
Masih di malam dinner romantis.
Tidak lama makanan yang mereka pesan datang.
Adam yang mengerti dengan kebingungan maira, dia memutuskan untuk mengajak maira makan.
"kita bahas nanti ya. Makan dulu... Kata rey di sini makanan nya enak-enak" goda Adam karena dia tau maira memang menyukai makan, itu info yang dia dapat dari rey.
"Kalau mau suasana hati maira senang ajak aj dia makan yang enak, pasti dia akan luluh" say rey.
Kata-kata rey masih terngiang di telinga Adam.
Saat maira menyuap kan makanan di mulut nya tiba-tiba mata nya membola.
"hemm ini enak banget" maira.
"enak? Pelan-pelan ra makan nya"
Syukur la. Lirih Adam.
Maira pun makan dengan lahap nya padahal tadi aja dia udah bingung dan gugup dengar lamaran dari Adam. Tapi langsung lupa kalau udah dapat makan enak.
( maira emang hobbi makan enak๐คฃ).
Maira dan Adam pun makan tanpa suara.
"gimana enak makanan nya ra? Katanya dessert nya juga enak-enak" kata Adam sambil senyum.
"oh ya..." maira pun bergairah mendengar kata enak.
Adam pun memanggil pelayan untuk membersih kan meja dan meminta menyajikan dessert yang udah di pesan nya.
Sambil makan dessert maira yang mencoba mencerna setiap kata Adam tadi.
Dia pun melihat Adam, tanpa sengaja Adam pun melihat maira kini mata kedua nya beradu dan saling tatap.
"Dam.... Kamu tau kan status aku seperti apa? Aku pernah gagal juga dan punya dua anak, yang pasti aku ingin seseorang yang bukan hanya menerima segala kekurangan ku tapi juga menerima keberadaan anak aku" maira mencoba menjelaskan apa yang di ingin kan.
"jujur saja sebenar nya aku belum siap dengan lamaran kamu, apa ini tidak terlalu terburu-buru? Kita belum mengenal satu sama lain kita belum pernah menghabis waktu untuk membiasa kan diri kita untuk satu sama lain nya. Aku juga tidak ingin menerima dan diterima dengan paksaan atau terpaksa, bagaimana kalau kita beri ruang untuk hati kita menilai diri kita masing-masing, aku tidak ingin kegagalan kedua kali nya, baik aku maupun dirimu pernah di fase itu, mari kita memantas kan diri kita untuk satu sama lain".
__ADS_1
Maira menjelaskan lagi.
Adam meraih tangan maira lembut, maira merasakan sentuhan hangat dan lembut dari Adam. Detak jantung maira rasanya berhamburan tak menentu.
"kalau maksud mu kita jalani dulu hubungan ini layak nya sepang kekasih aku bersedia,aku tidak ingin kita saling mengingat masa lalu, aku bersungguh-sungguh ingin menjadi kan kamu istri dalaam hidup ku..." adam.
(beh meleleh gak tu maira, meleleh lah masak enggak๐).
"ya Allah kalau memang jodoh hamba ada untuk kedua kali nya hamba mohon ya Allah jodohlan la dan beri hamba kekuatan untuk mengahadapi keromantisan ciptaan Mu ini ya Allah" batin maira ketika melihat kesungguhan Adam.
"baik la dua bulan, mari kita jalanin hubungan ini dua bulan untuk memantas kan dan meyakin kan diri kita masing-masing" pinta maira
"cekk kenapa harus selama itu, kenpa tidak sekarang saja kamu jawab, ya aku bersedia" Adam memasang wajah sedih.
Hahahaha seketika tawa maira meledak. Melihat wajah sedih laki-laki tampan yang mempesona ini.
"Ayo lah dua bulan atau tidak sama sekali" maira mengancam.
"baik la dua bulan pantas tidak pantas aku tetap akan melamar kamu ke orang tua mu"
Ancaman Adam tak kalah mengerikan.
"gimana kalau orang tua kamu atau orang tua ku tidak setuju?" tanya maira sambil menyendok desert nya.
" aku culik kamu kita kawin lari" jawab Adam santai.
Huk huk... Huk.. Tiba makanan yang maira makan rasanya ingin keluar semua. Bagaimana maira tidak kaget mendengar jawaban santai dari pria bernama Adam ini.
"adaaaaamm..." pekik maira.
Adam pun tersenyum bahagia melihat ketakutan muka maira, sambil menyodorkan minuman ke maira.
Waktu makan malam romantis dan lamaran Adam malam ni terasa cepat berlalu.
Adam pun mengajak maira untuk pulang.
Sepanjang perjalanan pulang Adam terus menggenggam tangan maira, padahal maira udah menolak nya supaya dia konsentrasi nyetir mobil. Tetap saja Adam memaksa dan menarik tangan maira. Maira pun tak bisa menolak sesungguh nya dia sangat bahagia.
Mobil Adam pun sampai di depan rumah maira. Adam sengaja memajukan mobil nya melewati gerbang pagar rumah maira.
__ADS_1
" Ra apa yang tadi aku katakan tak da satu kata pun yang keluar dari mulut ku itu kebohongan, kamu harus tau aku benar-benar jatuh hati dengan kamu" Adam.
" iya aku percaya, dimana ada kata yang keluar dari mulut ku bilang kamu berbohong? Enggak kan... Aku hanya ingin kita menjalani pendekatan biar kan waktu yang menentukan okee...." maira.
"hemmm... Ra? Panggil Adam.
Maira pun menoleh ke Adam, tiba-tiba.
Cupp... Adam mencium kening maira.
" Maaf.. "lirih ny pelan.
" adam... "lirih maira.
Seketika maira mematung terkejut.
Adam tersenyum bahagia melihat ekspresi maira.
Adam keluar dan membuka kan pintu maira.
" ya dah salam buat ibu sama bapak kamu, next time aku mampir lagi ya"
"kamu hati-hati udah sampe nanti jangan lupa kabari aku ya" maira memberikan senyum indah nya.
Senyum yang membuat adam tak ingin jauh dari maira. Hampir saja Adam khilaf ingin mencium bibir maira.
(sabar dam jangan nyosor entar tetangga ngeliat lagi).
"ya udah masuk sana, aku pulang ya"
Akhirnya dua sejoli ini pun berpisah.
Bahagia jelas terpampang di wajah ke dua nya.
Malam yang panjang.
๐๐๐๐
Jangan lupa mampir, vote, like dan comment.
__ADS_1
Witha