Terjebak Cinta Ke Dua

Terjebak Cinta Ke Dua
Lelah bekerja


__ADS_3

Maira pun telah sampai di Jakarta.


"Kamu siapa yang jemput Ra?" Rey.


"Enggak ada yang jemput aku pakai taxi aja rey"


"Ya udah bareng aku aja sekalian kamu juga liya" Rey menawarkan Iliyana untuk di antar pulang.


"Gak usah pak Rey saya pake taxi aja lagian rumah saya lumayan jauh" Iliyana sesungguh nya enggak enak kalau harus di antar bos nya.


"Jauh nya kemana liya ke bandung?" jawab Rey lagi.


Akhir nya Iliyana dan maira pun pulang di antar oleh Rey. Setelah melewati paksaan dari Rey.


Cukup memakan waktu menempuh perjalanan dari bandara menuju kerumah masing-masing. Tujuan pertama adalah rumah Maira karena terdekat.


"Makasi ya Rey, liya saya duluan ya hati-hati ya Rey"


Di balas anggukan dari Rey dan lambaian dari Iliyana.


"Ah akhir nya sampai juga"


"Assalamualaikum buk" maira pun masuk karena pintu depan tidak di kunci, tapi yang di panggil tak menampakan diri dan suara nya.


"Kok sepi kemana ibuk?" lirih Maira.


Maira pun berjalan menuju dapur. Tiba-tiba saja dia terkejut dengan sosok yang menghilang.


"Mbak Anum?" Maira teriak.


"Buk"


"Ya Tuhan mbak anum" Miara pun memeluk pembantu nya itu.


"maafin saya buk, kalau saya tidak memberi kabar ke ibuk" Anum pun menangis dan melepas kan pelukan Maira.


"Saya khawatir kamu gak ada kabar, saya sampe susulin ke rumah kontrakan kamu, kata tetangga kamu, ibu kamu meninggal dan pulang kampung untuk ngebumiin ibu kamu"


"Ya buk saya panik saat ibu saya meninggal saya gak bisa berfikir apa-apa lagi buk, permintaan ibu saya untuk di kuburin di kampung buk, maafin saya ya buk"


"Ya sudah la mbak Anum saya turut berduka atas meninggal ibu kamu, sekarang kamu sudah di sini, adik kamu ikut ke sini apa di kampung?"


"Adik saya masih di kampung buk, mungkin minggu depan dia kesini untuk lanjutin kuliah, buk apa saya boleh kerja lagi sama ibu?"

__ADS_1


"Ya boleh la mbak Anum, saya justru butuh kamu buat jagain anak-anak, kasian ibuk sendirian kalau saya kerja"


"Oh ya ngomong-ngomong ibuk di mana?"


"Nyonya nemanin tuan undangn buk, anak-anak kata nyonya masih di rumah pak nugroho, mas rafif udah keluar dari tadi katanya ada tugas kampus"


"Pantesan sepi, ya sudah saya naik ke atas dulu ya mau mandi"


"Buk Maira mau saya siapin makan?"


"Ya boleh mbak Anum kebetulan saya juga lapar"


Maira pun berlalu naik ke atas menuju kamar nya. Hati nya sedikit lega karena mbak Anum sudah kembali.


Setelah selesai membersih kan diri Maira pun merebah kan badan nya ke tempat tidur.


Saat mata nya ingin terpejam dia teringat belum menghubungi Adam. Maira pun meraih ponsel nya.


Namun ponsel yang di tuju tidak tersambung.


"Heem tumben enggak aktif apa dia lagi sibuk?"


Maira pun meletak kan kembali ponsel nya dan memejam kan mata nya, setelah turun dari pesawat tadi sebenar nya Maira sedikit pusing. Kini maira pun terlelap.


Di kantor Adam.


Setelah menyelesaikan hampir setengah ia menandatangani berkas-berkas laporan kantor nya. Adam pun memilih pergi ke gedung hotel nya yang berada di gedung sebelah kantor nya. Dan memutus kan melanjutkan setelah urusan dengan pihak EO acara nya selesai.


Saat ini ia sedang mendengar kan pegawai hotel nya dari bagian Event planner presentasi bersama pihak EO mengenai serangakain acara peresmian Hotel nya termasuk acara hiburan nanti. Manager hotel pun membuat list pengisi acara termasuk mengundang penyanyi ibu kota, pejabat daerah dan beberapa kolega bisnis Adam dan para investor dan klien dari perusahaan Adam. Baik di Jakarta, bali maupun singapur.


Adam pun menyetujui semua rangakain acara serta tamu undangan nya.


Adam memantau kesiapan hotel nya ia pun menyusuri setiap ruangan dari restoran, dapur restoran kantor para pekerja, ballroom, kamar hotel dan berakhir di taman dan kolam renang. Di dampingi Jaffa selaku direktur, sang paman selaku wakil manager dan manager hotel serta jajaran petinggi hotel lain nya yang sudah di percaya Adam untuk mengurus hotel nya.


Kini Adam sedang mengumpul kan para staff hotel dari level atas sampai level terbawah.


Adam tidak memberikan piadato melain kan Jaffa. Ya jaffa memang di percaya Adam untuk mengurus hotel nya. Jaffa memang sudah handal dalam bisnis perhotelan keluarga Adam.


Setelah semua nya berakhir Adam pun kembali ke kantor nya. Setelah memdapatkan telfon dari weli kalau ada berkas laporan dari pabrik yang di bawa Haris.


Ingin rasa nya Adam menghilang sejenak ia sudah merasakan lelah. Entah sejak belakangan ini semangat nya selalu saja melemah seperti yang di katakan jaffa.


Tak terasa waktu pun sudah sore.

__ADS_1


Sampai di ruangan nya Adam pun menarik dasi nya, dia seperti kehabisan nafas. Weli yang mengikuti nya sampai ke dalam ruangan pun pergi ke arah kulkas mini yang tersedia di ruangan bos nya.


"Minum dulu bos biar segar" tawar nya.


Sambil duduk Adam pun meraih botol air mineral dingin yang di beri Weli.


"Panggil kan haris" perintah nya.


Weli pun meraih telfon kantor yang di pasang khusus untuk memanggil mereka yang berada selantai dengan Adam.


Tidak lama Haris pun datang.


"Ya bos ada apa?"


"Apa ada masalah di pabrik?"


"Tidak bos lancar semua bahan produksi sudah di stok di gudang dan hasil produksi juga lancar, saya sudah membuat lapaoran nya untuk bos tandatangan"


"Aku belum mengecek nya, aku ingin mendengar nya langsung"


Adam pun menyandar kan kepala nya di kursi dan memejam kan mata nya.


Pabrik Adam memproduksi cemilan dan minuman sehat. Renacana nya nanti akan di pamer kan saat peresmian hotel dan akan di jadikan souvenir untuk para tamu undangan.


Dan akan lounching di pasaran tepat setelah peresmian hotel. Adam memang tak main-main dalam bisnis ny di Indonesia. Dia tak mau setengah-setengah.


"Bos apa mau istirahat dulu di kamar?" tanya Haris.


Adam tidak menyahut. Dia dengar tapi mata nya hanya ingin terpejam. Haris yang melihat kondisi bosnya seakan paham.


"Wel suruh lani telfon malik untuk beli makan buat tuan Adam dan kita semua, kita akan lembur dan kau kembali lagi ke sini setelah itu" perintah Haris. Dia tau Adam ingin beristirahat dan mungkin Adam akan lembur. Karena melihat tumpukan kertas di meja bos nya.


Haris pun perlahan merapikan berkas-berkas yang berserak dan memisah kan berkas yang belum di tanda tangan oleh Adam.


Haris membawa berkas-berkas tersebut ke meja sofa dan ia pun duduk sambil mengehela nafas melihat sikon bos nya.


"Ada apa dengan nya kenapa dia terlihat tidak bersemangat sepeti biasa ny, cekk kenapa kau tidak telfon saja bos kalau rindu padanya"


Haris pun menggeleng kan kepala nya sambil menyungging kan senyum nya. Haris tau apa yang ada di fikiran bos nya itu.


🍁🍁🍁🍁


Jangan lupa mampir, vote, like dan comment.

__ADS_1


Witha.


__ADS_2