Terjebak Cinta Terlarang Sang Mafia

Terjebak Cinta Terlarang Sang Mafia
Bertemu


__ADS_3

halo semuanya👋👋 jumpa lg di bab berikutnya.. hari ini aku akan up 3 episode sekaligus.. jgn lupa dilike semuanya yaaa 🫶🏻🫶🏻 love yu sekebon🫰🏻🫰🏻🫰🏻🫰🏻🫰🏻🫰🏻


sebelum baca, yuk boleh yuk scroll dulu ke episode sebelumnya dan di like ya supaya aku semangat trs updatenya ☺️☺️☺️ terima kasih 🙏🏻


...****************...


“Piter bukan anak kecil lagi seperti pertama kali aku temukan. Cepat sekali dia besarnya.” balas Kapten.


“Luven, Piter, kalian tidak membeli parsley?” tanya Lindsey.


“Oh, ya! Lupa!” seru Piter.


“Hm, baiklah. Aku akan pergi sebentar ke minimarket dekat komplek.” ucap Lindsey.


“Apa kamu masih ingat letaknya? Aku temani.” tanya Kapten.


“Tidak perlu. Aku masih ingat, kok. Dekat dengan komplek.” jawab Lindsey.


“Baiklah. Hati-hati.” ucap Kapten.


Lindsey pergi ke minimarket dekat komplek untuk membeli parsley. Setibanya di sana, Lindsey juga mengambil beberapa biskuit dan coklat untuk Noah. Tiba-tiba pandangannya menuju pada sebuah lemari pendingin yang tertata rapi minuman jenis apa saja di dalam sana.


Lindsey bergerak untuk ke sana, menemukan minuman favoritnya dulu dan mengambil beberapa minuman kaleng dan botol. Saat tangannya ingin meraih minuman botol tersebut, tangannya bertabrakan dengan tangan seseorang yang juga ingin mengambil botol itu.


Lindsey pun melihat siapa orang yang menginginkan botol minuman itu juga.


Jarvis.


Deg!


“Woah! Lihat siapa yang sudah kembali!” seru Jarvis.


Hilang sudah keinginan Lindsey untuk mengambil botol minuman itu.


Lindsey pun membalikkan badannya berniat pergi dari minimarket saat itu juga.


“Bukankah seharusnya sekarang kamu berlutut dan memohon ampun dariku?” ucap Jarvis.


Bulu kuduk Lindsey bergedik ngeri.


“Kita bicara di luar.” ucap Lindsey lalu pergi ke kasir untuk membayar belanjaannya.


Kini Jarvis dan Lindsey duduk di depan minimarket yang menyediakan meja dan kursi.


Krek.. washh...


Jarvis membuka botol minuman birnya dan menenggaknya.


“Apa kalian bersenang-senang dengan uangku?” tanya Jarvis memulai percakapannys setelah 5 tahun.


“Tentu saja kita harus bersenang-senang.” jawab Lindsey.


“Lalu kenapa kembali? Apa uangku sudah habis? Dan kalian berencana kembali bekerja melakukan pekerjaan s*mp*h itu lagi setelah 5 tahun?” tanya Jarvis.


“Tidak dapat dipungkiri, pekerjaan s*mp*h ini sudah membuat semua hartamu lenyap.” jawab Lindsey.


“Hartaku lenyap karena telah dibutakan cinta.” balas Jarvis.

__ADS_1


“Itu bagian dari pekerjaan s*mp*hku.” ucap Lindsey.


“Omong kosong. Lalu kalian bangga dengan melakukan pekerjaan s*mp*h itu?” tanya Jarvis.


“Bangga sih tidak. Tapi kita senang dan puas dengan hasil akhirnya. Target kita selalu berhasil tertipu.” jawab Lindsey.


Jarvis mencengkram botol birnya saat Lindsey mengatakan “Bangga sih tidak.” lalu bangkit berdiri, membanting botol itu ke lantai hingga pecah berserakan setelah mendengar kalimat terakhir.


“Apa kalian tahu? Kalian tidak berbeda dengan tikus pencuri yang begitu keji dan tidak berperasaan, yang sudah merampas seluruh hartaku dan menghancurkan hidupku!” ucap Jarvis.


“Apa bedanya denganmu?” tanya Lindsey.


Lindsey juga bangkit berdiri. “Aku akui atas kesalahanku yang sudah menipumu dan mencuri hartaku. Kamu ingin menuntutku? Memenjarakanku? Silahkan. Tapi hukumanku tidak akan lebih berat dari seorang pembunuh.” ucap Lindsey kemudian.


Lindsey pergi meninggalkan Jarvis dan berjalan cepat menuju rumah markas.


“Kamu tersesat, ya? Kenapa lama sekali?” tanya Kapten setibanya Lindsey di rumah markas.


“Tidak, kok. Aku melihat-lihat snack yang mirip dengan snack kesukaaan Noah di LA.” jawab Lindsey.


“LINDSEY!!! Kenapa lama sekali?! Aku merindukanmu!” ucap Katie yang tiba-tiba muncul. Rupanya Katie sudah sampai terlebih dahulu di rumah sebelum Lindsey.


Mereka berenam pun makan bersama di meja makan dengan menu steak dan kentang tumbuk.


“Yang ini milik Noah.” Kapten memberikan sebuah piring dengan steak yang versi mini.


“Ah, lucunya! Tapi aku tidak skan kenyang jika hanya segitu.” ucap Katie.


Piter memberi potongan steak miliknya ke piring Katie.


“Dih.. sok tau. Aku setiap malam makan di rumah papaku, tahu! Karena papa menyuruhku untuk melaporkan apa yang telah aku kerjakan.” balas Katie.


“Tuh, dengar Piter. Jangan asal khawatir. Eh?” ledek Luven.


“Eh, kentang tumbuk buatanmu enak, Lindsey.” ucap Piter.


“Padahal niatku hanya membuatkan untuk Noah..” balas Lindsey.


“Jadi kalian berapa lama di sini?” tanya Katie.


“Seminggu.” jawab Kapten.


“Yah, cepat sekali. Katanya Piter sudah selesai ujian dan libur 2 bulan. Kenapa tidak 2 bulan saja di sini?” tanya Katie.


“Liburan 2 bulan di sini sangat membosankan, sih. Secara, kita dari orok sudah berada di kota ini.” sahut Luven.


“Yah.. seminggu lagi aku akan kembali sendiri, dong?” tanya Katie.


“Memangnya kamu tidak berniat melawan papamu dan ikut bersama kita lagi?” tanya Piter.


Lindsey langsung menginjak kaki Piter yang berada di sebrangnya. Luven dan Kapten juga langsung melemparkan pandangan yang tidak mengenakkan.


“Aku mau. Tapi itu sulit.” jawab Katie.


“Jangan dengarkan Piter. Dimana-mana seorang anak harus mematuhi orangtuanya.” sahut Luven.


Selesai makan malam, Lindsey kembali ke kamarnya dan menemani Noah untuk tidur. Namun Katie juga ikut masuk ke dalam dan menawarkan diri untuk menggantikan Lindsey yang menidurkan Noah.

__ADS_1


“Biar aku saja. Aku sudah kangen berat sama Noah. Noah mau kan aunty yang temani tidurnya?” ucap Katie.


“Baiklah. Tidur nyenyak ya, Sayang. I love you..” Lindsey meninggalkan kecupan hangat di kening Noah.


“I love you, Mommy..” balas Noah.


Lindsey keluar dari kamarnya dan beralih ke kamar Kapten.


“Noah sudah tidur?” tanya Kapten yang sedang duduk di atas ranjang sambil menatap ponsel.


“Katie ingin menemani Noah sampai tertidur. Sudah kangen berat katanya.” jawab Lindsey.


“Ohh..”


Lindsey bergabung ke atas ranjang, duduk di samping Kapten.


“Tadi aku bertemu Jarvis di minimarket.” ucap Lindsey.


Lindsey berhasil menarik perhatian Kapten pada ponselnya yang langsung mengarah ke Lindsey.


“Apa?! Sedang apa dia berada di sekitar sini?!” Kapten terkejut.


“Aku tidak tahu. Tiba-tiba saja dia juga berada di minimarket itu.” balas Lindsey.


“Lalu, apa yang terjadi setelahnya? Kamu tidak di apa-apakan kan sama dia?” tanya Kapten.


“Tidak. Kita hanya bicara sebentar. Setelah itu aku langsung kembali.” jawab Lindsey.


“Tidak bisa dibiarkan. Kita tidak bisa berada terlalu lama di sini. Bagaimana kalau lusa kita kembali ke LA?” balas Kapten.


“Apakah tidak terlalu cepat?” tanya Lindsey.


“Besok aku akan bicara pada anak-anak.” jawab Kapten.


“Wah...! Akhirnya aku bisa sarapan dengan roti lapis buatan Kapten lagi!” Katie yang baru bangun langsung turun ke meja makan.


Begitu juga dengan Piter dan Luven yang menyusul.


“Mana Lindsey dan Noah?” tanya Piter.


“Lindsey sedang memandikan Noah.” jawab Kapten.


“Oh, ya. Kita akan kembali ke LA besok. Luven, pesankan tiket penerbangan untuk kita.” sambung Kapten.


“Hah? Kok besok? Katanya seminggu, Kapt?” protes Katie.


“Kita tidak bisa berlama-lama di sini. Jarvis sedang mengincar kita. Kita tidak tahu apa yang akan diperbuatnya kepada kita.” ucap Kapten.


“Sudah aku bilang, Jarvis itu—” ucap Katie terpotong.


“Kamu tidak mengerti situasinya sekarang, Katie. Tempat ini tidak aman untuk kita semua.” Kapten menyela.


Bersambung...


Halo semuanya. Terima kasih sudah membaca novel ini. Jangan lupa berikan dukunganmu kepada Author dengan memberikan: like, tips, komentar, dan hadiah vote. Tambahkan novel ini ke favorite kamu agar mengetahui up episode terbaru.


Bantu novel ini masuk ke ranking dengan memberikan like dan komentar agar novel ini semakin dikenal banyak orang🤗❤️ Terima Kasih

__ADS_1


__ADS_2