
halo semuanya👋👋 jumpa lg di bab berikutnya.. hari ini aku akan up 3 episode sekaligus.. jgn lupa dilike semuanya yaaa 🫶🏻🫶🏻 love you sekebon🫰🏻🫰🏻🫰🏻🫰🏻🫰🏻🫰🏻
‼️SPOILER‼️sedikit: sbntr lg akan ada titik terangnya dari misi Lindsey n the gang.
simak terus ya ceritanya 🤗🤗 sebelum baca, yuk boleh yuk scroll dulu ke episode sebelumnya (berhubung likenya masih sedikit) dan di like ya supaya aku semangat trs updatenya ☺️☺️☺️ terima kasih semua 🙏🏻🙏🏻
...****************...
“Itu karena dia tidak ingin kejadian orangtuanya terulang padamu!” jawab Carlos yang juga berteriak.
“Keluar.” ucap Lindsey dengan tajamnya.
“Berikan pistolnya dulu padaku.” balas Carlos.
Bang...! Lindsey menembaki lampu mewah yang menggantung di tengah.
Prang..! cling..! Lampu itupun terjatuh ke bawah dan hancur.
Dengan mengarahkan pistol ke arah Carlos, Lindsey perlahan mundur dan menutup kembali pintu kamarnya.
Maaf, Carlos. Aku perlu menjaga diriku sendiri, dari kalian. Karena aku tidak bisa memercayai kalian untuk saat ini. batin Lindsey.
30 menit kemudian..
Tok.. tok..
“Jarvis dalam perjalanan ke sini. Akan memerlukan waktu karena jaraknya jauh. Aku menaruh sarapanmu di pintu. Jangan biarkan perutmu kosong.” ucap Carlos dari luar.
Tidak apa-apa, Lindsey. Kamu bisa menahan lapar. Kamu pernah mogok makan 3 hari karena Kapten tidak mengizinkanmu membawa mobil pasca pahamu tertembak. Dan kali ini, kamu juga pasti bisa! batin Lindsey.
5 jam kemudian...
“Dimana dia?” tanya Jarvis setibanya di mansion.
“Di kamar. Dia benar-benar marah besar padamu. Dan juga tangannya sudah tidak asing lagi dengan pistol. Dia bisa menembak tepat sasaran. Kamu lihat kekacauan yang sudah dia buat.” ucap Carlos.
“Baiklah. Jaga seluruh sudut mansion ini.” balas Jarvis lalu naik ke kamar.
Perlahan Jarvis membuka pintu kamar dan menemukan Lindsey di dalam, sedang berdiri di jendela yang terbuka dengan pistol di tangannya.
“Lindsey.”
“Jelaskan padaku kenapa aku harus cuti?” tanya Lindsey.
“Aku membutuhkanmu di tempat ini selama 5 hari.” jawab Jarvis.
“Kamu membutuhkanku? Tapi kamu tidak ada di sini. Entah dimana keberadaanmu, kamu malah meninggalkan aku begitu saja di sini? Kamu pikir masalah kita selesai begitu saja setelah kamu mengurungku di sini? Memerintahkan Carlos berada di sampingku? Apa itu membuat hatimu tenang? Kamu tidak takut jika Carlos akan melakukan sesuatu padaku? Kamu bilang kamu tidak bisa tidur tanpa aku, lalu dimana kamu semalam? Dan atas perbuatan yang telah kamu lakukan padaku, kata maaf pun tidak kamu utarakan? Apakah sulit sekali bagimu untuk meminta maaf, pergi ke toko bunga dan membelikan bunga untukku?” Lindsey mengeluarkan semua unek-uneknya.
“Lindsey..”
“Kalau kamu takut untuk datang ke sini, kenapa kamu membawaku ke sini? Aku tidak pernah memintamu untuk membawaku ke sini.” ucap Lindsey.
“Lindsey, beri aku waktu 5 hari. Tidak, 4 hari.” ucap Jarvis.
“Untuk apa?”
“Untuk memikirkan bagaimana caranya memberitahumu kalau aku mencintaimu.” ucap Jarvis.
“...”
“Kemarin kamu bertanya apakah aku benar mencintaimu?” ucap Jarvis.
“...”
“Pertanyaan itu.. tidak ada jawaban yang dapat memuaskan pertanyaan itu selain dengan pembuktian.” tambah Jarvis.
“...”
__ADS_1
“Untuk itu berikan waktu untuk berpikir bagaimana bisa menjawab pertanyaanmu itu.” ucap Jarvis.
“...”
“Aku sudah mengosongkan kembali rekeningmu. Aku menyesal sudah melibatkanmu dan membuat hubungan kita menjadi berantakan.”
“...”
“Aku minta maaf.”
“...”
“Tadi kamu juga bertanya, apakah hatiku tenang dengan memerintahkan Carlos berada di sampingmu, jawabannya adalah ‘ya’. Carlos adalah anjing setiaku yang sudah aku latih untuk tidak menggigit tuannya sendiri.” ucap Jarvis.
“...”
Jarvis berjalan mendekati Lindsey. Lalu memegang kedua tangan Lindsey. “Kamu tidak perlu menjaga dirimu sendiri. Ada ratusan orang yang sedang menjagamu di luar.” ucap Jarvis seraya mengambil pistol dari tangan Lindsey.
“4 hari, itu lama.” balas Lindsey.
“Aku pergi dulu.” ucap Jarvis lalu keluar dari kamar.
“Bagaimana?” tanya Carlos selepas Jarvis kembali turun.
Jarvis menaruh pistol di dada Carlos. “Nih! Jangan sampai kecolongan lagi!” ucap Jarvis.
“Dia masih marah besar. Aku akan kembali dalam beberapa hari. Jaga Lindsey. Jangan biarkan dia kemana-mana.” sambung Jarvis lalu pergi dari mansion.
...****************...
Keesokan harinya..
Lindsey keluar dari kamar..
“Ada apa? Kamu butuh sesuatu?” tanya Carlos.
“Aku butuh kabel pengisi daya.” jawab Lindsey.
“Tidak mau. Aku mau pakai ponselku sendiri.” ucap Lindsey.
Jadi seperti ini tingkah wanita yang sedang merajuk.. batin Carlos.
“Kalau ingin menelepon Katie atau Jarvis, pakai ponselku saja.” ucap Carlos.
“Bukannya aku sudah bilang aku tidak mau? Lagi pula aku bukan ingin menelepon mereka. Aku ingin menelepon pacar keduaku.” balas Lindsey.
“Oh pengacara Luvenius Gourman itu. Kamu hafal nomornya? Pakai ponselku saja.” ucap Carlos.
“Berapa kali lagi aku harus bilang—” Kalimat Lindsey terputus.
“Ya, ya sebentar aku carikan!” Carlos langsung berlari pergi jauh dari Lindsey.
Agak mengerikan juga Lindsey kalau marah.. batin Carlos.
“Ada yang punya kabel pengisi daya?” tanya Carlos kepada anak buah yang sedang berjaga.
“Aku traktir 1 bungkus rokok. 2 deh, 2.” sambung Carlos.
Carlos kembali ke kamar dan memberikan kabel pengisi daya. Akhirnya ponsel Lindsey menyala kembali.
Namun sesaat Lindsey keluar dari kamarnya lagi.
“Ada apa lagi? Kamu butuh sesuatu lagi?” tanya Carlos.
“Aku bosan. Aku ingin jalan-jalan di sekitar mansion.” jawab Lindsey.
“Baik, tuan putri. Aku temani.” ucap Carlos.
__ADS_1
Lindsey berjalan keluar dari rumah dan ditemani Carlos. Betapa mengejutkannya Lindsey begitu melihat banyak anak buah yang tersebar mengelilingi mansion.
Tririring... Ponsel Carlos berdering.
“Eh, sebentar.” ucap Carlos.
Katie is calling...
“Halo?
Apa?
Hari ini?
Baiklah.”
“Lindsey, aku harus kembali. Kamu berkeliling ditemani anak buah saja, ya.” ucap Carlos.
Carlos bertepuk tangan untuk memanggil beberapa anak buah.
“Temani dia berkeliling. Dia adalah Nyonya Morris.” ucap Carlos.
“Siap, laksanakan!”
Carlos pun pergi meninggalkan Lindsey berkeliling bersama anak buah Jarvis.
Setelah sekitar 15 menit berjalan, Lindsey berbalik badan, menghadap ke anak buah yang mengawalnya dari belakang.
“Kalian bosan, ’kan?” tanya Lindsey.
Para anak buah itu membusungkan dadanya dan berteriak dengan lantang. “Tidak, Nyonya!”
Apa Jarvis merekrut tentara? batin Lindsey.
“Aku bosan.” ucap Lindsey.
Lagi-lagi para anak buah itu menjawab dengan lantang, “Maaf, Nyonya!”
“Bagaimana kalau kita bermain petak umpet?” tanya Lindsey.
“Maaf, Nyonya. Kami sudah diperintahkan untuk menjaga—” ucap salah satu anak buah yang terputus.
“Bukankah perintah dariku sama seperti perintah dari bos kalian? Cepat, bersembunyi.” kata Lindsey.
“Siap, laksanakan!”
Para anak buah itu pun langsung berlari dan berpencar mencari tempat untuk bersembunyi. Tinggallah Lindsey sendiri.
Bukan tanpa alasan, Lindsey mengajak bermain petak umpet agar para anak buah itu tidak terus mengikuti kemana dirinya pergi. Terlebih, di serong kiri dari titik dia berdiri sekarang, terdapat sebuah sumur dalam yang kosong tidak ada air.
Membuat Lindsey penasaran, hingga akhirnya Lindsey masuk ke dalam sumur dengan menginjak pijakan yang terbuat dari besi itu. Jiwa penasaran dan petualangnya tidak dapat dikalahkan lagi. Pijakan demi pijakan Lindsey injak hingga kakinya tidak sengaja terpeleset.
Lindsey pun terjatuh hingga ke dasar sumur.
“Aaaww...!! Sakit sekali!” Lindsey memegangi b*k*ngnya.
“Keras sekali sih ini sumur!” Lindsey menepuk dasar sumur yang menyebabkan b*k*ngnya sakit.
Lindsey berusaha berdiri. Tangannya menyentuh sisi sumur. “Eh, tunggu.” Menyadari bahwa ada yang aneh di sisi sumur itu, Lindsey mengotak-atik sisi sumur itu.
Dan ternyata ada sebuah keramik berbentuk kotak yang warnanya menyerupai warna sumur. Keramik itupun berhasil dibuka oleh Lindsey. Dan ada sebuah pintu besi berbentuk lingkaran.
Jiwa penasarannya semakin meronta-ronta. Namun untuk membuka pintu besi itu, dibutuhkan sensor retina mata.
“Tidak salah lagi. Pasti di dalam sini terdapat emas yang dipindahkan oleh Jarvis.” ucap Lindsey.
Bersambung...
__ADS_1
Halo semuanya. Terima kasih sudah membaca novel ini. Jangan lupa berikan dukunganmu kepada Author dengan memberikan: like, tips, komentar, dan hadiah vote. Tambahkan novel ini ke favorite kamu agar mengetahui up episode terbaru.
Bantu novel ini masuk ke ranking dengan memberikan like dan komentar agar novel ini semakin dikenal banyak orang🤗❤️ Terima Kasih