
Akhir nya selesai.... "
Maira pun merenggangkan otot-otot nya.
Ting ting....
Bel kamar tiba-tiba bunyi. Maira pun membuka pintu. Terlihat dua orang pelayan restoran hotel membawa Service Stand Trolley.
"Ya mbak silakan masuk " maira mempersilakan pelayan itu masuk.
"Letak kan saja di sini mbak, terima kasih ya"
Maira pun memberikan tips kepada pelayan tersebut.
"Terimakamsih banyak buk kami permisi" ujar salah satu pelayan tersebut.
Adam pun sudah rapi dan berada di ruang walk in closet.
"Sayang apa sarapan nya sudah datang?"
Tanya adam sambil memasang kancing tangan di kemeja nya.
"Kamu rapi banget ?"
Maira kini berada di hadapan adam di ruang walk in closet.
"Sayang rencana nya siang nanti aku pulang ke jakarta ya"
Tiba-tiba saja muka maira berubah, ada perasaan tidak rela kalau adam pulang.
Adam yang menyadari perubahan maira memutarkan badan nya ke hadapan maira.
Sambil menatap maira.
"Kenapa kamu kok gitu muka nya?"
"Enggak apa-apa" sambil menggelengkan kepala.
"Yakin gak ada apa-apa tapi muka kamu kayak nya gak bilang gitu"
ketika wanita bilang enggak apa apa berarti hati nya tidak berkata seperti itu, fikir adam.
"Apaan sih dam, ya dah yuk akh kita sarapan, itu banyak banget menu nya kamu pesan ?"
Saat maira hendak berlalu pergi, adam pun menarik tangan maira dan membawa tubuh maira dalam dekapan nya.
Kali ini entah kenapa maira sama sekali tak ingin berontak tapi justru dia senang berada dalam dekapan adam, malah tanpa sadar kini tangan maira telah melingkar di pinggang adam. Adam yang duluan melingkarkan tangan nya di pinggang maira.
Terjadi lah adegan romantis sedikit panas di pagi hari.
"Aku masih banyak kerjaan, aku takut jaffa gak ke handle, maklum perusahaan aku kan masih baru, masih banyak yang harus di benahi"
Sambil membelai rambut maira.
"Eeemm, ya udah lagian juga aku gak bisa nemanin kamu, aku ke sini kerja soal nya"
"Ya makanya aku pulang hari ini biar kamu konsen kerja, entar kita lanjut kencan nya di jakarta aja... Aku mau ngajak kamu jumpa seseorang"
"Seseorang? Siapa?"
__ADS_1
Maira bertanya heran seraya memundur kan wajah nya dan mengkerut kan kening nya.
"Nanti aku kenalin tunggu kamu pulang ke jakarta"
"Ya dah yuk sarapan aku lapar dam!"
"Entar dulu sebentar aku suka kayak gini ngeliat kamu manja gini, sesering la kayak gini "
"Dih emang mau nya kamu kan kayak gini"
Bukan nya melapas kan maira adam justru mempererat tubuh maira dalam dekapan ny. Dan dia pun memajukan wajah nya ke hadapan maira.
"Boleh aku mencium nya?"
Maira hanya diam.
"Aku janji tidak melewati batas ku"
Maira pun mengangguk pelan.
Detik berikut nya adam sudah menangkap kepala maira dengan pelan dan menyatukan bibir nya dengan lembut dan bertaut dengan sempurna.
Maira yang awal nya merasa canggung kini mulai menyesuaikan permainan sang kekasih yang lebih mendominan. Perlahan maira memejam kan mata nya dan menikmati. Adam yang malihat maira menikmati ciuman dari nya perlahan mulai mendalam kan ciuman nya.
Pertukaran saliva itu makin dalam dan panas adam mulai memasuk kan lidah nya kedalam rongga mulut maira dan memebelit nya di dalam sana balasan demi balasan di beri maira. Berputar terus dan terus hingga beberapa menit sampai akhir nya maira memukul dada adam karena dia sudah kehabisan nafas.
Adam pun melepas kan nya. Masih dengan posisi memegang kepala maira adam menempel kan kening nya di kepala maira.
Nafas mereka yang masih terengah - engah.
"aku tidak bisa bernafas" maira berucap pelan.
Lagi syahdu-syahdu nya tiba - tiba ponsel maira berbunyi.
Kedua nya pun tersadar lalu mereka berdua tertawa.
Seperti nya ibu menelfon, ya udah yuk akh sekalian sarapan" ajak maira kini maira yang menggandeng tangan Adam.
Adam jangan di tanya lagi bahagia nya seperti apa. Dia seperti mendapat kan banyak energi untuk hidup dan bersemangat. Setelah apa yang di beri maira barusan. Bibir maira seperti candu buat nya.
Kini kedua sudah berada di meja makan. Sarapan yang sudah di susun maira di atas meja tertata dengan manis.
Maira pun menerima panggilan video ibunya.
"hai bu assalamualaikum, anak-anak sudah bangun bu?"
" sudah mereka sedang di ruang tamu ayah nya datang, nugroho janji sama zidan nganterin dia sekolah"
" oh ya buk gak apa-apa, lagian mumpung aku gak ada juga" lanjut maira sambil ngelirik adam yang sedang mengoles roti nya.
" kamu lagi apa ra? Masih di kamar hotel? Kamu tidur nya sekamar ama sekretaris rey?
Beruntun pertanyaan ibu nya membuat maira gelapan mendengar pertanyaan ibu nya yang terakhir.
"Aku lagi sarapan buk, mungkin bentar lagi aku turun soalnya masih ada meeting hari ini jam 10 entar,oh ya buk maira mau ngomong sama anak - anak?"
Ibu nya pun beralih ke ruang depan dan memberikan ponsel nya ke anak maira.
"hai sayang zidan udah sarapan?"
__ADS_1
"mamiiiiii.... Ya zidan sudah sarapan, mami zidan pergi sekolah nya sama ayah ya?"
Terdengar suara anak maira melapor kalau mereka sedang bersama ayah nya.
"Oke sayang jangan nakal ya besok mami pulang, ya udah zidan nurut sama oma opa ya dan jangan gangguin adek ya sayang"
"Oke mami"
Tiba - tiba suara mantan suami nya nugroho terdengar.
"ra maaf mas boleh bawa anak - anak nginap di rumah malam ini, kebetulan sore ini ibu ku datang dari jogya"
" ya oke boleh, tapi anak - anak jangan di kasi es krim dulu, zeyra baru sembuh dari flu nya"
Oke terima kasih ya" maira pun membalas dengan senyum.
Adam pun melirik ke arah maira dia yang mendengar komunikasi maira dan mantan suami nya sedikit bereaksi tidak senang.
"Ya udah buk maira tutup dulu ya nanti siang lagi maira telfon ibuk"
"Ya dah kamu hati - hati di sana ya ra"
"Ya buk, assalamualaikum buk"
"Wassalamu'alaikum salam ra"
Maira pun meletak kan ponsel nya. Dan melihat ke arah adam yang hanya diam.
"Kamu mau teh kopi atau jus dam"
Maira mencoba mencairkan wajah adam yang terlihat tegang.
"Jus saja"
Maira pun meletak kan gelas jus di hadapan adam.
"Rencana nya kamu berangkat ke Jakarta jam berapa? "
Tanya maira berusaha membuat suasana sedikit cair, entah la adam seketika berubah kaku setelah maira menerima panggilan dari ibu nya tadi.
Apa dia kesal aku bicara dengan ibu tadi atau dengam mas nugroho?"
Maira membatin.
Maira pun memegang tangan adam.
Adam aku ngomong kamu ngelamun? "
"Emm ya aku dengar, aku belum pesan tiket mungkin nanti setelah bertemu malik"
"Oh. Oke"
Maira pun melanjut kan sarapan nya. Dia tak ingin menyelidiki lebih dalam lagi kenapa adam tiba - tiba murung tak jelas.
🍁🍁🍁🍁
Jangan lupa mapir, vote, like dan comment.
Witha.
__ADS_1