Terjebak Cinta Terlarang Sang Mafia

Terjebak Cinta Terlarang Sang Mafia
Aku Tidak Ingin Kehilanganmu, Lagi


__ADS_3

halo semuanya.. sebelum baca, yuk boleh yuk scroll dulu ke episode sebelumnya dan di like ya supaya aku semangat trs updatenya ☺️☺️☺️🙏🏻🙏🏻


Suara decakan tubuh dan desahaan mereka memenuhi ruangan itu, membuktikan penuntasan hasrat dan nafsu yang kian terpendam.


...****************...


Lindsey terbaring di atas lengan Jarvis, sementara Jarvis sibuk membelai rambut Lindsey tiada henti. Hasrat sekaligus kerinduannya terbayar sudah dimulai dari saat dia mencium aroma tubuh Lindsey, mengendus dengan batang hidungnya sendiri dan peluh keringat di sekujur tubuhnya menjadi saksi hasratnya yang sudah tertuntaskan.


“Ada 1001 alasan untukmu tidak datang ke sini. Tetapi kenapa kamu tetap memilih untuk datang ke sini, Lindsey?” tanya Jarvis.


Mata Lindsey memang terpejam, namun dia belum sepenuhnya tertidur.


“Si*lnya, aku merindukanmu.” jawab Lindsey.


Jarvis menyunggingkan senyuman di bibirnya.


“Bagaimana 2 bulanmu tanpaku?” tanya Jarvis kemudian.


Lindsey berpikir sejenak.


Tentu saja aku senang karena aku tidak perlu membohongimu. Tapi di sisi lain.. aku merasa hampa. batin Lindsey.


“Aku merasa hampa, Lindsey. Aku seperti kehilangan diriku sendiri.” ucap Jarvis sebelum Lindsey menjawab pertanyaannya.


“Membuat aku bertanya-tanya, seandainya hari itu aku tidak datang ke kafe, apakah hubungan kita akan tetap berakhir?” ucap Jarvis kemudian.


“Padahal di hari itu aku sangat sibuk sekali. Tapi aku memaksa menyempatkan diri untuk datang ke kafe.” tambah Jarvis.


Selain kehilangan dirimu di hari itu, aku juga kehilangan proyek seharga 100 Miliar, Lindsey.. batin Jarvis.


“Terlalu banyak kebohongan dariku di dalam hubungan kita. Aku tidak memiliki cara lain selain mengakhiri hubungan kita.” ucap Lindsey.


“Lalu, apakah setelah ini kamu akan bersikap jujur di dalam hubungan kita?” tanya Jarvis.


“...” Lindsey terdiam.


“Tidak juga, kan?”


“Obat dari kebohongan hanyalah kejujuran. Bukan mengakhiri hubungan.” ucap Jarvis kemudian.


“...” Lindsey masih terdiam.


“Tubuhmu saja selalu jujur di hadapanku. Mengapa mulutmu tidak?” tanya Jarvis.


“Jarvis.. setelah ini, tidak ada yang akan berubah dariku. Aku akan tetap menjadi diriku yang dulu. Seharusnya aku yang bertanya padamu. ‘Kamu tidak akan menyesal?’.” ucap Lindsey.

__ADS_1


“Aku tidak pernah menyesal. Aku hanya menyayangkan sikapmu di dalam hubungan ini.” balas Jarvis.


“Jarvis, ada hal yang bisa aku katakan jujur padamu, dan ada yang tidak. Itu memang ada dan terjadi dari diriku.” ucap Lindsey.


Jarvis mengangguk. “Pembatasan diri.” ucap Jarvis.


“Hm?”


Jarvis menarik lengannya yang menjadi bantal kepala Lindsey dan bangkit memakai celananya. Lindsey pun ikut terbangun dan duduk di atas ranjang, menutupi tubuhnya dengan selimut.


“Pembatasan diri. Itu yang kamu lakukan.” ucap Jarvis seraya memakai celananya. Lalu berjalan ke meja untuk mengambil rokok dan botol anggur.


“Aku memiliki kehidupanku sendiri sebelum bertemu denganmu.” ucap Lindsey.


“Aku juga.”


“Semua orang juga memilikinya.” balas Jarvis lalu mulai menyalakan puntung rokok.


“Jika semua orang seperti menyembunyikan kehidupannya sebelum bertemu pasangan, maka tidak ada hubungan yang berhasil.” ucap Jarvis lalu menghisap rokok dan menghembuskan asapnya. Kemudian dia berdiri dengan bersandar di meja tersebut.


“Itu semua bergantung pada dirimu sendiri yang mau berbagi kehidupanmu denganku atau tidak. Kalau tidak mau, ya tidak apa-apa.” ucap Jarvis kemudian. Jarvis menjepit puntung rokok dengan jari telunjuk dan jari tengahnya. Lalu sisa jarinya mengambil gelas yang sudah ia isi dengan anggur merah.


****. Kenapa Jarvis berubah menjadi laki-laki dewasa dan seksi hanya dalam waktu 2 bulan? batin Lindsey.


Lindsey memakai pakaiannya lalu berjalan menghampiri Jarvis di ujung, menyentuh bahunya dengan memberi sentuhan menggoda dan membenamkan kepalanya di bahu itu. “I don't want lose you, again.” ucapnya.


“So, don't lose me, then.” balas Jarvis.


(Jadi, jangan kehilanganku, kalau begitu)


Lindsey merebut puntung rokok di tangan Jarvis dan menghisapnya.


“Haahh...” Bersamaan dengan hembusan asap yang keluar dari mulutnya.


“Lindsey?”


“Hembusan asap yang keluar itu seperti beban di kepalamu, kan? Kamu menganggap sebanyak apapun itu hembusan asap yang keluar, itu adalah beban di kepalamu. Benar, kan?” kata Lindsey.


Jarvis kembali merebut puntung rokoknya. “Sejak kapan kamu merokok?”


“Aku hanya pernah mencobanya.” jawab Lindsey.


“Kapan?”


Lindsey memutar bola matanya. “5 tahun yang lalu mungkin?”

__ADS_1


“Jangan merokok. Aku tidak suka dengan wanita yang merokok.” ucap Jarvis.


“Apakah tidak ada pengecualian untukku?” tanya Lindsey.


“Pilihan itu ada di tanganmu. Kamu ingin menjadi wanita yang aku sukai atau tidak?” balas Jarvis.


Lindsey mengangguk. “Aku ingin menjadi wanita yang kamu sukai. Satu-satunya wanita yang kamu sukai. Sekarang pilihannya ada di tanganmu. Kamu ingin menyukaiku atau tidak?”


“Aku akan memberimu lebih dari sekedar rasa suka.” Jarvis mengangkat tubuh Lindsey dan membaringkan Lindsey di atas ranjang.


Dia menghisap puntung rokoknya untuk yang terakhir kali sebelum mematikannya dan mencumbui tubuh Lindsey.


...****************...


Jam 09.00


Lindsey terbangun dari tidurnya dan mendapati semalaman tubuhnya didekap Jarvis dengan erat. Laki-laki yang mendekapnya dengan erat itu masih tertidur dengan dadanya yang six pack terpampang nyata. Percuma saja Jarvis mengenakan kemeja putihnya tetapi tidak dikancing dan dibiarkan terbuka begitu saja.


“Tidurlah lagi.. hari ini hari Minggu.” ucapnya Jarvis. Matanya masih terpejam dan jelas sekali dia masih ingin tidur lebih lama lagi sambil mendekap tubuh Lindsey.


Lindsey membiarkan tubuhnya tetap berada di dalam dekapan Jarvis namun dia mengubah posisinya menjadi tengkurap. Dilihatnyalah wajah Jarvis secara saksama, mencari perbedaan yang ada setelah dua bulan lamanya tidak bersama. Ibu Jari Lindsey mengusap permukaan kulit di pipi Jarvis sebelum dia mendaratkan sebuah kecupan di kening Jarvis yang mengkerut. Kerutan itu seketika hilang.


“Apa ada masalah? Kamu mengerutkan dahimu.” tanya Lindsey.


Jarvis menggeleng. Kemudian semakin mengeratkan dekapannya.


Lindsey kembali mengusap wajah Jarvis. Jari telunjuknya menelusuri batang hidung Jarvis yang tegas sempurna. Jarvis membuka matanya. Dengan posisi Jarvis yang masih terbaring di ranjang, kedua mata mereka bertemu dengan jarak yang sangat dekat. Lindsey menatap bola mata Jarvis yang berbinar dan bercahaya. Begitu pula dengan Jarvis. Tatapan mereka begitu dalam.


Sebelum akhirnya Lindsey mendaratkan bibirnya di bibir Jarvis. Jarvis menekan tengkuk Lindsey yang berada di atasnya. Ciuman mereka menjadi begitu dalam, wajah Jarvis yang maju mundur terhanyut dalam ciumannya, saling memagut bibir, menggigit dan menghisap kecil, bergantian bibit atas dan bawah.


“Haah..” Dada mereka mengembang kempis, berusaha mengatur napasnya kembali. Jarvis menyelipkan rambut Lindsey di balik telinganya dan membawa semua rambut itu ke belakang.


“Sampai mati pun aku tidak akan melepaskanmu.” Jarvis membangkitkan tubuhnya sedikit untuk mencapai leher Lindsey yang sudah kosong dia persiapkan agar bibirnya dengan bebas menyusuri, memberikan hisapan kecil yang sensuall.


“Emhh.. aahh..” Suara yang begitu halusnya lolos dari mulut Lindsey. Mulutnya terbuka, matanya terpejam, kepalanya menengadah ke atas tangan kanannya merremas rambut Jarvis kuat-kuat, menikmati sentuhan-sentuhan sensuall yang dirasakan di lehernya.


Tangan Jarvis mulai bergerak nakal, merremas b*k*ng Lindsey yang bulat sempurna. “Aahh..” Suara halus yang lagi lolos dari mulut pemilik b*k*ng, membuktikan akan kenikmatan yang dirasakannya.


“Aku tidak tahan lagi.” Bibir Jarvis naik membasahi bibir Lindsey yang kering sambil tangannya membuka resleting celananya lalu mengeluarkan bungkus k*nd*m dari laci.


“Katamu kamu akan menghamiliku setelah kita bertemu lagi?” tanya Lindsey.


“Oh, kamu mau, Sayang?” balas Jarvis.


Bersambung...

__ADS_1


Halo semuanya. Terima kasih sudah membaca novel ini. Jangan lupa berikan dukunganmu kepada Author dengan memberikan: like, tips, komentar, dan hadiah vote. Tambahkan novel ini ke favorite kamu agar mengetahui up episode terbaru.


Bantu novel ini masuk ke ranking dengan memberikan like dan komentar agar novel ini semakin dikenal banyak orang🤗❤️ Terima Kasih


__ADS_2