Terjebak Cinta Terlarang Sang Mafia

Terjebak Cinta Terlarang Sang Mafia
Tidak Ngapa-Ngapain


__ADS_3

halo semuanya.. hari ini aku akan up banyak .. sebelum baca, yuk boleh yuk scroll dulu ke episode sebelumnya dan di like ya supaya aku semangat trs updatenya likenya masih dikit nihh 😭😭☺️☺️☺️ terima kasihh 🙏🏻🙏🏻


...****************...


Lindsey pun juga berniat untuk pergi. Ting...


Sebuah notifikasi masuk ke ponselnya.


Jarvis.


Mau makan siang bersama?


Lindsey tersenyum.


Mereka makan siang bersama berempat. Lindsey berekspetasi hanya makan siang berdua saja dengan Jarvis, namun ternyata ada bala-balanya yaitu Carlos dan Katie.


“Kita datang bertiga ke pengadilan masa kita pulang terpisah? Aku mengikut kemana bosku pergi, lah. Ternyata dia ke sini, makan siang, bersama seseorang.” ucap Katie.


“Hmm.. Katie..” ucap Lindsey.


“Ya, kamu berutang penjelasan padaku. Sejak kapan kalian kembali bersama?” tanya Katie.


“Aku penasaran juga. Pantas saja Jarvis belakangan ini ketika kutanya sudah makan atau belum jawabannya selalu ‘Sudah.’. Ternyata ini dia yang makan bersama Jarvis belakangan ini.” sahut Carlos.


“Oh! Iya, iya. Aku baru ngeh sekarang. Biasa kamu makan banyak di rumah sampai rebutan lauk, kali ini makannya hanya secuil. Karena sudah makan bersama Jarvis?” tambah Katie seraya memegang garpu yang menancap ke atas.


Jarvis memegang tangan kanan Lindsey yang berada di atas pahanya. Keduanya duduk bersampingan dan dua orang di hadapan mereka sedang menginterogasi mereka.


“Kita memang kembali bersama.” ucap Jarvis.


“Sejak kapan?!” tanya Katie dan Carlos secara bersamaan.


“Baru, kok. Baru. Kalian tenang saja. Kali ini kita tidak ngapa-ngapain, kok.” ucap Lindsey.


“Memangnya kalian dulu ‘ngapa-ngapain’?” tanya Katie.


Matilah. Bagaimana ini, Jarvis? batin Lindsey.


Aku juga tidak mengerti yang kamu ucapkan. Tanggung jawab sendiri atas perkataanmu. batin Jarvis seolah mereka sedang bertelepati.


Lindsey spontan menggaruk kepalanya karena gugup dengan mengangkat tangan kanannya yang sedang berpegangan menyatu dengan tangan kiri Jarvis. Lindsey pun terkejut sendiri dan langsung menyembunyikan tangan mereka di bawah meja.


Katie menghembuskan napasnya. “Menggelikan sekali gaya pacaran orang zaman sekarang.”


Sementara Carlos menggeleng-gelengkan kepalanya dan merasa setuju dengan kalimat Katie barusan.


“Makanan sudah datang. Selamat menikmati.” ucap seorang pelayan mengantarkan makanan 4 porsi sup daging sapi yang masih berasap dan nasi putih.

__ADS_1


“Ngomong-ngomong, tadi kamu keren sekali, Lindsey! Kamu terlihat seperti pengacara sungguhan!” ucap Katie.


Mata Lindsey kian membesar setelah mendengar kalimat pujian itu. Kalimat pujian yang seharusnya tidak didengar oleh Jarvis dan Carlos.


“Kamu ini bod*h atau bagaimana? Lindsey ’kan memang pengacara.” sahut Carlos.


“Eeemm.. iyaaa.. maksudku, selama ini Lindsey tidak terlihat seperti pengacara, gitu. Dia terlihat tidak serius dan bermain-main dalam pekerjaannya.” ucap Katie.


“Kamu memang keren sekali tadi. Aura kamu berbeda saat berada di dalam ruang persidangan tadi.” sahut Jarvis.


“Ah, itu biasa kok. Persidangan memang seperti itu. Mungkin karena ini pertama kalinya kalian melihat aku bersidang.” balas Lindsey.


“Kamu memang berbeda sekali saat bersidang dan saat sedang ngumpul dengan kita.” sahut Carlos.


“Bagaimana persidangan berikutnya? Kamu sudah siap?” tanya Katie.


“Tentu saja. Apa kalian akan menontonku lagi?” balas Lindsey.


“Tentu saja. Aku akan menaruh mataku sampai kasus yang telah mengganggu tidur kita di jam 2 pagi berakhir.” sahut Jarvis.


“Apa?!” pekik Katie.


“Kamu tidak tahu? Mentornya datang ke apartemen, memencet bel terus menerus, menggedar-gedor pintu, memanggil Lindsey dengan berteriak di jam 2 pagi karena kasus ini.” ucap Jarvis.


“Kamu sedang tidur bersama dia saat itu?” tanya Katie kepada Lindsey sambil mengarahkan garpu ke arah Jarvis.


“Inikah yang dinamakan ‘tidak ngapa-ngapain’?” tanya Katie lagi.


“Memang benar, kok, kita tidak ngapa-ngapain. Tidur bersama memangnya kenapa?” balas Lindsey.


“Matamu ‘tidak ngapa-ngapain’. Kalian pasti ‘ngapa-ngapain’ sebelum tidur bersama.” ucap Katie.


“Tapi kali ini kita pakai pengaman berlapis-lapis, kok.” sahut Jarvis.


“Jarvis?!” pekik Lindsey.


“Ketahuan, kan. Memang benar kalian ‘ngapa-ngapain’.” balas Carlos.


“Tapi kita akan berusaha mengembangkan hubungan platonik.” sahut Lindsey.


(*Hubungan platonik adalah hubungan dimana seseorang memiliki ikatan yang erat namun tidak memiliki hubungan sek*ual.)


“50, 50 denganku, Jarvis tidak akan bisa menjalani hubungan platonik.” sahut Katie.


“50 apa, nih? Ribu?” tanya Jarvis.


“Juta!” jawab Katie.

__ADS_1


“Wow.” ucap Jarvis.


“Tapi kali ini tidak. Kita akan lebih berhati-hati, dan akan mempertimbangkan matang-matang tentang keinginan memiliki seorang anak. Ya, kan, Jarvis?” ucap Lindsey.


“Oh.. iya.. betul itu..” balas Jarvis.


...****************...


2 Hari kemudian...


Sidang Pemanggilan Saksi


Saksi: Zoe Todd.


Lindsey kembali duduk berhadapan dengan Rivan di dalam ruang persidangan. Namun Lindsey sudah tidak tegang seperti sidang pertama. Kepercayaan dirinya meningkat. Dia menjadi lebih optimis dalam memenangkan sidang kasus ini.


Ada juga Katie, Jarvis, Carlos, mama William, William, mamanya Luven dan Luven yang juga kembali hadir di bangku pengunjung. Luven hadir untuk menonton persidangan karena sedang tidak bentrok dengan jadwalnya. Namun tetap dia menolak untuk ikut membela kasus papanya.


Juga sejumlah media dengan kamera yang sudah stand by di depan gedung. Skandal permasalahan yang menimpa Roland sekarang selalu menjadi topik hangat untuk diberitakan.


“Hakim memasuki ruang sidang, hadirin mohon berdiri.”


Semua yang hadir dalam ruangan sidang tersebut, termasuk jaksa penuntut umum, pengacara dan pengunjung berdiri. Hakim dan majelis hakim memasuki ruangan sidang melalui pintu khusus, kemudian duduk di tempat duduknya masing masing. Hadirin dipersilahkan duduk kembali.


Hakim ketua membuka sidang. “Sidang pemeriksaan saksi kembali digelar.” Di ikuti dengan ketokan palu sebanyak tiga kali.


Zoe Todd dihadirkan sebagai saksi dengan pakaian tahanan dan borgol. Kedatangannya diiringi oleh polisi sampai dia tiba di kursi saksi dan mengucapkan sumpah saksi.


Zoe mengucapkan sumpah. "Saya bersumpah bahwa saya sebagai saksi akan menerangkan dengan sesungguh-sungguhnya dan sebenarnya, tidak lain dari yang sebenarnya. Jika saya berdusta, saya bersedia dihukum berdasarkan pasal yang ada.”


“Pengacara pembela, silahkan ajukan pertanyaan.” ucap hakim ketua.


“Baik, Yang Mulia.” Lindsey bangkit dari kursinya dan berjalan mendekati Zoe Todd di kursi saksi.


“Zoe Todd, beberapa hari yang lalu anda ditangkap saat sedang berkampanye di sebuah desa dengan membagikan 2.000 kilogram tepung gratis yang ternyata di dalamnya adalah nark*ba jenis ko*ain. Di hari itu juga anda dinyatakan sebagai pengedar, apakah itu benar?” tanya Lindsey.


“Ya, itu benar.” jawab Zoe.


“Pada saat itu juga, anda dikeluarkan dan dicopot dari anggota dewan, anda juga mengundurkan diri dari pencalonan sebagai presiden meski sudah melakukan kampanye dari pulau ke pulau. Apakah itu benar?” tanya Lindsey.


“Ya, itu benar.” jawab Zoe.


“Dalam pencalonan anda sebagai presiden, terdapat berbagai partai besar yang menentang pencalonan anda, bukan?” tanya Lindsey.


Bersambung...


Halo semuanya. Terima kasih sudah membaca novel ini. Jangan lupa berikan dukunganmu kepada Author dengan memberikan: like, tips, komentar, dan hadiah vote. Tambahkan novel ini ke favorite kamu agar mengetahui up episode terbaru.

__ADS_1


Bantu novel ini masuk ke ranking dengan memberikan like dan komentar agar novel ini semakin dikenal banyak orang🤗❤️ Terima Kasih


__ADS_2