Terjebak Cinta Ke Dua

Terjebak Cinta Ke Dua
Resepsi


__ADS_3

Resepsi pernikahan Adam dan Maira benar-benar meriah. Tamu datang silih bergantin. Adam dan Maira pun bersanding di pelamin megah dengan serasi nya. Di tambah band pengiring di acara resepsi menampilkan penyanyi yang memiliki suara merdu.


Lain cerita pengantin yang lagi berbahagia. Cerita juga datang dari para braidsmaid dan groomsmen.


Di meja bundar yang sudah di siap kan khusus untuk mereka.


Terlihat Haris dan Farasya yang sedang becanda sambil makan, mereka terlihat sangat menikmati momen berdua.


Kalau Kevin dan Tiwi mereka sudah kayak tom end Jerry. Tak ada waktu tak saling menggangu. Kevin yang sedari tadi terus saja menggoda Tiwi. Tiwi yang sudah terbiasa melihat tingkah Kevin yang playboy cap bangau hanya bisa mencebik kan mulut nya. Kevin yang selalu tebar pesona kalau datang main ke kantor Rey. Jadi Tiwi udah paham dengan Kevin.


Yang paling kalem itu Rey dan Lani. Rey yang tetap tenang dan menikmati makanan dan ocehan dari kevin. Sementara di sebelah nya ada Lani yang juga sesekali menyendok kan cemilan ke mulut nya.


Sebenar nya penampilan Lani paling menggoda karena sekretaris Adam holding itu memang memiliki badan yang berisi dan montok atas bawah. Jadi berpakaian tertutup pun tetap akan terlihat sexy.


Rey sebenar nya sedikit bosan. Tapi karena ini adalah pesta sahabat nya jadi dia harus bertahan di sini.


Rey melirik Lani yang sedari tadi santai tak bersuara.


Heekkm.. Rey berdehem.


Lani menoleh ke arah Rey.


"Apa itu enak?".


"Mau coba? Tapi ini sudah habis".


"Apa mau berkeliling melihat makanan lain?". Tawar Rey.


"Boleh".


Mereka berdua pun berdiri.


"Hey mau kemana Rey?".


"Mau liat makanan lain".


"Ikut dong, ayo wi? Ngapain juga di sini". Dia sudah menarik tangan Tiwi tanpa minta persetujuan Tiwi.


Sementara Jaffa tengah sibuk mencari Iliyana. Iliyana sedang berada di ruang belakang Ballroom. Dia menjaga Zeyra bergantian dengan Mbak Anum. Iliyana membiar kan Anum mencari makanan.


Jaffa puas berkeliling tapi tak juga menemukan Liya. Ponsel nya tidak di angkat.


"Kemana gadis ini?". Lirih nya.


Sementara Liya yang sedang duduk di samping Zayra ikut terlelap. Dia tak mendengar ponsel nya bergetar. Tadi sempat dia silent kan pas acara akad.


Tiba-tiba suara Zeyra merengek. Liya pun tersadar dari lelap nya.


"Sayang kenapa? Cup cup sini sama onty kamu haus?". Liya pun mencoba memujuk Zeyra tapi justru tangis Zeyra makin kuat


"Ya ampun badan kamu panas lagi? Duh gimana ini? Huuuuhh tarik nafas tenang Liya tenang. Ponsel ponsel di mana?". Liya pun berdialog sendiri.


Dia membuka layar ponsel nya, belum sempat menekan tombol menghubungi, ponsel nya berdering.


Yang di cari pun menghubungi.


"Hallo mas?".


"Halo Liya kamu di mana?".


"Mas cepat ke sini aku butuh bantuan, aku ada di belakang ballroom ada ruangan, cepat ke sini?".


"Ya aku datang". Jaffa pun segera berlari menuju arah belakang ballroom.


Tiba di sana, terlihat Liya sedang menggendong Zeyra.

__ADS_1


"Kenapa dengan nya?".


"Pegang la badan nya makin panas".


"Ya Tuhan kita bawa saja dia ke rumah sakit".


"Apa kita kasi tau dulu kak Maira?".


"Jangan kita urus saja dulu, setelah di tangani dokter baru kita kabari".


"Tapi hari ini hari libur rumah sakit tidak ada dokter praktek?".


"Ya ampun Liya IGD dokter 24 jam".


"Mbak Liya kenapa?".


"Aa mbak Anum Zeyra badan nya panas lagi, mbak beresin susu nya masukin ke tas kita ke rumah sakit ya?".


"Tapi.. ".


"Sudah cepat kita urus dulu Zeyra nya. Masalah lain biar saya yang urus". Jaffa sedikit ngegas.


"Ba baik pak".


"Liya aku siapin mobil, aku tunggu di luar".


"Ya mas". Jaffa sudah berlari ke arah luar gedung.


Liya dan Anum pun sudah bergegas berlalu menuju lobby hotel. Tiba di lobby mereka bertemu dnegan Rafif.


"Loh mbak Anum mau kemana? Zeyra kenapa?".


"Mas Rafif ini Zeyra panas nya tinggi lagi?".


"Ini siapa?".


"Oh oke gini kami akan bawa Zeyra ke rumah sakit tolong jangan kasi tau dulu kak Maira, tunggu setelah di periksa dokter dan memastikan kondisi nya baru saya kabari ya? Nanti saya kabari kamu dari ponsel mbak Anum, tolong jangan kasi tau apa-apa dulu. Biar gak pada panik".


"Iya kak hati-hati ya".


Thiiin


"Ya sudah kami berangkat dulu".


Jaffa pun melajukan mobil nya klakson mobil pun terdengar. Jaffa benar-benar siaga. Karena hari libur jalanan cukup padat.


Thiin thin.


"Mas pelan-pelan aja".


"Lagian orang-orang ini pada ngapain sih di jalan".


"Ya ampun mas ini kan jalanan umum, masak iya mereka gak boleh gunain, udah la pelan-pelan aja". Liya yang duduk di samping Jaffa pun mencoba menenang kan Jaffa yang tidak sabaran.


"Mamiii hik hik... ".


"Sayang cup cup... Sabar ya kita jumpa om dokter dulu baru nanti ketemu sama mami ya".


Liya terus menepuk-nepuk pelan punggung Zeyra. Mencoba menenang kan gadis kecil itu.


Begitu tiba di parkiran IGD Liya dan Anum pun bergegas turun dari mobil dan malesat masuk ke ruang IGD. Tiba di pinti mereka sudah di sambut oleh suster jaga.


Setelah di baring kan di brankar, dokter jaga IGD pun datang.


"Adik nya kenapa buk?".

__ADS_1


"Panas dari kemaren gak turun-turun dok". LIYA


"Udah minum paracetamol?".


"Udah dok, 4 jam yang lalu". ANUM


"Oke sebentar saya cek dulu".


"Apa ada muntah adik nya?".


"Enggak ada dok". ANUM


"Mau makan adik nya?".


"Enggak mau dok sejak pagi tadi hanya nyusu aja". ANUM


"Oke saya kasi obat penurun panas, coba ibu nya cari bubur, suapin adik nya pelan-pelan, di selingi air putih. Untuk sementara adik nya dehidrasi, biar kan dulu istirahat, kita tunggu 4 jam kalau panas nya turun boleh pulang nanti saya resep kan obat".


"Ya dok, apa tidak ada yang lain dok?".


"Tidak karena demam nya juga bari sehari saya belum melihat tanda-tanda yang parah. Hanya ada tanda adik nya dehidrasi, jadi lebih baik di suapin bubur dan minum air putih".


Liya pun berlalu keluar mencari Jaffa.


"Gimana Zeyra?".


"Dokter udah kasi obat penurun panas, dia suruh Zeyra di suapin bubur. Zeyra belum ada makan dari pagi dia juga gak mau minum air putih makanya dehidrasi".


"Ya sudah ayo kita cari bubur dulu".


"Iya ".


Liya dan Jaffa benar-benar siaga hari ini, bukan siaga di acara pernikahan Adam dan Maira justru siaga buat anak Maira.


Tidak terlalu jauh dari Rumah sakit ada jual bubur ayam. Setelah mendapat kan apa yang mereka cari, mereka pun kembali dengan cepat ke rumah sakit.


"Mbak Anum coba di suapin pelan-pelan ya?".


"Sayang onty mamam bubur ya?".


"Eya ndak mau onty, eya mau mami".


"Iya kalau Zeyra mau ketemu mami Zeyra harus mamam ya?".


"Eh Zeyra mau gak kalau di beliin mainan". Jaffa mencoba memujuk. Dan dapat anggukan dari Zeyra.


"Mau mainan apa?".


"Robot yang bica gelak dan bica tembak dol dol".


"Oh gampang itu, nanti habis dari sini kita cari, tapi dengan syarat kamu makan dulu oke".


"Oce om, janji ya".


"Janji". Sambil ngasi kelingking juga.


Dan benar saja tu bocah langsung mau makan walau pun tidak habis tapi lumayan dia udah mau makan dan minum.


Kini dia sudah terlelap di pangkuan Liya. Mereka masih di ruang IGD. Perawat pun sesekali datang mengecek suhu tubuh Zeyra.


Hampir 4 jam lama nya mereka di IGD. Jaffa menunggu di luar. Setelah tadi berhasil memujuk gadis kecil itu. Jaffa dan Liya emang benar-benar bisa di andal kan. Gak salah Maira tadi menitip kan Zeyra ke Liya. Dan diam-diam juga Adam minta Jaffa untuk memantau Zeyra yang sedang sakit. Kedua nya kompak.


Setelah di nyatakan baik-baik saja oleh dokter jaga. Akhir nya mereka pun kembali ke hotel. Sebelum nya tadi Jaffa sudah singgah ke toko mainan dan membeli yang di ingin kan gadis kecil itu. Dan menebus obat dari dokter.


🍁🍁🍁🍁

__ADS_1


Jangan lupa mampir, vote, like dan comment.


Witha.


__ADS_2