Terjebak Cinta Ke Dua

Terjebak Cinta Ke Dua
Kebetulan


__ADS_3

Setelah kejadian makan siang tadi, Maira pun melupakan apa yang di dengar nya. Dia sibuk dengan kerjaan nya. Tak terasa waktu kerja pun usai.


Tok tok...


"Ya? Apa wi?"


"Mbak gak pulang?"


"Ha.. Emang ini dah jam berapa?"


Maira pun melihat jam di dinding ruang kerja nya dan membola.


"Ya ampun, ya udah kamu duluan aja, saya beres-beres dulu"


"Ya mbak, itu masih ada liya, aku duluan ya mbak"


"Ya wi, kamu hatu-hati ya"


Tiwi pun mengangguk dan berlalu.


Maira pun bergegas menutup laptop dan semua dokumen yang ada di mejan nya. Setelah semua beres, ia pun meraih ponsel nya mencoba menghubungi Adam, tapi ponsel nya tidak bisa di hubungi.


"Haa, tumben gak aktif"


Maira pun menggigit bibir nya sambil menimbang-nimbang.


"Kemana Adam? Apa dia masih di kantor?"


Di kala dia sedang bermonolog sendiri tiba-tiba.


"Kak kok gak pulang?" Iliyana masuk tanpa dosa.


"Haa astaga.... Liya.. Kagetin aja"


Hampir saja ponsel yang di tangan nya terlepas terkejut dengan suara Iliyana.


"Ini aku lagi hubungi Adam tapi enggak aktif ponsel nya, apa dia lagi sibuk kali ya?"


"Mungkin" Iliyana menjawab sambil mengangkat bahu nya. Sebenar nya dia juga sedang menunggu kabar dari Jaffa nasib sepeda motor nya.


Namun nasib sama, Jaffa juga tidak mengangkat ponsel nya.


"Kamu pulang pakai apa li, aku numpang dong?"


"Yach kak kan sepeda motor aku lagi rusak"


"Oh iya ya, terus kamu pulang gimana?"


"Aku juga lagi hubungi orang yang bantuin aku tadi pagi, tapi ini gak di angkat-angkat?"


"Ya udah la kalau gitu yuk kita turun aja dulu entar di bawah baru kita pikirin gimana".


Iliyana pun mengangguk dan kedua nya turun. Tanpa mereka tau dua orang yang sedang mereka tunggu sudah berada di bawah dan sedang bedebat.


Saat Adam sudah duluan masuk halaman parkiran dan memarkira mobil nya. Saat hendak turun dan menutup pintu mobil nya. Saat itu juga dia melihat mobil jaffa masuk ke halaman parkir dan memarkir mobil nya tepat di seberang mobil Adam.

__ADS_1


Jaffa yang tidak menyadari kehadiran Adam.


Tok tok..


Jaffa yang terkejut jendela nya di ketuk langsung menekan tombol yang ada di pintu nya untuk menurun kan kaca mobil nya


"Sory?"


Adam pun membalik kan badan nya.


"Heii, adam?"


"Yup, end you, what are you doing here?"


"Aku? Eeemm" sambil menggaruk kepala nya yang tidak gatal.


Ohh, jadi kau juga sedang berburu, okee". Adam pun tersenyum dengan memiring kan bibir nya dan memicing kan mata nya menunggu jawaban dari Jaffa yang terlihat salah tingkah.


Dia pun keluar dari mobil nya.


"No aku tidak sedang berburu, hanya saja aku sedang menolong seseorang"


"Seseorang? Mengantar dan menjemput nya pulang?"


"Heii dari mana kau tau? Apa?"


"Ya tadi pagi aku melihat nya"


"Oh no, itu tidak seperti yang dipirkan, aku hanya menolong gadis itu, tadi pagi sepeda motor nya mogok di jalan aku tidak sengaja bertemu dengan gadis menyebal kan itu"


"Aku menjemput nya untuk mengantar nya ke bengkel yang benerin sepeda motor nya, itu saja tidak lebih"


"Oh oke baik la" Adam yang sedang memperhatikan gerak gerik Jaffa hanya bisa tertawa geli melihat rona merah di wajah Jaffa.


Karena selama dia kenal Jaffa, tidak sekali pun Jaffa peduli dengan urusan orang lain, apa lagi kalau itu tidak menguntungkan bagi nya. Bagi Jaffa dalam hidup nya adalah bisnis jadi apa pun yang dia kerjakan berarti ada memberi dan di beri, itu lah motto hidup nya. Gak ada yang gratis bung.


Makanya Adam tidak percaya dengan kata jaffa yang mengatakan HANYA menolong.


"Tunggu? Apa kekasih mu bekerja di sini juga?"


Adam pun mengangguk.


"Apa... ?"


"Yupp gadis menyebal kan yang kau tolong itu, eem maksud ku hanya menolong dia itu, bekerja di bawah pimpinan kekasih ku, dia sekretaris dan aku cukup mengenal nya"


"Ha ha ha... Sungguh dunia ini sempit bung"


Jaffa pun tertawa.


Di seberang tempat mereka berdua berdiri, dua wanita cantik keluar dari pintu lobby. Maira pun memperhati kan mata nya ke arah parkiran dan benat dugaan nya Adam sudah berada di parkiran.


"Li itu kayak nya Adam, kamu pulang bareng aku aja ya?"


"Gak usah kak gak enak sama pak Adam"

__ADS_1


"Ihh apaan sih udah yuk kita kesana"


Iliyana tidak begitu memperhatikan siapa yang ada di hadapan Adam.


"Dam?"


Adam pun menoleh ke arah suara Maira. Adam pun tersenyum.


"Kamu kok gak kabari kalau udah nyampe?"


"Maaf sayang ponsel ku mati"


"Kamu sama siapa?"


Adam pun menoleh kebelakang dan menyingkir kan badan sedikit.


"Kenal kan sayang ni orang kepercayaan ku selain Haris, Jaffa "


"Oh haii Maira" Maira pun mengulur kan tangan nya dan di sambut oleh Jaffa.


"Jaffa"


"Aaa.. Liya kamu pasti sudah kenal jadi tidak perlu saya kenal kan" adam pun menyeringai.


"Oh ya, li kamu kenal?"


Iliyana pun mengangguk.


"Dia yang nolongin aku kak tadi pagi"


Hahaha terdengar suara Maira tertawa dia benar-benar takjub dengan situasi serba kebetulan ini.


Maira sedikit berbisik ke telinga Iliyana.


"Doa kamu lagi di ijabah sama Allah, tuh dapet juga cowok bule kan?"


"Ih paan si kak, ini beda cerita ya kak".


"Ya udah li kamu mau ikut aku atau ?"


"Tidak,, aa maksud nya biar saja dia dengan ku, sepeda motor nya sudah selesai di perbaiki aku akan mengantar nya kesana"


"Oh okee, kalau gitu aku sama Adam duluan ya li, mas Jaffa saya titip liya ya"


Jaffa pun mengangguk dan Liya hanya mengkerucut kan bibir nya melihat Maira yang masih mengejek ny dengan senyum nakal di wajah nya.


"Oke baik la nona apa sore ini mood mu sudah kembali normal?"


Tidak menjawab Liya pun langsung berpaling dan berjalan menuju pintu sebelah Jaffa menyetir dan masuk tanpa arahan dari Jaffa.


Jaffa yang melihat tingkah Iliyana hanya menggaruk kan kepala nya yang tidak gatal. Dia tau kenapa gadis itu marah. Bagaimana tidak dari begitu banyak panggilan dari Iliyana dan dari tadi ponsel nya di silent dan dia baru menyadari ketika sampai di parkiran kantor Iliyana saat akan menghubungi kembali dia sudah di kejut kan dengan kedatangan Adam.


🍁🍁🍁🍁


Jangan lupa mampir, vote, like dan comment.

__ADS_1


Witha.


__ADS_2