Terjebak Cinta Terlarang Sang Mafia

Terjebak Cinta Terlarang Sang Mafia
Kecelakaan


__ADS_3

Tidak menyerah, anak buah Jarvis mengejar mereka hingga utusan pamannya Jarvis check-in. Beruntungnya utusan paman Jarvis bergerak lebih cepat dan tidak bertemu anak buahnya Jarvis. Namun tidak dengan Kapten.


Dia masih dikejar oleh anak buahnya Jarvis yang jumlahnya lebih dari 5 orang. Sedangkan Kapten hanya sendiri.


“Lindsey, aku dikejar anak buah Jarvis.” ucap Kapten melalui earbuds sambil berlari.


“Apa?!”


“Aku sekarang ada di pintu—.” ucap Kapten terputus.


“Kapt? Pintu apa, Kapt?! Kapt?! Dimana, Kapt?!” tanya Lindsey.


“Tidak tahu. Aku hanya berlari lurus dari check-in keberangkatan ke luar negeri.” jawab Kapten.


“Kapten, Kapten berlari lalu belok ke kiri 2 kali, Lindsey, majukan mobilmu, nanti kalian akan bertemu.” sahut Piter melalui earbuds.


“Ok.” jawab Kapten.


“Piter, kamu meretas CCTV di bandara?!” tanya Lindsey.


“Demi kalian.” jawab Piter.


Lindsey memajukan mobilnya sesuai instruksi Piter.


“Kapt!” Lindsey memanggil Kapten begitu melihat Kapten yang baru saja keluar dari pintu. Kapten langsung berlari masuk ke dalam mobil Lindsey.


Lindsey kembali menancap gas dan mengemudikan mobilnya keluar dari bandara. Jelas sekali dia melihat beberapa anak buah Jarvis yang mengejar Kapten di belakang tadi. Bahkan kini mereka juga mengejar mobil yang dikendarai Lindsey.


Lindsey menginjak pedal gas dalam-dalam untuk menaikkan kecepatan laju mobilnya. Sampai Kapten berpegangan erat pada hand grip mobil meski sudah memakai sabuk pengaman.


“Hati-hati, Lindsey.” ucap Kapten.


Lindsey melaju mengisi kekosongan yang ada meski jalanan masih agak padat dengan menyalip mobil yang ada di depannya. Tatapannya lurus ke depan, sekali-sekali menatap spion mobilnya untuk melihat pergerakan anak buah Jarvis yang mengejarnya. Ada 3 mobil yang mengejar Lindsey. Namun yang jaraknya paling dekat dengan mobil Lindsey baru 1 mobil saja.


Di sisi lain, dari rumah markas Piter mencari rute terbaik dan teraman menggunakan kemampuan dalam komputernya.


“Sh*t. Tidak ada rute terbaik. Semuanya padat dan macet.” umpat Piter.


“Kalau begitu aku akan meretas lampu lalu lintasnya.” sambung Piter kemudian.


“700 meter di depanmu ada perempatan lampu lalu lintas. Dalam hitungan ke 10, aku akan mengubah lampu menjadi merah.” ucap Piter.


“10.”


“Ambil jalan kanan, Lindsey. Setelah ini arah rumah kita kalau belok kanan.” sahut Kapten.


“9.”


“Si*l. Mobil yang mengejarku bertambah!” umpat Lindsey.


“8.”


“Jangan melirik spion.” ucap Kapten.

__ADS_1


“7.”


“Fokus saja ke depan.” ucap Kapten lagi.


“6.”


“Ambil jalan kanan, Lindsey!” ucap Kapten.


“5.”


Baru saja Lindsey ingin berpindah jalur, tiba-tiba di sebelah kanannya yang kosong terisi oleh sebuah mobil.


“4.”


“Arghh!” eluh Kapten.


“Itu mobil anak buahnya Jarvis! Aku tidak bisa ke kanan setelah lampu merah!” ucap Lindsey.


“Lalu bagaimana, Lindsey? Aku sudah mencari rute—” Kalimat Piter terpotong saat Lindsey meneriakinya melalui earbuds.


“Piter, sekarang!”


Piter pun mengubah lampu lalu lintas menjadi warna merah yang itu artinya semua kendaraan harus berhenti. Mobil Lindsey berhasil lolos dan melaju lurus ke depan.


Hati Lindsey dan Kapten pun melega, akhirnya Lindsey bisa mengurangi kecepatan mobilnya. Piter dan Katie yang memantau dari layar komputer pun juga lega dan akhirnya bisa duduk bersandar.


Brakkk..!!!


Mobil anak buah yang mengejar Lindsey tertabrak oleh mobil pengendara lain dari perempatan sebelah kanan karena lampu berganti menjadi merah dan mereka menerobosnya.


“Waduh.. selamat tidak, ya, mereka?” tanya Lindsey.


“Bersyukurlah, Kapt, karena Lindsey yang mengemudikan mobil. Kalau bukan Lindsey, mungkin Kapten akan bernasib sama seperti anak buahnya Jarvis.” sahut Katie melalui earbuds.


“Kalian pikir, duduk di mobil yang dikendarai Lindsey akan tenang-tenang saja? Memang tidak terjadi kecelakaan, tapi jantungku seakan mau lepas karena kecepatannya. Rohku seakan lepas dari tubuhku.” balas Kapten.


Lindsey menelpon seseorang di mobilnya.


“Halo? Luven, B 3159 LIN, mobil itu baru saja mengemudi dengan kecepatan di atas peraturan lalu lintas. Tolong urus itu, ya. Terima kasih!” ucap Lindsey.


“Hey? Itu mobilmu, ya? Hey! Kamu kan pengacara? Kenapa kamu melanggar peraturan?” balas Luven.


“Iya, tadi aku tidak sengaja menginjak pedal gas sampai dalam.” ucap Lindsey.


“Bagaimana bisa tidak sengaja? Kamu jujur saja deh padaku.” tanya Luven.


“Hm?”


“Pasti kamu balapan kan di jalan raya untuk mendapatkan penghasilan tambahan?” tanya Luven.


“Hah? Bukan, bukan. Aku mengebut supaya tidak kena lampu merah. Aku lagi buru-buru karena di rumahku sedang berpesta. Nanti kalau tidak cepat sampai ke rumah, makanan akan habis dengan kakakku.” jawab Lindsey dengan mengarang.


“Ya sudah, ya sudah. Nanti aku urus penilanganmu.” balas Luven.

__ADS_1


“Terima kasih!” Lindsey mengakhiri panggilannya dengan Luven.


“Siapa Luven?” tanya Kapten menginterogasi.


“Dia mentorku di firma. Kata Piter dia pandai melobi, koneksinya juga luas. Mengurus masalah ditilang pasti hal yang kecil kan?” balas Lindsey.


“Mentor apaan kok akrab begitu? Tidak ada sopan sopannya pula bicara ke mentor.” ucap Kapten.


“Kita sudah menjadi bestie mulai sejak tadi. Swag!” balas Lindsey.


Kapten menggeleng-gelengkan kepalanya.


Mobil yang dikemudikan Lindsey akhirnya sampai di rumah markas setelah diajak ngebut bersama. Kapten dan Lindsey kembali ke rumah markas.


“Woohoo! Ini dia pembalap kebanggaan geng Morex!” seru Piter kala Lindsey masuk ke dalam rumah.


“Mulus sekali ngeengnya. Ampun deh!” tambah Katie.


“Kabarnya, mobil anak buah Jarvis rusak parah. Sudah tidak bisa diperbaiki lagi. Di dalamnya ada 2 orang yang langsung dilarikan ke rumah sakit.” ucap Piter.


“Bagaimana keadaannya?” tanya Lindsey.


“Masih hidup. Tapi kritis. Kemungkinan besar akan lumpuh ketika sadar nanti.” jawab Piter.


“Apa masih ada kemungkinan sadar? Aku lihat sih tadi parah sekali. Mobilnya sampai terpental lalu terguling-guling.” sahut Kapten.


“Salah mereka sendiri sudah mengejar mobil Lindsey. Memangnya mereka tahu apa yang diserahkan Kapten?” sahut Katie.


“Entahlah. Tapi aku harus bilang kamu hebat sekali tadi. Padahal kita nyaris gagal kabur.” ucap Piter.


“Iya, hebat. Bensin aku jadi korbannya. Garisnya sudah tipis tadi aku lihat. Karena habis ganti knalpot, bensinnya jadi boros kalau dibawa ngebut.” balas Lindsey.


“Ganti knalpot?” tanya Kapten.


“Iya.” jawab Lindsey.


Kapten menggeleng.


“Kalau tidak ganti, tidak bisa sengebut tadi mobilnya.” ucap Lindsey.


“Ya sudah. Sekarang semuanya naik. Tidur. Sudah malam.” ucap Kapten.


...****************...


Keesokan harinya..


Di JM Buildings,


Ruangan Jarvis.


“Dari 7 orang yang ditugaskan semalam di bandara, mereka melihat utusan pamanmu bertemu orang ini.” Carlos melaporkan kejadian semalam dan menyertakan 2 foto dari CCTV. Foto pertama memperlihatkan Kapten sedang berinteraksi dengan utusan pamannya Jarvis dan memberikan sebuah file. Lalu foto kedua memperlihatkan Kapten sedang berlari di bandara.


Bersambung...

__ADS_1


Halo semuanya. Terima kasih sudah membaca novel ini. Jangan lupa berikan dukunganmu kepada Author dengan memberikan: like, tips, komentar, dan hadiah vote. Tambahkan novel ini ke favorite kamu agar mengetahui up episode terbaru.


Bantu novel ini masuk ke ranking dengan memberikan like dan komentar agar novel ini semakin dikenal banyak orang🤗❤️ Terima Kasih


__ADS_2