
Apa maksud wanita ini? Siapa dia? batin Lindsey.
“Hahaahahah.. panas ya? Mau aku bukakan gaunmu?”
Wanita itu meraih gaun yang dikenakan Lindsey dan ingin merobeknya. Namun gagal begitu mendengar seseorang memanggilnya.
“Bos! Jarvis Morris tiba di depan!” Seseorang berteriak.
“Aish! Kenapa cepat sekali datangnya sih!” Wanita itu bangkit dan pergi lewat pintu belakang sebelum Jarvis masuk.
Lindsey masih mengingat dengan jelas kejadian yang menimpanya. Bahkan lehernya masih terasa seperti tercekik, seperti ada yang mencengkramnya dengan kuat. Bagaimana dia bisa tertidur dalam kondisi yang seperti itu?
Hingga hari telah berganti. Matahari terbit, sebuah mobil keluar dari perumahan Great Village. Mobil itu dikendarai oleh seorang wanita dan Jarvis langsung mengenalinya begitu melihatnya. Wanita itu adalah Lindsey. Namun sebelum itu, telah terjadi perdebatan besar antara Kapten dan Lindsey di pagi buta.
Pertama karena Lindsey bersikeras ingin bekerja. Kedua karena Lindsey ngotot ingin mengemudikan mobil sendiri. Setelah melalui perdebatan besar, Kapten mengalah. Dia tidak sanggup untuk melihat Lindsey yang sepertinya ingin sekali mengemudikan mobil sendiri. Kapten akhirnya mau tidak mau memberi izin.
Kapten telah membuat laporan penculikan yang dialami Lindsey semalam. Maka dari itu Kapten melakukan pemeriksaan visum sebagai bukti untuk memperkuat laporannya. Kapten tidak mungkin diam saja jika ada seseorang menyentuh apalagi menyakiti Lindsey.
“Tapi dengan satu syarat.” ucap Kapten.
“Apa syaratnya?”
“Hati-hati.”
“Baiklah.” Lindsey berjalan menuju pintu.
“Lindsey.” panggil Kapten.
“Ya, Kapt.”
“Ada berita kebakaran di gudang tempat penyekapanmu semalam. Ditemukan 3 jasad orang laki-laki dan jasadnya sulit diidentifikasi karena terbakar.” ucap Kapten.
“Ulah Jarvis?” tanya Lindsey.
“Iya.”
“Namun masing-masing jasad tidak memiliki kuku, hanya ada 3 kuku itupun sudah agak hancur. Entah karena terbakar atau...” sahut Piter.
“Sebanyak 17 kuku yang lepas, sesuai dengan jumlah luka yang didapat Lindsey. Jarvis membalaskan dendamnya.” sahut Katie.
“Dia juga membakar gudang dan 3 orang itu hidup-hidup. Luar biasa kejamnya Jarvis.” balas Piter.
“Rapi sekali permainannya. Dia tidak meninggalkan jejak sedikit pun.” balas Katie.
“Entah dia ingin mencuci tangan atau melenyapkan bukti. Karena aku telah melaporkan penyekapanmu semalam.” jawab Kapten.
__ADS_1
“Mungkin keduanya.” ucap Lindsey lalu berbalik badan untuk keluar.
“Kamu harus berhati-hati dengan Jarvis.” ucap Kapten.
Lindsey mengangguk dan keluar dari rumah.
Begitu melihat Lindsey keluar dengan mobilnya, Jarvis langsung membangunkan Carlos dan meminta mengikuti mobil Lindsey tanpa ketahuan. Namun apa daya, Lindsey ternyata lebih pintar dari yang Jarvis bayangkan. Lindsey mengemudikan mobilnya ke JM Buildings untuk menjebak mobil yang ditumpangi Jarvis itu.
Dia memasuki parkiran JM Buildings yang diikuti mobil Carlos dan Jarvis di belakangnya. Mereka berdua sudah ketahuan dan masuk ke dalam perangkap. Lindsey menghentikan mobilnya di sembarang tempat dan turun dari mobilnya.
“Biarkan aku bicara berdua dengannya.” ucap Jarvis kepada Carlos. Jarvis kemudian turun dari mobil, menghampiri Lindsey. Sedangkan Carlos memarkir mobil di tempat yang agak berjarak dari Lindsey dan Jarvis.
“Bagaimana lukamu?” Jarvis mengarahkan tangannya untuk membuka syal yang terpasang cantik di leher Lindsey untuk menutupi bekas cekikan. Sedangkan untuk luka di wajah, Lindsey menutupinya dengan riasan make up.
Lindsey menepis tangan Jarvis.
“Akan segera sembuh.” ucap Lindsey dingin.
“Aku ingin bicara denganmu.” tanya Lindsey kemudian.
“OK. Ayo ke ruanganku.” jawab Jarvis.
“Tidak perlu. Di sini saja.” balas Lindsey.
“Aku ingin membuat laporan kepolisian mengenai kasus penculikanku tadi malam. Boleh aku minta rekaman CCTV di gedung ini?” ucap Lindsey.
“Rekaman CCTV.. Hmm, begini.. kemarin CCTV di sini sempat mati total seluruhnya. Itu sebabnya aku tidak bisa menemukanmu.” balas Jarvis.
“Kamu tidak bisa menemukanku? Lalu bagaimana kamu tahu aku ada di gudang itu?” tanya Lindsey.
Jarvis terdiam.
“Kamu tidak bisa menjawabnya, atau kamu tidak mau menjawabnya?” tanya Lindsey kemudian.
“Bagaimana dengan kakakmu? Kenapa dia juga tahu kalau kamu ada di gudang itu? Kita tiba bersamaan di gudang itu.” balas Jarvis.
“Ada pelacak di ponselku. Lalu, bagaimana denganmu? Kamu menaruh pelacak juga?” balas Lindsey.
“Lindsey, aku—” ucap Jarvis yang dipotong oleh Lindsey.
“Apa kamu jangan-jangan juga sudah tahu siapa yang melakukan ini padaku?” tanya Lindsey.
“Dan dia adalah wanita utamamu? Itulah sebabnya kamu membakar gudang itu untuk menghilangkan bukti agar wanita utamamu lolos dari jeratan hukum, begitu?” tanya Lindsey kemudian.
“Lindsey, apa maksudmu—” ucap Jarvis yang lagi-lagi dipotong oleh Lindsey.
__ADS_1
“Jadi ternyata aku hanya wanita simpananmu? Menjijikan sekali, Jarvis. Kamu bahkan membiarkan wanita utamamu melakukan ini padaku. Dan kamu membantunya lolos dari jeratan hukum. Kenapa kamu tega sekali padaku?” ucap Lindsey.
“Apa maksudmu? Tunggu, tunggu. Yang melakukan ini padamu, adalah seorang wanita?” tanya Jarvis.
“Cih. Kamu bahkan tidak tahu wanita utamamu yang melakukan ini padaku.” jawab Lindsey.
Meskipun Lindsey menjalin hubungan dengan Jarvis demi sebuah misi dan mencari keuntungan, tetap saja hatinya merasa sakit begitu mengetahui bahwa Jarvis sudah memiliki wanita lain sebelum dirinya. Bahkan wanita itu sampai menyakiti Lindsey.
“Kita akhiri saja hubungan samp*h ini. Aku tidak ingin melihat wajahmu lagi.” ucap Lindsey kemudian.
Ya, Lindsey nekat mengakhiri hubungannya dengan Jarvis. Bukan tanpa alasan, dia sudah terlanjur sakit hati dengan Jarvis. Dia akan mencari cara lain untuk merampas harta Jarvis tanpa harus menjalin hubungan dengan Jarvis.
“Lindsey. Kamu salah. Dia bukan wanitaku. Aku bahkan tidak mengenal siapa wanita yang kamu maksud.” ucap Jarvis.
“Lalu siapa yang menyebabkan semua luka di tubuhku ini?” tanya Lindsey.
Jarvis terdiam.
“Kamu tidak mengenalnya, begitu juga aku. Aku juga tidak mengenalnya, tapi kenapa aku harus diperlakukan seperti ini? Sakit yang aku rasakan itu sungguhan, Jarvis.” ucap Lindsey kemudian.
Lindsey menurunkan sedikit syal yang menutupi lehernya dan memperlihatkan bekas cekikan di lehernya. “Sampai detik ini, aku bahkan masih merasa seperti ada yang mencekik leherku dengan kuat, Jarvis.” tambah Lindsey.
“Aku akan membuat dia merasakan hal yang sama seperti yang kamu rasakan sekarang. Katakan padaku. Apa yang wanita itu katakan padamu?” tanya Jarvis.
“Apakah itu penting?” balas Lindsey.
“Ya.”
“Apa yang wanita itu katakan padaku itu penting bagimu?” tanya Lindsey.
“Ya.”
“Bagaimana dengan aku?” tanya Lindsey.
Jarvis terdiam.
Namun diamnya Jarvis termasuk sebuah jawaban bagi Lindsey. Dia mengangguk. Matanya berkaca-kaca.
“Kamu akan melepehkanku saat kamu sudah merasa bosan sama seperti yang kamu lakukan terhadap wanita itu. Itu yang dikatakan wanita itu.” jawab Lindsey lalu berjalan meninggalkan Jarvis.
Bersambung...
Halo semuanya. Terima kasih sudah membaca novel ini. Jangan lupa berikan dukunganmu kepada Author dengan memberikan: like, tips, komentar, dan hadiah vote. Tambahkan novel ini ke favorite kamu agar mengetahui up episode terbaru. Episode terbaru akan segera diupdate hari ini.
Bantu novel ini masuk ke ranking dengan memberikan like dan komentar agar novel ini semakin dikenal banyak orang🤗❤️ Terima Kasih
__ADS_1