Terjebak Cinta Terlarang Sang Mafia

Terjebak Cinta Terlarang Sang Mafia
Fakta Yang Terungkap


__ADS_3

Pakai ini saat bertemu orangtuaku. —Luven


“Tetap saja. 40 juta itu berlebihan untuk seorang teman yang baru saja dia kenal. Banyak kok butik yang murah tapi bajunya bagus bagus. Kamu jangan terlena dulu, Lindsey. Justru kamu harus menyelidiki motif Luven yang sebenarnya.” sahut Katie.


“Benar. Kalau membutuhkan bantuan untuk menggagalkan pernikahan, kenapa harus kamu yang dia tunjuk untuk dimintai bantuan? Dia ’kan koneksinya luas, kenapa tidak mencari bantuan dari orang lain saja?” tambah Kapten.


Mereka semua benar. Banyak yang harus aku selidiki dari Luven. Tapi apa kalian tahu? Aku setuju membantu Luven demi kalian agar setidaknya kalian mendapat hukuman yang seringan mungkin jika kita berempat ketahuan. batin Lindsey.


“Kalian benar. Banyak yang harus aku selidiki dari Luven. Tapi, aku harus mulai darimana dulu?” balas Lindsey.


“Pertama, kamu harus selidiki dulu apa yang membuat orangtuamu setuju mengadopsimu.” ucap Kapten.


Lindsey mendengus kesal. “Huh.. hidupku menjadi rumit saat memasuki GDP. Waktu bermainku tersita banyak karena GDP...” Lindsey mengeluh.


“Semangat, Lindsey! Kita juga sedang mencari cara bagaimana mengambil emas Jarvis.” ucap Piter.


...****************...


Keesokan harinya.


Jam 07.00


“Breaking News. Pagi ini, melalui situs laman resminya, ketua hakim William Verwils mengumumkan pengadopsian seorang putri yang akan menjadi anaknya yang ketujuh. Hal ini dilakukan karena William beserta istri mengidamkan seorang putri di tengah keluarga. Namun kehamilan sang istri tidak dapat dilakukan dengan mempertimbangkan usia. Melalui situs laman resminya, William mengaku sangat terberkati dengan kehadiran seorang putri. “Saya dan istri tidak pernah merasa selengkap ini di dalam hidup kami setelah kehadiran seorang putri cantik di keluarga kami. Keluarga kami merasa terberkati.” ujarnya. Untuk menghargai privasi, identitas seorang putri yang diadopsi akan dirahasiakan oleh keluarga. Kami segenap IND News mengucapkan selamat kepada keluarga ketua hakim William Verwils.


Disusul oleh kabar baik berikutnya, ketua hakim William Verwils mengumumkan pencalonan diri sebagai presiden. Hal ini diperkuat atas dukungan dari partai politik terkuat yaitu: partai politik ABC. Firma hukum terbesar GDP Law Firm juga ikut memberi dukungan kepada William Verwils.”


“Hah, hah? Ketua hakim William itu orangtua angkatmu, kan, Lindsey? Jadi, dia bersedia mengadopsimu untuk menarik simpati publik? Karena dia ingin mendapatkan suara terbanyak saat pencalonannya?” ucap Katie.


“Wah.. 3 partai terkuat mendukungnya. Ditambah lagi firma hukum GDP. Ini pasti berkat keterampilan mulutnya si Luven. Dengan mengiming-imingi dukungan dari GDP dan partai politik.” sahut Piter.


Lindsey tertegun dan diam seribu bahasa. Kala itu, mereka berempat sedang duduk di meja makan untuk sarapan. TV memang selalu sengaja dibiarkan menyala di pagi hari untuk mendengar berita terbaru. Nafsu makan Lindsey seketika menghilang saat mendengar berita pagi hari itu. Memang benar seperti yang mereka duga semalam, tidak mungkin William dan istri tiba-tiba setuju mengadopsi Lindsey.


“Tapi, untungnya bukan untuk hal yang buruk. Tidak ada yang salah dari mencalonkan diri sebagai presiden. Dan Luven juga hanya memberi dukungan.” ucap Katie.


“Iya, sih. Malah aku sempat berpikir kalau Lindsey akan dimanfaatkan untuk hal yang buruk. Tapi syukurlah ternyata bukan.” tambah Piter.


“Untungnya memang bukan untuk hal yang buruk. Tetapi baik Luven maupun si hakim Wils Wils itu tuh harusnya berbicara dulu ke Lindsey. Jadi, kan, Lindsey tidak berprasangka buruk terlebih dahulu.” sahut Kapten.


“Aku berangkat dulu.” pamit Lindsey yang langsung bangkit dari meja makan dan berjalan keluar. Lindsey juga mengambil kumpulan paperbag berisi belanjaan yang dibelanjakan Luven kemarin.


Lindsey mengemudikan mobilnya menuju mall yang kemarin dia kunjungi bersama Luven untuk mengembalikan barang belanjaan yang dibeli Luven.


“Saya ingin mengembalikan semua ini.” ucap Lindsey di kasir.

__ADS_1


“Baik. Uangnya akan kami kembalikan ke rekening yang digunakan saat pembayaran kemarin, ya.” balas kasir.


“Ya, terima kasih.” ucap Lindsey.


“Sama-sama.”


Lindsey kembali mengemudikan mobilnya menuju firma. Raut wajahnya sejak dari rumah sudah tertekuk.


“Ini materi pembelajaranmu setelah ujian.” ucap Luven setibanya Lindsey di ruangannya. Luven meletakkan setumpuk kertas materi pembelajaran.


“Dan kamu tahu berapa nilai hasil ujianmu kemarin? Jeng.. jeng.. 88!” Luven meletakkan kertas jawaban ujian.


Nilai baik tersebut mengartikan bahwa Lindsey lolos atas evaluasinya untuk menjadi pengacara tetap di GDP. Walaupun sebagian dikerjakan oleh Luven. Namun Lindsey tidak bereaksi senang atau heboh. Wajahnya datar.


“Kan kamu yang mengerjakan sebagian.” ucap Lindsey.


“Banyakkan kamu, kok. Oh, ya, kamu mengembalikan semua kiriman barangku? Kenapa? Tidak suka?” tanya Luven.


“Aku sudah punya banyak baju yang bagus.” jawab Lindsey.


“Oh... Tidak apa-apa. Pakai baju baru saja saat bertemu orangtuaku. Mamaku sangat mengerti merk.” balas Luven.


“Memangnya kapan kita akan bertemu orangtuamu lagi?” tanya Lindsey.


“Kalau orangtuaku? Eh tunggu. Apa mereka benar orangtuaku?” tanya Lindsey.


“Kenapa kamu bertanya seperti itu?” balas Luven.


“Pengadopsianku hanya untuk menarik perhatian publik, kan?” tanya Lindsey.


“Tentu saja, bukan. Aku sedang mengurus surat adopsimu.” jawab Luven.


“Surat hanyalah sebuah surat.” balas Lindsey.


“Surat adalah dokumen yang sah dan dapat membuktikan secara sah bahwa kamu anak adopsi mereka.” ucap Luven.


“Lalu apakah setelah itu benar-benar menjadi anak mereka?” tanya Lindsey.


“Kamu pikir kita ini sedang berakting? Bukankah itu namanya pembohongan publik? Papamu sedang mencalonkan diri menjadi presiden. Dia harus menjaga citranya di depan publik.” jawab Luven.


“Baiklah.” balas Lindsey.


Kita lihat saja. batin Lindsey.

__ADS_1


...****************...


“Kapt, Lindsey sedang sedih. Bagaimana kalau kita menghiburnya?” Piter mengutarakan idenya.


Kapten membulatkan matanya “Setuju! Bagaimana kalau kita buat kejutan di apartemennya saja?”


“Boleh! Tapi kartu aksesnya dimana?” tanya Piter.


“Sebentar, aku tanya Lindsey dulu.” Kapten menelepon Lindsey.


“Eh! Kalau kita tanya Lindsey berarti bukan kejutan dong namanya?” balas Piter.


“Oh, iya. Ya sudah aku cek ke kamarnya deh.” Kapten berjalan naik ke kamar Lindsey. Dia membuka pintu kamar Lindsey sambil berpikir harus mencari dimana kartu akses apartemennya.


Mata Kapten pun akhirnya menemukan kartu akses yang tergeletak di atas meja. Dia mengambilnya dan turun ke bawah.


“Piter, ketemu! Ayo!” ucap Kapten seraya mengangkat kartu akses tersebut.


Kapten dan Piter segera berbenah sebelum pergi ke apartemen. Piter tentu saja membawa Mison, anak kesayangannya yang berwujud komputer itu.


...****************...


Jam 11.00


Ruangan Jarvis.


“Jarvis, ada banyak hal yang ingin aku sampaikan. Pertama, anak buah kita berhasil menangkap utusan pamanmu saat baru keluar dari pesawat tapi anak buah kita tidak menemukan file yang diberikan di bandara.” ucap Carlos.


“Argh! Matikan saja utusan pamanku itu. Lanjut. Aku ingin mendengar tentang Lindsey.” balas Jarvis.


“Dari hasil pencarianku, Lindsey dibesarkan di sebuah panti asuhan sampai tepat menginjak usia yang ke 15, Lexis menjadi walinya untuk mengeluarkan Lindsey dari panti asuhan.” ucap Carlos.


“Apa? Siapa? Lexis si pengkhianat itu?!” tanya Jarvis dengan terkejutnya.


“Aku juga sama terkejutnya denganmu. Lexis memiliki hubungan yang cukup dekat dengan Lindsey. Singkat cerita, Lindsey bergabung ke dalam kelompok kriminal yang bernama ‘Morex’. Dan Katie juga ada di dalamnya.” Carlos melanjutkan penjelasannya.


“Kelompok kriminal????!!! Kamu yakin akan hasil pencarianmu itu?!” sela Jarvis.


Bersambung...


Halo semuanya. Terima kasih sudah membaca novel ini. Jangan lupa berikan dukunganmu kepada Author dengan memberikan: like, tips, komentar, dan hadiah vote. Tambahkan novel ini ke favorite kamu agar mengetahui up episode terbaru.


Bantu novel ini masuk ke ranking dengan memberikan like dan komentar agar novel ini semakin dikenal banyak orang🤗❤️ Terima Kasih

__ADS_1


__ADS_2