Terjebak Cinta Ke Dua

Terjebak Cinta Ke Dua
Penjelasan Adam


__ADS_3

Maira dan Adam sudah berada di mobil dan tengah berada di jalan menuju arah rumah Maira.


"Sayang are you oke? ".


"Hem ehm... ". Maira melihat sebentar dan berpaling lagi ke arah jalanan.


Adam meraih tangan Maira dan mencium nya.


"Sayang besok malam aku dan ibu akan datang ke rumah untuk bertemu dengan bapak dan ibu".


"Oke".


"Sayang ada apa?".


"Aku baik-baik aja dam?".


"No, aku tidak melihat nya seperti itu".


"Jadi apa yang kamu lihat?".


"Marah?".


"Hehe... Alasan apa aku marah?".


"Saat di pesta tadi?".


Adam pun memutar mobil nya masuk ke sebuah taman. Dan memarkir kan nya.


"Kenapa kita ke sini?"


Dengan lembut adam meraih tangan Maira.


"Sayang selangkah lagi kita memulai hidup yang baru, pleas jangan ada yang di simpan seolah-olah baik-baik saja, aku bukan pak nujum yang bisa nebak suasana hati kamu?".


"Kalau kamu kesal karena aku abaikan di pesta tadi aku benar-benar minta maaf?".


"Lalu wanita itu?".


"Wanita siapa? Oh good nona Garcia?".


"Dia cantik dan sexy?".

__ADS_1


"Ya tapi dia hanya la klien ku tidak lebih".


"Tapi yang aku liat dia menganggap mu lebih dari itu".


"Aku tidak tergoda sama sekali sayang. Kalau aku mau yang sexy, bukan dia ada yang lebih sexy dari dia sayang".


"Please... Kalau kamu mau aku tidak berurusan dengan nya fine, Jaffa akan berurusan dengan nya, oke ".


"Apa kamu marah aku bersikap kayak gini?".


"Tidak asal kamu tidak diam, kasi tau aku apa pun itu, aku paling tidak suka di abaikan".


Maira pun mengangguk. Rasa nya dia tidak masalah bersikap seperti itu. Maira hanya tak ingin sok tegar tapi hati kesal. Besok dia akan menerima lamaran dari Adam. Dia ingin melihat sikap Adam kalau rasa cemburu nya tiba-tiba keluar.


Adam kembali menyetir mobil nya untuk mengantar Maira. Sebenar nya dia sudah sangat lelah, tapi tidak mungkin dia membiar kan Maira pulang denga Rey.


"Terus tadi kamu ngobrol apa dengan nya?".


"Dia mengundang ku ke acara ulang tahun nya".


"Kamu akan pergi?".


"Kalau kamu mau ikut aku akan pergi".


"2 hari lagi? Mau pergi?".


"Boleh?".


"Oh ya besok kamu datang sama ibu aja berdua?".


"Enggak, paman zakaria dan bibi akan ikut".


Maira pun mengangguk.


"Sayang kamu yakin lamaran nya sederhana aja?".


"Iya, entar aja pesta nikah baru ngundang yang lain nya. Lagian kan daddy kamu gak bisa datang dan mama sarah juga belum sehat. Jadi aku pikir cukup keluarga inti aja yang penting restu nya".


"Baik la"..


Adam terus melajukan mobil nya. Kini sampai la di depan rumah Maira.

__ADS_1


"Kamu gak mau masuk dulu?".


Bapak sama ibu udah tidur?".


Udah kayak nya, rumah udah gelap gitu?".


Ya udah, gak enak bertamu malam-malam".


Kamu hati-hati ya pulang nya?".


Adam pun mengangguk. Tak lupa ia melayang kan ciuman di kening Maira.


Eit tunggu?".


Kenapa?".


Masih kurang".


Apa nya yang kurang?".


Adam pun melipat bibir nya. Memberi isyarat.


"Ya ampun aku kira apaan, gak nanti di liat orang mana tau aja ada belum tidur".


"Sayang ini udah malam udah pada sepi mana ada juga tetangga kamu keliaran jam segini. Ni ya lagian ni kaca mobil udah aku suruh Malik ganti yang super gelap gak keiatan dari luar".


"Ngapain kamu suruh Malik ganti?".


"Ya biar bisa leluasa minta vitamin".


"Hahaha... Dasar minta jatah cium aja pake bilang minta vitamin, mesum banget sih kamu dam segala mobil pake di gelapin, gak sekalian aja kaca di gordenin".


"Ya udah besok aku suruh Malik pasang biar aman". Dengus nya kesal, lagi-lagi gagal dapat asupan vitamin.


"Udah ah...sampe ketemu besok kekasih mesum ku, oh ya jangan lupa datang buat lamar aku, biar cepat menuju halal biar aman tu nyosor nya di mana pun bisa".


Cerocos Maira sambil mengusap pipi Adam. Dan Maira pun keluar dari mobil sambil senyum geli melihat wajah cemberut Adam.


Setelah tak lagi melihat ekor mobil Adam Maira pun masuk ke dalam rumah nya.


🍁🍁🍁🍁

__ADS_1


Witha.


__ADS_2