Terjebak Cinta Terlarang Sang Mafia

Terjebak Cinta Terlarang Sang Mafia
Pencucian Uang


__ADS_3

halo semuanya.. sebelum baca, yuk boleh yuk scroll dulu ke episode sebelumnya (berhubung likenya masih sedikit) dan di like ya supaya aku semangat trs updatenya ☺️☺️☺️ terima kasih 🙏🏻🙏🏻


...****************...


“Pasti besok Carlos akan mengungkit kebaikan yang telah dia lakukan untukku. Lagi pula kenapa harus bareng Carlos, sih? Hadeh..” gerutu Lindsey.


Ting.. tong... Bel di hotel berbunyi.


“Hm? Cepat sekali dia sampainya.” ucap Lindsey. Lindsey bangkit berdiri dari soda dan hendak membukakan pintu.


Namun langkah kakinya tiba-tiba terhenti.


“Tunggu. Kenapa Jarvis membunyikan bel?” gumamnya.


Lindsey melihat siapa yang membunyikan dari monitor LCD dari dalam hotel. “Polisi?”


Melihat beberapa polisi mendatangi hotel, Lindsey segera menelepon Jarvis kembali.


“Belum sampai 5 menit sudah menelepon lagi. Aku sudah dekat, kok. Sebentar lagi sampai. 200 meter lagi.” ucap Jarvis.


Ting.. tong..


“Jarvis! Ada polisi datang ke sini! Ke hotel!” balas Lindsey dengan suara yang sekecil mungkin.


“Apa?!”


“Carlos, putar balik! Ada polisi mendatangi hotel!” ucap Jarvis kepada Carlos yang terdengar oleh Lindsey.


“Hmm, Lindsey.. aku tidak bisa pulang ke sana. Kamu tolong urus polisi itu, ya. Katakan saja kamu tidak tahu apa-apa. Kamu ’kan pengacara, kamu mengerti ’kan apa yang harus kamu lakukan?” ucap Jarvis.


Ting.. tong..


“Hah? Ada apa, sih?” balas Lindsey.


“Nanti aku telepon lagi. Oh, ya, sebelum itu hapus kontakku, riwayat panggilan, pesan, semuanya pokoknya hapus. Ok? Nanti aku telepon kamu lagi. Bye..” ucap Jarvis lalu mengakhiri panggilan.


“Jar—Apaan sih ini?!” Lindsey mencoba kembali menghubungi Jarvis namun ponselnya tidak aktif.


Ting.. tong..


Berkali-kali polisi di luar membunyikan bel, Lindsey akhirnya membukakan pintu.


“Lindsey Sky Lexis?”


“Ya, saya sendiri. Ada apa, ya?”


“Anda ditangkap atas tindakan penipuan dan pencucian uang. Kami menemukan adanya pencucian uang di rekening anda.”


“Apa?”


“Mari ikut kami.”


Polisi wanita mulai menggandeng Lindsey.


“Tunggu, tunggu, tunggu. Penipuan? Pencucian uang? Kalian ada bukti?” protes Lindsey.


“Selebihnya akan kami jelaskan di kantor polisi.”


Lindsey diboyong ke kantor polisi meski di dalam otaknya masih mencerna apa yang sedang terjadi menimpa dirinya.


Kantor polisi.


“Berikut bukti tindakan pencucian uang dari hasil tindak pidana penipuan yang masuk ke rekening anda.” ucap polisi.

__ADS_1


Dana Masuk 100.000.000


Dana Masuk 50.000.000


Dana Masuk 50.000.000


Dana Masuk 150.000.000


Dana Masuk 50.000.000


Dana Masuk 100.000.000


Dana Masuk 100.000.000


Ini kan rekening yang sudah lama tidak aku gunakan. batin Lindsey.


“Saya ingin memanggil pengacara saya.” ucap Lindsey.


“Silahkan.”


“Kenapa, Lindsey? Kapan kamu pulang? Luven datang membelikan banyak makanan. Kita sedang berpesta di sini!” kata Kapten.


“Kapt, aku sekarang ada di kantor polisi. Aku ditangkap atas pencucian uang dan penipuan. Bisa suruh Luven ke sini? Dan tolong suruh Piter melacak dana yang masuk ke rekening lamaku yang sudah dormant di bank CRI.” ucap Lindsey.


“Hah? Iya, iya, baik, baik. Kamu tunggu sebentar di sana.” balas Kapten.


“Kapt, sama satu hal lagi. Suruh Piter selidiki rekeningnya Jarvis juga.” ucap Lindsey.


“Ok baik, baik.”


30 menit kemudian..


“Lindsey.” Luven akhirnya tiba di kantor polisi.


“Luven.”


Polisi menjelaskan apa yang sedang terjadi.


“Rekening ini memang milik klien saya namun sudah tidak digunakan lagi hampir 1 tahun. Statusnya pun sudah rekening dormant. Silahkan di cek.” Luven mengeluarkan selembar kertas.


“Jarvis mengkambing-hitamkan kamu.” bisik Luven di telinga Lindsey saat polisi fokus memeriksa.


“Sudah kuduga ini pasti ada hubungannya dengan Jarvis.” ucap Lindsey.


“Dan terkait dana yang masuk, sebaiknya pihak yang berwajib bekerja sama dengan bank untuk menelusuri asal dana tersebut. Karena klien saya tidak dapat menelusurinya sendiri. Namun, klien saya akan bersikap kooperatif sebagai pemilik rekening dan memberikan segala informasi yang kalian butuhkan.” ucap Luven kemudian.


Jam 01.00


Alhasil, Lindsey berhasil dibebaskan dan ikut pulang bersama Luven dengan mobil Kapten yang lengkap ada anak geng di dalamnya.


“Jarvis benar-benar keterlaluan. Lindsey hampir dipenjara karena dia.” ucap Piter.


“Aku jadi ragu apakah Jarvis benar-benar cinta atau dia memiliki niat lain dengan Lindsey?” sahut Katie.


“Sekarang apa yang harus kita lakukan, Kapt?” tanya Luven.


“Tunggu sampai Jarvis menghubungi Lindsey.” jawab Kapten.


“Menghubungi? Cih. Dia kabur, Kapt! Dia sudah pergi jauh setelah aku bilang ada polisi datang.” sahut Lindsey.


“Dia pasti akan menghubungimu. Kalau bukan Jarvis, Carlos yang akan melakukannya.” ucap Kapten.


“Untuk apa mereka semua menghubungi Lindsey? Minta maaf? Laki-laki pengecut.” sahut Katie.

__ADS_1


“Untuk memastikan keadaan Lindsey. Kamu tidak tahu? Dua lelaki itu sudah tergila-gila dengan Lindsey. Mau taruhan?” balas Kapten.


“Aku bertaruh 500 ribu untuk Jarvis.” sahut Piter.


“Aku 2 juta untuk Carlos.” sahut Luven.


“Aku 5 juta untuk Jarvis.” sahut Kapten.


“Ladies, tidak ada yang mau?” tanya Piter.


“Aku 1 juta untuk Jarvis. Lindsey?” sahut Katie.


“Aku bertaruh dengan 1 ginjalku untuk Carlos.” ucap Lindsey.


Tririring... Ponsel Lindsey berbunyi.


“Jeng.. jeng..”


Carlos is calling...


“Carlos yang menelepon.” ucap Lindsey.


“Arghh!!” gerutu Piter, Kapten dan Katie karena kalah bertaruh.


“Speaker Lindsey.” sahut Luven.


Lindsey mengaktifkan speaker agar 1 mobil bisa mendengarnya.


“Lindsey?? Lindsey, bagaimana? Urusannya sudah selesai? Kamu bilang apa ke polisi?” tanya Jarvis.


Jarvis menelepon Lindsey menggunakan ponsel Carlos karena dia mematikan ponselnya.


“Sudah selesai. Masalah ini tidak ada sangkut pautnya denganmu.” jawab Lindsey.


“Oh benarkah? Ah, syukurlah. Kita harus bertemu. Aku akan mengirimkan lokasinya.” ucap Jarvis.


“Ya, baiklah.” balas Lindsey lalu mengakhiri panggilan.


“Jarvis BRR*NGS*KKKK!!! ‘Syukurlah’? Dasar laki-laki pecundang! Hobinya hanya membuat masalah untuk orang!” umpat Katie.


“Jarvis sedang ketakutan.” ucap Luven.


“Dan kalian tahu? Seseorang yang sedang ketakutan akan menunjukkan kelemahannya.” sambung Luven.


“Kita gunakan ketakutan itu untuk menyerangnya balik.” sahut Kapten.


Jam 01.30


Pelabuhan


Jarvis mengirimkan lokasi sebuah pelabuhan untuk menjadi tempat mereka bertemu. Pelabuhan yang sepi, tidak ada orang, udara yang begitu dingin dengan hembusan angin yang cukup kencang menjadi tempat pertemuan mereka kala itu.


Lindsey turun sendiri dari mobil lalu dijemput dan dikawal oleh beberapa anak buah Jarvis menuju titik pertemuan.


Jarvis bahkan tidak menjemputku langsung. batin Lindsey.


Di pertengahan jalan, muncullah Carlos.


“Berpencar.” ucap Carlos dengan singkat, padat, dan jelas kepada para anak buah. Para anak buah mengikuti perintah Carlos, meninggalkan Lindsey bersama dengan Carlos.


“Tidak ada hal buruk yang terjadi, ’kan?” tanya Carlos seraya merangkum kedua lengan Lindsey.


Bersambung...

__ADS_1


Halo semuanya. Terima kasih sudah membaca novel ini. Jangan lupa berikan dukunganmu kepada Author dengan memberikan: like, tips, komentar, dan hadiah vote. Tambahkan novel ini ke favorite kamu agar mengetahui up episode terbaru.


Bantu novel ini masuk ke ranking dengan memberikan like dan komentar agar novel ini semakin dikenal banyak orang🤗❤️ Terima Kasih


__ADS_2