
halo semuanya👋👋 jumpa lg di bab berikutnya.. hari ini aku akan up 3 episode sekaligus.. jgn lupa dilike semuanya yaaa 🫶🏻🫶🏻 love yu sekebon🫰🏻🫰🏻🫰🏻🫰🏻🫰🏻🫰🏻
sebelum baca, yuk boleh yuk scroll dulu ke episode sebelumnya dan di like ya supaya aku semangat trs updatenya ☺️☺️☺️ terima kasih 🙏🏻
...****************...
“Ini bunga apa, Mommy?” tanya Noah.
“Hmm...”
“Itu namanya bunga anggrek, Noah.” sahut Kapten.
Sepertinya Noah salah orang untuk bertanya. Karena Lindsey tidak mengenal jenis bunga.
“Hmm, wangi.. aku suka. Kalau ini namanya apa, Daddy?” tanya Lindsey.
“Melati.” jawab Kapten.
“Woah! Cantiknya!” seru Noah saat melihat bunga lily.
“Ambil, Noah. Kasih itu ke Mommy.” bisik Kapten.
“Mommy.. ini untuk Mommy.” Noah memberikan setangkai bunga untuk Lindsey.
“Woah.. cantiknya! Terima kasih, yaa..” ucap Lindsey.
“Berapa semuanya? Dan setangkai bunga lily itu.” tanya Kapten setelah buket bunga yang dipesannya selesai dibuat.
...****************...
Kapten, Lindsey, dan Noah berjalan di tengah-tengah melintasi rumput hijau yang mengelilingi. Ini pertama kalinya Noah mendatangi pemakaman.
“Ini kita dimana, Daddy?” tanya Noah yang sembari berjalan di tengah dengan tangannya dipegangi Lindsey dan Kapten.
“Ini namanya pemakaman, Noah.” jawab Kapten.
“Pemka—pema—pekaman itu apa, Daddy?” tanya Noah setelah berusaha mengucapkan meski akhirnya tetap salah ucap.
“Pemakaman itu.. tempat orang-orang beristirahat dengan tenang setelah hidup dalam waktu yang lama.” ucap Kapten.
Sampailah mereka di makam Lexis. Lindsey menyiram air di makam om Lexis dan menaruh buket bunga di atas makamnya.
Flashback: Kapten ternyata sering mengunjungi makam Lexis.
__ADS_1
*Saat Lindsey bertekad ingin belajar menjadi pengacara*
“Hey, bung. Cita-citamu terwujud. Lindsey akhirnya mau belajar. Yah, meskipun tidak menjadi mahasiswa dan belajar langsung di universitas, tapi semangatnya sedang berapi-api untuk belajar. Dan tidak main-main, dia belajar ilmu hukum loh! Hebat sekali anakmu, bukan?”
*Saat Lindsey hamil pertama kali*
“Hey, bung. Beberapa hari ini aku cemas dengan keadaan Lindsey yang sakit, tidak nafsu makan, hingga meriang. Ternyata setelah Katie membawanya ke rumah sakit untuk diperiksa, kamu akan memiliki seorang cucu, bung! Lindsey sedang hamil. Sudah 7 minggu. Dan ayahnya adalah Jarvis. Meskipun ini salah dan tidak seharusnya terjadi, Lindsey bertekad membesarkan anaknya tanpa memberitahu ke ayah dari anak yang dia kandung. Anakmu adalah wanita yang tangguh. Tapi kamu tenang saja, aku tidak akan membiarkan Lindsey seorang diri saja. Aku akan selalu bersama Lindsey, mendampingi, dan menjaga anaknya seperti anakku sendiri.”
*Saat Lindsey keguguran*
“Hey, bung. Semesta sepertinya belum mendukung kamu memiliki seorang cucu. Lindsey hari ini keguguran. Janinnya melemah dan akhirnya tidak berkembang di usia 9 minggu. Lindsey sangat terpukul. Begitu juga aku. Aku tidak sanggup melihat kondisi Lindsey sekarang. Bisakah kamu menghiburnya dari atas sana?”
*Saat beberapa jam menuju pelaksanaan misi yang terakhir*
“Hey, bung. Mungkin untuk waktu yang lama aku tidak bisa mengunjungimu. Kami semua memutuskan untuk bersenang-senang dan memulai hidup baru di negara lain setelah kami meneruskan perjuanganmu. Tapi kemanapun ku pergi, doaku selalu menyertaimu.”
*Saat kembali ke sini* (Dalam hati)
“Hey, bung. Sudah lama tidak bertemu. Maaf karena membutuhkan waktu yang lama untuk memberikan surat itu pada Lindsey. Aku ingin memberikannya ke Lindsey di hari itu juga. Namun kamu pergi, meninggalkan dunia untuk selama-lamanya. Tidak bisa aku bayangkan betapa hancurnya Lindsey hari itu. Aku kangen sekali padamu. Kami semua memutuskan kembali ke sini karena rasa rindu anakmu sudah tidak terbendung lagi. Oh ya, perkenalkan ini cucumu! Aku dan Lindsey membesarkan seorang anak. Meskipun bukan ayah biologisnya, aku sudah menganggap anak ini dan menyayanginya seperti anak kandungku sendiri. Lagipula, siapa ayah biologisnya tidak penting bukan? Yang terpenting siapa yang membesarkan dan mendampingi selama proses pertumbuhannya. Anak ini memiliki rasa ingin tahu yang besar sekali! Aku yakin dia akan menjadi anak yang cerdas nantinya.”
Lindsey: Om, kali ini aku datang. Bukan sebagai Lindsey, tapi sebagai anak om. Maaf jika butuh waktu yang lama untuk mengetahui kalau om adalah ayahku. Terima kasih sudah menjemputku di usiaku yang ke-15. Aku selalu berterimakasih kepada Tuhan karena telah mengirimkan om ke dalam hidupku. Dan aku selalu membayangkan diriku adalah anak om, memanggil om dengan sebutan “papa” karena aku ingin sekali memiliki sosok ayah seperti om. Dan om ternyata adalah papaku. Aku sangat senang dan sedih. Senang karena memiliki ayah seperti om dan sedih karena tidak memanggil om dengan sebutan “papa” sampai akhir. Di kehidupan selanjutnya, aku berharap kita bisa bertemu dengan sebagai ayah dan anak lagi, menghabiskan waktu bersama om, rambutku dikepang oleh on dan memanggil om dengan sebutan “papa”. Oh, ya. Aku juga membawa anakku. Cucu om. Namanya Noah. Dia tumbuh dengan baik dan menambah kebahagiaan di tengah-tengah kami. Jaga kami selalu ya, pa. Papa Lexis adalah ayah terbaik di dunia!
Kapten merangkul dan mengusap bahu Lindsey, bersamaan dengan Noah yang masuk ke dalam dekapan Lindsey, memeluk Lindsey. Laki-laki dengan versi dewasa dan kecil itu sama-sama menguatkan Lindsey.
“Dadaahh..!” Noah melambaikan tangannya.
Lindsey, Kapten, dan Noah meninggalkan pemakaman. Mereka semua kembali ke rumah markas. Dan di perjalanan, terlihat sekali Lindsey sudah merasa lebih baik. Dia bernyanyi lagu anak anak bersama Noah, dan tertawa lepas.
Hingga tibalah mereka di rumah markas dimana Piter dan Luven sudah tiba lebih dulu di dalam dengan barang belanjaan yang sangat banyak dan berserakan. Ada sebagian yang sudah dimasukkan ke dalam kulkas.
“Eh? Kalian darimana?” tanya Piter.
“Berziarah ke makam Lexis.” jawab Kapten.
“Noah, main sama om dulu, ya.” Lindsey menurunkan Noah dari gendongannya dan membiarkan Noah menjadi bahan rebutan Piter dan Luven.
“Begini saja, deh! 5 menit Noah di aku, 5 menit di kamu. Bagaimana?” tanya Piter.
“Orang Noah maunya sama aku. Eh, kamu tuh tidak diajak.” balas Luven meledek.
Sementara Lindsey dan Kapten beralih membawa barang belanjaan ke dapur.
“Aku akan membuat kentang tumbuk.” ucap Lindsey.
__ADS_1
“Aku akan menyiapkan peralatannya. Ngomong-ngomong, Katie akan pulang jam berapa?” tanya Kapten.
“Biasa sih jam 7.” jawab Piter.
“Waktu memasak kita tinggal 30 menit lagi kalau begitu.” ucap Lindsey.
“Kok kamu tahu jam pulangnya Katie, sih? Kan kalian sudah berpisah selama 3 tahun.” sahut Luven.
“Katie cerita padaku.” balas Piter.
“Oh, ya? Kapan tuh? Kok Katie tidak cerita padaku, ya?” sahut Lindsey.
“Wah.. kamu kok malah makin dekat sih dengan Katie? Dulu kalau ketemu seperti kucing dan anjing. Kalau berjauhan malah makin dekat.” sahut Kapten.
Piter sedang terpojokkan sekarang.
“Ya—ya mana aku tahu. Kalian mau lihat aku berantem terus dengan Katie?” balas Piter.
“Oh, ya! Aku baru ingat! Alasan Piter ingin ikut ke Jakarta, karena dia sudah rindu dengan Katie! Acieee... Cie...” sahut Luven.
“Ya kan, sudah aku bilang. Aku memang sudah rindu dengan congornya Katie yang cerewet.” balas Piter.
“Bohong, ah, bohong. Mukamu memerah, tuh! Hahahaha... Noah, lihat, Noah. Mukanya om Piter merah!” ledek Luven.
“Sepertinya ada sesuatu di antara Piter dan Katie.” bisik Lindsey dengan Kapten di dapur.
“Piter bukan anak kecil lagi seperti pertama kali aku temukan. Cepat sekali dia besarnya.” balas Kapten.
“Luven, Piter, kalian tidak membeli parsley untuk kentang tumbuknya?” tanya Lindsey.
“Oh, ya! Lupa!” seru Piter.
“Hm, baiklah. Aku akan pergi sebentar ke minimarket dekat komplek.” ucap Lindsey.
“Apa kamu masih ingat letaknya? Aku temani.” tanya Kapten.
“Tidak perlu. Aku masih ingat, kok. Dekat dengan komplek.” jawab Lindsey.
“Baiklah. Hati-hati.” ucap Kapten.
Bersambung...
Halo semuanya. Terima kasih sudah membaca novel ini. Jangan lupa berikan dukunganmu kepada Author dengan memberikan: like, tips, komentar, dan hadiah vote. Tambahkan novel ini ke favorite kamu agar mengetahui up episode terbaru.
__ADS_1
Bantu novel ini masuk ke ranking dengan memberikan like dan komentar agar novel ini semakin dikenal banyak orang🤗❤️ Terima Kasih