Terjebak Cinta Terlarang Sang Mafia

Terjebak Cinta Terlarang Sang Mafia
Kebohongan Yang Terungkap


__ADS_3

halo semuanya.. sebelum baca, yuk boleh yuk scroll dulu ke episode sebelumnya dan di like ya supaya aku semangat trs updatenya ☺️☺️☺️ terima kasih 🙏🏻🙏🏻


...****************...


“Ada banyak alasan sepasang kekasih untuk putus dibandingkan alasan untuk lanjut ke jenjang pernikahan. Katakan saja bosan, atau bertengkar setiap saat karena sudah tidak ada kecocokan lagi. Karena kamu laki-laki, kamu yang harus menentukan alasan kita untuk putus. Aku kembali ke ruanganku dulu. Bye!” ucap Lindsey.


Lindsey kembali ke ruangannya sendiri. Tidak lupa dia membawa kotak berisi satu set perhiasan yang diberikan papanya Luven.


“Gila, gila, gila! Melihat Piter menyelipkan kartu namanya di tanganku saja Jarvis sudah marah besar. Bagaimana jika tahu aku akan menikah dengan laki-laki lain? Bisa-bisa Luven akan tinggal tulang saja.” oceh Lindsey setibanya di ruangan kerjanya sendiri.


...---...


Rumah markas.


“Woah! Woah! Kapt! Kapt, sini Kapt!” Piter berteriak heboh di depan layar komputernya. Kapten pun penasaran dan menghampiri Piter di meja komputer.


“Lihat ini, Kapt. Ternyata Carlos masih menyelidiki Lindsey. Dia menerobos ke portal universitas Harvard untuk mencari data mengenai Lindsey. Tapi tentu saja tidak bisa. Ada Piter!” ucap Piter.


“Cepat lakukan sesuatu, Piter.” balas Kapten.


Jari-jari Piter langsung beraksi di atas komputer. Mengetik-ngetik, memasukkan kode dan blank! 3 layar komputer di hadapannya tiba-tiba menjadi hitam semua.


“Kenapa ini?! Mati lampu?! Kapt!” oceh Piter.


Kapten pun langsung memeriksa tv dan lampunya memang tidak menyala.


“Mati lampu ****!” Kapten berdecak kesal.


“Bagaimana ini, Kapt?!”


“Aku akan menghubungi Katie dan meminta dia mengalihkan Carlos dari komputernya. Kita akan ke warnet sekarang!” ucap Kapten.


Kapten dan Piter bersama-sama pergi ke warnet. Kapten sibuk menyetir mencari keberadaan warnet terdekat. Sedangkan Piter di sampingnya sibuk menghubungi Katie yang kunjung tidak diangkat.


“Katie, ayolah! Angkat! Please!” eluh Piter.


“Coba hubungi Lindsey.” ucap Kapten.


Piter bergantian menelepon Lindsey.


...---...


Triririing... Lindsey yang masih berdiri di pintu pun berjalan menuju meja kerjanya begitu mendengar ponselnya berbunyi.


“Halo? Kenapa, Piter?” Lindsey menjawab telepon Piter.


“Lindsey! Cepat ke JM Buildings sekarang!” ucap Piter.


“Hah?”


“Carlos di komputernya sedang menyelidiki kamu di portal resmi universitas Harvard! Rumah tiba-tiba mati lampu! Ini aku dan Kapten sedang mencari warnet! Katie tidak bisa dihubungi!” ucap Piter.

__ADS_1


Kapten mengambil ponsel Piter. “Lindsey, cepat ke JM Buildings dan alihkan Carlos dari komputernya!” ucap Kapten.


Lindsey segera berlari dari ruangannya menuju lift dan ke parkiran, mengendarai mobilnya dengan kecepatan penuh menuju ke JM Buildings. Dia menyalip segala mobil yang berada di depannya, menginjak pedal gas dengan penuh dan tidak memikirkan resiko apa yang akan terjadi. Pikirannya hanya memikirkan bagaimana caranya cepat sampai ke JM Buildings.


Sesampainya di JM Buildings, Lindsey segera berlari menuju lift ke lantai teratas. Security sempat menghalanginya, namun Lindsey memamerkan kartu tanda pengenal yang menggantung di lehernya sebagai pengacara dari GDP Law Firm. Setibanya di lantai teratas, Lindsey menengok ke kiri, tempat meja kerja Katie.


Katie tidak ada di mejanya. Segera Lindsey ke kanan yaitu ke ruangan Carlos. Tanpa pikir panjang, Lindsey membuka pintu ruangan Carlos. Matanya langsung bertemu dengan Carlos yang duduk di meja kerjanya.


“Lindsey?”


Drrt.. drtt.. drrtt.. Perhatian Lindsey teralihkan ke sisi kanan komputer Carlos terdapat mesin print yang sedang mengeluarkan suara saat mencetak. Perlahan kertas pun keluar sedikit demi sedikit dari mesin print tersebut.


Firasatnya mengatakan hasil print tersebut adalah hasil penyelidikan yang Carlos lakukan dan akan dia serahkan ke Jarvis.


Ting..! Suara lift berbunyi.


Carlos segera mendekati Lindsey yang berdiri di pintu, menarik tangannya agar masuk ke dalam ruangannya dan menutup rapat pintu. Kemudian dia menurunkan penutup kaca jendelanya dan mematikan lampu di ruangannya.


“Kenapa?” tanya Lindsey.


“Jarvis kembali setelah rapat.” jawab Carlos.


...---...


“Kenapa Carlos menutup jendelanya di siang bolong? Bukannya dia sangat menyukai cahaya matahari yang masuk?” tanya Jarvis.


“Tidak tahu. Mungkin dia pergi.” jawab Katie yang kembali bersamanya setelah rapat.


Jarvis berjalan mendekati ruangan Carlos sementara Katie kemudian mengecek ponselnya yang dia silent selama rapat berlangsung tadi.


Piter.


Hey, angkat teleponku!


Hey!


Ini gawat darurat!


Hey! Tolong alihkan Carlos dari komputernya sekarang!


Dia sedang menyelidiki Lindsey


Hey!


Rumah markas mati lampu!


Aku tidak bisa apa-apa dengan komputerku!


Hey!


Tolong kami!

__ADS_1


Katie!


P


P


Lindsey sedang menuju ke JM Buildings.


Mata Katie membulat besar saat membaca pesan dari Piter. Dia pun melihat Jarvis sudah membuka pintu ruangan Carlos. Katie langsung berjalan ke ruangan Carlos, mendapati ruangannya yang gelap gulita dan.. kosong. Tidak ada seorang pun di sana. Awalnya Katie tidak percaya, namun dia melihat ke sekeliling, memang tidak ada siapa-siapa di sana.


“Tuh kan, mungkin Carlos memang sedang pergi. Makanya gelap.” ucap Katie lalu menutup pintu ruangan Carlos.


Pergi? Tapi kok Carlos tidak bilang ke aku ya kemana dia pergi? batin Jarvis.


Jarvis dan Katie berjalan meninggalkan ruangan Carlos. Namun Jarvis mengeluarkan ponsel dari dalam sakunya dan menelepon Carlos.


Ponsel Carlos yang sedang terletak di atas meja pun berbunyi, Carlos segera keluar dan bangkit berdiri dari kolong meja kerjanya untuk mematikan suara ponselnya. Disusul oleh Lindsey. Rupanya mereka berdua bersembunyi di kolong meja kerja Carlos.


Lindsey merasakan firasat yang buruk. Firasatnya semakin menjadi-jadi saat Carlos mengajaknya bersembunyi di kolong meja dan menghindar dari Jarvis. Ada apa sebenarnya? Apa yang Carlos temukan tentangku?


Alih-alih menjawab panggilan dari Jarvis, Carlos memilih untuk mengirimkan pesan ke Jarvis dengan mengatakan dia sedang mengemudi.


Sedangkan di sisi lain, Katie membalas pesan Piter dengan mengatakan Lindsey tidak ada di JM Buildings, begitu juga dengan Carlos yang tidak ada di ruangannya. Mendengar hal tersebut, Kapten menyuruh Piter untuk melacak ponsel Lindsey agar mengetahui keberadaannya.


Hasil pelacakannya menunjukkan Lindsey berada di dalam JM Buildings.


“Pas sekali kamu datang menemuiku. Ada hal yang ingin aku tanyakan padamu.” ucap Carlos.


Lindsey meneguk salivanya.


“Apa kamu sungguh-sungguh lulusan Harvard?” tanya Carlos.


Lagi-lagi Lindsey meneguk salivanya.


“Kehidupanmu setelah keluar dari panti asuhan tidak dapat aku temukan. Bahkan di Harvard pun, di tahun 2014 yang kamu katakan pada Jarvis, tidak ada mahasiswa yang berasal dari negara ini.” ucap Carlos seraya memberikan 9 lembar kertas dari mesin print.


Lindsey melihat kertas-kertas yang diberikan Carlos untuknya. “Foto di buku angkatan tidak ada, nama dan identitas di portal fakultas tidak ada, sertifikat, tes, ujian tidak ada. Apa kamu benar lulusan Harvard?” ucap Carlos kemudian.


“Memangnya kamu tahu darimana aku kuliah di Harvard?” tanya Lindsey.


“CV yang kamu serahkan saat melamar di GDP. Dan oh ya, kamu pengacara baru di GDP, kan? Saat kamu datang ke kantor polisi untuk menyelesaikan masalah aku dan Katie waktu itu, kamu belum menjadi pengacara di GDP. Perekrutan saja belum dibuka waktu itu.” jawab Carlos.


Deg!


Sudah sejauh apa yang Carlos ketahui tentangku?


Apa dia sudah mengetahui semuanya?


Dengan sikapnya yang seperti ini, aku yakin Carlos sudah mengetahui banyak kebohongan tentangku.


Bersambung...

__ADS_1


Halo semuanya. Terima kasih sudah membaca novel ini. Jangan lupa berikan dukunganmu kepada Author dengan memberikan: like, tips, komentar, dan hadiah vote. Tambahkan novel ini ke favorite kamu agar mengetahui up episode terbaru.


Bantu novel ini masuk ke ranking dengan memberikan like dan komentar agar novel ini semakin dikenal banyak orang🤗❤️ Terima Kasih


__ADS_2