
halo semuanya👋👋 jumpa lg di bab berikutnya.. hari ini aku akan up 3 episode sekaligus.. jgn lupa dilike semuanya yaaa 🫶🏻🫶🏻 love yu sekebon🫰🏻🫰🏻🫰🏻🫰🏻🫰🏻🫰🏻
sebelum baca, yuk boleh yuk scroll dulu ke episode sebelumnya dan di like ya supaya aku semangat trs updatenya ☺️☺️☺️ terima kasih 🙏🏻
...****************...
“Lindsey sedang memandikan Noah.” jawab Kapten.
“Oh, ya. Kita akan kembali ke LA besok. Luven, pesankan tiket penerbangan untuk kita.” sambung Kapten.
“Hah? Kok besok? Katanya seminggu, Kapt?” protes Katie.
“Kita tidak bisa berlama-lama di sini. Jarvis sedang mengincar kita. Kita tidak tahu apa yang akan diperbuatnya kepada kita.” ucap Kapten.
“Sudah aku bilang, Jarvis itu—” ucap Katie terpotong.
“Kamu tidak mengerti situasinya sekarang, Katie. Tempat ini tidak aman untuk kita semua.” Kapten menyela.
Lindsey dan Noah turun dan bergabung bersama mereka di meja makan.
“Ganteng sekali, mau kemana sih?” tanya Luven.
Noah sudah berpakaian rapi dan wangi seperti hendak bepergian.
“Ya dong, emangnya om? Balas gitu, Noah.” sahut Piter.
“Hey, mengacalah.” balas Luven.
“Kita mau ke rumah orangtuaku sehabis sarapan.” ucap Lindsey.
“Lindsey, bujuklah Kapten untuk menetap lebih lama lagi di sini.. masa besok kita sudah harus berpisah lagi, sih?” ucap Katie.
Lindsey melempar pandangannya ke Kapten.
“Sudah, bagaimana kalau kita sarapan dulu? Noah pasti sudah lapar kan, ya?” sahut Piter.
Setelah sarapan, Kapten, Lindsey, dan Noah pergi ke rumah keluarga William. Sementara hari ini adalah akhir pekan, Katie tidak pergi bekerja. Dia menikmati waktu bersantainya dengan bermain konsol game bersama Piter dan Luven.
Kediaman William.
“Astaga! Kalian kembali ke sini? Ya Tuhan, aku senang sekali!” Bu William memeluk Lindsey.
“Sehat, Fabio?” tanya William.
“Sehat, pa.” jawab Kapten.
“Noah! Wah... Sepertinya cucu opa sudah bertambah tinggi dari yang terakhir kali opa lihat...” ucap William kepada Noah. William pun mengangkat dan menggendong Noah.
“Wah! Tambah berat juga! Sudah besar ya, Noah?” ucap William.
__ADS_1
“Umur aku 4 tahun.” balas Noah dengan mengangkatkan 4 jarinya.
“Pintar sekali cucu opa! Noah mau jalan-jalan ke kebun opa? Melihat berbagai macam buah dan bunga. Mau?” ajak William.
“Mau! Aku mau ke kebun!” ucap Noah menerima ajakan dari kakeknya.
“Let's go! Kita ke kebun!” William pun berjalan membawa Noah pergi ke kebun.
“Sudah kuduga. Noah pasti akan diculik kakeknya sendiri.” ucap Lindsey.
“Hahaha... habisnya kita sudah kangen sekali dengan kalian. Noah terlihat lebih menggemaskan dari yang kita lihat panggilan video.” balas bu William.
Pelayan pun datang menghampiri mereka yang sedang duduk di ruang tengah. Membawakan aneka kue kering dalam toples, buah-buahan yang sudah dipotong, dan minuman.
“Kita hanya punya ini.. habisnya kalian datang tidak bilang-bilang, sih. Kita jadi tidak ada persiapan.” ucap bu William.
“Banyak sekali, ma..” balas Lindsey.
“Karena itu kita tidak ingin bilang-bilang kalau mau datang. Kita tidak ingin merepotkan kalian di sini.” sahut Kapten.
“Sama sekali tidak merepotkan, kok. Kita justru senang melakukan persiapan untuk menyambut kalian. Ngomong-ngomong, kalian berapa lama di sini?” balas bu William.
“Besok kita sudah harus kembali. Karena harus mencari kindergarten untuk Noah.” jawab Kapten.
“Wah cepat sekali. Sayang sekali datang jauh-jauh tetapi hanya sebentar..” ucap bu William.
“Iya, hehehe... Hanya perjalanan singkat saja..” sahut Lindsey.
“Iya. Aku juga merasa Noah baru lulus dari perASIan.” balas Lindsey.
“Kalian telah membesarkan Noah dengan baik. Dia pasti akan tumbuh menjadi anak yang membanggakan.” ucap bu William.
“Amiinnn...” Lindsey dan Kapten mengaminkan.
“Buseett.. banyak sekali.. bawa apa aja dari kebun opa?” Noah dan William kembali bersama dengan buah-buahan yang ditaruh di bajunya.
“Mommy, aku ingin cepat bertumbuh besar. Supaya bisa memakai baju yang besar. Kata opa kalau baju aku besar, aku bisa menaruh buah lebih banyak lagi.” ucap Noah.
“Buat apa banyak-banyak? Kamu mau merampok kebun opa?” tanya Lindsey.
“Hahahah...”
“Aku suka buah, Mommy!” jawab Noah.
“Ok, besok-besok tidak perlu taruh di baju. Nanti kita bawa karung saja, ya?” balas Lindsey.
“Hahahaha... Itu baru namanya merampok..” sahut William.
“Maaf ya, pa. Pasti kebun papa jadi botak semua karena buahnya dipetik Noah.” ucap Kapten.
__ADS_1
“Ah, tidak kok. Masih banyak. Sengaja papa tanam yang banyak buat cucu opa supaya sehat.” balas William.
“Setelah pensiun kayaknya papa mau menjadi saudagar buah, ya?” tanya Lindsey.
“Hahahah....!!”
“Enak saja! Semua papa tanam untuk cucu opa! Bukan untuk dijual!” William tidak terima.
“Mommy, Noah juga petik ini buat Mommy.” ucap Noah seraya memberikan beberapa tangkai bunga.
“Wah, manisnya.. terima kasih, Noah.” balas Lindsey.
“Opa, Noah boleh bawa pulang semua ini, ’kan?” tanya Noah.
“Boleh dong! Bawa pulang yang banyak! Supaya cucu opa sehat!” jawab William.
“Noah, bilang apa sama opa?” ucap Lindsey.
“Makasih, opa!” kata Noah.
“Iya, Noah. Anak ini benar-benar pintar. Dia bisa menghitung dan mengenali nama-nama buah. Dan tidak ada capeknya, berkeliling kebun kesana kemari. Seketika papa merasa kalah tenaganya dengan Noah.” ucap William.
“Sama, pa. Setiap hari Noah mengajakku main polisi maling di pantai tapi malah aku yang capek duluan.” balas Kapten.
“Turunan dari ibunya. Dulu kan ibunya juga memiliki tenaga yang tidak terbatas.” sahut bu William.
“Maksud mama, aku?” tanya Lindsey.
“Iya. Kamu tidak ingat? Saat memecahkan guci yang sampai masuk berita itu, loh.” jawab bu William.
“Hahaha.. mama masih mengingatnya... Aku jadi malu.” balas Lindsey.
Setelah bercengkrama, melepas rindu dengan kedua orangtuanya hingga petang, Kapten, Lindsey, dan Noah kembali pulang ke rumah markas. Setelah seharian berkeliling di kebun, akhirnya tenaga Noah habis juga. Dia terlelap di mobil sambil tangannya menggenggam jeruk dan apel.
“Noah tertidur.” ucap Lindsey.
“Pasti kelelahan sekali dia..” ucap Kapten.
Sesampainya di rumah markas, mereka melihat ada sebuah mobil sedan berwarna hitam di depan rumah mereka. Sehingga mobil mereka sulit untuk masuk.
“Biar aku yang tangani. Kamu masuk saja bersama Noah.” ucap Kapten.
“Ok.” Lindsey menggendong Noah yang sedang tertidur dan turun dari mobil bersama Kapten.
2 orang pemilik mobil di depan mereka pun juga turun. Yaitu Jarvis dan Carlos.
Bersambung...
Halo semuanya. Terima kasih sudah membaca novel ini. Jangan lupa berikan dukunganmu kepada Author dengan memberikan: like, tips, komentar, dan hadiah vote. Tambahkan novel ini ke favorite kamu agar mengetahui up episode terbaru.
__ADS_1
Bantu novel ini masuk ke ranking dengan memberikan like dan komentar agar novel ini semakin dikenal banyak orang🤗❤️ Terima Kasih