
halo semuanya.. sebelum baca, yuk boleh yuk scroll dulu ke episode sebelumnya (berhubung likenya masih sedikit) dan di like ya supaya aku semangat trs updatenya ☺️☺️☺️ terima kasih 🙏🏻🙏🏻
...****************...
“Apa kamu kenal dia? Di buku rapotnya itu tertera tahun 2014. Berarti kalian seangkatan.” tanya Jarvis lagi.
“Oh.. dia. Aku pernah lihat wajahnya, sih..” jawab Lindsey.
“Ohh...” balas Jarvis.
Sudah sejauh apa Jarvis menggali tentang latar belakangku? batin Lindsey.
Lindsey berbohong soal universitasnya. Adik temanku ini bukan berkuliah di Harvard melainkan University of Cambridge. batin Jarvis.
...****************...
“Guys, gawat! Gawat sekali! Jarvis mulai mempertanyakan mengenai identitasku. Tadi dia bertanya soal universitas dan kenalannya! Dan aku sempat melihat di meja kerjanya ada CV yang dibuat Piter, dan banyak kertas lainnya aku tidak sempat melihatnya!” ucap Lindsey dengan panik.
Selepas sarapan, Lindsey mengemudikan mobilnya dengan kecepatan tinggi dengan tujuan ke rumah markas.
“Apa?!”
Mereka bertiga yang sedang berkumpul di meja makan menyantap sarapan pun terkejut.
“Piter, lakukan sesuatu!” ucap Katie.
“Apa yang harus aku lakukan?! Kapt?” tanya Piter.
“Tunggu. Tenang dulu.” jawab Kapten.
“Jarvis juga mengirim anak buahnya untuk mengikuti kita saat ke Las Vegas kemarin. Sepertinya Jarvis memang sedang menyelidikiku.” sahut Lindsey.
“Bagaimana ini, Kapt? Bagaimana kalau Jarvis mengetahui identitas Lindsey adalah palsu?” tanya Katie.
“Untuk saat ini, fokus kita kepada Carlos. Karena Jarvis hanya memberi perintah ke Carlos untuk menyelidiki Lindsey. Identitas Lindsey terbongkar atau tidak, bergantung pada Carlos. Katie, awasi Carlos terus.” ucap Kapten.
“Baik, Kapt! Sudah waktunya aku berangkat kerja.” balas Katie.
“Katie, tunggu!” ucap Piter. Piter segera berlari ke meja komputernya.
“Ada apa?” tanya Katie.
“Pasangkan ini di perangkat CPU komputernya Carlos selama 2 menit, lalu cabut. Dengan begitu, aku bisa melihat apa yang Carlos buka di komputernya.” jawab Piter seraya memberikan sebuah usb.
“Bagaimana aku bisa memasangnya? Carlos saja jarang keluar dari ruangannya. Dan aku selalu pulang lebih dulu dari Carlos dan Jarvis.” balas Katie.
“Lantas, aku yang memasangnya, gitu?” tanya Piter.
“Boleh juga. Kenapa tidak?” sahut Lindsey.
“Apa kamu sudah gila? Aku harus masuk ke dalam JM Buildings? Dan ke ruangan orang penting di JM Buildings?” balas Piter.
“Iya. Apa masalahnya? Katie dan aku saja sering.” balas Lindsey.
“Ya, tapi bagaimana caranya?” tanya Piter.
“Aku punya caranya.” jawab Kapten.
...****************...
Jam 17.00
Rumah markas
__ADS_1
Ruang tengah
“Ini hewan peliharaan kesayangan temanku. Yang ini namanya Ebi, yang ini Abi, kalau yang ini Ubi, dan yang ini Obi.” Kapten memperkenalkan tikus-tikus kecil di sebuah kandang.
Lindsey dan Piter pun melongo melihat para tikus.
“Yang ini tadi siapa namanya, Kapt?” tanya Lindsey sambil menunjuk seekor tikus.
“Abi.” jawab Kapten.
“Aku tidak menemukan perbedaan dari keempat tikus ini.” sahut Piter.
“Baiklah. Aku bawa ini sekarang ke JM Buildings.” ucap Lindsey.
“Bawa mobilnya jangan ngebut, Lindsey. Nanti tikusnya pada mabok.” ucap Kapten.
“Manusia saja bisa mabok, apalagi tikus.” sahut Piter.
“Iya, pelan kok.” balas Lindsey.
“Pakai earbuds-mu jangan lupa.” ucap Kapten.
Lindsey mengendarai mobilnya menuju JM Buildings bersama sebuah kandang berisi 4 tikus di dalam tasnya yang duduk di kursi penumpang.
Geng Morex memanfaatkan kelemahan Jarvis yang takut akan tikus. Nantinya Lindsey yang berperan menyebarkan tikus-tikus kecil itu dan Kapten bersama Piter akan berperan sebagai staf dari perusahaan pembasmi tikus yang akan masuk ke dalam JM Buildings. Kapten akan menangkap tikus-tikus kecil, dan Piter yang akan memasangkan penyadap di komputer Carlos.
“LindStar memasuki JM Buildings.” ucap Lindsey melalui earbuds.
“Piter akan meretas CCTV.” sahut Piter.
“Jarvis dan Carlos masih di ruangannya masing-masing.” sahut Katie.
“LindStar menaiki lift. Aku akan mengeluarkan tikusnya.” ucap Lindsey melalui earbuds..
“Nah.. berlarilah! Kemana saja yang kalian inginkan!” ucap Lindsey saat membuka kandang.
“Lindsey, ada apa?” Carlos keluar lebih dahulu.
“Itu! Mama, tolong! Aku geli sekali!” jerit Katie.
“Carlos, cepat tangkap tikus-tikus itu! Disitu! Disana! Banyak! Aaaa!!!” tambah Lindsey.
Katie sudah duduk di atas meja kerjanya sendiri, sedangkan Lindsey menaiki tangga menuju ruangan Jarvis.
“Ada apa?!” tanya Jarvis yang baru keluar dari ruangannya, bertemu dengan Lindsey yang menuju ke ruangannya. Carlos pun juga berlari ke tangga menghampiri mereka berdua.
“Itu lihat! Ada banyak tikus! Iiiiihhh! Kok bisa ada tikus, sih?!” jerit Lindsey.
“Hah? Tikus?! Mati. Ka-kalian berdua urus para tikus itu, ya! Aku tidak mau tahu! Carlos, ayo masuk ke ruanganku!” balas Jarvis.
“Jarvis! Mau kemana?! Aku dan Katie takut!” ucap Lindsey.
“Aku juga! Carlos alergi dengan tikus! Kalian masuk ke ruanganku! Cepat!” balas Jarvis.
“Lalu Katie bagaimana?!” tanya Lindsey.
“Katie, tunggu sebentar ya! Aku akan menelepon perusahaan pembasmi tikus! Lindsey, ayo masuk!” ucap Carlos lalu menutup rapat pintu ruangan Jarvis.
“Kamu tega sekali membiarkan Katie sendirian di bawah?! Katie itu memiliki phobia dengan tikus!” protes Lindsey.
“Aku tidak bisa menemaninya. Turun dari tangga saja tidak bisa. Kamu tidak lihat tikusnya sudah berkeliaran di bawah? Ada yang berusaha menaiki tangga pula.” balas Jarvis.
“Carlos! Lakukan sesuatu, dong! Kalian ini kan laki-laki! Masa tidak bisa menangkap tikus kecil?” ucap Lindsey.
__ADS_1
“Sebentar. Aku akan menelepon perusahaan pembasmi tikus dulu.” balas Carlos.
“Tikus itu memang kecil. Tapi ketakutan kita yang besar. Jangan menyuruh Carlos. Dia alergi dengan tikus.” balas Jarvis.
Triririring... Ponsel Lindsey berdering.
“Lindsey, aku sudah tidak kuat lagi! Lindsey, aaaa!!!! Pergi! Pergi! Syu! Syu!! Lindsey, aku takut!” ucap Katie sambil video call dengan Lindsey yang berada di ruangan Jarvis.
“Katie, tunggu ya.. tunggu sebentar lagi.. Carlos sudah menelepon perusahaan pembasmi tikus.” balas Lindsey.
“Cepat telepon perusahaan yang tercepat! Aku tidak mau tahu, ya! Tikus-tikus itu harus segera pergi dari perusahaanku!” ucap Jarvis.
“Sudah. Mereka akan tiba dalam 4 menit!” ucap Carlos.
“Apakah tidak bisa lebih cepat lagi?” protes Jarvis.
“Katie, bertahanlah! 4 menit lagi!” ucap Lindsey di telepon.
4 menit kemudian..
Kapten dan Piter turun dari sebuah mobil van dengan logo perusahaan jasa pembasmi tikus. Mereka lengkap mengenakan APD hazmat dan koper berisi peralatan di tangan kanan mereka.
“Kapten dan Piter memasuki JM Buildings.” ucap Kapten melalui earbuds.
Namun kedatangan mereka dicegah oleh security. “Kami dari perusahaan jasa pembasmi tikus. Kami menerima telepon bahwa—” ucap Kapten.
“Tunjukkan tanda pengenal anda.” ucap petugas keamanan.
Kapten dan Piter saling melempar pandang. “Eh! Kalian! Ayo ikut saya! Pak Jarvis sudah menunggu dan marah-marah!” ucap seorang wanita yang mendatangi Kapten dan Piter.
Mereka berdua pun berhasil lolos dari pengecekan berkat wanita itu.
“Lantai paling atas. Saya tidak ikut, ya. Saya takut.” ucap wanita itu saat membukakan lift untuk Kapten dan Piter.
“Baiklah, wanita cantik memang tidak boleh dekat-dekat dengan tikus.” Piter menggoda wanita itu.
Lift yang mereka tumpangi pun membawa mereka ke lantai paling atas.
“Waktu kita hanya 2 menit. Aku akan mengumpulkan tikus itu dan kamu akan memasang penyadapnya.” ucap Kapten.
“Baik, Kapt. Katie, bukakan ruangan Carlos.” balas Piter.
Katie dan Piter pun bergerak ke ruangan Carlos. Sementara Kapten sibuk kesana kemari mencari tikus-tikus kecil.
...****************...
”Mereka sudah sampai.” ucap Carlos ke Lindsey dan Jarvis yang mengamankan diri di ruangan Jarvis.
“Sebaiknya ruangan kalian juga harus dicek. Bagaimana kalau ternyata ada tikus bersembunyi?” balas Lindsey.
“Demi apapun, tidak pernah ada kejadian seperti ini di perusahaanku.” ucap Jarvis.
“Sekalian saja suruh mereka mengecek seluruh gedung ini.” sahut Carlos.
...****************...
“Bagaimana, Piter? Sudah belum?” tanya Katie.
“Sebentar lagi.” jawab Piter.
“Guys, gawat. Abi hilang! Apa kalian bisa mendengarku?” ucap Kapten melalui earbuds.
Bersambung...
__ADS_1
Halo semuanya. Terima kasih sudah membaca novel ini. Jangan lupa berikan dukunganmu kepada Author dengan memberikan: like, tips, komentar, dan hadiah vote. Tambahkan novel ini ke favorite kamu agar mengetahui up episode terbaru.
Bantu novel ini masuk ke ranking dengan memberikan like dan komentar agar novel ini semakin dikenal banyak orang🤗❤️ Terima Kasih