
“Iya, aku tahu. Tapi aku sedang tidak bisa menemanimu ke hotel. Pekerjaanku sedang menumpuk, Jarvis.” ucap Lindsey.
“Baiklah, aku mengerti. Kalau begitu, aku pulang.” balas Jarvis lalu berjalan keluar dari minimarket.
“Mana barang belanjaanmu?” tanya Carlos saat Jarvis kembali masuk ke dalam mobil.
“Di tempat ini tidak menjual merek yang biasa aku pakai. Kita ke hotel saja.” jawab Jarvis.
Setelah mengambil beberapa bungkus makanan ringan dan minuman kalengan, Lindsey pergi ke kasir untuk membayar barang belanjaannya.
“Totalnya 238.000 dan sudah dibayar oleh pria tadi. Ini kembaliannya 262.000.” ucap sang kasir.
Hah? Jarvis yang membayarnya? batin Lindsey.
Lindsey keluar dari minimarket dengan menjinjing kantong plastik yang berisi barang belanjaannya. Dia berjalan kaki untuk pulang ke rumah yang jaraknya tidak jauh. Tangannya yang lain mengeluarkan ponsel dari dalam tas dan mengetikkan sesuatu.
Lindsey.
Maafkan aku. Aku janji akan meluangkan waktu—Dihapus oleh Lindsey.
Terima kasih sudah membayar—Dihapus oleh Lindsey.
Lain kali tidak perlu repot-repot—Kembali dihapus oleh Lindsey.
Tidak mudah bagi Lindsey untuk mengirimkan pesan kepada Jarvis. Apalagi sepertinya Jarvis marah padanya saat pergi meninggalkan Lindsey. Kemudian Lindsey keluar dari aplikasi pesan dan beralih ke aplikasi layanan antar makanan.
...****************...
Lindsey memasukkan PIN kunci di rumah markas. Setibanya di sana, anak geng sudah berkumpul di sofa ruang tengah, menyambut kedatangan Lindsey.
“Bagaimana hari pertama bekerja?” tanya Kapten.
“Biasa saja.” jawab Lindsey. Lindsey bergabung bersama mereka di ruang tengah. Dia duduk di atas sofa setelah meletakkan kantong belanjaannya di meja. Katie dan Piter segera menyerbu kantong belanja itu dan mengeluarkan minuman kalengan.
“Ada hal apa yang ingin didiskusikan?” tanya Lindsey.
“Klien kita kurang mempercayai cara kerja kita.” jawab Kapten.
Lindsey menatap Kapten dengan wajah yang menekuk.
“Dia ingin menguji kita.” sahut Piter.
Lindsey menghembuskan napas berat. “Apa yang dia inginkan?” tanyanya.
“Sertifikat pendirian JM Buildings.” jawab Kapten.
“Apa-apaan?!” protes Lindsey.
“Klien meminta kita mendapatkan sertifikat itu maka dia akan mempercayai kita sepenuhnya.” ucap Kapten.
“Kapt, kalau dia tidak mempercayai kita, untuk apa dia menggunakan jasa bantuan kita dari awal?” balas Katie.
“Dia tidak tahu saja apa yang sudah aku lakukan untuk menyelesaikan misi ini.” sahut Lindsey.
“Dia meragukan kita karena tidak melihat ada perkembangan dari kita.” ucap Piter.
“Tapi bukankah sangat mencurigakan jika pamannya Jarvis menginginkan sertifikat pendirian JM Buildings?” tanya Lindsey.
“JM Buildings itu kan usaha Jarvis sendiri. Berbeda dengan usaha emas itu yang turun temurun di keluarga Jarvis.” sambung Lindsey.
__ADS_1
“Aku setuju dengan Lindsey. Lagipula klien kita sudah menyerahkan kepada kita, kenapa dia sekarang mencoba ikut campur?” sahut Katie.
“Tapi itu karena kita yang tidak menunjukkan adanya perkembangan. Bayangkan jika berada di posisi klien.” balas Kapten.
“Baiklah, baiklah. Sertifikat JM Buildings. Apa rencana kita untuk mendapatkan itu?” tanya Lindsey.
“Kata Katie besok malam ada perayaan di JM Buildings.” jawab Kapten.
“Oh, iya. Aku dapat undangannya.” balas Lindsey.
“Semua pasti akan fokus di aula lantai bawah? Aku akan menyusup ke sana sebagai pelayan. Saat waktunya sudah tepat, aku akan naik ke ruangan Jarvis.” ucap Kapten.
“Memang Kapten yakin sertifikat itu ada di ruangan Jarvis?” tanya Katie.
“Itu plan A kita.” jawab Kapten.
“Bagaimana dengan plan B?” tanya Katie.
“Kita akan mencari di tempat lain.” jawab Kapten.
”Ruangan Jarvis menggunakan kunci sensor sidik jari. Bagaimana Kapten akan menembus ke ruangan Jarvis?” tanya Lindsey.
“Itu mudah. Aku akan mengambil sidik jari Jarvis dari gelas yang nanti Jarvis pakai. Aku akan berperan menjadi pelayan nanti.” jawab Kapten.
“Aku akan memantau keadaan dari CCTV.” ucap Piter.
“Aku akan menangani Jarvis.” sahut Lindsey.
“Aku akan menangani Carlos.” sahut Katie.
“Iya. Pastikan mereka tetap di bawah dan tidak naik ke atas.” balas Kapten.
...****************...
“Tuan Jarvis, ada kiriman untuk kamar 3205.” ucap sang resepsionis dengan menyodorkan sebuah bungkusan plastik.
“Dari?” tanya Jarvis dengan singkat.
“Tadi diantar oleh driver pengirim makanan.” jawab sang resepsionis.
“Baiklah, terima kasih.” ucap Jarvis lalu berjalan menuju lift.
Siapa yang mengirim makanan? Carlos? Tidak mungkin. Dia fokus menyetir mobil selama perjalanan. batin Jarvis.
Sesampainya di hotel, Jarvis membuka plastik pembungkus makanan dengan penuh ketidaksabaran. Di atas kotak makan dia menemukan secarik kertas yang berisikan catatan kecil.
Marah juga membutuhkan tenaga. Sampai bertemu besok malam.
Lindsey.
“Ternyata Lindsey. Kenapa aku tidak kepikiran sama sekali..” ucap Jarvis.
Jarvis mengambil ponselnya dan memotret makanan yang sudah dia terima lalu mengirimkannya ke Lindsey.
Jarvis.
Terima kasih.
Lindsey.
__ADS_1
Habiskan ya!
Jarvis.
Butuh seseorang untuk membantu menghabiskannya.
Lindsey.
Aku lebih suka tubuh laki-laki yang berisi.
Jarvis.
Akan aku habiskan sekarang.
Tanpa sadar Lindsey tersenyum kecil saat membaca pesan dari Jarvis. Sesederhana itu, Lindsey seringkali tersenyum tanpa sadar. Dan penyebabnya adalah Jarvis.
...****************...
Pesta Perayaan Ulang Tahun JM Buildings ke-10
Aula kini sudah ramai dengan para hadirin yang merupakan tamu undangan, klien, dan semua karyawan yang mengabdikan diri di JM Buildings. Pesta begitu mewah, ditambah dengan iringan musik biola yang mengisi keramaian di aula. Beraneka makanan disajikan di sana, begitu juga dengan gelas yang berisi minuman tertata rapi di atas meja.
Jarvis mengenakan pakaian jas tuksedo berwarna biru dongker dengan dasi kupu-kupu berwarna hitam. Hari ini terasa spesial bagi Jarvis karena usahanya membangun JM Buildings bisa sampai ke satu dekade dan Lindsey turut hadir dalam perayaan itu. Lindsey datang bersama Katie meskipun sebenarnya bersama Kapten dan Piter juga. Lindsey mengenakan gaun panjang berwarna putih berbahan halus yang menampilkan setiap lekukan di tubuhnya. Dengan rambut yang dibiarkan terurai ke samping dan acesoris perhiasan yang menambah kecantikannya.
Sedangkan Katie mengenakan gaun hitam ketat tanpa lengan yang panjangnya hanya selutut dan dilapisi blazer putih. Rambutnya yang disanggul itu membutuhkan waktu 5 jam berada di salon.
Lindsey dan Katie memasuki aula yang sudah ramai itu melalui pintu utama. Sedangkan Kapten melalui pintu belakang yang dikhususkan untuk staf. Kapten pun juga sudah berpakaian rapi seperti seorang pelayan dan sedikit mengubah bentuk rambutnya agar tidak dikenali.
Jarvis dan Carlos menghampiri Lindsey dan Katie yang baru saja tiba di aula.
“Kalian sudah datang.” ucap Carlos.
“Selamat, Jarvis. Semoga usahamu semakin maju hingga bisa menurunkan ke anak cucumu nanti. Ini hadiah untukmu.” ucap Lindsey seraya menyodorkan sebuah kotak hitam.
Jarvis meletakkan gelas yang sedang digenggamnya di atas meja dan tangannya menerima kotak pemberian Lindsey.
Mata Lindsey bertemu dengan mata Kapten yang berdiri dari kejauhan mengamati gelas Jarvis.
“Terima kasih. Tapi tidak perlu repot-repot. Oh, ya. Ada hal yang ingin aku bicarakan. Bisa kita ke tempat yang lebih sepi?” ucap Jarvis.
“Baiklah. Sebentar ya, Katie.” ucap Lindsey lalu pergi bersama Jarvis.
Kapten pun menghampiri meja yang terdapat gelas bekas Jarvis. Katie melihat pergerakan Kapten yang berjalan ke arahnya dan Carlos.
“Oh, ya! Carlos, aku sudah mengirimkan jadwal Jarvis ke email kamu. Bisa kamu cek sekarang?” tanya Katie.
“Nanti saja. Kita kan sedang berpesta.” jawab Carlos.
“Kamu harus lihat. Sekarang. Supaya aku bisa merevisi kalau ada yang salah. Ayo lihat sekarang.” balas Katie. Katie memaksa Carlos agar perhatiannya tertuju pada ponsel dan tidak menyadari keberadaan Kapten seorang pelayan.
Kapten berhasil mengambil gelas Jarvis bersama gelas yang lainnya yang terdapat di atas meja dan pergi menuju dapur.
Sementara itu, Jarvis membawa Lindsey menaiki sebuah lift dengan tujuan lantai paling atas. Sangat jauh dari aula.
Bersambung...
Halo semuanya. Terima kasih sudah membaca novel ini. Jangan lupa berikan dukunganmu kepada Author dengan memberikan: like, tips, komentar, dan hadiah vote. Tambahkan novel ini ke favorite kamu agar mengetahui up episode terbaru. Episode terbaru akan segera diupdate hari ini.
Bantu novel ini masuk ke ranking dengan memberikan like dan komentar agar novel ini semakin dikenal banyak orang🤗❤️ Terima Kasih
__ADS_1