
halo semuanya.. sebelum baca, yuk boleh yuk scroll dulu ke episode sebelumnya (berhubung likenya masih sedikit) dan di like ya supaya aku semangat trs updatenya ☺️☺️☺️ terima kasih 🙏🏻🙏🏻
...****************...
”Mereka sudah sampai.” ucap Carlos ke Lindsey dan Jarvis yang mengamankan diri di ruangan Jarvis.
“Sebaiknya ruangan kalian juga harus dicek. Bagaimana kalau ternyata ada tikus bersembunyi?” balas Lindsey.
“Demi apapun, tidak pernah ada kejadian seperti ini di perusahaanku.” ucap Jarvis.
“Sekalian saja suruh mereka mengecek seluruh gedung ini.” sahut Carlos.
“Bagaimana, Piter? Sudah belum?” tanya Katie.
“Sebentar lagi.” jawab Piter.
“Guys, gawat. Abi hilang!” ucap Kapten melalui earbuds.
“Abi? Siapa Abi?” tanya Katie.
“Salah satu nama tikusnya. Kamu bantu cari, gih.” jawab Piter.
“Aku? Dih! Tidak mau! Aku geli, tahu!” balas Katie.
“Sudah belum sih mereka? Kamu cek gih ke bawah.” tanya Jarvis kepada Carlos.
“Kok aku? Aku kan alergi!” balas Carlos.
“Lindsey, kamu saja.” ucap Jarvis.
“Ya sudah, sebentar.” Lindsey pun berjalan keluar dari ruangan Jarvis, menuruni tangga satu persatu dan bertemu dengan Kapten.
“Abi sudah ketemu belum, Kapt?” tanya Lindsey berbisik.
“Belum, nih! Bantu aku cari, dong.” jawab Kapten.
Lindsey pun mencari keberadaan tikus kecil yang bernama Abi. Mulai dari kolong meja Katie, ruangan Carlos, dan terbesit di otaknya ke dapur kecil mereka.
“Nah, ini dia. Abi, kamu nakal, ya...” Lindsey mengambil Abi dengan tangannya lalu berjalan sambil mengusap-usap kepala Abi.
“Tapi anda tidak boleh ke sana! Kami belum memeriksa ke bagian sana!” ucap Kapten ke Carlos dengan suara yang kencang sebagai kode untuk Lindsey.
“Maaf, Abi.” Lindsey kembali meletakkan Abi di lantai dan membiarkannya berlarian ke sana kemari
“AAA!! JARVIS!!! CARLOS!! Itu! Itu di sana! Tadi aku melihatnya!” Lindsey menjerit sambil berlari ke arah Jarvis, Carlos, Katie, Piter dan Kapten.
Kapten segera berjalan ke arah dapur untuk mengambil Abi.
“Tuh, kan. Mbaknya sudah dibilang jangan ke sana.” ucap Piter.
“Iya, Lindsey, memangnya kamu ngapain ke sana?” tanya Jarvis.
“Ya, aku haus, tahu. Habis teriak.” jawab Lindsey.
“Di lantai ini kami menemukan total ada 4 tikus.” ucap Kapten seraya memperlihatkan 4 tikus hasil tangkapannya.
__ADS_1
“Iuw! Segera sterilkan lantai ini. Dan jangan lupa mengecek seluruh tempat di gedung ini.” ucap Jarvis.
“Baik, pak!” balas Kapten.
“Eh, tunggu.” ucap Carlos.
“Masih ada 1 ruangan yang belum dicek. Jarvis, ruanganmu tidak mau dicek juga?” ucap Carlos kemudian.
“Oh, ya! Kalian berdua cek ruanganku dulu sekarang. Katie, tunjukkan ruanganku ke mereka.” balas Jarvis.
“Mari, sebelah sini.” Katie memboyong Kapten dan Piter ke ruangan Jarvis.
“Kapt, haruskah kita sadap komputer Jarvis juga?” tanya Piter pelan saat berjalan bersama menuju ruangan Jarvis.
“Harus, dong.” jawab Kapten.
...---...
“Bagaimana? Sudah?” tanya Jarvis.
“Sudah. Tidak ditemukan seekor pun di dalam ruangan.” jawab Kapten.
“Baiklah. Kalian boleh pergi.” ucap Jarvis.
Kapten dan Piter pun berjalan pergi. Tepat di samping Lindsey, Piter mengedipkan matanya ke Lindsey dan menyelipkan sebuah kertas kecil di tangan Lindsey. Namun tertangkap oleh Jarvis.
“Lindsey! Kamu kenal dengan dia?!” tanya Jarvis.
“Huh?”
“Apa maksudmu, Jarvis?” balas Lindsey lalu mendekati Jarvis.
“Tadi aku lihat dia mengedipkan matanya padamu.” ucap Jarvis.
“Kalian boleh pergi.” ucap Carlos kepada Kapten dan Piter.
Kapten dan Piter memasuki lift dan turun ke bawah.
“Kalian kalau mau bertengkar lebih baik jangan di depan umum.” ucap Carlos kepada Jarvis dan Lindsey.
“Mengedipkan mata seperti apa sih? Aku saja tidak lihat.” balas Lindsey.
“Oh. Tidak lihat, ya? Lalu ini apa?” tanya Jarvis seraya mengambil secarik kertas dari genggaman Lindsey.
Perusahaan Jasa Pembasmi Tikus “Ampuh”
...Yupiter...
...080912345678...
Rupanya secarik kertas kecil itu ialah kartu nama yang dibuat Piter.
Piter br*ngs*k. Kenapa dia harus menyelipkan ini padaku, sih?! batin Lindsey.
Piter gila. batin Katie.
__ADS_1
“Kalian ingin main di belakangku, ya?! Setelah ini, kamu akan menghubungi dia dengan nomor ini, kan?!” tanya Jarvis mencurigai.
Carlos mengambil kartu nama itu dari tangan Jarvis dan merobeknya hingga bagian terkecil dan membuangnya asal ke lantai.
“Itu hanya godaan laki-laki yang tidak bisa melihat wanita cantik. Kenapa harus diperbesar segala? Memangnya Lindsey tergoda? Kamu merasa tersaingi dengan petugas pembasmi tikus biasa?” ucap Carlos.
Huh, untung ada Carlos. batin Lindsey.
Carlos, juara sekali kamu! batin Katie.
“Betapa si*lnya aku hari ini, niat hati ingin mengunjungi kekasihku, tapi malah bertemu dengan tikus dan dicurigai main di belakang dengan petugas pembasmi tikus. Aku ingin pulang saja!” ucap Lindsey lalu masuk ke dalam lift.
Di dalam hatinya, Lindsey terus mengumpat karena Piter yang menyebabkan pertengkaran sepasang kekasih di antara mereka. Hingga lift yang ditumpanginya sampai di parkiran, Lindsey berjalan menuju mobilnya.
“Lindsey!” Seseorang memanggil namanya dengan kencang.
Lindsey pun berbalik badan.
Carlos.
Seseorang yang memanggil namanya dengan kencang itu ialah Carlos.
“Yupiter. Kamu mengenalnya, kan?” tanya Carlos.
Deg!
Jantung Lindsey berdetak kencang. Dia lupa bahwa Carlos tidak mudah dibohongi.
“Jawab pertanyaanku, Lindsey. Kamu mengenalnya, kan? Untuk apa dia datang ke sini? Siapa dia?” Carlos mengulangi pertanyaannya karena Lindsey diam saja.
Namun mata Carlos bergerak menatap ke arah kiri bawah. Carlos langsung menarik Lindsey dan bersembunyi di balik tembok penyangga di parkiran yang bertuliskan P7.
”Ada apa?” tanya Lindsey.
“Ssutt..” Carlos menaruh jari telunjuk di bibirnya sebagai kode agar tetap diam. Lindsey masih tidak mengerti maksud dan tujuan mereka bersembunyi karena apa.
Beberapa detik Carlos mengawasi sebuah titik arah, hingga akhirnya Carlos menjauh.
“Ada apa?” tanya Lindsey lagi.
“Ada Jarvis.” jawab Carlos.
“Sekarang jawab pertanyaanku.” ucap Carlos lalu mengeluarkan ponselnya.
“Orang ini adalah orang yang tadi, kan? Yupiter.” Carlos menunjukkan sebuah foto di ponselnya yang memperlihatkan Lindsey yang dipapah Katie dan Piter saat di Las Vegas.
Mamp*s. Apa kini identitas Piter juga terbongkar? Tapi untungnya “Yupiter” bukan nama asli melainkan adalah nama yang dibuat-buat oleh Piter. batin Lindsey.
Jadi karena ini Carlos membelaku di depan Jarvis tadi? batinnya kemudian.
Bersambung...
Halo semuanya. Terima kasih sudah membaca novel ini. Jangan lupa berikan dukunganmu kepada Author dengan memberikan: like, tips, komentar, dan hadiah vote. Tambahkan novel ini ke favorite kamu agar mengetahui up episode terbaru.
Bantu novel ini masuk ke ranking dengan memberikan like dan komentar agar novel ini semakin dikenal banyak orang🤗❤️ Terima Kasih
__ADS_1