
halo semuanya.. jumpa lagi di episode ketiga yang aku up hari ini.. jangan lupa sebelum baca, yuk boleh yuk scroll dulu ke episode sebelumnya dan di like ya supaya aku semangat trs updatenya ☺️☺️☺️ terima kasih 🙏🏻🙏🏻
“Berarti ada yang salah dengan pencarianmu. Sepertinya kakaknya Lindsey hidup dalam persembunyian. Lindsey selalu menutup rapat soal kakaknya dariku. Untuk itu harus kamu cari tahu lebih dalam lagi.” ucap Jarvis.
“Baiklah, Jarvis.” balas Carlos. Carlos berjalan keluar dari ruangan. Namun Jarvis kembali memanggilnya.
“Ada lagi yang kamu butuhkan?” tanya Carlos.
“Aku ingin tahu apa yang dilakukan Lindsey selama di Las Vegas.” jawab Jarvis.
“Baiklah.” balas Carlos lalu keluar dari ruangan, meninggalkan Jarvis sendiri di dalam.
Jarvis duduk di atas kursi pijat sambil merokok dan menatap pemandangan subuh hari yang masih gelap. Sudah jam 4 dini hari dia masih terjaga. Dan sudah pasti kalian tahu apa yang membuatnya masih terjaga. Lindsey memang sudah pergi jauh ke Las Vegas namun dia masih menghuni di kepala dan hati Jarvis.
...****************...
Carlos masuk ke ruangan Jarvis. Kala itu, Jarvis sedang berdiri menghadap jendela sambil berkacak pinggang dan merokok.
“Aku tidak menemukan informasi apapun mengenai kakaknya Lindsey. Dan ini foto Lindsey selama di Las Vegas. Setelah 3 hari, Lindsey akhirnya pulang ke Jakarta. Lindsey terlihat di bandara. Ini fotonya di bandara ketika baru mendarat.” ucap Carlos seraya menyertakan banyaknya lembaran foto.
“Katie sudah sampai terlebih dahulu pagi tadi. Kalau Lindsey baru sampai beberapa menit yang lalu.” tambah Carlos.
“Lindsey sudah tiba di Jakarta? Siapkan pesawat sekarang juga.” balas Jarvis lalu mengambil jasnya.
Jarvis pun bertolak menuju Jakarta begitu mendengar kabar Lindsey juga sudah tiba di sana. Di pesawat, Jarvis mengamati foto demi foto yang memperlihatkan Lindsey selama di Las Vegas. Tidak banyak aktivitas yang Lindsey lakukan, di sana pada siang hari Lindsey tidak keluar sama sekali. Dan di malam harinya Lindsey terlihat berada di kasino bersama Piter dan Katie sampai pagi. Ada juga beberapa foto yang memperlihatkan Lindsey dipapah oleh Piter dan Katie karena tidak bisa berdiri lagi akibat mabuknya.
Begitu terus selama 3 hari, akhirnya Lindsey memutuskan untuk pulang.
Apa yang kamu lakukan, Lindsey? Berjudi, mabuk-mabukkan? Apakah kamu sadar apa yang kamu lakukan, Lindsey? batin Jarvis.
Namun anehnya lagi, Lindsey dan gengnya pulang terpisah dengan penerbangan yang berbeda-beda setiap orangnya. Katie ikut penerbangan dini hari, Lindsey penerbangan pagi, Kapten dan Piter penerbangan malam.
“Setelah sampai di Jakarta, apa yang akan kamu lakukan?” tanya Carlos.
“Aku tidak akan menemui Lindsey.” jawab Jarvis.
“Lalu?”
“Entahlah. Aku hanya ingin merasa dekat dengan Lindsey.”
Bertemu atau tidaknya, akan aku serahkan kepada takdir. batin Jarvis.
__ADS_1
“Ngomong-ngomong, orang ini siapa, ya?” Jarvis menunjuk Piter dalam foto yang memperlihatkan Lindsey dipapah oleh Piter dan Katie.
“Mungkin itu temannya, atau seseorang yang baru dia kenal di Las Vegas.” jawab Carlos.
Berani-beraninya dia menyentuh Lindsey..! batin Jarvis geram.
...****************...
Las Vegas
32 jam sebelum keberangkatan ke Jakarta
“Sungguh tidak terduga. Jarvis tiba-tiba memindahkan emas itu. Ada apa sebenarnya? Apa Jarvis sudah mengetahui rencana kita?” ucap Katie.
“Dan juga bisa-bisanya dia mengetahui geng kita, Morex. Yang berisikan aku dan Lindsey di dalamnya.” sambung Katie.
“Tapi saat ini baru kita saja yang terekspos olehnya. Identitas Piter dan Kapten belum.” balas Lindsey.
“Jarvis sepertinya sudah curiga sekali. Kejadian di bandara itu langsung membuatnya curiga. Makanya dia mulai mencari tahu tentang Lindsey dan Katie.” sahut Piter.
“Apa jangan-jangan dia tahu kalau kita ingin mengambil emasnya jadi Jarvis memindahkan letak penyimpanan emas itu?” sahut Katie.
“Yang Jarvis tahu, Morex melakukan tindak kriminal yang berhubungan dengan kasus yang sedang aku kerjakan saja.” balas Lindsey.
“Benar. Kalau tahu aku akan mencuri emasnya, seharunya dia sedikit membahas saat pertemuan terakhir di kafe. Tapi Jarvis sama sekali tidak menyinggungnya.” balas Lindsey.
“Apa itu berarti... Jarvis masih tidak tahu siapa yang ingin mencuri emasnya? Dia hanya dapat info kalau ada yang ingin mencuri tapi tidak tahu siapa..?” sahut Piter.
“Gotcha! Sepertinya memang seperti itu. Dan Jarvis adalah tipe mafia yang langsung balas dendam. Jika dia tahu Lindsey sudah mengkhianatinya, seharusnya Jarvis sudah menyiksa Lindsey sekarang.” balas Kapten.
“Bisa jadi Jarvis sudah tahu kalau kita yang akan mencuri emasnya, tapi dia memilih diam karena ada Lindsey. Terlebih Lindsey baru saja keguguran atas janin darah dagingnya sendiri.” sahut Katie.
“Sh*t. Terlalu banyak kemungkinan yang masuk akal. Tapi menurutku, Jarvis bukan tipe orang yang bisa diam saja. Kalau dia tahu kitalah yang berusaha mencuri emasnya, tidak mungkin dia membiarkan kita hidup tenang ke sini.” balas Lindsey.
“Lalu apa rencana kita selanjutnya, Kapt?” tanya Piter.
“Kita akan mencari tahu dimana letak emas itu yang baru.” jawab Kapten.
“Bagaimana caranya? Dengan aku mendekati Jarvis, lagi? Oh tidak, ya. Aku tidak mau melakukan hal itu lagi.” balas Lindsey.
“Tidak. Bagaimana dengan CCTV yang ada di sekitar markas itu? Kamu bisa mengeceknya, Piter?” tanya Kapten.
__ADS_1
“Yah. Tidak bisa, Kapt. Semua CCTV nya sudah aku lumpuhkan total. Sudah rusak. Seandainya diperbaiki, sulit untuk mengembalikan data rekamannya.” jawab Piter.
“Bukankah ini namanya kita masuk ke lubang yang kita buat sendiri? Kita merusak CCTV tersebut untuk menghilangkan jejak kita masuk ke pulau itu tapi ternyata kita juga kehilangan jejak Jarvis memindahkan emas itu.” balas Katie.
“Kapt, menurutku saat ini bukan emaslah yang menjadi fokus utama kita. Kita harus memastikan keselamatan identitas kita terlebih dahulu. Aku dan Katie memang sudah ketahuan sebagian, tapi Kapten dan Piter belum. Tentang kita yang bekerja untuk pamannya Jarvis juga belum. Dan kita harus menjaga semua yang belum ketahuan ini.” sahut Lindsey.
“Aku juga yakin Jarvis pasti sedang mencari tahu anggota Morex yang lainnya. Terutama Lindsey pernah bilang kalau yang di bandara itu kakaknya. Pasti Jarvis juga mencari tahu siapa kakak yang dimaksud Lindsey.” balas Katie.
“Baiklah. Kita harus lebih berhati-hati ke depannya. Untuk itu, kita harus pulang dengan pesawat yang berbeda. Bagaimana?” balas Kapten.
“Baik, Kapt!”
...****************...
2 bulan kemudian...
10.00 AM
GDP Law Firm
Ruangan Lindsey
“Mana materi pembelajaranku?” tanya Lindsey.
“Ini. Ini materi pembelajaran yang terakhir. Setelah itu kamu resmi menjadi pengacara tetap.” ucap Luven.
“Benarkah? Cepat juga, ya..” balas Lindsey.
“Sudah cukup masa penilaianmu. Ini bahkan sudah melebihi waktu yang telah ditentukan. Kapan kamu mulai mengambil kasus pertamamu?” oceh Luven.
“Ah, nanti saja.. aku masih perlu banyak belajar.” jawab Lindsey.
“Kamu ingat kasus pembunuhan berantai yang pernah aku tanyakan padamu?” tanya Luven.
“Yang kamu menjadi pengacara pembela tersangka?” tanya Lindsey.
“Iya.”
“Ingat, kok. Kenapa?”
Bersambung...
__ADS_1
Halo semuanya. Terima kasih sudah membaca novel ini. Jangan lupa berikan dukunganmu kepada Author dengan memberikan: like, tips, komentar, dan hadiah vote. Tambahkan novel ini ke favorite kamu agar mengetahui up episode terbaru.
Bantu novel ini masuk ke ranking dengan memberikan like dan komentar agar novel ini semakin dikenal banyak orang🤗❤️ Terima Kasih