup pucuk kepala maira berkali-kali.
"Maaf kan aku, terima kasih sayang, aku harap perasaan kamu terhadap ku tidak berubah, tetap lah seperti ini, tetap lah jadi pengingat ku"
Perlahan kedua nya melepaskan pelukan nya
Adam makin mengagumi sosok kekasih nya itu bagai mana tidak selembut itu maira mencoba mengingatkan nya. Sebuah hubungan tidak hanya tentang hubungan fisik tapi komunikasi yang baik dan saling keterbukaan jauh lebih penting untuk menghasil perasaan cinta satu sama lain.
Maira tersenyum dengan manis kepada Adam.
"Aku tidak bilang yang kamu lakukan itu buruk, tapi hanya saja terlalu berlebihan. Ya sudah kalau begini terus kapan aku turun, jangan lupa kabari aku kalau mau pulang nanti oke"
Maira pun mengecup pipi Adam dengan lembut.
"Baik lah bekerja lah dengan semangat dan hati-hati "
Maira pun bergegas menuju lobby Iliyana sudah menunggu nya.
Adam pun kembali dengan ponsel nya dia sibuk menghubungi kantor nya dan tidak lupa menghubungi Malik. Kalau mereka jadi pulang siang ini ke Jakarta.
Sebelum pulang Adam ingin membelikan hadiah untuk Maira karena merasa bersalah atas apa yang dia lakukan barusan.
🍁🍁🍁🍁
__ADS_1
Jangan lupa mampir, vote, like dan comment.
Witha.