Terjebak Cinta Terlarang Sang Mafia

Terjebak Cinta Terlarang Sang Mafia
Terungkap Sudah


__ADS_3

halo semuanya, jumpa lg di episode kedua yg aku upload hari ini.. sebelum baca, yuk boleh yuk scroll dulu ke episode sebelumnya dan di like ya supaya aku semangat trs updatenya ☺️☺️☺️🙏🏻🙏🏻


...****************...


“Sudah itu saja? Tidak ada lagi yang ingin kamu ceritakan padaku?” tanya Jarvis.


“Kamu ingin tahu apa dariku, katakan saja. Atau kamu ingin mengonfirmasi sesuatu tentangku, lakukan saja.” jawab Lindsey dengan nada meninggi.


“Aku sudah memberikan kesempatan padamu untuk mengatakannya padaku tapi kamu membuang kesempatan itu.” balas Jarvis.


“Apa, Jarvis? Apa yang ingin kamu ketahui dariku?” tanya Lindsey.


“Kamu bergabung ke kelompok kriminal?” balas Jarvis.


My Godness. Jarvis sudah mengetahuinya. batin Lindsey.


Tiga manusia yang menguping dari kamar pun terkejut hingga mulutnya menganga, menatap satu sama lain.


“Mor-Morex namanya? Benar itu?” tanya Jarvis kemudian.


Lindsey dan tiga manusia dari dalam kamar pun dibuat kaget sekaget-kagetnya. Sampai Lindsey pun tidak tahu harus jawab apa. Seperti ada yang mencekik lehernya.


“Jawab aku, Lindsey.” Jarvis bangkit berdiri.


“Sejauh mana yang sudah kamu ketahui?” tanya Lindsey.


“Aku tahu Katie juga bagian dari kelompokmu.” jawab Jarvis.


“Wah!” Katie berbisik.


“Sekarang jawab pertanyaanku. Kenapa kamu bergabung ke kelompok kriminal? Kamu kan pengacara, mana boleh kamu melakukan tindak kriminal?” tanya Jarvis kemudian.


“Jawabanku kurang lebihnya sama seperti kamu. Kenapa kamu memilih menjadi mafia dan membunuh orang-orang?” balas Lindsey.


Jarvis menyengir. “Darah itu sudah mengalir di tubuhku di luar keinginanku, Lindsey. Aku harus bagaimana? Berhenti membunuh seseorang? Maaf, aku sudah terlanjur ketagihan melakukannya.” balas Jarvis.


Sama, Jarvis. Menjadi bagian dari geng Morex juga sudah membuatku ketagihan. batin Lindsey.


“Apa kamu tahu? Di saat seperti ini, seharusnya kamu menjelaskan sejelas mungkin padaku, bukan membalikkannya padaku. Aku sudah memberikanmu kesempatan untuk menjelaskannya padaku, tapi kamu memilih untuk tidak menggunakannya. Ya, sudah.” ucap Jarvis.


Lindsey tersenyum menyeringai. “Kamu menyelidikiku, Jarvis?”


“Itu karena kamu sangat mencurigakan!” bentak Jarvis.


“Apa yang aku lakukan sampai kamu mencurigaiku? Katakan saja padaku. Kamu tidak perlu menyelidikiku diam-diam di belakangku.” balas Lindsey.


“Kalau aku bertanya langsung memangnya kamu akan jujur padaku?” tanya Jarvis.


“Kamu merasa aku telah membohongimu?” balas Lindsey.

__ADS_1


“Kakakmu bertemu musuhku di bandara. Dan kelompok yang mengejar kalian adalah anak buahku. Wajarkah aku curiga kenapa kekasihku terlibat dengan musuhku?” tanya Jarvis.


“Kakakku bertemu musuhmu..?”


“Itu yang membuatku curiga padamu. Dan baguslah sepertinya kamu tidak tahu menahu berarti kakakmu tidak menceritakannya padamu. Itu artinya dia tidak mau melibatkanmu.” ucap Jarvis kemudian.


“Aku juga tidak mau kamu terlibat. Aku tidak tahu apa hubungan yang dimiliki kakakmu dan musuhku, tapi aku harap kamu tidak terlibat dengan kakakmu.” sambung Jarvis.


“Bagaimana bisa aku tidak terlibat? Bagaimana kalau terjadi sesuatu dengan kakakku?” balas Lindsey.


“Sekarang jujur padaku. Kakakmu bergabung dengan kelompokmu atau tidak?” tanya Jarvis.


“Tidak.”


“Jawab jujur.”


“Tidak.”


“Lalu, apakah aku sudah membunuh orang terdekat kalian? Dan kalian sengaja mendekatiku untuk membalaskan dendam kalian padaku?” tanya Jarvis.


“Kapt? Bagaimana ini? Sepertinya Jarvis sudah tahu kalau Lexis memiliki hubungan dengan kita.” bisik Katie.


“Jarvis?”


“Jawab aku, Lindsey. Terutama kamu. Kamu yang paling dekat denganku dan meminta Katie bekerja di tempatku.” ucap Jarvis.


Tenggorokan Lindsey lagi-lagi terasa tercekat. Jarvis tidak pernah langsung to the point seperti ini sampai membuat Lindsey mati kutu.


Menurutmu...


Kedekatan kita..


Karena aku ingin balas dendam..?”


Lindsey berusaha menyelesaikan kalimatnya meski sepotong sepotong. Lindsey menelan salivanya.


“Pertemuan kita di klub.. kedekatan kita.. hubungan kita.. sejauh ini.. bagimu aku ingin balas dendam? Hah.. uh..” Tiba-tiba dada Lindsey terasa sesak. Kepingan memori saat melihat peti yang berisi mayat Lexis sedang tertidur nyenyak kembali berputar di kepalanya.


“Kapt? Lindsey kenapa itu?” bisik Katie.


“Shuutt.. aku juga tidak jelas mendengarnya.” balas Kapten.


Rasa sakit yang dirasakannya waktu itu kembali terasa dengan begitu jelas saat ini. Seolah mengingatkan Lindsey kembali bahwa laki-laki di hadapan dia inilah yang sudah merenggut nyawa satu-satunya malaikat di hidupnya. Lindsey hampir lupa. Ya, Lindsey hampir lupa kalau Jarvis yang sudah membunuh Lexis.


Kebersamaannya bersama Jarvis, memulai hubungan, merajut kasih, membuatnya lengah dan melupakan hal itu. Dosakah Lindsey jika jatuh ke dalam lubang cinta dengan orang yang telah membunuh seseorang yang seperti malaikat di hidupnya?


Balas dendam? Itu memang tujuan awalnya. Namun makin ke sini, Lindsey mulai goyah dan kehilangan arah. Di dalam dirinya bertanya-tanya, dendam apa yang dia ingin balaskan kepada Jarvis?


Betapa menyesakkan. Jari-jarinya meremass kemeja yang menutupi dadanya.

__ADS_1


“Lindsey..?” Jarvis memanggil Lindsey. Wanita yang berdiri di hadapannya terlihat tidak baik-baik saja.


“Benar. Balas dendam. Aku ingin balas dendam padamu.” ucap Lindsey.


“Lindsey.....” ucap Piter berbisik.


“Begitukah menurutmu?” sambung Lindsey.


“Lupakan semuanya. Lupakan semuanya jika menurutmu aku sedang balas dendam. Berhenti mencintaiku. Apa kamu bisa?” ucap Lindsey.


“Konon katanya, kekuatan cinta dapat mengalahkan segalanya.” ucap Jarvis.


“Aku minta maaf, Jarvis. Tapi bisakah kamu pergi? Aku lelah.” ucap Lindsey.


Jarvis mengangguk pelan. “Aku minta maaf.” ucap Jarvis lalu mengambil jasnya yang diletakkan di atas sofa tadi dan keluar dari apartemen.


Cklek... Pintu tertutup sempurna setelah Jarvis keluar. Lindsey berjalan ke kamarnya.


“Kalian juga pulanglah.” ucap Lindsey.


“Lindsey, kamu tidak apa-apa?” tanya Kapten.


“Biarkan aku tidur di sini bersamamu, ya?” tanya Katie.


“Tidak. Aku ingin sendiri. Tinggalkan aku.” jawab Lindsey.


Kapten mengangguk. Memberi aba-aba kepada yang lainnya untuk meninggalkan Lindsey sendiri.


Sepeninggalan anak geng, menyisakan Lindsey seorang yang sedang berbaring meringkuk di atas ranjang. Suasana sangat hening, tidak ada suara apapun dan gelap. Lindsey membuka tirai yang menutupi kaca jendela di kamarnya.


Sambil berbaring meringkuk, menghadap jendela yang memperlihatkan pemandangan perkotaan ketika malam hari, Lindsey tidak kunjung tertidur. Tatapannya kosong melamun, memikirkan mengapa hal rumit ini terjadi. Apa karena sejak benih cinta sudah bertumbuh?


Mata Lindsey perlahan akhirnya terpejam. Dan tanpa disadari, setetes air mata mengalir dari matanya ....


...****************...


21 hari berlalu...


Lindsey dan Jarvis tidak saling menghubungi lagi sejak hari itu. Saling menanyakan kabar melalui Katie pun juga tidak. Lindsey juga lebih sering tidur di apartemen sendirian dibanding di rumah markas. Sedangkan Jarvis semakin gencar dengan proyek propertinya yang bernilai puluhan milyar.


Mereka kembali ke kesibukannya masing-masing. Seolah malam itu Lindsey seperti bukan mengusir Jarvis dari apartemen, melainkan kehidupannya. Jarvis pun merasa serba salah. Dia ingin menghubungi Lindsey terlebih dahulu, namun takut Lindsey masih butuh waktu.


Begitu juga dengan Lindsey. Tidak ada satu hari yang terlewatkan tanpa memikirkan Jarvis. Harinya terasa berbeda. Tidak ada yang meneleponnya saat selesai bekerja. Namun, Lindsey merasa kecewa dengan dirinya sendiri yang terus membohongi Jarvis. Ingin rasanya dia sudahi semua ini.


Bersambung...


Halo semuanya. Terima kasih sudah membaca novel ini. Jangan lupa berikan dukunganmu kepada Author dengan memberikan: like, tips, komentar, dan hadiah vote. Tambahkan novel ini ke favorite kamu agar mengetahui up episode terbaru.


Bantu novel ini masuk ke ranking dengan memberikan like dan komentar agar novel ini semakin dikenal banyak orang🤗❤️ Terima Kasih

__ADS_1


halo semuanya, hari ini aku berniat update lebih dari 1 episode, jadi tolong di like episode yang ini dan yang sebelumnya ya kak ☺️☺️ terima kasihh ❤️❤️


__ADS_2