Terjebak Cinta Terlarang Sang Mafia

Terjebak Cinta Terlarang Sang Mafia
Aku Takut


__ADS_3

“Hah? Lindsey belum sampai di aula?” tanya Piter.


“Kita sudah berpisah sejak 20 menit yang lalu. Kita sedang di jalan menuju rumah markas.” sahut Kapten.


“Hah? Lindsey belum sampai di aula. Ponselnya juga tidak dapat dihubungi. Berada di luar jangkauan. Jarvis sudah mencari ke ruangannya tapi tidak ada.” balas Katie.


“Apa?!” Kapten menepikan mobil van.


“Sudah dulu, ya! Aku ingin mencari Lindsey. Nanti kalau sudah ketemu akan aku kabari.” ucap Katie.


...****************...


“Apa?! Lindsey tidak ada di seluruh gedung ini?! Kalian yakin sudah mencarinya dengan benar?!” Jarvis membentak security yang berkumpul setelah mencari Lindsey.


“Jarvis, aku mendapatkan kamera dasbor salah satu mobil di pintu belakang merekam dengan sebuah mobil yang sudah mengintaimu selama beberapa hari. Kamu pasti tahu siapa pelakunya.” bisik Carlos.


“Baj*ngan si*lan! Lacak mobil itu lalu siapkan mobil dan seluruh anak buah kita.” balas Jarvis lalu bergegas ke lobi utama bersama Carlos.


“Jarvis, Lindsey juga belum pulang ke rumah. Kamu sudah menemukan dia?” tanya Katie.


“Aku akan mencarinya. Kamu pulang duluan saja.” jawab Jarvis lalu masuk ke dalam mobil yang sudah disiapkan Carlos.


“Kita ke lokasi itu sekarang. Cepat!” ucap Jarvis.


...****************...


“Piter, coba lacak ponsel Lindsey.” Kapten memberi perintah.


Di sisi lain, Kapten dan Piter pun juga tidak tinggal diam. Mereka juga berusaha menemukan keberadaan Lindsey. Untungnya Kapten selalu menyuruh Piter menaruh alat pelacak di tas atau ponsel Lindsey dan Katie. Bahkan untuk berjaga-jaga, Piter juga menaruh alat pelacak berupa cap yang tidak terlihat, hanya bisa dilihat dengan cahaya atau senter.


“Baiklah. Agak sulit, Kapt. Ponselnya mati.” Piter terus mengetikkan koding yang hanya dimengerti oleh seorang programmer.


“Apa karena Jarvis tahu mengenai aksi pencurian sertifikat sehingga dia menangkap Lindsey?” tanya Piter.


“Kamu tidak dengar apa yang dikatakan Katie? Jarvis juga cemas mencarinya. Itu artinya Jarvis tidak tahu dimana Lindsey sekarang.” jawab Kapten.

__ADS_1


“Sudah ketemu?” tanya Kapten kemudian.


“Belum, Kapt.” jawab Piter sembari berusaha melacak melalui komputernya.


“Bagaimana dengan pelacak berupa cap yang kamu tempelkan di punggung tangannya Lindsey?” tanya Kapten.


“Sebentar.” Jari jemari Piter terus aktif mengetikkan koding.


“Kapt, ketemu!” ucap Piter.


Kapten menginjak kembali gas mobil dan mengemudikan mobil menuju lokasi keberadaan Lindsey yang berhasil dilacak Piter. Kapten mengendarai dengan kecepatan penuh. Amarahnya sudah berkecamuk dan mengumpul di dalam dadanya. Dia begitu kesal jika ada seseorang mengusik anak gengnya.


Setibanya di lokasi, tepat di depannya ada beberapa mobil sedan berwarna hitam. Kapten dan Piter melihat Jarvis keluar dari salah satu mobil itu beserta dengan anak buahnya. Lokasi tersebut adalah gudang yang sudah terbengkalai. Jarvis dan seluruh anak buahnya memasuki gudang tersebut, disusul oleh Kapten dan Piter.


Di dalam gudang tersebut terjadi perkelahian antara anak buah Jarvis dan anak buah yang masih belum diketahui siapa pimpinannya. Jarvis dan Carlos terfokus kepada Lindsey yang terkapar di lantai dengan tangannya yang terikat di sebuah kursi juga mulutnya yang ditutup dengan perekat.


“Lindsey.. hey.. ini aku..” Jarvis mengangkat tubuh Lindsey dan mengendurkan ikatannya. Kemudian ia membuka perekat yang menutupi mulut Lindsey sementara Carlos membuka tali yang mengikat tangan Lindsey. Jarvis merangkum kedua wajah Lindsey yang penuh dengan luka itu, berusaha membuat Lindsey tersadar. Wajah Lindsey penuh oleh keringat dan bibirnya pun pucat.


Kapten dan Piter menghampiri Lindsey hingga mendorong mundur Jarvis dan Carlos. Kapten merebut Lindsey dari pangkuan Jarvis.


“Kapt..” ucap Lindsey dengan suara yang lirih nyaris tidak terdengar. Lindsey memeluk Kapten dengan sisa tenaganya yang ada. Jarvis jelas menyaksikan itu dengan mata di kepalanya sendiri.


“Aku akan membawanya ke rumah sakit.” ucap Kapten lalu mengangkat tubuh Lindsey dan menggendongnya membawa masuk ke mobil.


“Bereskan ini dan cari tahu siapa dalangnya.” ucap Jarvis kepada Carlos lalu berjalan keluar dari gudang. Jarvis mengendarai mobilnya sendiri, mengikuti mobil Kapten dari belakang.


Sesampainya di rumah sakit, dokter mengobati luka memar Lindsey di wajahnya, leher, goresan di tangan dan kakinya. Kapten, Piter, dan Jarvis menyaksikan betul luka yang ada di tubuh Lindsey. Jarvis bahkan menghitung setiap luka yang ada tanpa melewatkan satupun. Totalnya ada 17. Tentu Jarvis akan membalasnya berkali-kali lipat dari total luka yang ada di tubuh Lindsey.


“Apa kamu tahu siapa yang melakukan ini terhadap Lindsey?” tanya Piter kepada Jarvis.


“Belum. Tapi sebentar lagi aku akan mengetahuinya.” jawab Jarvis.


“Kamu pasti tahu sesuatu, kan? Bisakah kamu menjelaskan perkelahian di gudang tadi? Kenapa bisa ada perkelahian?” tanya Piter.


“Sstt.. biarkan Lindsey beristirahat dulu.” ucap Kapten.

__ADS_1


Kenapa Kapten tidak penasaran dengan apa yang terjadi menimpa Lindsey sekarang? batin Piter.


Piter merasa aneh dengan sikap Kapten sekarang. Dari yang Piter ketahui tentang karakter Kapten, seharusnya wajah Jarvis sudah babak belur sekarang karena diamuk oleh Kapten. Kapten tidak mungkin setenang ini jika melihat kondisi Lindsey. Namun kali ini berbeda.


Lindsey membuka matanya perlahan. Dia merasakan rasa perih di sekujur tubuhnya. Lindsey bergegas memeluk Kapten yang berada di samping kirinya dan mengabaikan Jarvis yang berada di samping kanannya.


“Kamu sudah sadar? Apa ada luka lainnya? Apa ada luka dalam?” tanya Kapten.


“Aku takut..” ucap Lindsey dengan mata berkaca-kaca.


“Aku mau pulang.” ucap Lindsey kemudian.


“Baiklah kita pulang. Tapi kamu yakin kamu sudah tidak apa-apa?” tanya Kapten.


Lindsey mengangguk.


“Bisa berjalan?” tanya Kapten.


Lindsey mengangguk lagi. Lindsey bangkit dari ranjang pasien, berusaha menginjakkan kakinya ke lantai.


“Piter, bantu Lindsey. Aku akan mengurus administrasi dulu.” ucap Kapten lalu pergi ke meja administrasi.


Piter membantu memapah Lindsey yang masih terlihat tidak berdaya itu. Seharusnya Lindsey tetap berada di rumah sakit saja karena saat ini kondisi Lindsey tidak memungkinkan untuk banyak bergerak.


Jarvis meraih lengan Lindsey, membantunya agar tidak terjatuh. Namun Lindsey menjauhkan lengannya. Dia tidak ingin Jarvis menyentuhnya. Ada apa dengan Lindsey? Kenapa tiba-tiba dia bersikap dingin pasa Jarvis? Apa ada hubungannya dengan penculikan yang dia alami tadi?


“Lindsey..” panggil Jarvis dengan suara yang pelan dan lembut.


Lindsey memilih untuk mengabaikannya dan berjalan bersama Piter ke mobil terlebih dahulu. Kapten masih di meja administrasi untuk mengurus kepulangan Lindsey. Tangannya memegang selembar kertas. Rupanya Kapten juga meminta dokter untuk melakukan pemeriksaan visum terhadap Lindsey.


Bersambung...


Halo semuanya. Terima kasih sudah membaca novel ini. Jangan lupa berikan dukunganmu kepada Author dengan memberikan: like, tips, komentar, dan hadiah vote. Tambahkan novel ini ke favorite kamu agar mengetahui up episode terbaru. Episode terbaru akan segera diupdate hari ini.


Bantu novel ini masuk ke ranking dengan memberikan like dan komentar agar novel ini semakin dikenal banyak orang🤗❤️ Terima Kasih

__ADS_1


__ADS_2