
halo semuanya👋👋 jumpa lg di bab berikutnya.. hari ini aku akan up 3 episode sekaligus.. jgn lupa dilike semuanya yaaa 🫶🏻🫶🏻 love yu sekebon🫰🏻🫰🏻🫰🏻🫰🏻🫰🏻🫰🏻
‼️SPOILER‼️sedikit: sbntr lg akan ada titik terangnya dari misi Lindsey n the gang.
simak terus ya ceritanya 🤗🤗 sebelum baca, yuk boleh yuk scroll dulu ke episode sebelumnya (berhubung likenya masih sedikit) dan di like ya supaya aku semangat trs updatenya ☺️☺️☺️ terima kasih semua 🙏🏻🙏🏻
...****************...
Lindsey berusaha berdiri. Tangannya menyentuh sisi sumur. “Eh, tunggu.” Menyadari bahwa ada yang aneh di sisi sumur itu, Lindsey mengotak-atik sisi sumur itu.
Dan ternyata ada sebuah keramik berbentuk kotak yang warnanya menyerupai warna sumur. Keramik itupun berhasil dibuka oleh Lindsey. Dan ada sebuah pintu besi berbentuk lingkaran.
Jiwa penasarannya semakin meronta-ronta. Namun untuk membuka pintu besi itu, dibutuhkan sensor retina mata.
“Tidak salah lagi. Pasti di dalam sini terdapat emas yang dipindahkan oleh Jarvis.” ucap Lindsey.
“Nyonya! Nyonya! Nyonya! Nyonya bersembunyi dimana?” Para anak buah mencari keberadaan Lindsey yang tidak muncul-muncul.
Lindsey segera memasangkan kembali keramiknya seperti semula.
“Di sini! Aku di sini!” teriak Lindsey dari dalam sumur.
Lindsey pun naik ke atas dengan memanjat pijakan satu persatu hingga setengah dan di bantu oleh anak buah Jarvis.
“Ada sumur ternyata di mansion sebesar ini. Aku tidak tahu dan malah terjatuh.” ucap Lindsey.
“Nyonya tidak apa-apa? Apakah ada yang luka?” tanya salah satu anak buahnya Jarvis.
“Tidak, tidak. Kalian berjaga saja. Aku akan kembali ke kamar.” jawab Lindsey lalu berjalan masuk ke rumah. Dengan berjalan cepat menuju kamarnya, Lindsey segera menyalakan ponselnya.
Ratusan notifikasi dari gengnya terus bermunculan di ponselnya.
^^^Lindsey.^^^
^^^Guys.^^^
^^^Lindsey.^^^
^^^Aku di mansion Jarvis.^^^
^^^Lindsey.^^^
^^^Dan kalian tahu apa yang baru saja aku temukan?^^^
^^^Lindsey.^^^
^^^Sebuah sumur.^^^
^^^Lindsey.^^^
^^^Dan di dalam sumur itu terdapat sebuah pintu besi berbentuk lingkaran yang harus dibuka dengan sensor mata.^^^
^^^Lindsey.^^^
^^^Aku yakin di dalamnya terdapat emas yang dipindahkan Jarvis.^^^
Katie.
Serius?
Piter.
Pastikan ponselmu berada dalam keadaan menyala. Aku tidak bisa melacak keberadaanmu.
Kapten.
Jaga dirimu baik-baik di sana. Aku dengan yang lain akan merencanakan pengambilan emas berikutnya.
^^^Lindsey.^^^
^^^Tapi di mansion ini dijaga ketat oleh ratusan personil anak buahnya Jarvis.^^^
Kapten.
Baiklah. Biar kita yang urus rencananya.
Luven.
__ADS_1
Jadi kamu akan menetap di sana selama 5 hari?
^^^Lindsey.^^^
^^^Sepertinya iya. Tapi aku sudah bosan sekali.^^^
Luven.
Mau kabur?
Piter.
Let’s go!
^^^Lindsey.^^^
^^^Tidak dulu deh. Jangan hari ini.^^^
^^^Aku ingin menikmati hidup di istana sebentar saja.^^^
...****************...
2 hari kemudian..
Hari ini adalah hari keempat. Jarvis bilang dia akan membuktikan padaku kalau dia mencintaiku dalam waktu 4 hari. Hari ini Jarvis pasti akan datang, ’kan? Tetapi sampai detik ini belum ada kabar dari Jarvis. batin Lindsey sambil mengoles selai di roti.
“Kenapa? Kamu sudah bosan dengan menu sarapan?” tanya Carlos.
“Aku sudah muak.” jawab Lindsey.
“Muak kenapa?” tanya Carlos.
Aku sudah muak berada di tempat ini. Meski tempat ini mewah dan memperlakukan aku sebagai ratu di sini, tetapi karena tidak ada Jarvis, tempat ini menjadi tempat yang membosankan. Terlebih setiap hari aku harus bertemu manusia ini. ucap Lindsey di dalam hatinya.
“Masih belum ada kabar dari Jarvis?” tanya Lindsey.
“Be-belum.” jawab Carlos.
“Masa cutimu masih ada 1 hari lagi, ’kan?” tanya Carlos.
“Lalu aku harus tetap berada di sini sampai masa cutiku berakhir?” balas Lindsey.
Lindsey mengangguk. “Baiklah.”
Kemudian dia bangkit berdiri.
“Eh? Mau kemana? Sarapannya sudah?” tanya Carlos.
“Iya. Aku akan kembali ke kamar.” jawab Lindsey.
Sesampainya di kamar..
^^^Lindsey.^^^
^^^Guys, aku ingin keluar dari sini.^^^
Kapten.
OK. Katie, langsung mulai saja. Luven, bersiap.
Katie.
OK.
Luven.
Siap!
Tok.. tok.. “Lindsey..” Carlos memanggilnya.
“Ada apa?” Lindsey membuka pintu kamar.
“Aku harus kembali ke kantor. Katie memanggilku.” ucap Carlos.
“Ya, sudah. Sana pergi.” balas Lindsey.
Lindsey kembali masuk ke kamar.
__ADS_1
Setelah melihat mobil Carlos pergi meninggalkan mansion dari jendela kamarnya, Lindsey pun segera keluar dari kamar. Menuruni tangga satu persatu. Dan...
Gedebuk!
“AAAAAWW...!!!!” Lindsey jatuh terpeleset di tangga paling akhir.
Para anak buah Jarvis yang berjaga di dekatnya pun langsung berlari menghampiri Lindsey.
“Nyonya, nyonya tidak apa-apa?” tanya salah satu anak buahnya.
“Tidak apa-apa bagaimana? Ini sakit sekali!” jawab Lindsey.
“Kita bantu naik ke kamar, ya? Pelayan! Pelayan! Siapkan kompres air—” Kalimat anda buahnya terpotong karena Lindsey langsung menyela.
“Kok ke kamar?! Bawa aku ke rumah sakit. Sekarang!” ucap Lindsey
“I-iya baik Nyonya..”
Sesampainya di rumah sakit..
Piter.
Lindsey sudah sampai di rumah sakit.
Kapten.
Luven bersiaplah.
“Permisi, mohon jangan memenuhi ruang UGD. Silahkan tunggu di luar.” ucap seorang dokter yang tidak lain adalah Luven.
Para anak buah pun terpaksa menunggu di luar.
“Permisi, siapa wali pasien? Silahkan ikut saya ke meja administrasi untuk mengisi data pasien.” tanya suster kepada anak buahnya.
“Kalian saja yang mengurus administrasinya. Aku akan menghubungi bos dulu.” ucap salah satu anak buah.
“Lindsey, ayo!” ucap Luven. Luven dan Lindsey pun pergi dari ruang UGD.
Satu anak buah yang sedang menelepon tidak sengaja melihat Lindsey dan Luven yang pergi dari ruang UGD. Anak buah itu pun mengejar Lindsey dan Luven yang memasuki lift.
Tujuan Lindsey dan Luven adalah menuju atap rumah sakit karena sudah ada helikopter yang sudah menunggu mereka.
“Kita mau kemana?” tanya Lindsey.
“Ke atap. Kita akan naik helikopter.” jawab Luven.
Lindsey dan Luven menaiki sebuah helikopter. Karena akan memakan waktu jika kembali dengan kendaraan darat. Setelah kembali ke kota asal, Lindsey dan Luven langsung menuju ke rumah markas dengan mobil yang dijemput Kapten.
Rumah markas
11.00
Anggota geng Morex kecuali Katie berkumpul di ruang tengah untuk berdiskusi.
“Beberapa hari belakangan ini kita semua menyelidiki kasus kematian Lexis dan menemukan fakta yang mengejutkan.” ucap Kapten. Kapten memberikan beberapa dokumen kepada Lindsey.
“Kalian menyelidikinya tanpaku? Kenapa?” tanya Lindsey seraya menerima dokumen pemberian Kapten.
“Karena kamu akan melibatkan perasaanmu.” jawab Kapten.
“Coba kamu lihat dulu dokumennya, Lindsey.” ucap Piter.
“Penyelidikannya berjalan dengan cepat dan mulus berkat Luven sebagai pengacara dan Katie yang berada di dalam JM Buildings.” ucap Kapten.
“Apa maksudnya ini semua? Aku tidak mengerti. Buku kas? Buku kas apa ini?” ucap Lindsey setelah melihat dokumen.
“Itu buku kas perusahaan OBX. Jarvis mengincar buku kas perusahaan itu. Isinya ada penggelapan dana yang dialihkan ke Jarvis untuk mendirikan JM Buildings 9 tahun yang lalu.” ucap Kapten.
“Penggelapan dana?” tanya Lindsey.
“Iya. Saat itu Jarvis masih berusia 22 tahun dan sudah mendirikan JM Buildings. Bukankah itu mencurigakan?” tanya Piter.
“Tapi, harta Jarvis kan banyak. Warisan dari orangtuanya. Bisa saja dia memakai warisan untuk mendirikan JM Buildings.” ucap Lindsey.
“Ini hasil rekaman pertemuan Kapten dengan anak buah yang paling dekat dengan om Lexis.” balas Piter lalu memutar rekaman suara.
Bersambung...
__ADS_1
Halo semuanya. Terima kasih sudah membaca novel ini. Jangan lupa berikan dukunganmu kepada Author dengan memberikan: like, tips, komentar, dan hadiah vote. Tambahkan novel ini ke favorite kamu agar mengetahui up episode terbaru.
Bantu novel ini masuk ke ranking dengan memberikan like dan komentar agar novel ini semakin dikenal banyak orang🤗❤️ Terima Kasih