Terjebak Cinta Terlarang Sang Mafia

Terjebak Cinta Terlarang Sang Mafia
Dari Rival Menjadi Partner


__ADS_3

EPISODE TERAKHIR


Jarvis membuka selimut dan menyuruh Lindsey untuk masuk. Mereka tidur bertiga dengan Noah di tengah. Salah satu keinginan Jarvis dapat terwujud sekarang.


“Besok aku ingin mengajakmu dan Noah ke suatu tempat sehabis Noah pulang sekolah.” ucap Jarvis.


“Kemana itu?”


“Sstt.. tidur. Sudah malam. Kalau tidak bisa tidur biar aku kelonin. Atau pok-pok mau?” ucap Jarvis.


“Aku tidur. Bye!” balas Lindsey.


“Selamat malam, Lindsey.” ucap Jarvis.


“Papa!!!” Noah berteriak memanggil nama Jarvis saat melihat Jarvis dan Lindsey sudah menunggunya di depan ruangan kelas.


“Noah, pakai sepatunya dulu!” ucap bu guru.


“Kenapa hanya kamu yang dipanggil? Apakah keberadaanku tidak terlihat. Wah, lama-lama aku iri denganmu.” ucap Lindsey ke Jarvis.


“Entahlah. Mungkin dia ngambek karena kamu menolak memberikan 4 adik untuknya.” balas Jarvis.


“Lihat deh aku buat sesuatu untuk kalian. Ini untuk Mommy, ini untuk Papis; Papi Jarvis. Hehehehe..” Noah menghampiri mereka dan memberikan cookies dengan kreasi warna yang dibuat oleh Noah.


“Ini hasil karya Noah di kelas hari ini. Masing-masing anak sebenarnya mendapat 1, namun karena Noah pintar dan tidak menangis, maka ada diberikan bonus untuk Noah.” ucap bu guru.


“Terima kasih, Miss.” balas Lindsey.


“Sama-sama. Sampai ketemu lagi hari Senin, ya, Noah.” ucap bu guru.


“Bye, Miss.” ucap Noah.


Mereka bertiga pun berjalan menuju ke mobil. Noah sangat manja sekali dengan Jarvis belakangan ini, apalagi sejak mengetahui bahwa Jarvis adalah ayahnya.


“Loh, ini ’kan bukan jalan menuju ke rumah?” ucap Noah.


“Kita pulang ke rumahnya nanti, ya, Noah.” balas Jarvis.


“Kenapa, Pi?”


“Papi mau membawa Noah dan Lindsey ke suatu tempat.” ucap Jarvis.


“Kemana, Pi?”


“Papi sedang mengerjakan proyek rumah besar yang membuat papi akhir-akhir ini pulang terlambat ke rumah. Noah mau lihat?” balas Jarvis.


“Mauu!”


“Proyek rumah? Apakah tidak berbahaya kalau kita ke sana?” tanya Lindsey.


“Tidak, kok. Rumahnya sudah selesai dibangun, sekarang tinggal proses finishing dan pengecatan.” jawab Jarvis.


Sesampainya di proyek rumah yang Jarvis maksud, Lindsey dan Noah berjalan berhati-hati untuk masuk ke dalam.


“Istirahat dulu semuanya. Beri tahu yang lain juga.” ucap Jarvis kepada pekerja di sana.


“Baik, bos.”


Perlahan para pekerja di sana meninggalkan rumah itu.


“Rumah ini dibangun dalam waktu 1,5 tahun. Rencananya 2 tahun, tapi Papi percepat. Dan banyak klien Papi yang berebut untuk membeli rumah ini. Mereka menawarkan harga yang tinggi ke Papi. Tapi akhirnya Papi memutuskan untuk tidak menjual rumah ini ke mereka.” ucap Jarvis sambil menggendong Noah, berjalan berkeliling.


“Kenapa, Pi?” tanya Noah.


“Karena ada pemilik yang cocok untuk rumah ini.” jawab Jarvis.


“Siapa, Pi?” tanya Noah.


“Noah lihat halaman kosong itu?” Jarvis menunjuk ke halaman belakang rumah yang luas dan hanya tanah kosong.


“Nanti halaman itu akan menjadi kebun.” ucap Jarvis.


“Waahh!! Seperti rumah opa, ada kebunnya!” balas Noah.


“Iya, benar. Dan pemilik rumah ini adalah Noah. Noah bisa bebas menanam buah apa saja di kebun itu.” ucap Jarvis.


“Hah?! Beneran, Pi?!”


“Iya. Noah suka?” tanya Jarvis.


“Suka, Pi! Noah suka sekali rumah yang ada kebunnya!” jawab Noah.


“Noah memang pemilik yang cocok untuk rumah ini.” ucap Jarvis lalu berjalan ke ruang yang lain.


“Dan ini kamar Noah. Nanti kalau Noah bangun tidur dan melihat ke jendela, Noah bisa langsung melihat kebun. Oh, ya. Papi sendiri yang mengecat kamar Noah, lho!” ucap Jarvis.

__ADS_1


“Wah! Noah suka! Kapan kita bisa tinggal di sini, Pi? Mommy, Noah mau pindah ke sini.” ucap Noah.


“Dua hari lagi. Setelah sudah selesai dicat semua, dan diisi dengan perabotan, kita bisa langsung tinggal di sini.” balas Jarvis.


“Asik! Noah hanya perlu tidur malam 2 kali dan kita bisa pindah ke sini! Horeee!!” ucap Noah.


“Ini beneran, Jarvis?” tanya Lindsey.


“Iya, lah! Akta tanah dan rumah sudah aku ubah menjadi nama Noah. Bisa dibilang nanti kita hanya menumpang di rumah ini.” jawab Jarvis.


Lindsey memeluk Jarvis.


...****************...


2 bulan kemudian..


Serrrtt....


Jarvis terbangun dengan mata yang masih menyipit, merem-melek kala Lindsey membuka gordyn sehingga sinar matahari dengan bebasnya masuk ke dalam kamar. Lindsey kembali ke ranjang, menghampiri Jarvis.


“Katanya kamu ada rapat penting pagi ini?!” oceh Lindsey di pagi hari.


Jarvis sudah terbiasa mendengar ocehan istrinya setiap pagi. Malahan, jika istrinya tidak mengoceh, dia merasa ada yang kurang. Iya, istri. Sudah genap 1 bulan sejak Lindsey berjalan menuju pelaminan dengan gaun pengantin, mengucap janji suci pernikahannya dengan Jarvis.


Di kamar mereka pun sudah terpajang bingkai foto yang besar, potret keluarga yang manis.


“Jam berapa sekarang?” tanya Jarvis.


“Hampir setengah 8.” jawab Lindsey.


“Wah!”


“MAMMYYYY!! PAPIII!!!” Noah berteriak memanggil mereka.


Jarvis segera lompat dari ranjang dan keluar dari kamarnya. Lindsey pun mengikutinya dari belakang.


“Ada apa, Noah?” tanya Jarvis.


“Tolong bantu Noah! Kotak pensil Noah masuk ke dalam kolong ranjang. Noah tidak bisa mengambilnya.” jawab Noah.


Jarvis pun langsung bertiarap dan memasukkan tangannya ke kolong ranjang demi mengambil kotak pensil milik putranya.


“Ayo, sedikit lagi, Papi! Majukan lagi tangan Papi!” Noah memberikan komando.


“Nah, sudah!” Tangan Jarvis mengeluarkan sebuah kotak dari kolong ranjang.


“Iya. Mommy yang belikan. Coba Papi buka, deh.” jawab Noah.


Jarvis dengan polosnya menuruti anaknya dan membuka kotak itu. Bukan pensil yang didapatinya, melainkan 2 test pack dengan garis merah.


“Lindsey?! Kamu hamil?!” tanya Jarvis.


Lindsey mengangguk.


“Ya, Tuhan! Terima kasih!” Jarvis memeluk Lindsey dengan erat. Kemudian dia turun ke perut Lindsey.


“Noah, ada adik Noah di dalam perut Mommy!” ucap Jarvis.


Tiba-tiba Jarvis bangkit berdiri. “Ah, aku harus cepat. Aku ingin melihat anakku sekarang.” ucapnya lagi.


“Katamu ada rapat penting pagi ini? Kita ke dokternya nanti saja setelah kamu rapat. Noah juga harus sekolah.” balas Lindsey.


“Aku tinggal suruh Carlos menjadwalkan ulang. Dan Noah, Noah mau sekolah atau ikut Mommy Papi ke rumah sakit untuk melihat adik?” ucap Jarvis.


“Kamu jangan memberi Noah pilihan yang sulit.” balas Lindsey.


“Noah mau lihat adik! Noah mau ikut! Sekolah kan setiap hari, tapi melihat adik tidak setiap hari.” ucap Noah.


“Ini baru anak Papi. Ok, let’s go!” ucap Jarvis.


...****************...


“Wah! Ini langka sekali. Ibu Lindsey hamil triplet alias kembar tiga. Selamat, ya.” ucap sang dokter saat melakukan pemeriksaan USG di perut Lindsey.


“Jadi, adik Noah ada tiga?!” sahut Noah.


“Iya. Nih, adiknya ada tiga.” ucap sang dokter seraya memperlihatkan layar.


“Wah! Iya loh, Linds! Ada tiga!” seru Jarvis.


Satu persatu keinginanku terwujud. Menikah dengan Lindsey, memiliki anak dan hidup berkeluarga. Bahkan sekarang ada 3 nyawa yang dititipkan di dalam perut Lindsey, yang akan menjadi calon buah hati kami, padahal 1 saja aku sudah bersyukur. Rasa syukurku menjadi berlipat-lipat banyaknya. Setelah penuh rintangan dan masalah yang aku dan Lindsey hadapi, akhirnya kami kembali bersatu, menjalani hidup dalam keluarga yang bahagia dan lengkap. Sebelumnya aku adalah rival bagi Lindsey, namun kini kami telah menjadi partner hidup bagi satu sama lain, partner membesarkan anak, partner tidur, partner segalanya. Dan inilah akhir dari kisah kami.


...THE END...


...****************...

__ADS_1


EPILOG


BABYMOON


Milan, Italy


“Tahu tidak? Di depan gereja ini aku pernah memiliki momen yang memalukan.” ucap Jarvis.


“Serius? Momen apa tuh?” tanya Lindsey.


“Saat aku berusia 10 tahun, aku pernah terjatuh di sini dan menangis. Banyak orang melihati aku dan itu membuat aku malu, tangisanku semakin kencang.” jawab Jarvis.


“Jarvis? Padahal kamu tinggal berdiri saja, loh.” ucap Lindsey.


“Aku malu. Sangat malu. Hingga aku melihat bocah 5 tahun yang mengulurkan tangannya untuk membantuku berdiri.” balas Jarvis..


“Jadi kamu dibantu berdiri oleh bocah, Jarvis? Hahahaha....” Lindsey menertawai Jarvis.


“Pasti di dalam hati bocah itu menertawaimu habis-habisan! Hahaha...” ucap Lindsey lagi.


“Ya, dia memang sedang menertawaiku habis-habisan sekarang.” balas Jarvis.


“Hahahaah... Hm? Apa?”


“Bocah itu adalah kamu, Lindsey. Saat itu kamu datang, dengan botol yang menggantung di lehermu dan di botol itu terdapat namamu. ‘Lindsey Sky’.” ucap Jarvis.


“Apa?”


“Dan aku berhasil mengenalimu lagi setelah 20 tahun, saat pertama kalinya kita bertemu di bar langgananku, kamu menyamar menjadi pelayan dengan nama ‘Lindsey’ yang terpasang di dada kirimu. ‘Ok, mungkin hanya nama saja yang sama.’. Begitu aku mendekat, menatap matamu, matamu memiliki mata yang sama dengan bocah yang menolongku. ‘Aku telah menemukannya.’. Sejak itulah aku yakin. Pertemuan kita bukanlah pertemuan semata-mata. Aku telah menyukai bagaimana matamu menatapku, dari Lindsey yang masih bocah 5 tahun, dan sekarang. Aku tidak percaya dengan takdir, sampai aku bertemu denganmu.” ucap Jarvis.


“Jarvis.. aku mencintaimu..” ucap Lindsey.


“Aku lebih mencintaimu.” balas Jarvis.


...****************...


Akhirnya, setelah kurang lebih 4 bulan hidup bersama novel ini, terima kasih semuanya sudah membaca novel ini hingga akhir dengan total 203ribu kata. Novel ini memang ga booming apalagi trending tp bersyukur luar biasa sekali krna ada yg support mau baca, like & komen, nungguin up dri Author setiap harinya, bahkan ada yg ngasih hadiah juga. Meskipun bnyk yg blg alur ceritanya aneh, ga jelas, dsb tp ttep aku bersyukur bgt. Tanpa kalian, apalah jadinya novel ini 🥹🥹 mohon maaf yg sebesar-besarnya apabila ada kesalahan penulisan , maupun kesalahan dari Author sendiri.


setiap awal pasti ada akhir, dan setiap pertemuan pasti memiliki perpisahan, namun disini Author tidak ingin memberikan perpisahan yang sedih2 jadi....



“BALAS DENDAM WANITA YANG DIANGGAP LEMAH”


Mampir yuk ke novel baru Author, baru rilis, masih anget krna baru keluar dari oven.


Novel ini menceritakan pahitnya hidup Anna yang ditindas oleh ibu dari kekasihnya dan mengubah kepahitan itu menjadi balas dendam. Karakter Anna awalnya memang terlihat mudah ditindas dan lemah namun setelah dia bertekad untuk balas dendam, Anna berubah menjadi seorang wanita yang kuat, tegas, dan pemberani. Karakternya masih penuh teka-teki dan menghadirkan banyak pertanyaan seperti “Kok Anna gini, sih?”, “Kok Anna gitu, sih?” karena sifat aslinya belum keluar.


Semoga novel ini bisa dinikmati dan menjadi pelipur lara untuk kalian semua 😊😊


Semua latar belakang, nama tokoh, jalan dan lainnya hanya fiktif ya 😉


...****************...


Prolog


Adrianna Gartner, yang akrab dipanggil Anna, adalah seorang gadis biasa yang menjalani hidup dengan kesepian. Anna tumbuh di sebuah panti asuhan dan dia tidak mengetahui siapa orangtuanya, Anna pun ragu apakah dia memiliki orang tua atau keluarga. Namun panti asuhan yang menaungi Anna bukanlah sekedar panti asuhan biasa, kebutuhan setiap anak di sana selalu terpenuhi karena panti asuhan itu disponsori oleh para kalangan atas.


Entah hanya pencitraan di depan kamera saja, para kalangan atas itu rutin mendatangi panti asuhan dengan memberikan bantuan dana, sembako, dan lain lain. Masalah finansial, Anna memang tidak pernah merasa kekurangan di dalam hidupnya. Anna juga menentukan pilihan hidupnya sendiri untuk masuk ke universitas bergengsi dengan sokongan dana para sponsor.


Alasan untuk masuk ke universitas bergengsi cukup klasik, dia ingin memperbaiki hidupnya dan menjalani hidup seperti anak-anak lain yang sebaya dengannya. Hidupnya berubah drastis ketika dia bertemu dengan Zachary Smith (Zack), cucu pewaris tunggal HG Group. Mereka berada di fakultas yang sama, yaitu fakultas ekonomi, yang membuat mereka sering bertemu, sering menghabiskan waktu bersama, bertukar pikiran mengenai urusan perkuliahan, dan hubungan mereka berlanjut karena menyimpan ketertarikan terhadap satu sama lain.


Anna awalnya tidak mengetahui siapa Zack, latar belakang keluarganya, karena Zack menutupi identitasnya dari Anna. Dengan alasan dia tidak ingin Anna merasa terbebani dan dapat menjalin hubungan yang normal seperti pasangan pada umumnya. Lambat laun, Anna akhirnya tahu siapa sebenarnya laki-laki yang sedang dia pacari. Anna menjadi ragu akan hubungannya dengan Zack. Namun Zack selalu meyakinkan Anna bahwa dia tulus mencintai Anna.


Kabar hubungan mereka terendus dan sampai di telinga ibu Zack. Membuat ibu Zack murka dan tidak senang, hubungan mereka tidak direstui oleh ibu dari Zack karena perbedaan latar belakang yang sangat kontras. Anna selalu mendapat perlakuan tidak baik dari Ibu Zack demi memisahkannya dengan Zack. Karena Ibu Zack selalu memandang rendah Anna, dibesarkan di panti asuhan, membuat Ibu Zack menentang keras hubungan putranya dengan Anna yang menurutnya latar belakang Anna tidak jelas asal usulnya.


Usahanya untuk memisahkan putranya dan Anna tidak kunjung berhasil, membuat Ibu Zack memutuskan untuk menjodohkan putranya dengan wanita yang memiliki latar belakang yang sama, juga untuk kelancaran bisnis. Hingga Anna harus menerima ujian pahit dalam hidupnya ketika dihadapkan dengan kenyataan bahwa laki-laki yang dicintainya menjadi suami untuk wanita lain. Dan lebih pahitnya lagi, Anna mengetahui bahwa dirinya hamil.


Ibu Zack tentu tidak tinggal diam, dia terus menindas, memberi perlakuan kejam, dengan maksud agar Anna menyerah atas anaknya. Membuat Anna harus berada di posisi yang tak pernah ia bayangkan sebelumnya. Hingga Anna berencana untuk membalas semua perbuatan ibu Zack, membuat ibu Zack bertekuk lutut padanya. Karena kesabaran pun ada batasnya.


Apa yang Anna lakukan untuk membalaskan dendamnya dan membuat Ibu Zack bertekuk lutut padanya? Apakah Anna berhasil membalaskan dendamnya? Bagaimana kisah cinta Anna dan Zack yang terhalang oleh restu ibu? Apakah cinta Anna dan Zachary dapat bersatu kembali?


...****************...


CUPLIKAN


“Ini cek berisi 200 juta untuk anda. Kalau kurang, bilang saja. Saya bisa memberikan ini tiap bulan untuk anda.” Mamanya Zack menyerahkan sebuah amplop putih untuk Anna dan pergi meninggalkan restoran.


Anna menatap amplop tersebut sejenak, sebelum Anna mengambil amplop itu dan keluar mengejar mamanya Zack.


“Maaf, tante. Tapi tante salah, saya kembali ke sini bukan untuk mengikuti Zack.” ucap Anna.


Plak!


Anna mendapat tamparan keras di pipinya saat ingin mengembalikan amplop putih itu.

__ADS_1


“Anda pasti mengerti maksud saya, ’kan? Ambil itu dan jauhi anak saya. Toh uang segitu tidak ada apa-apanya bagi saya.” ucap mamanya Zack.


__ADS_2