Terjebak Cinta Terlarang Sang Mafia

Terjebak Cinta Terlarang Sang Mafia
Pertunjukkan


__ADS_3

Halo semuanya.. hari ini aku mau CRAZY UPDATE alias UPDATE GILA-GILAAN sebagai penutupan bulan ini.. jgn lupa di like semua bab nya ya temen-temen.. 1 like dri kalian \= sumber semangatku terimakasiihh ❤️❤️😍😍🥰🥰🤗🤗🤗


...****************...


^^^Lindsey.^^^


^^^Piter, Kapten.^^^


^^^Zoe Todd, seorang anggota dewan yang sedang mencalonkan diri sebagai presiden. Paslon nomor urut 3. Terlibat dengan nark*ba.^^^


^^^Ikuti pergerakan dia. Kabari aku jika ada pergerakan yang mencurigakan.^^^


^^^Piter.^^^


^^^Siap, laksanakan!^^^


^^^Kapten.^^^


^^^Siap, laksanakan!^^^


...****************...


Tepat jam 7, Lindsey meninggalkan firma dan pulang ke rumah markas untuk berkumpul dengan anak gengnya. Kini semuanya pun berkumpul di sofa ruang tengah sambil mendengarkan pemaparan materi dari Kapten.


“Aku dan Piter mendatangi kediaman Zoe Todd, dan kediamannya itu dijaga ketat oleh beberapa penjaga berseragam jas. Mobil yang melintas pun diperiksa, jadi kita hanya bisa memantau dari jauh. Namun karena rasa penasaran yang tinggi, aku dan Piter memainkan drone untuk melihat suasana di kediamannya. Lalu kita mengambil gambar kediaman Zoe Todd dari atas, rumah yang mewah, memiliki taman kecil, dan kolam renang. Ketika sampai di rumah, kita memperbesar gambar itu, jeng jeng...” Kapten memberikan selembar kertas HVS kepada Lindsey dengan hasil print gambar kediaman Zoe dari atas.


“Kamu lihat? Di bagian kolam renangnya?” ucap Kapten.


“Ada bayangan. Seperti ada sesuatu di dalam kolam renang itu.” ucap Lindsey.


Flashback ON


“Kapt, harus sekali kita memantaunya dari sini? ” tanya Piter.


Kala itu mereka bersembunyi di balik tanaman rerumputan seraya memantau kediaman Zoe Todd. Mereka tidak bisa memantau dari dekat karena kediaman itu dijaga ketat oleh pengawal. Kapten memantau dengan bantuan teropong binokular.


(*Teropong binokular merupakan perangkat untuk melihat objek jauh agar menjadi lebih jelas.)


“Kelihatan tidak, Kapt? Aku sudah tidak tahan di sini. Tubuhku gatal sekali terkena rumput rumput liar. Aw! Aw!” ucap Piter.


“Ssstt.. jangan berisik..!!” balas Kapten.


“Kita pakai ini saja deh, Kapt!” ucap Piter seraya memamerkan drone nya.


“Kenapa tidak bilang dari tadi?!” balas Kapten.


Piter menerbangkan drone nya dan mengarahkannya ke kediaman Zoe Todd dengan remote control.


“Buseettt... besar sekali rumahnya.. ada taman pula.. widih..” ucap Piter.


“Piter, coba geser ke kiri sedikit.” ucap Kapten.


“Kolam berenang? Eh tunggu. Kok warna airnya gelap, ya?” balas Piter.


Piter dan Kapten membulatkan matanya dan saling melempar pandangan. Sepertinya apa yang mereka pikirkan sama.

__ADS_1


“Foto itu!” perintah Kapten.


Piter pun langsung mengambil tangkapan gambar melalui kamera drone. Kedunya pun langsung berdiri dari persembunyian mereka di balik tanaman dan langsung kembali ke mobil. Bergegas untuk melaporkannya ke Lindsey atas penemuan mereka.


Flashback OFF


“Kamu lihat? Di bagian kolam renangnya?” ucap Kapten.


“Ada bayangan. Seperti ada sesuatu di dalam kolam renang itu.” ucap Lindsey.


“Benar!”


“Apa jangan-jangan...? Di dalam kolam renang ini.. terdapat... dia menyimpannya di sini...?” ucap Lindsey.


“Bingo!”


“Guys, mau menikmati sebuah pertunjukkan?” tanya Lindsey.


...****************...


Di Rumah Pejabat Anggota Dewan.


Lindsey dan Luven bekerja sama dengan Rivan. Rican mendapatkan surat perintah menggeledah rumah Zoe. Sesampainya di sana, kejaksaan langsung bergerak masuk untuk menggeledah sedangkan mobil Lindsey dan mobil Luven berada di belakang untuk memantau dari jauh. Namun ternyata kolam renangnya kosong, setetes air pun sudah tidak ada.


Luven mengejar truk hijau yang tiba-tiba keluar dari rumah Zoe. “Lindsey, aku melihat sebuah truk keluar dari rumah Zoe!” ucap Luven melalui earbuds.


Luven mengejar truk hijau tersebut sampai di tengah jalan ada pemeriksaan dari polisi. Truk hijau tersebut diperiksa dan berhasil dibiarkan lewat oleh polisi. Giliran mobil Luven lah yang diperiksa. Mobil Luven diperiksa oleh polisi namun karena tidak mau ketinggalan truk hijau, Luven menerobos jalan untuk mengejar truk hijau. Dan yang menjadi polisi ialah Kapten dan Katie.


Yang mengemudikan truk hijau itu ialah Piter. Truk hijau yang dikendarai Piter itu masuk ke dalam truk berwarna putih yang ukurannya lebih besar lagi dan pintu truk tertutup saat mobil Luven melintas.


Mobil Luven terus melintas maju untuk mengejar mobil truk hijau dan dia seketika dia menyadari di jalanan sudah tidak ada kendaraan yang melintas apalagi sebuah truk berwarna hijau. Dari truk besar berwarna putih itu turunlah seorang wanita dari dalam. Dan wanita itu adalah Lindsey.


...****************...


Di sisi lain, ternyata Lindsey sedang memantau keramaian dari kejauhan. Ada seorang anggota dewan yang sedang mengadakan kampanye di sebuah desa yang dihadiri oleh sejumlah penduduk dan media di sana. Dan anggota dewan itu tidak lain ialah Zoe Todd.


Dia mengadakan acara pembagian tepung gratis untuk para penduduk di sana. Luven pun datang menghampiri Lindsey yang sedang memantau dari kejauhan.


“Kamu sedang apa di sini? Kenapa tidak menjawab telepon dariku?” tanya Luven.


“Ssstt.. aku sedang menonton pertunjukkan.” jawab Lindsey.


“Pertunjukkan?”


Tiba-tiba, di tengah aksi kampanya Zoe, ada seorang pria lansia dengan badan berbungkuk mengenakan tongkat, jenggot yang sudah berwarna putih, datang menghampiri Zoe. “Apa ini benar tepung asli?” tanya pria itu. Pria itu segera mengeluarkan pisau dan menusuk salah satu dari tumpukan karung itu. Lalu pria lansia itu mencobai tepung yang keluar.


“Ini bukan tepung.” ucap pria lansia itu.


Zoe pun ikut mencobai. Matanya seketika melotot karena terkejut.


“Iya, kok. Ini tepung, kok.” ucap Zoe.


“Ini nark*ba!” seru pria lansia itu.


Pria lansia itu ialah Kapten. Kapten berdandan menjadi pria lanjut usia dengan jenggot serta kumis yang sudah berwarna putih ubanan dan berakting berbadan bungkuk dibantu oleh sebuah tongkat.

__ADS_1


“Apa? Nark*ba?” Reporter langsung mengambil foto. Terjadi kehebohan di kerumunan itu, para penduduk merasa tertipu di acara pembagian tepung gratis itu.


Zoe berjalan ingin menghalangi reporter dan kameramen mengambil gambar tumpukan karung yang ternyata berisi nark*ba itu. Sejujurnya dia sendiri sangat terkejut atas isi karung itu yang ternyata bukanlah tepung. Saat Zoe berjalan, Kapten menyengkat kakinya hingga terjatuh. Dengan sengaja, Kapten merobek karung tepung yang lain dengan pisau sehingga bubuk nark*ba keluar dan berjatuhan ke Zoe yang terjatuh di tanah.


Datanglah Rivan bersama timnya ke tempat itu.


“Lindsey? Jadi kamu yang mengambil semua nark*ba itu?” tanya Luven.


Flashback ON.


“Apa jangan-jangan...? Di dalam kolam renang ini.. terdapat... dia menyimpannya di sini...?” ucap Lindsey.


“Bingo!”


“Guys, mau menikmati sebuah pertunjukkan?” tanya Lindsey.


“Let’s go! Pertunjukkan apa itu?”


“Aku akan mengadakan sebuah pertunjukkan yang besar. Aku ingin mengungkapkan kalau Zoe terlibat dengan nark*ba. Baru setelah itu aku bisa membuktikan kalau papanya Luven dijebak oleh Zoe. Namun aku butuh bantuan kalian untuk memainkan peran di sini.” ucap Lindsey.


“Katakan apa yang bisa kita lakukan.” balas Kapten.


Dan semua yang telah terjadi adalah rencana Lindsey. Lindsey tidak ingin mengungkapkan keterlibatan Zoe dengan nark*ba dengan cara yang biasa. Karena dia dulunya juga sering menjalankan misi yang beraksi dengan skenario, maka dia ingin mengungkapkan dengan caranya sendiri yang biasa dia dan gengnya lakukan.


Flashback OFF.


“Lindsey? Jadi kamu yang mengambil semua nark*ba itu?” tanya Luven.


“Maaf karena aku tidak bilang.” jawab Lindsey.


“Lalu bagaimana kamu akan membuktikan kalau papaku dijebak?” tanya Luven.


“Kalau soal itu... Kita lihat saja di persidangan nanti.” jawab Lindsey.


...****************...


Hari H Sidang Perdana Kasus Roland Digelar.


Jam 7 pagi.


Apartemen.


Lindsey kini berdiri di depan kaca sambil memakai blazer hitam. Dia sudah siap menghadiri persidangan pertamanya sebagai pengacara pembela dengan mengenakan kemeja putih yang berbalut blazer hitam bercorak garis putih dan rok yang berwarna senada dengan blazer.


Seorang laki-laki dengan tubuh jangkung datang dan memeluk Lindsey dari belakang. Mengendus dan menciumi leher Lindsey yang sudah wangi akan parfum yang dipakai Lindsey.


“Rapi dan wangi sekali... Kamu ingin bersidang atau memikat hati hakimnya?” ucap Jarvis.


Jarvia juga sudah berpakaian rapi dan siap untuk bekerja.


“Daripada memikat hati hakim, bagaimana kalau aku memikat hati kamu saja?” balas Lindsey.


Jarvis tersenyum hingga diam tidak bisa berkata-kata.


Bersambung...

__ADS_1


Halo semuanya. Terima kasih sudah membaca novel ini. Jangan lupa berikan dukunganmu kepada Author dengan memberikan: like, tips, komentar, dan hadiah vote. Tambahkan novel ini ke favorite kamu agar mengetahui up episode terbaru.


Bantu novel ini masuk ke ranking dengan memberikan like dan komentar agar novel ini semakin dikenal banyak orang🤗❤️ Terima Kasih


__ADS_2