Terjebak Cinta Ke Dua

Terjebak Cinta Ke Dua
Kedekatan


__ADS_3

Jam sudah menunjuk kan pukul 7 malam. Adam sudah benar-benar lelah dan tidak sanggup lagi untuk melanjut kan kerjaan nya.


Dia sudah memutus kan untuk semua pulang. Termasuk dia dan Maira. Kini mereka berdua sudah berada di mobil yang di setir Malik. Setelah tadi sempat mampir di Restoran untuk beli makanan di bungkus dan akan makan di rumah Maira.


Dan sampai la mereka di rumah Maira. Adam meminta Malik untuk menunggu nya.


Masuk ke dalam rumah. Terlihat anak-anak Maira sedang berada di ruang tengah.


"Heii anak-anak mami". Anak-anak nya langsung memeluk Maira.


Adam pun ikut meraih tubuh si kecil dan menggendong nya.


"Loh mbak Anum ibuk sama bapak kemana?".


"Tadi katanya ke rumah abang nya bapak buk".


"Ohhh... Ya sudah ini tolong di siapin ya saya mau makan sama pak Adam".


"Ya buk".


Adam yang sudah duduk dan bermain dengan anak-anak Maira. Maira tersenyum melihat nya.


"Dam aku ke atas bentar ya".


"Ya sayang".


"Zidan lagi buat apa itu?".


"Lagi mewarnai uncle, bagus gak?".


"Mana sini uncle liat?".


"Wah bagus kereen boy".


"Alau eya mewainai ini?".


"Ihh Zeyra juga keren mewarnai nya". Walau pun gak tau apa yang di warnai si kecil Zeyra.


Adam pun mengusap pucuk kepala anak-anak Maira. Tiba-tiba saja penat nya hilang mendengar celoteh kedua anak Maira.


"Oh ya boy apa Zidan suka berenang?".


"Iya Zidan suka berenang uncle".


"Suka? Kalau gitu besok minta mami ke hotel uncle untuk berenang ya".


"Yeee horee... ". Zidan pun melonjak senang.


"Bilang apa sama uncle?". Maira sudah turun kembali.


"Makasi uncle".

__ADS_1


"Ya sudah yuk kita makan dulu, Zidan juga ya, sini adek mami gendong".


Mereka pun menikati makan malam dan mendengar celoteh ke dua anak Maira.


Sementara di apartemen Jaffa.


Setelah tadi di antar. Iliyana pun segera mandi dan berpakaian. Dia pun segera memesan taxi dan singgah ke swalayan untuk berbelanja beberapa barang-barang mentah untuk di olah jadi menu makan malam, buah dan beberapa cemilan. Hampir penuh kereta dorong belanja nya. Dia hanya terkekeh melihat belanjaan nya.


Dengan susah payah dia membawa kantong belanjaan naik ke atas apartemen.


Sesampai saja dia langsung menuju dapur dan sibuk meracik masakan dengan ilmu memasak dengan kesetandartan emak-emak berdaster.


Iliyana sudah terbiasa masak, walau dia anak semata wayang tapi didikan orang tua nya adalah dia tidak boleh manja. Setiap ibu nya akan masak maka dia akan membantu nya.


Dulu waktu kuliah dia juga sering masak apa lagi uang bulanan nya tidak cukup untuk dia berfoya-foya makan enak walau pun cuma di warteg. Jadi terkadang dia masak bersama teman satu kosan nya. Sekarang aja sejak dia kerja dengan gaji yang lumayan dia tidak pernah masak.


"Oke ready". Dia pun melihat meja makan yang sudah tersusun hasil olahan tangan nya.


"Pintar juga ternyata aku masak ya, ckckckk... Liya Liya udah kayak istri lagi nunggu suami pulang aja". Dia berbicara sendiri dan terkekeh.


"Ya sudah la mau di apakan lagi ya kan, udah ada yang mau jangan sok jual mahal. Entar Allah murka jomblo deh lo seumur hidup hahahaha.... Rezeki gak boleh di tolak". Seloroh nya berlalu dari dapur dan merebah kan diri nya di sofa tengah.


Sambil menunggu Jaffa dia memain kan ponsel nya. Nama nya juga Liya mana mungkin dia gak molor. Entah menit keberapa tiba-tiba saja dia sudah terlelap dengan ponsel nya di tangan. Setelah stalking IG artis-artis.


Jaffa yang masuk melihat pemandangan manis di sofa tengah tak mau rugi dia pun langsung mendekat dan cup mencium kening Iliyana yang terlelap dengan cantik.


Aahh senang nya kalau pulang kerja capek, terus di sambut dengan seorang gadis cantik. Jadi pengen nikah juga bang Jaffa nya.


"Liya... Bangun heii.. ". Sambil menepuk pelan lengan gadis itu.


Yang di bangun kan pun menggeliat dan mengerjap kan mata nya. Samar-sama dia membuka mata begitu tersadar. Liya pun langsung melonjak kaget.


"Aahh mas Jaffa maaf aku ketiduran, kamu udah pulang?".


Jaffa mengangguk. "kamu capek ya? Maaf ya kalau aku suruh masak segala".


"Enggak kok, kamu udah lapar ya? Yuk kita makan".


Sepanjang waktu makan kedua nya memilih diam. Jaffa sedang menikmati momen yang selama ini dia ingin kan. Memiliki pasangan yang tidak ragu masuk dapur. Tidak hanya mementingkan penampilan. Dulu mantan pacar Jaffa adalah wanita karier yang selalu mementing kan penampilan nya. Sejak itu Jaffa malas mau berdekatan dengan wanita di luar sana.


Baru kali ini dia menemukan gadis cantik yang berkarier tapi tidak ragu untuk masak padahal awal nya Jaffa hanya menguji nya waktu malam kemaren. Siapa sangka tanpa ragu Iliyana dengan cekatan mengolah masakan seperti saat ini.


Sesekali Jaffa melirik Iliyana." kalau seandai nya dia menjadi istri pasti aku akan menggendut dalam waktu seminggu, hahaha". Batin nya dalam hati.


Iliyana melihat piring Jaffa yang sudah licin. Dia pun tersenyum dalam hati.


"Apa masakan ku tidak enak?". Tanya nya pelan.


"Haaa... Apa kau tidak liat piring ku sudah kosong?".


"Mana tau aja terpaksa memakan nya". Jaffa pun mendengus baru saja tadi dia bersenang ria dalam hati kini dia yang di buat kesal oleh gadis ini.

__ADS_1


"Aku becanda, aku senang kalau mas Jaffa suka dengan masakan ku". Sambil meraih piring kosong bekas Jaffa makan.


Oh ya mau buah?".


"Iya boleh".


"Kopi atau teh?".


"Kopi aja, aku ke ruang kerja dulu ya"


Liya pun mengangguk. Dan kembali membereskan meja makan.


Maira dan Adam pun telah selesai dengan makan malam mereka. Kini kedua nya tengah duduk di ruang TV sambil menemani Zidan yang lagi belajar. Dan Zeyra bermain.


"Dam kamu gak capek?".


"Ya sebentar lagi aku pulang, ibu sama bapak lama ya?".


"Seperti nya iya, mereka ke rumah Abang ny bapak satu-satu nya sodara bapak".


"Oh, pasti ngabari rencana pernikahan kita?".


"Pasti. Oh ya Dam tadi aku sama Jaffa ada rencana nanti di acara Resepsi kita ada Braidsmaid dan groomsmen".


"Cih itu yang dia rengek kan tadi pagi di kantor, entah dari mana dia punya ide seperti itu".


"Ih kamu itu ya, bagus dong dia kepikiran kan buat seru-seruan aja".


"Ya udah sayang kamu atur saja, aku sudah lelah memikir kan pekerjaan kantor makin hari makin banyak bukan makin berkurang".


"Sabar dong Dam". Sambil mengusal lengan Adam.


"Sayang besok pulang sekolah ajak Zidan Zeyra ke hotel, biar mereka berenang di kolam renang yang ada di kamar aku".


"Iya besok juga aku ada janji dengan desainer biar mereka ke hotel, boleh kan?".


"Boleh dong sayang. Oh ya ibu aku bilang nanti barang-barang seserahan biar dia yang belanja di dubai".


"Aku jadi gak enak Dam".


"Gak apa-apa sayang itu hadiah dari daddy dan ibu biar kan saja mereka yang belanja, kamu pokok nya gak boleh repot dan capek-capek, suruh saja Weli atau Lani, bilang juga sama bapak dan ibuk jangan terlalu mikir persiapan ya, besok undangan untuk keluarga kamu dan kolega bapak ibuk di antar".


"Ya Dam makasi ya".


"Iya sayang aku cuma gak mau kita dan orang-orang tua kita kelelahan, pokok nya apa pun yang ibu bapak mau jangan sungkan bilang ke aku ya".


Maira pun mengangguk.


🍁🍁🍁🍁


Jangan lupa mampir, vote, like dan comment.

__ADS_1


Witha.


__ADS_2