Terjebak Cinta Terlarang Sang Mafia

Terjebak Cinta Terlarang Sang Mafia
Pertemuan 2 Keluarga


__ADS_3

halo semuanya.. hari ini aku gabisa up banyak karna smua stoknya sudah aku keluarin kemarin.. sebelum baca, yuk boleh yuk scroll dulu ke episode sebelumnya dan di like ya supaya aku semangat trs updatenya ☺️☺️☺️ (like nya masih dikit nihh 😭😭) terima kasihh 🙏🏻🙏🏻


...****************...


Selesai sudah persidangan dan berhasil berpihak kepada Roland dan Lindsey. Sidang pertamanya sebagai pengacara pembela berhasil dia menangkan. Dan juga dia merasa senang karena bisa membuktikan bahwa papanya Luven telah dijebak dan berhasil membebaskan papanya Luven dari tuntutan.


“Terima kasih banyak, Lindsey.” ucap Roland seraya mengulurkan tangannya kepada Lindsey.


Lindsey menerima uluran tangan Roland dan keduanya berjabat tangan. “Sama-sama, om.”


Roland beralih ke kursi pengunjung menghampiri istri dan anaknya. Mereka pun berpelukan hingga setitik air mata kebahagiaan lolos dari mata istrinya alias mamanya Luven.


Lindsey pun merasa tersentuh melihatnya dari meja pembela. Lindsey kian merapikan berkas-berkasnya yang berada di atas meja.


Perlahan Luven datang menghampiri Lindsey di meja pembela. “Lindsey, cie menang. Kamu hebat sekali tadi. Aku tidak menyangka hasil didikanku menjadi luar biasa seperti ini. ‘Karena pepatah mengatakan, ‘fitnah lebih kejam dari pembunuhan.’. Sekian, Yang Mulia.’” ucap Luven dan meniru kalimat yang Lindsey ucapkan tadi.


“Kamu ingin memujiku, atau memuji dirimu sendiri?” balas Lindsey.


“Hahaha.. dua duanya. Aku kan juga berperan. Oh, ya, orangtuaku mengajak makan bersama dengan orangtua angkatku selagi bertemu.” ucap Luven.


“Oh?” Lindsey melirik ke kursi pengunjung, terdapat orangtua angkatnya, Katie, Jarvis, dan Carlos.


“Sudah, yuk. Kita tunggu Lindsey di luar saja.” ucap Katie mengajak Jarvis dan Carlos keluar.


Mereka bertiga pun keluar dari ruang sidang.


“Oh, baiklah. Aku akan menyusul.” balas Lindsey.


“Papa juga akan memberikan sedikit tanggapan kepada media. Aku tunggu, ya. Jangan lupa ajak orangtuamu.” ucap Luven lalu pergi meninggalkan ruang sidang.


Setelah membereskan berkas, Lindsey pun berniat meninggalkan ruang sidang bersama mama dan papanya di kursi pengunjung. Mama William kian merentangkan tangannya selebar mungkin saat Lindsey berjalan ke arahnya. Lindsey pun masuk ke dalam pelukan hangat mamanya.


“Hebat sekali anak mama! Mama bangga sekali sama kamu, nak.” ucap bu William lalu mengusap kepala Lindsey.


“Papa juga. Anak papa yang satu ini hebat sekali. Apa kamu tahu, kamu sudah menyingkirkan satu saingan papa, loh.” sahut William.


“Terima kasih, ma, pa. Di awal persidangan, aku gugup sekali tapi setelah melihat wajah kalian, kegugupanku menghilang seketika.” balas Lindsey.


“Ah, anak kita yang satu ini memang pintar berkata-kata, ya, pa. Hahaha..” ucap bu William.


“Hahaha..”


Mereka bertiga pun berjalan keluar dari ruang sidang. “Oh, ya, ma, pa, orangtuanya Luven ingin makan siang bersama selagi bertemu. Bagaimana?” tanya Lindsey.


“Boleh. Makan siang saja, kan?” balas William.


“Luven sih bilangnya begitu. Tapi mereka akan memberikan sedikit kata kepada media.” ucap Lindsey.


“Ya, sudah. Kita berangkat terpisah kalau begitu.” balas William.

__ADS_1


“Hati-hati mengemudinya, ya, Sayang. Sampai bertemu di sana.” ucap bu William.


“Iya, ma, pa.” Lindsey berpisah dengan kedua orangtuanya.


Dari belakang, Katie, Jarvis dan Carlos menghampiri dan mengagetkan Lindsey.


“Eh, kalian sudah menunggu lama?” tanya Lindsey.


“Tidak, kok. Baru saja. Yuk.” jawab Katie.


“Eh, aku tidak bisa ikut makan siang dengan kalian. Aku sudah diajak makan siang dengan klienku tadi. Jadi, kalian makan siang tanpaku, ya, kali ini.” ucap Lindsey.


“Lindsey!” Luven berteriak memanggil nama Lindsey dari kejauhan.


“Aku pergi dulu, ya! Sampai jumpa!” pamit Lindsey lalu pergi ke arah suara Luven yang memanggilnya.


“Klien?! Itu kan mentornya!” protes Jarvis akibat cemburu.


“Kliennya itu adalah ayah dari mentornya.” sahut Katie.


“Jadi, Lindsey akan makan siang bersama mentornya juga?!” tanya Jarvis.


Katie mengerdikkan bahunya.


“Tadi Lindsey bilangnya bagaimana?” balas Katie.


“Sepertinya kliennya Lindsey ingin Lindsey menjadi menantunya. Aku bisa melihat situasi ini.” sahut Carlos yang memanas-manasi Jarvis.


“Katie, apa kamu tahu siapa pasangan yang keluar bersama Lindsey dari ruang sidang tadi? Kalau tidak salah dengar, yang wanita memanggil Lindsey dengan sebutan ‘Sayang’.” tanya Jarvis kemudian.


“Wah itu mungkin kenalannya Lindsey juga. Mereka pasti juga ingin menjadikan Lindsey sebagai menantunya. Karena dilihat dari nama panggilannya, sepertinya mereka sayang sekali dengan Lindsey seperti sayang ke anak sendiri. Konon katanya mertua juga menganggap menantu sebagai anaknya sendiri.” sahut Carlos.


“Apa-apaan! Sudah! Kembali ke kantor! Kita tidak jadi makan di luar! Kita makan di kantin kantor saja!” ucap Jarvis dengan kesal lalu pergi dari gedung pengadilan.


“Gampang sekali membodohi Jarvis.” ucap Carlos kepada Katie.


...****************...


Private room di sebuah restoran.


Jam 14.00


Keluarga Gourman dan Verwills makan siang bersama di sebuah restoran dengan private room. Ini menjadi pertama kalinya mereka makan siang bersama meski sudah beberapa kali direncanakan.


“Lindsey, terima kasih sekali lagi. Berkat kamu, nama om kembali bersih lagi. Pandangan orang-orang ke om juga sudah berubah.” ucap Roland.


“Sama-sama, om. Aku senang bisa membantu om.” balas Lindsey.


“Kalau boleh tahu, kenapa dari awal anda menentang pencalonannya Zoe?” tanya William.

__ADS_1


“Karen nantinya dia akan menjadi ‘raja boneka’. Ada sekelompok orang yang mengendalikan dia.” jawab Roland.


“Apakah om dan partai om bisa mendukung papa mulai sekarang? Aku akan menganggap itu sebagai bentuk rasa terima kasih om.” sahut Lindsey.


“Oh, tentu saja. Om akan menunjukkan rasa terima kasih om dengan baik.” balas Roland.


“Hahhahah...”


“Terima kasih, om.”


“Oh, ya, bagaimana kamu bisa mendapat rekaman video yang diputar di persidangan tadi?” tanya Luven.


Flashback ON.


Setelah mengadakan pertunjukkan “sulap” tepung berubah menjadi nark*ba, geng Morex kembali ke rumah markas dan langsung merebahkan diri di atas sofa. Terpancar aura kebahagiaan dan puas dari wajah mereka. Mereka benar-benar puas sekali menyaksikan pertunjukkan yang mereka buat sendiri.


“Tinggal bagaimana caranya membuktikan kalau papanya Luven dijebak oleh Zoe.” ucap Lindsey.


“Oh soal itu kamu tidak perlu khawatir, Lindsey. Kamu tinggal bawa ini ke persidangan nanti.” balas Kapten seraya menyerahkan sebuah usb untuk Lindsey.


“Usb apa ini?” tanya Lindsey.


“Di dalam usb itu ada sebuah video yang merekam rencana Zoe menjebak papanya Luven.” jawab Kapten.


“Serius?! Darimana kalian dapatkan ini?” tanya Lindsey.


“Semalam Piter menyamar sebagai pelayan laki-laki masuk ke dalam ruang pribadi Zoe dan seseorang di bar. Dan memakai kacamata dengan mikrofon dan kamera di dalamnya.” jawab Kapten.


“Hey, menyamar butuh jantung ekstra, ya, rupanya. Jantungku kemarin berdegup kencang seakan mau meledak.” sahut Piter.


“Memang, kamu baru tahu? Rasakan sendiri pekerjaanku dan Lindsey selama ini.” sahut Katie.


“Lindsey, menyamar sekarang ini memangnya kamu tidak deg-degan? Apa kamu tidak takut ketahuan?” tanya Piter.


Flashback OFF.


“Oh, ya, bagaimana kamu bisa mendapat rekaman video yang diputar di persidangan tadi?” tanya Luven.


“Aku.. sebenarnya.. menyogok staf di bar..” jawab Lindsey di depan kedua orangtua mereka.


“Ahahah.. Lindsey memang banyak akalnya.” ucap Roland.


“Heheehe.. Bisakah kalian merahasiakan ini? Aku takut—” ucap Lindsey.


“Ah, tenang saja! Itu hal kecil!” sela Roland.


“Oh, ya, ehm.. mengenai hubungan Lindsey dan Luven, tampaknya mereka sudah cukup dekat—” kalimat Roland terpotong karena William menyela.


Bersambung...

__ADS_1


Halo semuanya. Terima kasih sudah membaca novel ini. Jangan lupa berikan dukunganmu kepada Author dengan memberikan: like, tips, komentar, dan hadiah vote. Tambahkan novel ini ke favorite kamu agar mengetahui up episode terbaru.


Bantu novel ini masuk ke ranking dengan memberikan like dan komentar agar novel ini semakin dikenal banyak orang🤗❤️ Terima Kasih


__ADS_2