
halo semuanya.. ketemu lagi di episode kedua yang aku update hari ini.. sebelum baca, yuk boleh yuk scroll dulu ke episode sebelumnya dan di like ya supaya aku semangat trs updatenya ☺️☺️☺️🙏🏻🙏🏻
...****************...
Jarvis memasukkan tangan Lindsey ke dalam selimut, mengatur selimut sedemikian rupa agar tubuh Lindsey tertutup dan hangat. Dan diakhir, Jarvis mengusap kening Lindsey sebelum ia mendaratkan sebuah kecupan hangat di sana.
“Lekas pulih, Sayang. Aku akan segera menemuimu lagi.” ucap Jarvis dengan pelan.
Kemudian Jarvis keluar dari kamar dengan membuka dan menutup pintu secara berhati-hati dan pergi meninggalkan rumah sakit.
...****************...
Jam 08.00
“Wih.. siapa yang datang membawakan ini semua?” tanya Piter yang baru saja tiba di kamar Lindsey bersama Kapten dan Katie.
“Shuut... Lindsey masih tidur.” bisik Kapten.
Piter menghampiri meja yang terdapat parsel buah, bunga, dan martabak.
Dibacanyalah sepucuk surat yang tertancap di buket bunga tersebut.
...Ini bukan kesalahanmu. Ini hanya bukan rezeki kita saja. Get better and get back to your amazing self soon....
Love,
Jarvis
“Jarvis?! Dia kesini lagi?! Kapan?!” tanya Piter dengan heboh.
“Shuttt! Lindsey masih tidur!” Lagi-lagi Kapten memperingatkan Piter.
“Iya, Jarvis datang lagi semalam dan membawakan ini semua. Tapi, Lindsey sudah keburu tidur.” Katie menjawab pertanyaan Piter.
“Wah, martabak!” Tangan Piter meraih kotak martabak yang berada di atas meja dan ingin membukanya. Kapten langsung menepis tangan Piter.
“Yang punya saja belum menyentuhnya!” bisik Kapten.
“Engghh... Aku pulang, kan, hari ini? Yey!” Lindsey bangun dan langsung turun dari ranjangnya.
“Biar dokter memeriksa kondisimu sekali lagi.” balas Kapten.
“Lindsey! Lihat ini!” Piter menunjuk serangkaian pemberian dari Jarvis.
“Ada martabak, nih!” ucap Piter lagi.
Lindsey melihat surat di atas bunganya terlebih dahulu. Membaca isi surat tersebut yang sangat menyentuh hatinya. Air matanya pun mulai mengumpul di matanya. Cepat-cepat dia membuka kotak martabak dan menyantapnya bersama Piter yang sudah menantikan dari awal.
Lindsey tidak bertanya kapan Jarvis datang dan membawa semua ini. Karena Lindsey mengetahuinya. Lindsey sadar saat Jarvis datang, menggenggam tangannya, dan sempat tertidur bahkan sampai Jarvis pulang pun Lindsey tahu. Saat Jarvis tertidur di tangannya, Lindsey sempat membelai rambut Jarvis menggunakan tangan satunya. Entah Jarvis menyadarinya atau tidak.
Tapi jujur saja semalaman Lindsey tidak bisa tidur. Tidur nyenyaknya berakhir saat Jarvis datang. Setelah itu Lindsey hanya berpura-pura tidur. Lindsey sempat tertidur sebentar saat Jarvis juga tertidur di tangannya. Namun ia kembali bangun saat Jarvis juga bangun. Tambah tidak bisa tidur lagi ketika Jarvis mengecup keningnya sebelum pergi. Lindsey berusaha memejamkan matanya kuat-kuat, mencoba untuk tidur. Tapi tidak bisa.
Kenapa semalam Jarvis pergi, ya? Kenapa tidak tidur bersamaku sampai pagi ini saja? batin Lindsey sambil mengunyah martabak.
Dia bilang akan segera menemuiku. Kira-kira kapan, ya? batin Lindsey. Tanpa sadar, sudah potongan ketiga yang Lindsey makan sekarang.
Triririring... Ponsel Lindsey berbunyi.
Lindsey langsung berdiri dan berlari untuk mengangkat telepon itu.
Mama is calling...
__ADS_1
Semangat Lindsey seketika memudar. Ternyata mama-nya yang menelepon. Kembali Lindsey taruh ponselnya dan menurunkan volume suara ponselnya agar tidak terdengar bunyinya. Ya, Lindsey tidak mengangkatnya.
“Dari siapa? Kok tidak diangkat?” tanya Katie.
“Aku lagi makan. Nanti aku telepon balik.” jawab Lindsey.
“Setelah makan, kita panggil dokter untuk memeriksa kondisimu lalu kalau dokter mengizinkan untuk pulang baru kita pulang, ok?” ucap Kapten.
“Siap!” jawab Lindsey.
“Oh, ya, Katie. Aku ada hutang penjelasan darimu. Kenapa Jarvis kemarin bisa datang ke sini? Pasti kamu ’kan yang sudah memberitahu ke Jarvis?” tanya Lindsey.
“Maafkan aku, Lindsey! Aku hanya ingin memberitahu Carlos tadinya, tapi ternyata Jarvis juga dengar. Aku benar-benar minta maaf!” jawab Katie.
“Hm! Dan sekarang aku sudah sembuh, sebentar lagi juga akan pulang. Apa kamu akan memberitahu mereka lagi?” balas Lindsey.
Ayo, beritahu! Supaya Jarvis menghubungiku! batin Lindsey.
“Tidak, Lindsey! Aku berjanji! Aku akan lebih berhati-hati menjaga mulutku yang nakal ini!” balas Katie.
Alamak! Katie memang tidak dapat diandalkan di saat genting seperti ini! batin Lindsey.
“Kamu harus kasih tahu mereka, dong. Nanti kalau mereka datang ke sini tapi Lindsey nya sudah pulang, bagaimana?” sahut Kapten.
Ah! Kapten memang yang terbaik! batin Lindsey.
“Oh ya, ya. Benar juga. Baiklah, nanti akan aku kasih tahu ke mereka, deh!” balas Katie.
“Sekarang! Nanti kalau aku keburu pulang duluan, bagaimana?!” ucap Lindsey dengan sinis.
“Baiklah, baiklah! Sekarang!” Katie mengeluarkan ponsel dari sakunya.
“Sekalian aku berangkat kerja, deh. Sampai bertemu di rumah! Bye, semuanya!” Katie berjalan keluar dari kamar inap.
...****************...
“Tidak, dok.” jawab Lindsey.
“Apakah ibu merasakan mual atau pusing?” tanya dokter.
“Tidak.” jawab Lindsey.
“Baiklah. Kalau begitu ibu boleh pulang.” ucap dokter.
“Terima kasih, dok.” ucap Kapten.
Lindsey pun membereskan pakaiannya setelah diizinkan untuk pulang.
“Oh, ya, Lindsey. Aku dan Piter akan mendatangi markas Jarvis nanti malam.” ucap Kapten.
“Untuk mengambil emas?” tanya Lindsey.
“Iya. Setelah dipikir lagi, kita akan memindahkannya dengan truk saja.” jawab Kapten.
“Aku akan ikut dengan kalian.” balas Lindsey.
“Hey, kamu kan baru pulih pasca operasi. Nanti kalau terjadi sesuatu dengan jahitan operasimu bagaimana?” sahut Piter.
“Tapi kan aku pemeran utama di sini. Kalian tidak akan tahu dimana letak ruang bawah tanahnya markas itu.” balas Lindsey.
“Kamu tinggal beritahu kita tanpa perlu kamu ikut.” ucap Piter.
__ADS_1
“Tidak mau. Pokoknya aku ikut.” balas Lindsey.
“Jadi kita akan meninggalkan Katie sendiri?” tanya Kapten.
“Terserah. Pokoknya aku ikut, titik.” jawab Lindsey.
Piter menghembuskan napas berat. Lindsey memang keras kepala sekali.
“Kapan kamu akan kembali bekerja?” tanya Piter.
“Besok.” jawab Lindsey.
“Luvenius Gourman dan orangtuamu juga mengirimkan makanan ke rumah. Banyak sekali, tuh.” ucap Piter.
“Iya, aku sudah bilang aku sakit. Nanti aku akan ucapkan terima kasih.” balas Lindsey.
“Bagaimana dengan Jarvis? Dia membawa semua ini.” Piter menunjuk parsel buah dan bunga.
“Nanti aku ucapkan terima kasih juga ke dia.” balas Lindsey.
“Jangan lupa nanti malam kita akan melakukan apa..” ucap Piter.
“Setelah berhasil mengambil emas itu, kita berempat langsung terbang ke Las Vegas. Klien kita sudah menyiapkan penerbangan untuk kita. Kita tidak akan kembali lagi ke negara ini setelah itu. Misi kita akan selesai malam ini.” sahut Kapten.
“Aku harus menyelesaikan hubunganku dengan Jarvis setuntas-tuntasnya. Paling lambat sore ini.” balas Lindsey.
Apalagi yang kamu harapkan, Lindsey... Misi selesai, begitu juga dengan hubunganmu dan Jarvis.. batin Lindsey.
“Dan juga Luven beserta orangtua palsumu.” sahut Piter.
“Iya.”
“Bagaimana dengan Katie?” tanya Lindsey.
“Kalau Katie mengundurkan diri, Jarvis pasti curiga. Jadi biarkan saja. Kita semua langsung meninggalkan negara ini begitu mendapatkan emas itu.” jawab Kapten.
...****************...
Jam 13.18
JM Buildings.
“Sudah tidak ada rapat lagi, kan?” tanya Jarvis kepada Carlos saat keluar dari ruang rapatnya.
“Menurut jadwal yang dibuat Katie, jam 13.30 ada rapat di galeri seni Art Spring. Kita harus bergegas sekarang.” jawab Carlos.
“Aduh, tidak bisa. Aku harus menemui Lindsey, dia pasti sudah menungguku.” balas Jarvis.
“Lalu, bagaimana dengan rapatnya?” tanya Carlos.
“Atur hari lain. Kalau mereka tidak mau, batalkan saja.” jawab Jarvis.
“Tapi ini proyek galeri Art Spring yang seharga 100 Miliar?” balas Carlos.
“...”
“...”
“Aku harus pergi sekarang.” ucap Jarvis.
Bersambung...
__ADS_1
Halo semuanya. Terima kasih sudah membaca novel ini. Jangan lupa berikan dukunganmu kepada Author dengan memberikan: like, tips, komentar, dan hadiah vote. Tambahkan novel ini ke favorite kamu agar mengetahui up episode terbaru.
Bantu novel ini masuk ke ranking dengan memberikan like dan komentar agar novel ini semakin dikenal banyak orang🤗❤️ Terima Kasih